لومړۍ 200 کرښې.
Senang bisa kembali.
Mari. Papa.
Senang bisa kembali.
Ingatan kita sungguh rapuh.
Usia hidup sangatlah singkat.
Hal-hal terjadi begitu cepat hingga kita tak sempat memahami...
hubungan antara kejadian.
Itu yang ditulis Ibuku dalam diarynya...
agar tetap bisa menjaga waktu yang berlalu.
Ada apa?
Kau mau berbaring?
Aku rindu Clara.
Kupikir Mama bersama kita sekarang.
Berbaringlah.
Ibuku selalu bilang cinta adalah mukjijat.
Sejak kecil ia terbiasa menulis sesuatu di diary...
agar bisa memahami kejadian pada dimensi yang jelas.
Ini saat pertama kali dia melihat ayahku.
Walaupun ayahku datang untuk melamar...
kakaknya, Rosa,
ibuku tahu bahwa dia jatuh cinta dengannya.
Sayang, kami tak bisa berbicara di sini.
Jadi, Esteban sebagaimana yang Rosa inginkan,
yang penting bagi kami,
adalah kebahagiaan Rosa.
Aku menyadari bahwa...
jika aku bekerja keras tiap hari.
Aku yakin sekali,
jika aku bekerja keras tiap hari,
suatu hari aku akan cukup kaya.
Lalu,
aku akan siap menikahi Rosa.
Setelah dua tahun, ayahku menemukan emas yang ditabungnya demi menikahi Rosa.
Cinta telah membawanya jauh ke dalam tambang, tapi kerja keras...
dan menunggu membuat kerinduannya tambah besar.
Akhirnya dia berhasil...
dan segera dia akan pulang untuk menikahi Rosa.
Orang-orang datang untuk merayakan nominasi kakekku...
sebagai kandidat Partai Liberal.
Walaupun kakekku berusaha...
untuk merahasiakan kemampuan supranatural ibuku,
orang-orang tahu juga.
Mereka diam-diam datang untuk konsultasi pada ibuku.
Aku ingin tahu apakah Clara bisa membantuku.
Aku punya banyak hutang.
Sebagai politikus, itu skandal.
Aku tak tahu harus bagaimana.
Keluargaku...
Kuda "Black Devil" akan menang hari Minggu.
Apa?
Di balapan ketiga.
Aku harus berterima kasih.
Aku janji takkan minta tolong lagi. Terima kasih.
Tunanganku dan aku.
Aku tak bahagia.
Mungkin Clara bisa bantu.
Adakah petunjuk agar dia cinta padaku lagi.
Tunanganmu tak tahan dengan bau minyak lavendermu.
Jika kau berhenti memakai minyak lavender,
dia akan sayang padamu lagi.
Apa-an ini?
Kalian mestinya malu, membuat Clara menderita seperti ini.
Rosa, apa katanya?
Katanya akan ada yang meninggal di keluarga kita.
Kejadiannya tak disengaja.
Partai Konservatif sudah lama berkuasa.
Partai yang tamak, korup, intolerans dan ide-idenya usang.
Kita, Partai Liberal, harus menghadapi mereka.
Terima kasih semuanya atas dukungannya.
Terima kasih.
Kau yang minum.
Orang yang memotong babinya. Tradisinya begitu.
Ayo!
Brandy nya mengandung racun yang cukup untuk membunuh banteng.
Tapi,
agar lebih pasti penyebab kematian Rosa,
Aku harus melakukan otopsi.
Aku harus memeriksa dia.
Maksudmu...
kau akan memotongnya?
Clara, bukan salahmu.
Bukan kau yang menyebabkan kejadian...
sayang.
Kau hanya punya firasat kuat...
sebelum itu terjadi.
dan Rosa meninggal seharusnya aku.
Aku tak butuh balas dendam.
Balas dendam takkan ada gunanya.
Balas dendam...
takkan menghidupkan Rosa.
Kenapa aku ikut berpolitik di negara ini?
Semuanya pembunuh dan bandit.
Ibuku yakin dialah penyebab kematian Rosa.
Dia yakin jika dia bicara lagi, akan menyebabkan orang lain celaka.
Tersiksa karena sedih dan rasa bersalah, dia tetap membisu.
Dia memutuskan takkan mengeluarkan kata-kata lagi pada siapapun.
Benarkah, Clara?
