لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh: faridusman
LATAR TEMPAT, KARAKTER, DAN KASUS TIDAK TERKAIT DENGAN KEHIDUPAN NYATA
Bagiku, pembunuhan tidak lebih dari sebuah titik.
Jika menghapus titik itu dengan benar, maka segitu saja.
Jangan ada orang di sini, silakan masuk.
Silakan masuk.
Kesalahan? Aku tidak tahu.
Lagipula aku berada di penjara.
Tapi sejak kapan?
Wow...
Bisa lebih kuat lagi.
Enak rasanya.
Aku telah mengetahui.
Apa yang telah aku hapus, bukan cuma sebuah titik.
Hentikan! Kita akhiri di sini.
Kenapa sebenarnya denganmu?
Menyingkir.
Tatapannya,
Seseorang maupun cinta,
Pertama kalinya aku menyesalinya juga menanggung malu.
Kau brengsek.
Aku takut kehilanganmu.
SATU ORANG, BAGIAN 5
Aku tak bisa menemukannya.
Aku pasti mendapat-
sinyal ponsel di dekat sana.
Tongkat golf.
Sebagai hasil dari analisis karakteristik,
senjata pembunuh itu ternyata tongkat golf.
Jumlah kekuatannya cukup besar.
Lagipula mana sempat mengambil batu bata. Kalau tongkat golf, pasti bukan disengaja.
Larut malam saat itu, dia pergi ke rumah Ha Yong-geun dengan membawa tongkat golf.
Jelas sekali niatnya membunuh!
Aneh saja dia siapkan tongkat golf sebagai senjata pembunuhan.
Bagaimana jika itu adalah tongkat golf yang dibuang seseorang?
Mana ada di tempat itu bermain golf.
Coba selidiki penduduk di wilayah itu...
dan lihat apa ada orang yang baru saja membuang tongkat golf.
Aku bilang tak ada siapa-siapa. Kenapa diselidiki lagi?
Apa bisa menganalisis model tongkat golf?
Meski menemukan modelnya, jangkauannya terlalu luas.
Pertama, kita perlu mencari tongkat golf itu.
Minum obat sakit kepalamu.
Mereka datang.
Hai. Kemari./ Hai.
Ada yang tidak beres.
Kemarin, mereka tidur bersama.
Apa... tidak berjalan dengan baik?/ Haruskah kita memberinya bokbunja*? *raspberry Korea
Ayolah.
Kita sedang membicarakan hal-hal baik.
Brengsek gila.
Ada apa?
Kau menemukan Woo-cheon?
Kau tak dengar atau tak mendengarkan?
Apa? Mau ke mana?
Kalian bertengkar?
Terus apa?/ Aku cuma orang jahat.
Kalian bertengkar layaknya sepasang kekasih?
Ada sesuatu terjadi saat kau ditangkap?
Polisi tanya apa? Bilang apa kau sampai dibebaskan?
Aku cuma bilang aku menjumpai seorang anak tak sadarkan diri, lalu kuantar pulang.
Itu saja?/ Kau tak bilang apa-apa lagi, kan?
Aku sudah tidak waras.
Aku sudah gila.
Akui saja itu salahmu.
Pergilah./ Ya, aku akan pergi.
Ada yang mau kau katakan?
"Tidak, aku tak pernah membunuh,
itu cuma salah paham." Kalau itu yang kau mau katakan, silakan.
Tidak./ Tidak?
Bukan kau?/ Bukan aku.
Terus jadinya benar?/ Ya.
Waktu itu kau datang niat membunuhnya terus aku yang mengganggumu,
juga kau kemari cuma nyari ponsel.
Alasan dirimu tak mengakui kebenaran adalah kau merasa bersalah.
Semua bohong.
Seperti cacing tanah di dalam lingkaran, semuanya bohong, kan?
Aku tertawa karena aku sangat malu.
Apa yang kuharapkan?
Tapi tetap saja, aku... merasa kau itu cacing tanah yang menggeliat.
Aku tak mau kau diinjak-injak sampai mati, jadi aku melakukannya.
Tapi semuanya bohong.
Pembunuh? Memang benar.
Aku pun membunuh seseorang. Hanya dua pembunuh yang berkumpul. Lucu tidak?
Kita ini ada kesamaan.
Aku salah.
Bukan ke aku, tapi orang-orang yang kau bunuh.
Kau itu kemari cuma nyari ponsel.
Pagi tadi kau mondar mandir mencarinya?
Karena aku khawatir pada nenekku, menurutmu ponsel itu ada di sana?
Tidak ada.
Tidak ada?/ Ya.
Kau sungguh ke sana untuk mencarinya?
Ya./ Siapa kau sebenarnya?
Tugasmu itu membunuh orang?
Itu pekerjaanmu? Sungguh kau begitu?
Aku memang hidup seperti itu.
Begitulah caraku hidup.
Kenapa? Kenapa hidupmu seperti itu?
Kenapa?
Pembunuh? Apa maksudmu?
Hari itu, kau ke sana untuk membunuhnya?
Kenapa semua sampah ini?
Kau pecinta biru atau apa?
Apa kita perlu membuang ini atau menyimpannya.
