My Country: The New Age (My Nation / Naui Nara / 나의 나라)

My Country: The New Age (My Nation / Naui Nara / 나의 나라)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

My Country the New Age S01E13
د لخوا تبصره dejavu_loc
Resync (IKLAN)...Untuk Durasi 01:09:04 File dari smallencode

تګونه

other
په خپور شو: 2019-11-28
ډاونلوډونه: 36
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

DRAMA INI KISAH FIKSI BERDASARKAN KEJADIAN BERSEJARAH

BEBERAPA ORGANISASI DAN TOKOH DALAM DRAMA INI FIKTIF

EPISODE 13

Kau...

takkan menjadi Raja.

Kenapa putra kelima Raja tak bisa,

sementara anak kedelapan mau menjadi putra mahkota

Apa kau sanggup membunuh Raja?

Dengarkan ucapanku selagi kau masih bernapas.

Akan kukendalikan Putra Mahkota

dan memastikan kekuasaan ada di balik takhta.

Itu artinya Nam Jeon bukan satu-satunya targetnya.

Dia ingin mengacaukan negara ini.

Negara Yang Mulia. Negara orang yang ditelantarkan.

Aku mau wujudkan bersamamu.

Kau mau mewujudkan kerajaanku?

Medan perang untuk Nam Jeon dan Bang-won.

Ini saatnya kita membutuhkannya.

Kau hanya perlu

melihatnya dari makammu.

Lihat siapa

yang akan menjadi raja.

Bang-won hidup dan mati untuk pembenaran.

Aku mati-matian

berusaha hidup.

Memang benar aku tak pernah mengharapkan permintaan maaf.

Tapi bagaimana kau bisa bangga terhadap tindakanmu?

Bagaimana?

Aku memimpikan sebuah bangsa yang diperintah oleh bawahan. Itu saja.

Dan mimpi itu

bukan yang membutuhkan izin siapa pun.

Itu caraku untuk berfantasi.

Lebih baik tak menyiksa dirimu sendiri selamanya

karena membunuh ayah seorang teman.

Begitulah caraku hidup

setelah membunuh Poeun.

Rasa bersalah itu menghantui.

Aku harus mendampingi Yang Mulia.

Takkan ada yang berani melukainya.

Yang Mulia, terlalu berbahaya di luar.

Yang Mulia.

Kau membunuhnya.

Aku membunuhnya?

Karena keserakahanmu,

karena kau mencoba melindungi takhtamu,

kau buat anak-anakmu saling bertarung

dan kau senang menyaksikannya.

Dan inilah hasilnya.

Jika kau manusia,

bagaimana bisa kau membunuh saudara sendiri?

Kau akan mati...

dalam kematian yang sepi...

di tengah kebencian semua orang.

Lihatlah dirimu yang menangis,

seakan kau ingin orang lain melihat.

Bahkan aku hampir tertipu.

Kurasa orang-orang akan menangis bersamamu.

Sementara aku,

akan dikritik akan tindakan kejiku lagi.

Kau tak pernah mengecewakanku.

Kau tahu apa

soal perasaan ayah yang kehilangan anaknya?

Benar, aku tak tahu.

Tetapi aku tahu air matamu tak tulus.

Kau bicara soal ketulusan air mata.

Kau hanya menangis dengan tulus

dalam satu kejadian.

Aku tahu

kapan waktunya.

Kapan?

Saat kau kehilangan

kerajaanmu.

Pada hari itu, akan pasti akan menyaksikannya langsung.

Kau menangis tersedu-sedu dan terlihat lebih hancur

dari ayah yang kehilangan anak.

Jangan lari.

Dan jangan bilang kau tak menduganya.

Aku harus membunuh adikku

demi menjatuhkan ayahku.

Aku tak tahu apa yang kuperbuat.

Terlalu banyak orang yang mati

atau terluka karena aku ingin balas dendam.

Itu bukan salah siapa pun.

Kita melakukan yang semestinya.

Kau membalaskan dendammu

dan aku memulai revolusi.

Demi apa?

Demi siapa?

Aku berdiri

karena harus bertahan

dan melalui semua ini.