Mengapa kau tidak menungguku, Rosa?
Kenapa tidak menungguku?
Jika aku tahu usiamu tak lama lagi,
Aku akan mencuri uang yang kubutuhkan untuk menikahimu.
Aku akan sempat membahagiakanmu.
Setelah ibuku mulai membisu, dia hidup dalam dunianya sendiri,
terbungkus dalam fantasinya.
Dunia di mana logika dan fisika tidak selalu...
bisa diterapkan.
Dikelilingi roh-roh di udara, air dan tanah..
membuatnya merasa tak perlu mengucapkan sepatah katapun.
Aku takkan kembali.
Kau harus bekerja.
Obat Ibu mahal sekali.
Aku sudah selesai.
Aku sudah selesai.
Kau tahu sudah berapa tahun aku merawat ibu?
Jalan menuju Tuhan adalah melalui kesetiaan dan keprihatinan.
Itu yang kau ajarkan.
Aku pergi.
Aku benci kota ini.
Kenapa tak bilang kau benci rumah ini?
Itu juga.
Aku ingin seperti laki-laki,
jadi aku bisa pergi juga.
Aku senang aku tidak dilahirkan sebagai wanita.
Aku telah membeli perkebunan tua.
kami akan merindukanmu.
Kirim surat jika ibu bertambah parah.
Hey kamu!
Antarkan aku ke Tres Marias ya?
Siapa namamu?
Segundo.
Aku patron di sini sekarang.
Yang tidak suka silakan pergi.
Yang mau tinggal,
takkan kekurangan makanan, tapi harus bekerja keras.
Mengerti?
Kami mengerti, Patron.
Kami tak punya tempat lain.
Dorong, dorong.
Dorong.
Awas, nanti rusak rodanya.
Ayo. Aku hitung.
Satu, dua, tiga!
Selama 20 tahun, ayahku membangun Tres Marias
menjadi perkebunan yang paling produktif di negeri kami.
Dia bekerja keras dari pagi hingga malam.
Dan selalu bertengkar dengan para pekerjanya.
Mereka ingin aku menggaji mereka? Apa-apaan ini?
Aku sederhana, tapi selalu adil.
Meskipun penuh kerja keras dan konflik, ayahku menikmati kenyataan bahwa
apa yang dia punya adalah hasil jerih payahnya sendiri.
Berapa?
Kenapa tidak pinjamkan saja aku uang?
Kau berani juga.
50 peso, Patron.
Kau orang paling hebat dan paling kaya di sini.
Aku takkan minta bantuan orang lain.
Kenapa banyak sekali?
Aku butuh tiket kereta api,
gaun merah,
sepatu hak tinggi, sebotol parfum,
dan tempat tinggal.
Aku ingin kaya dan terkenal.
Bagaimana jika kita tak pernah ketemu lagi?
Kita akan ketemu lagi.
Aku tahu.
Percayalah.
Siapa namamu?
Transito.
Oke, deal!
Aku suka orang ambisius.
- Sudahkah semua? - Sudah.
Telegram untukmu, Patron.
Ingat ketika kita masih anak-anak?
Aku biasa memasak untukmu,
mengantarmu ke sekolah.
Aku bisa menjagamu lagi.
Akan kulakukan apa yang disuruh Ibu.
Mereka pernah menerimaku sebagai menantu dulu.
Mereka bisa menerimaku lagi.
Dia agak kurang.
Kakaknya Rosa yang spesial.
Paling tidak Rosa sehat dan normal.
Tapi Clara orangnya aneh. Kau takkan bahagia bersamanya.
Kau cemburu.
Kau tak pernah jatuh cinta.
Tak ada yang tersisa untukmu kecuali bujang lapuk.
Dia takkan bisa mencintaimu seperti seharusnya.
Clara terlalu aneh.
Kau butuh wanita yang bisa menjagamu.
Orang yang memuja dan menurut.
Cukup, Ferula!
Dia menghabiskan waktu di dunia antah berantah sejak Rosa meninggal.
Aku tahu.
Bukan karena dia bisu.
Dia cuma tak mau bicara.
Aku tahu.
Yang penting dia bisa melahirkan anak yang sehat.
Mungkin kami terlalu melindunginya.
Tak ada yang namanya berlebihan.
Bolehkah aku ketemu dia sekarang?
No comments yet. Be the first to leave one.