لومړۍ 167 کرښې.
KISAH ORISINAL OLEH NATSU HYUUGA
KISAH INI FIKSI, SEMUA NAMA TOKOH DAN ORGANISASINYA JUGA FIKTIF.
SELAIN ITU, KISAH INI TAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN INSIDEN ATAU PERISTIWA NYATA.
Kau sudah dengar tentang kebakaran tempo hari?
Menurutku, itu pencapaian bagi Lihaku.
Aku tak pernah menduga dia akan memecahkannya.
Sepertinya, menurut rumor,
seorang pelayan berperan besar dalam memecahkannya.
Seorang pelayan?
Sepertinya itu pelayan pribadi Tuan Jinshi.
Begitukah?
Omong-omong soal Tuan Jinshi, dia membeli seorang penghibur dari Rumah Verdigris.
Kudengar dia wanita cantik yang cerdas dengan wajah dingin!
Itu kata orang yang melihat wanita itu!
- Oh... - Tuan Lakan?
Bisa kau ceritakan lebih banyak?
Adik Mao, bisa aku bicara padamu sebentar?
Ada apa, Tuan Gaoshun?
Aku ingin kau melihat ini.
Dokumen tentang kasus lama?
Sepuluh tahun lalu, sebuah keluarga pedagang
keracunan makanan dari hidangan ikan buntal dan sayuran.
Racun dari ikan buntal...
Racun geli itu rasanya begitu enak!
Aku ingin memakannya sekarang.
Aku akan mengajakmu ke restoran yang menyajikan hidangan yang sama.
Lalu, apa yang terjadi?
Aku terlibat dengan kasus ini karena pekerjaan
saat itu terjadi.
Kasus yang sangat mirip dengan ini terjadi baru-baru ini,
dan mantan rekan kerja meminta bantuanku.
Kasus yang mirip?
Seorang pejabat pemerintahan memakan hidangan ikan buntal dan sayuran,
dan kini berada dalam kondisi koma.
Dalam kondisi koma?
Maaf, Tuan Gaoshun,
tapi apa tak masalah aku mendengar tentang ini?
Itu tidak masalah.
Kau seseorang yang mengerti posisimu.
Jadi, ini rahasia, ya?
Dan kau sudah mendengar sebanyak ini.
Apa kau sungguh ingin memotong kisah tentang racun di sini?
Kumohon. Lanjutkan.
IKAN BUNTAL
Kali ini, hidangannya mengandung
kulit dan daging ikan buntal setengah matang.
Dia memakan itu, lalu menjadi koma.
Dia memakan daging ikan buntal?
Kebanyakan racunnya ada di organnya, seperti hati.
Ya. Dia makan kulit dan dagingnya.
Dagingnya seharusnya tidak mengandung racun sebanyak itu.
Mungkin ada racun di dagingnya
tergantung pada jenis ikan dan lingkungannya.
Kasus ini tidak tampak aneh.
Masalahnya, dalam kasus ini dan kasus sepuluh tahun lalu,
kokinya bersikeras dia tidak memakai ikan buntal dalam makanannya.
Oh? Itu menarik.
Ada lebih banyak kesamaan.
Kedua korban...
Pejabat pemerintah dan pedagang itu
keduanya menyukai makanan mewah dan istimewa.
Mereka sering makan ikan mentah,
dan sangat menyukai ikan buntal.
Setelah keduanya pingsan, mereka menemukan semua organ dan kulit ikan itu
di tempat sampah dapur.
Jadi, terbukti bahwa mereka tidak memakan hatinya.
Kedua koki dari kedua kasus mengeklaim bahwa
ikan buntal itu dipakai untuk makan malam hari sebelumnya
dan gunakan ikan lain untuk hidangan ikan dan sayuran itu,
untuk menegaskan ketidakbersalahan mereka.
Tapi tak ada saksi untuk klaim mereka itu.
Tiga puluh menit setelah pejabat pemerintah itu selesai makan,
dia mengalami gejala keracunan, pingsan,
dan ditemukan mengalami kejang-kejang.
Aku tak menduga mereka menyelidikinya dengan begitu menyeluruh.
Ada banyak birokrat tak berguna
yang menyelidiki dengan sembrono dan membuat-buat pelaku.
