لومړۍ 200 کرښې.
Hei, Nandu. Kenapa kau ada di luar rumah sakit, dan merokok?
Istriku sedang sakit, dia sedang dirawat di dalam.
Sakit apa?
Dia menderita ginekologi.
Penyakit ginekologi?
Sudah kuhabiskan begitu banyak... / Berapa harga rokoknya?
Sepuluh Rupee. / Sepuluh Rupee?
Dan, berapa yang kau punya di sakumu? / Tinggal sedikit.
Kau bisa beli kematian,
tapi kau tak punya uang menyelamatkan istrimu dari kematian?
Apa maksudmu?
Lihat, bacanya apa. "Merokok membunuhmu."
Dan pembalut ini, bisa "dikatakan kehidupan".
Jangan tertawa. Harga dua batang rokok,
bisa selamatkan istrimu dari infeksi
yang mungkin terjadi,
karena sering menggunakan kain. Kau bisa menyelamatkannya.
Dan jika kau berhenti merokok,
kau bisa selamatkan dirimu dari kanker.
Artinya kau bisa beli dua kehidupan,
dari apa yang kau belanjakan, kematian...
Satu, kau dan yang lainnya, istrimu.
Pikirkan, lalu tertawalah!
Tak ada namanya macho kalau merokok.
Tapi, dibutuhkan keberanian untuk membelinya.
Subtitle translation by: YOYONG MASAMBA
Kata mereka mustahil memahaminya, jalannya hati.
Aku narator-mu, HR.
Hari ini, akan kuceritakan kisah tentang Happy, Hardy, dan Heer.
Kisah cinta yang akan menyentuh & menggugah hatimu.
Namun kisah yang menyentuh hati, seringkali juga menghancurkannya.
Lagu cinta...
Gemuruh hiruk pikuk...
Kisah cinta...
Sebuah kisah cinta sejati.
Hadippa!
Punjab...
Di mana senyum berbinar disitulah bibir dan hati menari dengan bahagia.
Dimana Tuhan memberikan restu-Nya...
Tak ada tempat seperti Punjab di India manapun.
Namun, ada satu lagi,
yang cuma bisa ditemukan di Punjab.
Dan nama bunga yang mekar itu adalah Happy Singh.
"Hei, Happy Singh!"
Kawan, jika kau ada masalah,
jangan bilang padaku,
karena aku juga selalu ada masalah.
Ini adalah Happy Singh.
Prestasi terbesar dalam hidupnya adalah, kegagalan!
Pecundang! Pecundang!
Pecundang! Pecundang! Pecundang!
Pecundang! Pecundang! Pecundang!
Pecundang!
Masalah akan bermunculan jika Happy punya masalah dengan ini.
Tapi Happy senang menjadi pecundang.
Happy gagal! Happy gagal! / Dia sudah gila!
Happy gagal!
Happy gagal!
Happy gagal!
Happy tak pernah masukkan apapun ke dalam hatinya.
Tapi ada seorang gadis,
yang penting bagi Happy.
Dialah gadis yang begitu pintar, dan gadis gila, Heer.
Hei, aku tahu apa yang kau lakukan!
Berhentilah selalu mengawasiku!
Jika kau laporkan ke guru lagi,
sumpah atas nama Babaji,
akan kutampar kau dua kali!
Akan kuputar kepalamu.
Sampai kau tak bisa berjalan kembali!
Sok pintar! / Minggir!
Sulit untuk dijelaskan hubungan antara,
Happy dan Heer cuma dengan kata-kata.
Meskipun keduanya sudah beranjak dewasa seiring waktu,
tapi keduanya masih bersikap anak-anak.
Hidup mereka masih penuh dengan kesenangan, keceriaan, dan kebahagiaan.
Kisah Happy adalah kisah lama yang sama...
Dia tahu bagaimana mencintai,
tapi tak tahu, cara mengekspresikan perasaannya.
Selain itu, Heer bagaikan radio antik tua,
yang entah gimana tak bisa menangkap sinyal dari cinta Happy.
Seperti kendaraan tua tanpa peredam di lampu lalu lintas,
yang cuma bisa membuat kebisingan!
Seakan dia memakan kepala semua orang.
Saat ini,
Heer bekerja sebagai asisten perencana pernikahan.
Walaupun Heer tak fasih berbahasa Inggris,
tapi garis nasib di telapak tangannya,
menandakan bahwa dia akan pergi ke Inggris.
Sumpah atas nama Babaji. Wow! Aku sangat bahagia!
Kita akan ke Inggris, kan? Bagaimana kalau batal?
Ya, kita tetap akan pergi.
Tapi kau harus hentikan kebiasaanmu
selalu jujur sama seseorang.
