د خپرونې معلومات

Love is Drop by Drop E100-103 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2017-05-01
ډاونلوډونه: 16
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Episode 100"

Saudara Young Sook tadi mampir.

Na Young Sook, Eun Jang Ho, dan Cheon Gang Ja bersahabat.

Karena tidak punya uang,

Jang Ho dan Young Sook tidak mengadakan pesta pernikahan.

Entah mereka masih bersama atau tidak.

Berarti

mereka tinggal bersama.

Kenapa dia masih bersikap sangat polos?

Aku tidak akan membiarkan masalah ini.

Kenapa kamu kemari?

Kamu sungguh hina.

Apa?

Kamu tidak pernah menyukai Jang Ho?

Gang Ja yang menyukai dia?

Sudah berapa kali kamu membahas itu?

Kamulah yang harus mendapatkan perawatan.

Kecemburuanmu adalah penyakit.

Buktinya ada di sini. Kamu masih ingin menyangkal?

Kamu bahkan tinggal bersama dia.

Apa maksudmu?

Bu Jang sangat mengingatnya.

Dia menulis di buku hariannya bahwa kamu dan Jang Ho tinggal bersama!

Kenapa hal konyol seperti itu dijadikan bukti?

Dia mengidap Alzheimer. Bisa saja dia mengarang semuanya.

Kamu bahkan masih menyangkalnya?

Kamu berusaha

mengaitkan Jang Ho dan aku dengan ini?

Kenapa kamu melakukan ini?

Aku ingin tahu kebenarannya.

Kebenarannya

adalah Jang Ho sudah meninggal.

Selain itu, Gang Ja dan Jang Ho saling menyukai.

Sekeras apa pun usahamu, tidak akan ada yang berubah.

Maksudmu, dia tidak ada kaitannya denganmu?

Benar!

Jika tidak memercayaiku, untuk apa kamu hidup denganku?

Aku sudah tidak tahan lagi.

Ayo kita berpisah saja.

Apakah dia berkata jujur? Dia bahkan ingin bercerai.

Tidak.

Melihat catatannya, ini ditulis saat Bu Jang dalam keadaan normal.

Bukan saat dia menderita Alzheimer.

Pasti ada hal lain.

Aku harus mencari bukti yang lebih baik.

Anda tahu kapan Nona Han kembali bekerja?

Ada apa?

Sudah sepekan, dia masih belum bekerja.

Jika ini akan berangsur-angsur,

kami mungkin membutuhkan bantuan departemen lain.

Aku akan segera membuat keputusan.

Sayang, aku membawakan bubur.

Chae Rin, ayo makan bubur.

Aku tidak berselera.

Ayo, makanlah.

Ibumu menyuruh paman memastikan kamu makan selagi dia bekerja

karena urusan genting.

Young Sook adalah koki yang hebat.

Aku mencicipinya saat memanaskannya dan rasanya sangat enak.

Chae Rin, cobalah.

Singkirkan itu.

Rasanya aku ingin muntah. Aku tidak ingin menciumnya.

Jika terus menolak makan, nanti kamu harus diinfus.

Itu tidak baik untukmu.

Astaga.

Enak sekali. Jika dia makan satu suap, pasti akan mau lagi.

Young Sook benar-benar jago memasak.

Woo Kyung, kenapa kamu memakannya?

Astaga.

Astaga, kapan aku memakan semua ini?

Aku hanya mencicipinya...

Kenapa kamu tidak peka? Aku tahu dia bukan keponakanmu,

tapi dia belum makan apa-apa.

Kenapa kamu memakan itu padahal kamu bibinya?

Entah kenapa aku sangat berselera.

Tolong jangan salah paham.

Aku juga sangat mencemaskan Chae Rin.

"Mencari saksi"

Aku membuat selebaran ini untuk kasus tabrak lari itu.

Menurutmu apakah sudah cukup jika diunggah ke internet?

Kabarilah aku jika kamu membutuhkan informasi lain.

Aku berada di vila Daecheon sekitar waktu ini juga.

Itu saat Dong Joon pergi ke Seoul untuk mengikuti ujian.

Kamu pergi ke sana sendirian?

Aku pergi bersama teman untuk mencari udara segar.

Ada yang menghubungimu setelah melihat ini?

Aku menerima beberapa panggilan,

tapi semuanya palsu demi mendapatkan uang hadiah.

Namun seseorang memberitahuku bahwa dia melihat mobil putih lewat.

Itu saat Detektif Ko memulai penyidikan.

Semuanya benar-benar samar.

Sebenarnya, kami bahkan tidak yakin bahwa itu mobil putih.

Mereka tidak melihatnya di TKP.

Mereka hanya melihat mobil itu lewat.

Aku tahu penyidikan itu minim informasi.

Kudengar, kasus tabrak lari tanpa saksi mata sulit dipecahkan.

Itulah sebabnya belum ada yang ditangkap setelah tujuh tahun.

Masih ada banyak waktu sampai kasusnya kedaluwarsa.

