لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahna nang: NDASERUAG
English Sub. by: rabbit_01
-- Selamat Mendeleng ---
Angkat!
Ketika kubilang angkat, maksudku tarik!
Seharusnya begitu, Halvar.
Kali ini istri kita akan bahagia!
Kita punya cukup ikan untuk jamuan turnamen tahunan.
Aargh! Aku seorang Viking! Aku ingin bertarung, menjarah dan menaklukkan!
Apa pun kecuali ini.
Halvaaar!!
Welah dalah! Kita ada pengunjung.
Halvar! Berlakon sebagai nelayan sekarang, ya?
Ha! Aku tidak kaget.
Kau tak pernah menjadi Viking sejati!
Sven Si Mengerikan. Akhirnya, ada aksi!
Sven! Kau datang untuk persembunyian yang bagus?
Kendalikan kemarahan Viking-mu, Halvar.
Ingat yang dikatakan istrimu, Ylva.
Yang utama adalah ikan, untuk jamuan turnamen besar.
Ommm... Kita akan bombardir perut gendut mereka! Kecepatan penuh!
Aku akan tunjukkan padamu apa itu Viking sejati!
Vic si Viking dan Pedang Ajaib
Hei! Pedang ajaibku!
Kembalikan, brengsek!
Perompak! Serang!!
Aargh!
Ya ampun!
Ketua. Kau harus kendalikan sifatmu yang menjijikkan.
Kita jelas kalah jumlah.
Ya, ya. Mundur yang strategis!
- Beban ikan ini memperlambat kita. - Eh?
Pedang ajaibku! Kembalikan!
Pedang ajaib? Ini? Hmm.
Sven kehilangan marmer-nya!
Ayo pulang.
- Vic? - Hah?
Vic? Aku membuat yang kau minta, Vic.
Masukkan ke dalam keranjang!
Terima kasih, Ylvi.
Ha hah!
Tahun ini aku terikat untuk memenangkan turnamen memanah.
Ayah harus menepati janjinya.
Ya ampun, ya ampun, ya ampun.
Kita tak punya ikan untuk turnamen panahan, Ketua.
Kita lolos dari Sven, tapi kita takkan lolos dari istrimu.
Ylva akan melakukan apa yang kusuruh.
Tak sabar untuk melihatnya.
- Diam! - Mendarat!
- Ayah! - Para suami kembali!
Woo hoo!
Ya!
Tunggu aku, Ylvi!
Ayah!
Ha ha ha. Ayah! Ha ha ha.
Anakku! Ha ha.
Otot-otot besar Viking-kah yang Ayah lihat di sana?
Ayah membawakanku kejutan?
Tidak sekarang, Vic.
Uh oh. Ylva-ku!
Oh
Biar ku tebak Halvar. Sekali lagi tak ada ikan untuk jamuan tahun ini. Benar?
Kau bertemu Sven, dan kau kehilangan kesabaran lagi.
Ketua, pedangnya. Tunjukkan padanya pedangnya!
Ide bagus.
Pedang tua yang berkarat, aku mengerti.
Ah! Ini lebih dari sekedar pedang berkarat.
Ini... pedang ajaib.
Kami merebutnya dari Sven, pertempuran para jawara.
Ya. Kau seorang jawara, Halvar.
Dalam menghindari tanggung jawab.
Tapi Sayang...
Hidangannya akan sup kol lagi untuk semua orang di jamuan makan.
Sama seperti tahun lalu.
Lagi? / Wueekk. / Aku doyan sup kol.
Ini bukan salahku.
Kami jelas kalah jumlah melawan Sven.
Kami harus mundur secara strategis.
Tapi bergembiralah! Besok adalah turnamen besar memanah.
Pemenang akan bergabung dengan kru.
Dan tahun ini, aku siap untuk turnamen.
Ayah akan bangga padaku!
Ini bukan waktunya, Vic.
Sayang!
Ibuku benar.
Kau yakin ibu benar!
Kau seharusnya menikah dengan Ketua Rambut Gimbal dari Utara.
Dia akan membawa pulang ikan.
Hah?
Hai pria kecil. Hah. Dari mana asalmu?
Kau suka pedangnya?
Hei. Ini tampak seperti pedang Ketua Viking sejati.
Hei! Siapa temanmu, Vic?
Apa dia akan menembak untukmu besok di turnamen?
Jangan khawatir Ylvi. Aku sudah merencanakan semuanya.
Teman kecil yang penasaran, ya?
Seekor tupai dengan palu. Apa kau, dewa Thor?
Uhh. Boleh? Aku membutuhkannya.
Vic?
Keributan apa ini?
Ini untuk turnamen memanah, bu. Aku temukan cara untuk menang. Lihat!
Kau tahu Vic, tak masalah jika kamu tak menang besok.
