لومړۍ 200 کرښې.
BUAT SITUS NONTON STREAMING, MOHON TAK MERUBAH KONTEN SUB INI
LUNDQUIST TOKO UMPAN & ALAT PANCING
LUNDQUIST TOKO UMPAN & ALAT PANCING
TOKO UMPAN & ALAT PANCING
Kondisi yang diperkirakan
memburuk di Twin Cities
seiring turunnya suhu.
Lebih jauh ke arah barat laut, kita akan melihat ketebalan salju hingga delapan inci
serta hampir satu kaki ke arah Nemadji.
Badai salju kemungkinan besar terjadi
di seluruh Minnesota utara dengan kecepatan angin hingga 96 km/jam.
Dinas Perhubungan Negara menghimbau para pengemudi untuk tidak berkendara di jalan raya...
terjemahan broth3r max
DEAD OF WINTER
Ya ampun!
Oh Tuhan!
Kau harus milih tempat yang jauh dari mana-mana.
JALAN BUNTU
Oh!
Oh! Uff da!
Oh!
Halo!
Permisi!
Aah! / Oh, whoa! Oh!
Hai.
Ya ampun! Maaf. Aku tak bermaksud mengageti.
Apa yang kau lakukan di sini?
Memancing.
Sekedar memancing.
Sendirian?
Ya.
Dulu aku pernah ke sini bersama suamiku.
Sudah lama sekali.
Apa kau tahu di mana Danau Hilda berada?
Ya.
Kembalilah dan lewati bukit ini.
Kalau naik mobil, kau harus mengambil jalan memutar yang jauh.
Baiklah.
Terima kasih.
Anu...
Kau baik-baik saja?
Aku kepikiran ini...
Rusa.
Baiklah
Baiklah, tetaplah hangat.
Ini jauh lebih gampang.
Ya. / Bagus.
Oh!
Kau yakin di sini aman? / Oh, ya, ya.
Pasti tebalnya 7-8 inci, tenang. Lihat, lihat.
Itu tak membantu sama sekali. / Oh, tak akan apa-apa. Aku janji...
Oh!
Ayolah. Apa kau selalu menyerah segampang itu, huh?
Alat ini tak bergunua. / Tidak, itu berguna.
Sini.
Ayo.
Tidak, arah kebalikannya.
Ya begitu. / Oke.
Ya ampun, sekarang tak usah dipegangi.
Oke.
Tahu ke mana pacarnya Greta Larsen mengajaknya saat kencan pertama?
Tak tahu.
Ke mana?
Berdansa.
Mm-hm. / Di VFW.
Kau mau bilang sesuatu disini?
Cuma menyatakan fakta saja.
Oh ya? Bersulang.
Bersulang, Karl.
Oh...
Tidak! Sini kau, perempuan brengsek!
Tembakan berikutnya tak akan melesat. Brengsek tolol!
Macam-macam lagi... maka kau mati.
Kau dengar?
Kau dengar aku?
Oh...
Ayo, ayo.
Ayo bisalah!
Ya, aku tahu, aku tahu!
Oh...
Kau terluka?
Kau sendirian?
Oh!
Dia di bawah?
Ya.
Ada kendala? / Tak ada.
Kau yakin?
Dia di tempat seperti kau bilang, keluar dari apotek.
Menangkapnya di gang. Tak ada yang melihat.
Kau tidak memberinya makan 'kan?
Tentu tidak. Kau kira aku bodoh?
Kau tak mengucapkan terima kasih?
Buat apa? / Entahlah.
Sudah menangkap gadis itu?
Membobol St Luke dan mencuri separoh isi lemari persediaan mereka?
Pergi untuk mencarimu?
Mengeluarkan trukmu dari salju?
Kau pasti masih di luar sana dan membeku kalau aku tidak mencarimu.
Apa-apaan ini? Kubilang jangan minum alkohol!
Aku tak main-main! Kau boleh mabuk-mabukan sesukamu setelah kita selesai.
