لومړۍ 200 کرښې.
Aku ingin kamu
"Episode 77"
menunda kesepakatan itu, Pimpinan Jang.
Apa maksudmu?
Tolong bantu Direktur Oh menekennya alih-alih Presdir Shin.
Apa katamu?
Kenapa tiba-tiba berubah pikiran?
Bagaimana mengatakannya, ya?
Ada masalah di rumah.
Jika kamu membantuku, aku tidak akan melupakannya.
Kamu tahu ayahku melakukan apa pun permintaanku, bukan?
Aku tidak bisa melakukan itu sekarang.
Soal Bu Hong.
Kurasa kamu harus menutup mulutnya.
Aku berpikir
untuk ikut campur agar dia tetap diam.
Aku...
"Kontrak"
Pimpinan Jang, ada apa?
Maafkan aku.
Aku harus menyerahkan kontrak ini kepada cucuku.
Kenapa Anda tiba-tiba berubah pikiran?
Apa kata Wakil Pimpinan Oh?
Presdir Shin.
Kamu harus menguasai hati istrimu
sebelum berbisnis.
Sampai jumpa lagi.
Pimpinan Jang.
"Oh Jae Bin"
Terima kasih, Seong Min. Maksudku, Presdir Jang.
Entah kenapa kakekku menyuruhku untuk membantumu,
tapi anggap saja dirimu beruntung, si Bodoh Oh.
Direktur Oh.
Baiklah. Aku terima itu.
Direktur Oh.
Kuharap Busana Miseong berjalan baik di pasarayamu.
Aku juga.
"Disita"
Kenapa kamu meneleponku?
Aku ingin menemui Anda.
Aku?
Kenapa tidak?
Kita bertemu di kafe stasiun TV?
Tidak. Aku ingin menemui Anda di rumahku.
Rumahmu?
Bagus sekali. Kamu benar-benar keturunan kakek.
Kamu cucu kakek.
- Bagus untukmu. - Terima kasih.
Bagus.
Seharusnya kamu meneken surat kesepakatan itu.
Kamu bahkan tidak bisa bekerja dengan baik.
- Ayo. - Baik, Pak.
Hwa Kyung, ayo bicara.
Bagaimana caramu meyakinkan bibimu?
Kenapa Paman berpikir itu ulahku?
Aku sudah tidak seperti dahulu.
Aku hanya mengenakan hanbok
untuk menyiapkan sarapan dan makan malam,
menulis harga bahan pangan,
dan bahkan tidak punya kartu kredit atas namaku.
Lumayan. Kamu belajar menyembunyikan tujuan aslimu.
Kamu telah mengalami banyak hal dan itu telah mengubahmu.
Tapi kamu pikir aku tidak akan tahu?
Kamu ingin Jae Bin mengambil posisiku?
Atau posisi Pimpinan?
Kamu ingin mengendalikan dia dari belakang?
Ini terjadi
karena Paman gagal mengabaikan Han Joo Won dan Woo Jung.
Ini bukan salahku.
Jadi, Yeon Hee masih berpikir begitu?
- Kenapa? - Menurut Paman kenapa?
Pikirkanlah baik-baik.
Aku harus pergi.
Aku anggota paling bawah dalam tim,
jadi, tidak boleh pergi terlalu lama.
Ada apa?
Kenapa ingin menemuiku di sini?
Sebagian besar barang-barang kami sudah disita.
Ini ulah seseorang.
Anda sudah puas
melihat keadaan rumah kami?
Apakah perbuatan Anda kepada kami belum cukup?
Anda ingin keluargaku menjadi gelandangan?
Ini tidak cukup.
Tidak cukup?
Kamu sudah lupa apa yang kamu dan ibumu
ambil dariku?
Sebelum kalian muncul dalam hidupku,
aku sangat bahagia.
Myung Joon hanya milikku seorang
dan Hwa Kyung adalah putriku.
Dia selalu berada di sisiku.
Kamu dan ibumu merusak itu semua.
Kenapa itu menjadi kesalahan kami?
Itu karena Anda tidak pernah sepenuhnya memercayai suami Anda.
Apa?
Hubungan ibuku dan Presdir sudah lama berakhir.
Dan sudah sering kukatakan
bahwa aku tidak menganggapnya sebagai ayahku.
