لومړۍ 169 کرښې.
(Diadaptasi dari novel berjudul sama "Fights Break Sphere" karya Tiancan Tudou)
(Konten dalam film ini dibuat secara virtual dengan komputer)
Cepat! Percepat penyegelan.
Kalau hewan itu keluar, tidak ada yang bisa menahannya.
Xiao Yan, cepat pergi dari sini.
Formasi Penyegelan belum terbentuk.
Tunda sebentar lagi.
Hati-hati bagian belakang.
Xiao Yan, cepat keluar.
Sudah tersingkirkan.
Bagus sekali.
=Fights Break Sphere S5= =Akademi Jianan=
=Episode 1=
(Xiao Yan menyelesaikan perjanjian tiga tahun,)
(tapi malah bermusuhan dengan Sekte Yunlan.)
(Tantangan dan pilihan seperti apa yang akan dihadapi oleh Xiao Yan?)
Jadi, aku tidak mengikutinya lagi,
dan kembali melapor.
Sekte Yunlan mempertahankan Kerajaan Gama dengan cara lama.
Setelah Yun Potian,
tidak ada orang hebat lagi.
Namun,
Kak Xiao Yan lumayan hebat.
Bahkan tokoh hebat seperti Medusa juga bersedia membantunya.
Nona Besar pintar menilai.
Suatu hari,
bahkan tuan besar
juga tidak berani meremehkan bocah itu.
Namun,
itu kalau memberinya waktu yang cukup.
Sekarang para suku keluarga
hanya melihat peristiwa di depan.
Tidak peduli berapa lama,
aku juga bersedia menunggunya.
Tunggu sampai dia menjadi orang terhebat.
(tapi kalau kau tidak bisa secepatnya menjadi kuat,)
(berdasarkan bakat dan kecantikan nona besar,)
Tuan Ling,
tahukah kau di mana Kak Xiao Yan sekarang?
Mungkin tidak lama lagi Tuan Muda Xiao Yan akan tiba di Akademi Jianan.
Beberapa saat ini,
Tuan Ling beristirahat di luar akademi saja.
Kalau tidak ada urusan mendesak,
tidak perlu menyusup ke akademi.
Meski para pak tua itu menjaga harga diri keluargaku,
tapi mereka sangat tegas
dalam masalah peraturan akademi.
Baik.
Kalau ada masalah, panggil aku dengan lonceng.
Aku akan segera tiba.
Kak Xiao Yan,
aku akan menunggumu.
Adik Seperguruan Xuner.
Sangat kebetulan.
Kau baru turun dari gunung setelah berlatih?
Umm.
Kakak Seperguruan Bai Shan,
aku ada urusan,
harus pergi dulu.
Tutor Ruo Lin.
Xuner,
aku sedang mencarimu.
Ada apa, Tutor Ruo Lin?
Setengah bulan lagi, akan diadakan kompetisi promosi.
Kau seharusnya tahu,
yang masuk peringkat 20 besar, berhak berlatih di gedung dalam.
Tahun lalu kau bisa ikut,
tapi kau melewatkan kesempatan itu.
Tahun lalu aku baru datang,
aku tidak berani rebutan dengan kakak seperguruan.
Sudahlah.
Aku tahu apa yang kau pikirkan.
Kau hanya ingin menunggu bocah itu.
Xiao Yan sialan itu,
beraninya dia mempermainkanku.
Liburannya selama satu tahun
kuselesaikan dengan menanggung banyak tekanan.
Sekarang dia malah masih belum kembali.
Sangat membuatku kesal.
Kalau bukan karena kau memohonku,
aku sudah mencoret namanya.
Tutor Ruo Lin,
jangan khawatir.
Tahun ini Kak Xiao Yan pasti kembali.
Dia sudah ketinggalan dua tahun.
Kurasa sia-sia kalau dia datang.
Ingin merebut kuota promosi kali ini,
kemampuan level Master Tempur bahkan belum tentu cukup.
Tutor Ruo Lin,
kau jangan meremehkan Kak Xiao Yan.
Waktu itu, dia mengandalkan kemampuan petarungnya
untuk bertarung 20 kali bersamamu.
Kalau bukan karena itu,
mana mungkin aku membiarkannya cuti satu tahun
dan membiarkannya mengingkari janji?
Xiao Yan?
Apakah itu siswa baru yang mengambil cuti dua tahun?
Aku ingin melihat
atas dasar apa kau membuat Adik Seperguruan Xuner peduli padamu.
Xiao Yan,
di bawah sana adalah gerbang Wilayah Hitam, Dataran Wilayah Hitam.
Cepat simpan Sayap Ungumu.
Kenapa?
Wilayah Hitam adalah tempat kacau yang terkenal di benua.
Jurus tempur terbang seperti Sayap Ungu adalah barang langka.
Jika seseorang melihatnya,
gampang mendatangkan musibah.
Tampaknya tempat sialan ini
benar-benar sangat berantakan.
Aku hanya kebetulan lewat saja.
Aku ingin beristirahat.
Apa maksudmu?
Apakah kau adalah orang awam yang baru masuk Wilayah Hitam?
Kau bahkan tidak tahu sebelum masuk,
harus membayar biaya keamanan 100 meter di luar terlebih dahulu?
Biaya?
Lima ratus koin emas.
Cepat.
Jangan membuang-buang waktuku.
Apakah kau tidak sanggup membayar?
Aturan yang sangat aneh.
Buka pintunya.
Masuklah.
Bocah awam.
Mari lihatlah.
Ada benda yang bagus.
Ah.
Lumayan ramai.
Harus membeli peta baru dulu.
Peta yang diberikan oleh Tuan Hai
tidak ada rute tepat untuk Dataran Wilayah Hitam.
Barang bagus.
Kucari dari tadi,
tapi tidak ada yang menjual peta.
Coba kucari di sebelah sana.
Apa yang ingin kalian lakukan?
Kita sesama warga,
kalau ada masalah,
bisa dibicarakan baik-baik.
Serahkan barangnya.
Kalau tidak, kalian semua harus mati.
Kenapa semakin terpencil?
Hampir keluar dari wilayah suku.
Bukankah aku sudah membayar uang keamanannya?
Hanya sedikit uang itu?
Kau anggap kami pengemis?
Pergi saja.
Jangan ikut campur.
Maaf,
aku tidak melihat apa-apa.
Kak.
Umm.
Bocah,
kau mau pergi ke mana?
Hari ini kau agak sial.
Serahkan semua barangmu.
Aku akan melepaskanmu.
Bagaimana kalau aku tidak mau?
Sepertinya kau sudah bosan hidup.
Serang bersama.
Tuan.
Tuan, tunggu sebentar.
Tadi Tuan sangat membantuku.
Kalau tidak, konsekuensinya tidak terbayang.
Aku hanya melindungi diriku sendiri saja.
Tuan, tunggu.
Tuan masih muda, tapi sangat hebat. Aku ingin mengajak Tuan minum bersama.
Maaf, aku terburu-buru.
Tidak ada waktu.
No comments yet. Be the first to leave one.