لومړۍ 200 کرښې.
Penerjemah: Upie Javiel
-- Selamat Mendeleng ---
Dan kita punya segelas anggur elegan untuk kecantikan elegan.
Kau sengat berbeda dari orang-orang di kampus, Martin.
Anak-anak.
Anak-anak di sekolahmu.
Kau tak merasa kesepian tinggal di sini sendiri?
Bisa jadi, secara aku tak sering pergi, tapi...
tidak saat aku punya tamu yang baik, Stacy.
Ya, ini indah.
Memang indah, bukan?
- Rasanya damai. - Ya.
Tersendiri.
Sangat tersendiri.
Ini rumah.
Sudah larut. Aku harus pulang, jadi...
Dengar, aku cuma ingin kau nyaman di sini.
Denganku.
Kau mengerti.
Kumohon, tinggalah sebentar lagi.
Habiskan anggurnya, ya?
Jangan pergi dulu.
Karena kau tahu...
Stacy, aku tak mau kau pergi.
Ini rumahmu sekarang.
Apa... apa yang terjadi?
Kau tahu, Stacy...
Yang mana aku mungkin berbeda dari semua anak di kampus,
sayangnya kau persis dengan semua pelacur yang lain..
yang datang kemari.
Aku cuma ingin pulang.
Kau tahu, seperti yang kubilang.
Kau di rumah.
Bulan Berburu
Baik. GPS mengatakan itu 10 mil dari sini.
Ya, kau bilang itu setengah jam yang lalu, Yah.
Sudahlah, Juliet.
Hati-hati di sana.
- Kau baik? - Aku mau beli minuman.
- Kau ingin sesuatu, say? - Tidak, terima kasih.
Aku akan menelpon tukang boyong, melihat yang mereka lakukan.
- Aku ingin beli sesuatu, Bu. - Oke. Wendy?
Kau tak ikut, Juliet?
Apa saja asal keluar dari mobil bodoh.
- Selamat siang, semua. - Siang!
Kami akan membeli makanan ringan.
Tak masalah, Bu.
Jadi apa yang membawa kalian ke sini, jika tak keberatan?
Kami tak banyak mendapat pengunjung.
Billy Bloomfield!
Jika ingin mencuri, setidaknya berusahalah untuk licik.
Kurasa kau tak mau aku menelpon sheriff, Billy.
Maaf soal itu, Bu.
Dia dan saudaranya bukan apa-apa selain penyakit,
- sudah begitu sejak kecil. - Menyesal mendengarnya.
- Juliet, ayo pergi. - Aku masih melihat-lihat, Bu.
Kami sebenarnya pindahan dari kota.
Oh, begitu?
Kurasa itu akan membuatmu...
lebih dari sekedar pengunjung di sini.
Aku tak tahu ada tempat yang dijual.
Oh, itu sebuah rumah pertanian tua dengan kebun.
Itu cukup, Lisa.
- Tempat Ellsbury tua. - Ya, ya.
Aku rasa yang itu.
Kau akan pindah ke rumah pembunuh berantai,
dan kau cemaskan anakmu tersenyum padaku?
Tutup mulutmu, Billy!
Berapa semuanya?
Apa maksudnya, Bu?
Um... Tidak, itu di rumah, Bu.
Apa maksudmu, itu di rumah?
Ibu, apa yang dia maksud?
Anggap itu sambutan dari lingkungan,
dan permintaan maaf atas perkataan bocah tolol.
Ini sungguh tak perlu.
- Terima kasih. - Tidak, dengan senang hati.
- Selamat Datang di kota kecil kami. - Terima kasih.
- Ayo pergi, Juliet. - Sampai jumpa.
Nona?
Aku dapat yakinkan dia bukan tipe pria yang kau ingin mengenalnya.
Mm... mungkin.
Tapi terkadang orang tak seperti apa mereka tampaknya di luar.
Juliet! Sekarang!
Oke, Bu.
Ya, Mindy, ini, eh, Henry di sini.
Aku perlu bicara dengan sheriff.
Kalian harus berhenti perlakukan aku seperti anak kecil.
Selalu menasehati apa yang baik untukku?
Sudah cukup buruk kita pindah ke rumah pembunuh berantai.
Thomas?
Tarik nafas, sayang.
Ayah, aku tak... aku tak bermaksud...
Juliet, tolong! Berhenti bicara!
Keputusanmu tepat.
Tempat ini... ini hebat.
Ini sebenarnya yang kita butuhkan sebagai ke...
Aku baik saja.
Ya.
Ya, kau baik saja.
Kita semua baik.
Kita akan baik saja.
Juliet, hei.
Dengar, ayah tahu kau tak senang pindah, tapi kau harus percaya ayah.
Ini yang terbaik untuk keluarga kita.