Tapi Anda tidak percaya dan terus mengusik kami.
Kubilang aku tidak mau apa pun dari Anda,
tapi Anda terus mendesakku dan ibuku.
Ini tidak akan berakhir sampai kalian berdua menghilang.
Kamu telah menghancurkan hidupku,
jadi, kamu harus membayarnya.
Anda bisa menginjak, mendesak,
dan menyiksa kami,
tapi aku tidak akan menyerah.
Makin keras Anda menginjak,
aku akan makin kuat.
Baiklah. Bertahanlah sebisamu.
Sampai kapan kamu akan bertahan?
Aku akan menunggu.
Mau mengobrol?
Ya, Do Bin yang baik.
Pada hari pernikahan.
Bisakah kamu memberitahuku apa yang kamu lihat?
Ini bukan untuk wawancara.
Coba ingat-ingat lagi.
Ibumu sakit parah.
Kita harus mencari tahu siapa yang membuat dia sakit.
Bukankah kamu juga ingin mengetahuinya?
Woo Cheol
tidak ingat.
Woo Cheol, tidak apa-apa.
Kamu tidak harus memberitahuku sekarang.
Beri tahu aku saat kamu ingin mengatakannya.
Tidak apa-apa.
Ada apa dengannya?
Bukan apa-apa.
Apa dia tidak mengganggu saat kamu ingin bekerja?
Tidak sama sekali.
Kamar ini terasa kosong setelah Jae Bin pindah.
Aku senang dia di sini.
Apa?
Kamu ada waktu besok malam?
Ya, sepulang kerja. Ada apa?
Ibu ingin menghabiskan waktu bersamamu.
Ibu mau apa? Aku akan memesan tempat.
Ibu sudah memesan tempat.
Sudah?
Memikirkan akan berkencan denganmu saja
sudah membuat ibu sangat senang.
Ada apa?
"Woo Jung"
Kenapa menelepon, bukannya masuk?
Apa kamu sangat merasa tidak nyaman?
Aku merasa agak sesak.
Astaga. Pacarku sedang kesulitan.
Aku mau menyangkalnya, tapi tidak bisa.
Ini sulit.
Rumah kami disita secara tiba-tiba.
Wakil Pimpinan Oh yang mengaturnya.
Bagaimana bisa dia berbuat sejauh itu?
Kita tidak bisa diam saja.
Kita harus mencari cara.
Aku bilang kepadanya aku tidak akan menyerah,
tapi aku tidak percaya diri.
Setiap hari ketakutanku bertambah.
Tidak, kamu bisa bertahan.
Aku akan membantumu.
Ini tidak akan berhasil.
Aku akan membuatmu lebih baik.
- Mari bicara seperti anak kecil. - Seperti anak kecil?
Ya.
Woo Jung, sudah makan malam?
Apa?
Ya, aku sudah makan. Apa kamu...
Bukan begitu.
Do Bin sudah?
Do Bin sudah makan.
Haruskah aku bernyanyi untukmu?
Ya. Suaramu merdu dan hangat.
"Sayangku"
"Jangan khawatirkan apa pun"
"Mari bernyanyi bersama"
"Hilangkan semua ingatan yang menyakitkan"
"Kubur di dalam hatimu"
"Yang telah berlalu"
"Pasti memiliki makna"
"Karena itu telah berlalu"
"Kepada mereka yang telah meninggalkanmu"
"Nyanyikanlah lagu ini"
"Katakan kamu tidak menyesal telah mencintai mereka"
Bersulang.
Terima kasih.
Aku tidak bisa melakukannya tanpamu.
Kamu melakukannya dengan baik.
Jang Seong Min merasa sangat terintimidasi.
Aku belum tertarik pada kekuasaan dan warisan.
Aku melakukan yang terbaik untukmu. Kamu tahu itu, bukan?
Aku tahu.
Tapi, coba tebak?
Kini kamu lebih luar biasa.
Seorang pria butuh kekuatan.
Untuk mendapatkan itu, uang dan kekuasaan adalah hal wajib.
Aku ingin kamu menjadi pria seperti itu.
Kini, aku mencicipi sedikit seperti apa kekuatan itu.
Maksudku,
siapa sangka aku akan bisa menghadapi Seong Min?
No comments yet. Be the first to leave one.