Tapi ibu! Ayah berjanji.
Pemenang turnamen memanah mendapatkan hak untuk berlayar bersama Viking.
Dan terima kasih untuk ini, aku akan menang!
Kamu tak perlu menjadi juara. Ayahmu dan ibu menyayangimu apa adanya.
Dan kamu tak harus bersedih jika kamu tak menang besok.
Kamu tak harus menjadi prajurit Viking seperti ayahmu.
Jangan khawatir, Vic. Kita berdua tahu jika aku yang terbaik,
tapi kau masih akan menang.
Kau akan dapatkan tempatmu di kapal panjang.
Ya!
Ada lembing, bertitik enam, dekat dengan panahmu.
Welah dalah!
Nyaris tepat sasaran! Dan lembingnya masih di sana!
Tinggal satu pemanah lagi yang akan menembak!
Ayo anakku! Semoga berhasil!
Itu bukan busur Viking. Ini tidak adil.
Ketua? Apa peraturan mengizinkan ini?
Tentu saja! Ini kayu dengan senar. Kau pun berpikir begitu, 'kan Halvar?
Tentu. Tentu.
Seorang hamba rendah hati yang meminta kehormatan untuk...
bergabung dengan Halvar yang agung dalam ekspedisinya.
Kau bilang apa?
Namaku Leif Erikson, putra Eric Si Merah.
Eric Si Merah!
Viking yang terkenal?
Dan yang tampan juga!
Semua prajurit hebat disambut di kampung Flake.
Aku menyatakan Leif muda pemenang terhebat dari turnamen.
Ayah! Aku bahkan belum menembak.
Teruslah berlatih, nak.
Kau akan dapatkan kesempatanmu di lain waktu.
Masyarakat Flake. Hari ini kita merayakan kedatangan anggota baru kru.
Kau tahu, Vic, panahannya barusan...
Ya ya ya. Yang tadi itu? Sayang.
Leif Muda memenangkan turnamen besar!
- Hidup Halvar! - Panjang umur Leif!
Lihatlah wajahmu!
Dia mencuri kemenangan itu.
Oh, siapa peduli.
Dia sangat tampan.
Saatnya merayakan!
Musik!
Jadi. Eksploitasi luar biasa apa yang telah kau capai baru-baru ini?
Ah. Ya...
Pada ekspedisi terakhir kami, setelah pertempuran dahsyat,
kami mengambil milik, ah... sebuah pedang legendaris.
Ya, rutin bagi kami para Viking. Ya.
Pedang legendaris?
Boleh aku melihatnya?
Ya tentu saja. Vic! Jadikan dirimu berguna, nak!
Bawakan Ayah pedangnya.
Itu putraku.
Dia tak begitu tangguh, tapi, eh,
dia selalu mengutak-atik barang.
Aku tahu, Nak.
Demi semua dewa!
Ini pasti Pedangnya Odin!
Dikatakan memiliki kekuatan untuk mengubah segalanya menjadi emas!
Aduh! Kendalikan tupaimu, nak.
Oh ya, ia memiliki kekuatan sihir...
Tentu, tentu.
Ya... kami belum benar-benar punya waktu.
Kami baru turun dari kapal, begitu juga untuk berbicara.
Ayah! Ada sesuatu yang tertulis di sana! / Jangan sekarang, Vic.
Orang dewasa sedang bicara di sini.
- Kau mau coba? - Tidak! Tidak tidak Tidak. Itu milikmu!
Kehormatan-nya milikmu.
Ayah! Aku rasa aku tahu langkah yang harus Ayah lakukan.
Oke, nak. Apa saranmu?
Aku menemukan ini.
Jika aku tidak salah,
Ayah harus menggambar angka '8',
kemudian tusukkan pedang ke tanah,
dan kemudian jentikkan jari Ayah.
- Kau memiliki imajinasi yang liar, Nak. - Kenapa kita tidak mencobanya?
Wow.
Hah?
Wow!
Ayah! Pedangnya ajaib!
- Ya! - Aku tahu itu!
Itu ajaib!
Oh, tidak. Ayam kecil yang malang.
Kerja bagus, Nak.
Ya ampun, ya ampun, ya ampun! Ayam itu sangat berharga!
Baiklah... hitung ayammu sendiri.
Ini emas padat!
Aku kaya. Kaya!
Dengan pedang ini, aku akan membeli rumah baru.
Dan rumah baru untuk ibu mertuaku di belahan dunia lain!
Bahkan lebih baik! Aku akan membeli ibu mertua baru!
Bermimpilah, bocah bandot!
Itu putraku. Berikan pedangku.
Berikan padaku, Vic. Aku akan membelikanmu segunung cokelat!
Wow!
Kalian semua hilang akal!
Giliranku!
Ibu!
Ylva!
No comments yet. Be the first to leave one.