Itu bisa digunakan?
Biarkan saja.
Jadi, hari itu Woo-cheon ke sana untuk membunuhnya, tapi kita turun tangan.
Tapi pembunuh bayaran? Wow, bukankah yang kayak gitu cuma di film-film?
Pembunuh macam apa yang tampaknya seperti itu?
Aku belum pernah melihat pembunuhan sebelumnya.
Dia terlihat begitu padat.
Apa ini taktik tingkat tinggi?
Kau membicarakan tentang kamuflase?/ Kenapa memperlihatkannya sekarang?
Bagaimana kau tahu?
Dia tidak membongkar penyamaran kita karena dia merasa bersalah.
Menyukaiku hanyalah sebuah alasan.
Kenapa mengungkit itu? Kau mau si pembunuh menyukaimu?
Dia datang untuk membunuhnya hari itu, kan?
Bukankah lebih baik?
Jika dia seorang pembunuh, maka caranya adalah menyalahkan dia.
Jika polisi menyelidiki, mereka akan tahu kalau dia itu pembunuh bayaran.
Maka secara alami, dia akan menjadi pelakunya.
Dan kita melihat dia berjalan ke rumah nenekmu.
Tapi jadinya dia tidak membunuhnya./ Niat dia pasti membunuhnya.
Namun jika dia merasa tak nyaman tentang hal itu, akan lebih mudah kalau dia berkata jujur.
Untuk menghilangkan kecurigaan, dia bisa saja bilang kitalah pembunuhnya.
Kenapa dia pergi begitu saja dari ruang investigasi?
Benar juga, itu aneh.
Kau terlihat seperti ingin menangis.
Tidak juga. Aku tidak menangis.
Meski dalam pertengkaran, kau perlu mengambil sikap.
Tapi aku tidak punya pendirian sendiri.
Hanya saja aku ini orang yang jahat.
Hal yang paling menakutkan bukan?
Hanya kau yang tahu sikapmu benar jahat.
Aku juga takut jika aku menjadi anak nakal.
Mengapa?
Orang lain tidak tahu. Hanya aku yang tahu.
Begitu.
Hanya diriku yang tahu aku ini jahat.
Aku orang jahat.
Lihat? Kau menangis.
Ada apa? Kelihatan memberatkan.
Aku menyesalinya.
Aku takut.
Maka tidak apa-apa.
Kau orang yang baik.
Kau bertemu seseorang yang membuatmu menyesali perbuatan burukmu.
Bukankah itu cinta?
Ingin menjadi pribadi yang lebih baik,
membuat satu sama lain lebih baik.
Mau ke mana?
Ponsel. Kau menaruhnya di mana?
Hah, kenapa tiba-tiba tanya?
Di mana kau menaruhnya? Kau menyembunyikannya di tempat yang kusuruh?
Ya, di antara semua sampah itu. Aku sembunyikan di antara kaset video dan audio.
Apa yang terjadi?
Polisi sedang mencarinya./ Hah?
Kenapa? Apa isi ponsel itu?
Entah. Rasanya ini penting, tapi ponselnya tidak ada.
Apa maksudmu? Woo-cheon bilang begitu? Dia ke sana?
Ya./ Kenapa?
Dia pasti mencarinya karena ada sesuatu penting di dalamnya.
Sesuatu penting?
Menurutmu ada semacam bukti di sana?
Bukankah menurutmu dia mencurinya?/ Tidak. Tidak mungkin.
Apa maksudmu tidak? Kau masih percaya padanya?
Pertama, aku harus melihatnya dengan mata kepalaku sendiri. Nenekku mungkin dalam bahaya.
Woo-cheon./ Woo-cheon....
Kenapa dengan matanya?
Woo-cheon, duduk!
Sudah berapa hari kau tidak tidur?
Kenapa jalanmu linglung seperti itu?
Aku tidak apa-apa?/ Apa maksudmu?
Manusia tidak bisa tidak tidur.
Sungguh, aku baik-baik saja.
Mau ke mana?/ Woo-cheon.
Astaga! Jangan jatuh! Astaga.
Aku khawatir padanya.
Sepertinya dia benar-benar bertengkar dengan In-sook.
Menurut kalian kenapa mereka bertengkar?
Orang seperti apa yang baik untuk pertama kalinya?
Beberapa pria bahkan jahat dalam hal itu.
Omong kosong apa yang kau katakan?
Kerja bagus.
Nenek...
Aku harus apa?
Ya, di antara semua sampah itu. Aku menyembunyikannya di antara kaset video dan audio.
Terima kasih sudah datang lebih awal dari yang kami harapkan.
Seharusnya aku lebih cepat. Maaf. Lain waktu aku bisa cepat.
Polisi datang?/ Kami sangat terima kasih sudah berkunjung di sini.
Masa?/ Ayo jalan dengan tenang.
Terima kasih.
Oh! Mi-do datang.
Mi-do!
Kenapa seperti itu? Kau kenal dia?
Tidak apa. Ayo kita pergi.
Hei Sung Mi-do.
Eunkang group menjanjikan dukungan besar-besaran terhadap Hospice.
No comments yet. Be the first to leave one.