Maka,

kau harus bangkit lagi.

Demi dirimu

juga

demi diriku.

Aku sudah lelah.

Aku ingin istirahat.

Dia meminum obat berbahaya untuk menghentikan efek racun.

Entah bagaimana dia menahan rasa sakit dari organ yang membusuk.

Kudengar kau mencegat Yang Mulia.

Berkat dirimu, kami bisa ulur waktu.

Akan kuganjar masing-masing atas kontribusi kalian.

Tolong beri ganjaran padaku sekarang.

Kumohon...

lepaskanlah Hwi sekarang.

Memangnya dia pernah jadi milikku?

Jangan sampai terbuai.

Emosi kita

tak bisa dikendalikan.

Perburuan telah dimulai.

Jangan keluar. Begitu kau keluar,

kau bisa mati.

Tinggalkan aku.

Semua sudah berakhir.

Sebaiknya, kau juga pergi.

Kembalilah ke tempat asalmu.

Seorang prajurit bisa ditinggalkan tuannya,

tapi dia tak pernah kabur lebih dahulu.

Tetaplah bertahan hidup.

Jangan mengeluh.

Ibu.

Kini kau akan dinobatkan sebagai mantan Ratu

alih-alih diberikan gelar anumerta.

Kabar gembira, bukan?

Masalahnya,

berapa banyak darah lagi yang harus membasahi diriku

demi menciptakan dunia yang aku dambakan?

Aku...

tak bisa bayangkan.

Ibu.

Putraku

membunuh putraku yang lain.

Maka sebagai ayah,

aku harus membalas putraku

karena membunuh putraku yang lain?

Ataukah...

aku hanya bisa meratap

layaknya hewan buas yang kehilangan anak?

Di mana Bang-beon?

Dia ditahan.

Malam yang panjang.

Sekarang,

aku bisa mengurus masalah yang harus diurus saat siang.

Karena Bang-seok sudah mati,

Bang-beon pasti jadi targetmu.

Maaf aku mengakuinya, tapi benar.

Kau harus berhenti.

Cobalah hentikan aku.

Membunuh saudara sendiri dianggap tindakan keji,

dan membunuh bawahan loyal dianggap kejahatan besar.

Lalu kenapa ragu?

Ini.

Tembaklah.

Aku akan mati sambil tersenyum.

Kenapa Yang Mulia meragu? Tembak sekarang!

Aku akan mati sambil tersenyum.

Kenapa Yang Mulia meragu? Tembak sekarang!

Kau telah berubah

menjadi monster.

Aku hanya berusaha

bertahan hidup.

Kau ingin merebut takhta ini.

Maka kau membuat alasan untuk membenarkannya

dan menyebabkan pertumpahan darah.

Tak bolehkah aku...

mendambakan takhta itu?

Seorang raja

harus merangkul dan melindungi yang lebih lemah

dan melepaskan yang lebih kuat darinya.

Tetapi,

kau mengabaikan yang lebih lemah

dan menghancurkan yang lebih kuat demi kuasa.

Kau tak boleh jadi raja.

Takkan kubiarkan kau merebut takhta

karena aku hanya bisa lihat kebengisan dirimu.

Pertumpahan darah

akan dimulai di istana dan merebut nyawa bawahan tak setia,

bukan rakyat.

Darah itu akan memperkuat kekuasaan Raja,

dan itu akan membantu rakyat menikmati hidup dengan nyaman.

Darah itu

seharusnya darahmu.

Bang-gwa seharusnya

menjadi Putra Mahkota baru.

Kau harus turun begitu dia diangkat menjadi Putra Mahkota

dan menjadi...

mantan raja.

Dalam titahmu,

kau harus akui kesalahanmu karena melanggar prioritas anak sulung

dan memilih putra muda selirmu,

dan menyatakan bahwa Sambong dan Nam Jeon yang menghasutmu.

Kerajan Yang Mulia

tak lagi...

ada.

Kau salah.

Kerajaan ini...

masih milikku.

PENGKHIANAT NAM JEON

Dia akan buat masalah jika dibiarkan.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left