Lihatlah.
Di seberang pepohonan ini, kalian bisa lihat kebun buahnya.
Dan di sini... adalah rumah baru kita yang indah.
Yang ini agak berat.
Baiklah.
Kau yang terbaik. Kau sungguh yang terbaik.
- Hei. - Hei!
- Ini dia. - Ada sesuatu di sana?
Ya! Kejutan.
- Terima kasih. Aku menghargainya. - Tentu saja.
- Dia akan baik saja. - Kau pikir begitu?
Mm-hmm. Kita seperti dia saat kita seusianya.
Itu waktu yang berbeda.
Kita tinggal di kota besar,
kau masih bisa merasa aman di sana.
Sekarang, tak masalah kemana kau pergi... Aku tak tahu.
Aku hanya... aku tak mau mereka diekspos.
Bahkan kota-kota kecil pun berbahaya, Thomas.
Apa yang Juliet temui?
Pegawai dan anak berandalan di toko.
- Ya? Hei. - Ya.
Ya? / Ya. / Baik.
- Berapa banyak yang para gadis ketahui? - Cukup.
Waktu berubah, kita harus melakukan apa yang harus kita lakukan,
dan kita membesarkan mereka dengan baik, cuma itu yang terpenting.
Bawa itu ke gadis-gadis di sana atau aku akan terus menciummu.
Gadis! Kenapa kalian tak istirahat...
dan minum dulu?
- Kau mengganggu mereka! - Hmm.
Ini dia!
Ayah, kenapa tukang boyong...
tak memindahkan barang ke dalam rumah?
Yah, mereka sudah, pertama-tama, tapi kita pindah ke sini untuk privasi.
Kau tak ingin sekelompok orang asing keluar masuk rumahmu,
membawa barang-barangmu. kau tak inginkan itu.
- Aku tak peduli. - Kau harus peduli...
dan harus mulai belajar sedikit bertanggung jawab.
Barangmu paling banyak.
Bisa kita makan buah dari kebun, Ayah?
Eh, tidak.
Ya, tapi tak sekarang, bukan musimnya.
Tapi bila saat musim, ya.
Jika kita di sini selama itu.
Hei!
- Maaf. - Sungguh?
- Ya, Ayah. - Maaf, sebenarnya.
Oke? Maafkan ayah.
Ayah tahu sangat sulit untuk kalian pindahan ini.
Ini gila. Sudah banyak pengorbanan.
Tapi lihat, kita tak bisa berdebat, kita bisa...
kita bisa lalui ini seperti sebuah keluarga.
Ini hal yang baik, oke?
Ayah hanya ingin kalian aman.
Ayah ingin kau aman.
Kukira kau bilang kau bisa main, bocah.
- Jangan panggil aku bocah. - Ha!
Terserah apa katamu.
- Darimana saja kau? - Di jalan.
Beberapa dari kita harus bekerja untuk hidup.
- Ya. - Tebak kau akan menyadari...
saat aku mengambil sisa uangmu, Billy.
- Aku mendapat pekerjaan. - Benarkah?
Mm-hmm.
Billy, aku mengenalmu sejak kau masih di SD,
dan kau tak pernah punya pekerjaan.
Tidak, kecuali kau sebut memungut sampah dari kakakmu itu profesi.
Yah, apa boleh buat?
Beberapa dari kita terlambat berkembang, kurasa.
Satu hal yang pasti, kau tak hasilkan uang dari bermain-main di kolam renang, bocah.
Apa-apaan?!
Sudah kubilang jangan memanggilku bocah.
- Kerja bagus, Bill. Terima kasih. - Lenny. Daryl.
Apa yang terjadi?
Yang terjadi adalah, kau berutang pada kami, dan untuk alasan apapun...
kau cukup bodoh untuk kemari tanpa melunasinya.
Aku punya uangmu, Lenny!
Kau punya uangku, ya?
Maksudmu uang yang di sana itu?
Uang itu tampak seperti uangnya Billy, bukan?
Di saku belakangku.
Baik.
Hei, hei, hei! Tenanglah, Vinny.
Tenang. Hei, kita baik?
- Oh, Vinny, Vinny! - Lenny.
- Lenny... - Apa?
Kau pikir gelas yang kau hisap gratis?
Ya, aku rasa tidak.
Lenny, serius...
- Aku bisa beritahu sepanjang waktu... - Aku bisa dapatkan uang.
Aku butuh uangnya. Sebentar, oke?
- Kerja bagus, Bill. - Itu bukan apa-apa.
Aku mungkin punya sesuatu yang lebih besar untuk kita.
Harus sedikit menjangkau tempatnya,
tapi kita harus bisa memeriksanya besok malam.
- Besok malam? - Hmm.
No comments yet. Be the first to leave one.