Jika tidak, kau bisa dapat masalah. / Nn. Amrita, kau tahu,
mau bisnis atau kehidupan pribadiku, aku tak bisa berbohong.
Ya. Dan itu masalahmu.
Aku mau ke Gurvinders,
kau ambil gelangnya dan ke sanalah.
Oke, aku akan datang.
Oke, sampai jumpa.
Bungkus ini. / Hei, aku mau beli itu.
Kau belilah yang lain.
Hei, berikan... / Dasar bodoh!
Heer!
Hei, Happy Singh!
Heer!
Kenapa kau tertarik dengan binatang ini?
Kau pulanglah,
biar kutangani tikus-tikus ini.
Yakin aku harus pergi?
Pulanglah.
Jadi, kau mau lawan kami?
Ya, akan kulawan.
Lebih baik pergi memanen padi daripada memukulinya.
Setidaknya, kita dapat beras.
Hey, lawan aku. Aku akan menghajarmu!
Mereka takut sama aku dan kepribadianku!
Happy lahir di Inggris
tapi di usia 3 tahun,
orang tuanya meninggal karena kecelakaan,
Happy diasuh oleh paman dan bibinya di India.
Hari ini, ada dua hal yang selalu dibicarakan paman dan bibinya....
Kapan Happy menikah dengan Heer?
Dan apa yang mereka masak untuk makan malam?
Ya, Bibi!
Semua orang takut dengan kepribadianku!
Hei, nak!
Sampai kapan kau selalu menakut-nakuti anak-anak demi Heers?
Kau sangat mencintainya, apa Heer tak menyadarinya?
Bibi? / Hmm?
Heer tak memperlakukanku seperti itu.
Cuma menganggapku sebagai temannya.
Faktanya, getaran cinta Heer tak pernah kurasakan.
Hei, nak! Lupakan tentang getaran dan semua itu.
Kau tak mau melamarnya di Punjabi?
Paman,
ada saat yang tepat,
kulamar Heer.
Janganlah selalu berikan bahan ceramahmu.
Oh, yah! Bahan mengingatkanku...
Kenapa kau tak masak "dosa" hari ini?
Ya, dengan kombinasi baru, sarsoon ka saag.
Dengan sedikit mentega. / Enak sekali.
Happy. / Ya?
Kami akan ke London selama 15 hari.
Kami akan pergi dari negara ini.
Tinggal beberapa malam lagi kami di India...
Kami secepatnya akan melihat fajar di London.
Papa, itu tidak baik.
Oh! Ayolah!
Sebenarnya, Heer...
Latika itu...
Dia juga, di London, kan?
Hei, sobat! Dia bukan Latika lagi.
Namanya Lats sekarang.
Dan sekarang, dia tak tinggal di London, tapi tinggal di Manchester.
Ya, ya. Apa bedanya?
London atau Manchester, sama aja.
Aku dulu berpikir, Heer...
Suatu saat kita akan bersama-sama...
berkumpul di London.
Kau pernah punya pengalaman terindah dalam hidupmu.
Karena itulah aku kemari mau memberitahumu.
Aku juga, akan ke London... bersama kalian.
Kau mau ke London juga? / Kenapa? Emang engga boleh?
Aku sudah jadi warga Inggris.
Oh! Maksudku adalah... / Apa maksudmu?
Sebenarnya, aku ada pekerjaan di sana.
Di Pusat Penelitian Pertanian.
Ngga percaya, pengikut yang tak berguna!
Apa bedanya jika kau percaya?
Kebenaran akan tetap jadi kebenaran selamanya.
Saat kau mengunjungiku, lihatlah sendiri...
aku punya pekerjaan, tidak.
Aku mau pamit.
Aku harus bantu paman dan bibi berkemas.
Papa.
Kenapa Happy tiba-tiba mau ke London juga?
Bagaimana bisa ini kebetulan?
Saat bayi terlahir, pertama yang dilakukan adalah menangis,
sebagian mimpi mereka terkabul dan sebagian tak terkabul,
dan ucapan ini kebetulan, sayang,
sudah disiapkan untuk situasi seperti itu.
Hei! Happy Singh!
Hei! Aku berbohong pada Heer...
Bahwa aku punya pekerjaan di London.
Hei, wow! Bagus, nak!
Orang-orang biasanya membunuh demi cinta mereka,
dan kau cuma berbohong. Bagus!
Jadi, bolehkah ke London? / Hei, diamlah!
Takkan kuizinkan kau ke London atau ke mana pun. Oke?
Bolehkah ke London, baiklah!
Preeto! / Bentar.
Ya, ada apa?
Dengar,
buatlah pizza dan burger malam ini.
Kita harus berlatih...
bukankah kita semua akan ke London?
Ah! / Hei, paman! Aku menyayangimu!
No comments yet. Be the first to leave one.