Bagaimana pendapatmu?
Gejalanya sesuai dengan keracunan ikan buntal.
Tapi aku tak punya cukup detail.
Tuan Gaoshun, Anda bisa mengumpulkan lebih banyak informasi?
Tentu saja. Aku akan menyelidiki lagi.
Di bulan-bulan seperti ini,
tidak aneh bagi koki untuk meninggalkan sisa makanan untuk beberapa hari.
Mereka mengatakan menggunakan ikan lain.
Mereka menemukan sisa ikan. Jadi, itu masuk akal.
Apa yang kalian bicarakan?
Wajah itu cukup menyakitkan, bahkan untukku.
Kau tadi mendengarkan Gaoshun dengan sangat serius.
Kebanyakan orang mendengarkan serius saat itu pembicaraan yang menarik.
Hei, tunggu sebentar. Kau sering memotongku...
Baiklah kalau begitu. Ini sudah larut.
Aku akan pulang.
Hei, aku belum selesai bicara denganmu...
Hei, diam. Jangan bergerak.
Duduk diam, ya?
Adik Mao. Soal kasus itu...
Ini resepnya.
Para pelayan mengatakan bahwa
kebanyakan resep yang dihidangkan pada majikan mereka dicatat di sini.
Terima kasih.
"Tambah sayuran iris ke ikan setengah matang dan aduk dengan cuka."
Tak ada yang aneh dengan resep ini.
Ada beberapa jenis kombinasi campuran cuka,
tapi daftar bahannya tidak spesifik.
Mungkin karena ikan dan sayuran
yang bisa mereka dapatkan bergantung pada musimnya.
Tapi dengan resep ini,
kita tidak tahu apa yang mereka gunakan dalam hidangan itu.
Kau tidak tahu?
Sepertinya dia ingin ikut bergabung.
Apa yang kau tidak tahu?
Anda belum makan makanannya.
Aku tahu.
Dia sangat kekanak-kanakan.
- Kapan ini tejadi? - Sekitar satu pekan lalu.
Jadi, apa mereka gunakan sayuran musim dingin dalam hidangan ini,
seperti lobak dan wortel?
Mereka bilang mereka pakai rumput laut.
Rumput laut?
Ya, rumput laut.
Jika mereka menyukai makanan istimewa,
mereka mungkin menggunakan rumput laut langka.
Apa aku bisa melihat dapur rumah itu?
Tuan Gaoshun memintaku datang ke sini.
Kudengar begitu. Aku Basen.
Aku Maomao.
Kita akan ke rumah itu sekarang,
Tapi mulai dari sini, kau adalah "pelayan"-ku.
- Ya? Jangan melakukan hal konyol. - Ya, Tuan.
Begitu kita tiba, pelayan rumah akan mengajakmu berkeliling dapur.
Ya, Tuan.
Tuan Gaoshun memang hebat. Dia bekerja cepat.
Omong-omong...
Aku belum pernah melihat prajurit ini.
Dia mengingatkanku pada seseorang.
Sepertinya dia tak begitu menyukaiku.
Terserah.
Ini dapurnya.
Kami belum menggunakannya sejak kasus keracunan itu.
Hei!
Jangan masuk ke sini! Keluar!
Apa yang kau lakukan? Kau yang membawa mereka ke sini?
Kami mendapat izin dari Nyonya.
Ini adalah pekerjaan kami.
Apa itu benar?
Bisakah kami masuk?
Atau itu akan menyebabkan kesulitan?
Lakukan sesukamu.
Siapa itu?
Dia adik dari majikan kami.
Setelah majikan kami koma,
Nyonya terbaring karena kelelahan,
dan adik majikan ini yang mengelola rumah ini.
Begitu rupanya.
- Tuan Basen? - Ya.
Sepertinya koki itu sudah membersihkan bahan makanannya.
Selain itu...
Apa ini?
Oh, itu yang disukai Majikan.
Itu adalah favoritnya. Dia sering memakannya.
Jadi, kurasa itu tidak beracun.
Tampaknya dia tidak berbohong.
Kalian mengerti?
Kalian sudah selesai? Pergilah.
Ya, kami sudah selesai.
Maaf sudah merepotkan.
No comments yet. Be the first to leave one.