Aku tidak mabuk! / Cukup!
Aku akan beristirahat sampai mabukmu sudah habis.
Lalu kita bisa bongkar muatan truknya.
Sayang!
"AKU TAK AKAN...
MENINGGALKANMU...
...JANJI"
Oke?
Sialan!
Apa ini?
Um, sarung tangan?
Ya, aku tahu ini sarung tangan. Dari mana asalnya?
Toko sarung tangan? / Kau mau bikin kesal aku?
Milik siapa? / Aku tak tahu.
Ada wanita mampir. Mungkin dia menjatuhkannya. / Ada wanita yang mampir?
Ya, wanita tua gitu. / Kau tidak menganggap itu penting?
Cuma sebentar. Dia tidak lihat apa-apa. / Yah, jelas dia melihat!
Apa yang dia inginkan?
Kuberi dia petunjuk arah ke danau.
Entah berapa kali harus kubilang tak usah sok baik sama orang.
Kau bisa dimanfaatkan.
Gini, dia itu tersesat. / Ayo!
Kita mau ke mana?
Membereskan masalah yang kau akibatkan!
Aagh!
Oh! Oh, sial!
Kemarilah! Kemarilah.
Keluarkan aku! / Ulurkan tanganmu!
Aagh! Astaga! / Aku bantu. Ayo!
Oh, sial! / Ayo! Ayo!
Halo?
Asta...
Tak apa-apa, sayang.
Tak apa.
Aku...
Aku wanita yang di jendela.
Oh!
Tarjatuh tadi.
Kita lepaskan ini dulu.
Ini rekat sekali.
Ya sudah, lepas dengan cepat. Siap.
1, 2, 3.
Maaf. Ya ampun, maafkan aku.
Oh, sayang, mana kuncinya? Mana kuncinya, sayang?
Aku tak tahu. / Sialan!
Maaf. Tak bermaksud mengumpat.
Jangan pergi. Kumohon jangan tinggalkan aku!
Tidak, tidak, tidak, tidak. Aku tak akan meninggalkanmu, sayang.
Aku tak akan meninggalkanmu.
Janji tetaplah janji.
Aku cuma mau cari sesuatu buat melepas borgolmu itu. Tunggu aja.
Oh...
Oh!
[FENTANYL /anti-nyeri Peringatan: kecanduan]
Aagh!
Oh!
Oh, agh...
Agh...
Siapa orang ini?
Astaga!
Sial!
Sial!
Di sini dingin sekali.
Apa kita punya korek api lagi? / Di lemari.
Aku lagi meriksa lemarinya!
Oh, sialan, di mana tas kita?
Perempuan brengsek!
Sial!
Cari sesuatu yang kering!
Pasti ada sesuatu.
Mungkin aku mandi air hangat saja. / Jangan, kau hipotermia. Kau bisa mati.
Harus menelanjangimu dan menghangatkanmu perlahan-lahan dengan panas kering.
Ada selimut di trukku. Ya itu dia!
Uff da.
Oh...
Oh!
Eeh!
Oh, oh!
Oh... Oh!
Oh, oh...
Oh! Uh, uh...
Oh!
Hey, bantu aku ambilkan umpan karet itu.
Harusnya ada di kotak alat pancing di kiri bawah.
Mengapa, kakimu tak mau gerak? / Hmm?
Maukah kau?
Yang benar saja.
Sial! / Oh...
Kita kehabisan waktu.
Kulitku terasa kesemutan.
Bersiaplah bawa semua perlengkapan ke danau.
Siapkan semuanya.
Sekarang? Aku... Aku kedinginan.
Kita tak punya pilihan.
Beri aku waktu sebentar. Bajuku bahkan belum kering.
Tak ada waktu lagi. Kita harus sampai di Littlefork besok pagi!
Kau tahu akibatnya kalau kita melewatkan operasi bedah ini.
Baiklah.
Oke.
Oke.
No comments yet. Be the first to leave one.