Jangan berhenti berharap.

Pertama, mari naikkan hadiahnya. Kita harus berusaha yang terbaik.

Terima kasih, Sang Cheol.

Astaga.

Itukah alasanmu datang ke daerahku?

Gang Ja, pernahkah kamu membohongiku?

Kenapa ekspresimu menakutkan seperti itu?

Katakanlah, apa hubungan

antara kamu, istriku, dan Jang Ho.

Aku sudah menyelidiki dan tahu apa yang harus kuketahui.

Jangan coba-coba berbohong.

Katakanlah yang sebenarnya.

Bertahanlah. Aku harus fokus.

Apa kesepakatanku dengan Young Sook?

Gang Ja.

Jang Ho dan aku hidup bersama. Aku kabur setelah melahirkan.

Aku bercerita tentang temanku yang sekarat, yaitu Jang Ho.

Inikah kebenarannya?

Ya.

Lalu, kenapa kamu bilang istriku dan Jang Ho saling menyukai?

Aku cemburu pada Young Sook karena hidupnya sangat bahagia.

Kami tumbuh di panti asuhan yang sama,

tapi aku hanya pelayan rumah tangga, sedangkan dia istri seorang dokter.

Karena kebohonganmu, aku meragukan hubungan istriku dan Jang Ho.

Kini kami membahas tentang perceraian.

Dokter, maafkan aku.

Ini karena foto dan topi bayi itu, bukan?

Semua itu milikku.

Topi itu hadiah dari Young Sook.

Dia mengungkit topi dan foto itu sebelum aku menanyakannya.

Berarti dia dan Young Sook sudah menyamakan cerita mereka.

Berarti aku tidak bisa memercayai ucapan wanita ini.

Dokter, aku sungguh menyesal.

Young Sook adalah wanita yang baik.

Semua ini salahku.

Aku pulang. - Kamu pulang larut.

Di mana Woo Kyung dan Young Bae?

Mereka di rumah Chae Rin.

Bagaimana keadaan Chae Rin?

Kenapa kamu bertanya? Kamu peduli?

Jika dia absen dalam waktu lama, orang lain harus menggantikannya.

Kenapa sikapmu sangat kejam?

Kamu sama sekali tidak peduli kepadanya?

Aku lelah.

Chae Rin

menolak untuk diobati.

Dia tidak bisa makan atau tidur.

Woo Kyung dan Young Bae menjaganya di sana

karena khawatir dia akan berbuat sesuatu pada dirinya.

Kamu tidak tidur semalam?

Aku tidak bisa tidur.

Ayah bisa membuatkan resep obat untukmu.

Tinggalkan aku sendiri.

Chae Rin. Bangunlah.

Sayang, dia tidak sehat.

Pak Dirut datang.

Apa?

Woo Hyuk di sini?

Dokter, aku datang.

Kenapa kamu...

Astaga. Kenapa kamu kemari larut malam begini?

Tadi aku hampir ingin menemuimu untuk bicara denganmu,

tapi istriku mencegahku.

Maafkan aku. - Ayah, jangan berkata begitu.

Ibu, bawalah Ayah turun.

Astaga.

Dia berbaring di kasur seperti orang sekarat tadi.

Tapi lihatlah dia sekarang. Kamu membuatnya bangun.

Aku seorang dokter, tapi kamu lebih ahli dariku.

Aku akan meninggalkan kalian untuk mengobrol.

Terima kasih sudah datang.

Jangan perlihatkan kekesalanmu di depan orang lain.

Chae Rin lebih penting dari persoalan kita.

Kenapa kamu mengawasiku jika sangat mencemaskan putri kita?

Aku akan mengantarmu ke rumah sakit, jadi, buatlah janji.

Kamu punya waktu untuk itu?

Aku akan mencoba meluangkan waktu.

Terima kasih, Woo Hyuk.

Aku tahu kita berpacaran karena sebuah kontrak,

tapi aku ingin kamu lebih fokus pada dirimu dibandingkan aku.

Fokus pada diriku?

Katanya kamu akan mampu mengingat banyak hal lebih cepat

jika kamu lebih fokus pada dirimu.

Jadi, jangan terlalu sensitif atas ucapan atau perbuatanku.

Aku lega.

Tadinya, aku takut terkena tumor lagi.

Sayang sekali fertilisasi in vitro itu gagal,

tapi aku senang kamu tidak terkena tumor lainnya.

Bukankah itu Chae Rin dan Pak Dirut?

Kenapa mereka saling merangkul seperti pasangan?

Kudengar dia hanya mengingat masa mereka berpacaran.

Mereka memakainya sebagai alasan berpacaran lagi?

Apa?

Ada apa?

Astaga. Ji Yeon! Dong Min!

Hai, Chae Rin.

Kenapa kalian di sini? Dong Min juga di sini.

Aku harus menemui dokter kandungan.

Astaga, kamu hamil?

Tidak.

Kamu belum mengenal dia, bukan? Biar kukenalkan kepadamu.

Dia pacarku.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left