لومړۍ 200 کرښې.
PETARUNG-PETARUNG SAKTI
Pernikahan Han dan Manchu dilarang, Hukumannya mati.
Kao Hung kudengar kau menikahi perempuan bangsa Han, benar?
Ya
Dan kau sebagai pemimpin Pasukan Panji Delapan
Beraninya melanggar aturan itu
Pengawal / Siap
Ah Hsiung!
Karena kau berjasa pada negara
Aku akan mengampunimu jika kau bunuh istrimu
Ah Hsiung
Kau menolak?
Bunuh
Ah Lan!
Kao Hung, kau sudah melampaui batas
Dukun Kelelawar, aku..
Aku kasihan dengan kalian berdua
Seluruh keluargamu akan dibunuh karena kesalahanmu sendiri.
Serahkan dirimu! Sobat
Aku akan meminta Paduka untuk meringankan hukumanmu.
Tidak, aku mau seluruh keluarganya mati.
Maaf sobat, ini sudah keputusan akhir kaisar
Ayo
Kao pengkhianat
Jangan biarkan dia lolos
Tn. Kao!
Kepung
Lepaskan Pangeran
Mundur jika ingin dia hidup
Mundur
Mundur
Mundur
Aku bunuh dia jika kalian mengejar
Dukun Kelelawar, Kao Hung menculik Pangeran.
Kaisar Shu ingin kematian Kao Hung dan selamatkan Pangeran.
Maaf Pangeran, sekarang kau boleh pergi
Pinjam apinya
Aku duluan
Kau selalu ingin duluan, duluanlah ke neraka.
Diamlah, kemuliaan selalu bersamaku
Kena.. kena.. kena..
Beras?
Beras ragi, adalah minuman kesukaan Guru
Guru, minumlah.
Mengapa kau selalu bertengkar denganku?
Kalau kau anggap dirimu hebat
Kenapa tidak hentikan musim kemarau?
Percuma saja bertengkar denganku
Kau yang selalu ingin bertengkar
Dewa-dewa sudah buta, menyusahkan manusia
Sakitku kambuh
Awan merah di langit semoga pertanda baik.
Lembab, pantas saja.
Hujan turun 2 hari lagi
Lihat saja, aku akan hentikan kemarau
Aku datang untuk meminta hujan
Aku akan dibayar jika hujan turun
Tolonglah Wahai Dewa
Turunkan hujan
Dan uang
Turunkan hujan dan uang
Turunlah hujan
Hujan?
Rasanya aneh
Enak bukan?
Siapa kau lancang sekali?
Aku di sini meminta hujan juga
Lalu aku?
Kau? Pulanglah
Putar... putar.. putar
Hati-hati
Tidak jatuh
Kau yakin?
Jatuh.. jatuh.. jatuh
Aku tidak apa-apa
Boleh kupinjam pedangmu?
Kau merusak penghasilanku
Kau gelisah sekali
Kupinjam apimu
Turunkan hujan atau kubakar rumahmu
Kau tidak dengar?
Hujan tidak kunjung turun, Naga Agung membawa awan dan angin
Dewa Naga Agung datanglah
Hujan akan turun, bersiaplah.
Dewa-dewa bertingkah seperti manusia juga
Kembalikan yang sudah kau ambil
Ambil semua
Itu milik kalian
Kau mati juga
Hujan deras sekali
Paman, usaha lancar karena hujan sangat deras
Paman, ada orang yang dihukum mati
Karena melanggar larangan kawin
Bangsa Han dan Manchu seharusnya tidak boleh dipisah.
Astaga, aku lupa beli anggur
Aku akan pergi beli
Minggir, apa kau buta?
Jangan pergi, kembali
Kalian tidak kenal siapa aku?
Aku pemimpin Pasukan Panji Delapan
Kembali
Terlalu berat
Paman, bangunlah
Saatnya makan malam
Aku ambilkan handuk
Paman, keringkan mukamu
Ayo makan
Paman, aku tahu kamu mahir menggunakan pedang.
Bisa ajari aku?
Untuk apa?
Aku hanya ingin menjadi seorang pelatih kungfu
Agar aku bisa membelikanmu anggur yang lebih bermutu
Sial, merusak seleraku saja.
Paman, jangan takut
Siapa kau?
Aku tinggal bersamanya, kau siapa?
Pangeran!
Kau adalah...
Moyangmu
Awas
Laporkan ke Ketua
Paman, kau baik saja?
Aku baik saja, ayo lekas pergi
Ayo
Kenapa orang-orang itu ingin membunuhmu?
Bagaimana?
Mataku perih
Paman, berapa jariku ini?
Empat
Salah, ini ada lima.
Aku tidak apa-apa
Kau pergi saja, aku tidak apa-apa. Pergilah!
Paman, aku akan bawakan obat untukmu. Tunggu di sini.
Tunggu aku, aku akan kembali
Dimana mencari obat malam begini? mana perutku keroncongan.
Obatku bisa sembuhkan semua
Asalkan pasiennya tepat
Seperti suara air?
Aku bermimpi?
Keringkan dirimu
Nanti masuk angin
Tidak usah
Kau di sini
Mau lari kemana?
Apa itu?
Ternyata ayam
Api?
Api tolong
Dasar pencuri, berani sekali kau?
Bokongku terbakar
Hamba siap melayani keinginanmu
Anak muda, kau mau mencuri apa?
Aku mencari obat untuk pamanku
Dasar setan
Aku setan?
Bukan kamu, nenek yang satunya
Benar
Dia lebih jahat daripada setan
Kau berbeda, masih nampak muda
Benarkah?
Dengan bokong yang masih montok
Benar sekali
Ilmu yang hebat
Pujian yang bagus
Macan pun takut denganmu
Benarkah?
Aku suka pemuda jujur seperti kamu
Sini, aku akan memberimu makan
Aku buatkan mie ayam
Babat?
Mie dari kertas?
Makanlah
Ini bisa dimakan?
Aku makan ini lima kali sehari. Makan!
Kau seperti dikutuk
Berhati-hatilah
Kami diserang dan pamanku sampai buta
Aku kesini mencarikan obat
Tapi kamu yang dikutuk
Aku bisa selamat?
Berbuat jujur maka masalahmu akan hilang
Aku akan mati?
Masa depanmu sudah ditakdirkan
Takdirmu bertemu aku malam ini
Bawa ini untuk pamanmu
Kembalilah jika dia sembuh
Apa kau siapa dirimu sebenarnya?
Tahu, kau kan pamanku
Bukan, kau anak haram
Aku menemukanmu
Di hutan belantara
Kau bercanda
Kau melihat kembali
Obat ini manjur
Aku bukan kerabatmu, pergilah
Paman / Pergilah
Kita sudah lama bersama
Jangan mengusirku seperti ini
Aku tidak ingin melihatmu lagi
Baik, jika kau kesulitan. Jangan cari aku.
No comments yet. Be the first to leave one.