What Am I to You...! (Hum Aapke Hain Koun...!)

What Am I to You...! (Hum Aapke Hain Koun...!)

हम आपके हैं कौन...!

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Hum Aapke Hain Koun 1994 720p mHD Bluray x264 AAC 5 1 ESub DDR
د لخوا تبصره naoki_san
retail VIU

تګونه

BluRay
x264
720p
720
HD
په خپور شو: 2021-08-09
ډاونلوډونه: 65
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

28/28

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Mataku gelisah

Itulah konsekuensi dari cinta!

Jangan diam, katakan saja kepadaku

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Aku mencoba menghentikan diri

Sayangnya aku harus mengatakannya

Mengapa kau datang ke mimpiku?

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Mataku gelisah

Itulah konsekuensi dari cinta!

Aku kehilangan akal sehat

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Bagaimana aku memberitahumu Keinginan hatiku!

Baca raut wajahku

Sentuhan memerah berkata

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Siapakah aku bagimu?

Sambutan hangat dari penonton untuk Pream Nivas.

Lallu Prasad mengucapkan semoga hari baik bagi kalian.

Pertandingan akan segera dimulai dan aku akan memberikan komentar.

Langit benar-benar cerah. Hanya ada beberapa awan.

Wasit sedang memeriksa lapangan dan menuju ke tempatnya.

Pemukul sudah siap. Fielder waspada.

Inilah bowler yang melempar bola lebih cepat daripada angin.

Aku akan memukul sixer pada bola pertama.

Sixer!

Lallu Prasad hebat!

Bagaimana dengan itu!

Hei, Lallu! Kau selalu berhasil di bola pertama!

Aku tahu, tapi itu hanya untuk memberi kesempatan kepada bowler...

- Apa? - Ini adalah pukulanmu.

- Tidak, aku akan bermain. - Kau?

Jika kau ingat, terakhir kali bermain, kakimu patah. Tepuk tangan.

Diamlah.

- Kali ini Prem akan mengajariku. - Aku akan mengajarimuu?

Kau pergi ke batas lapangan.

Kau selalu mengirimku ke sana.

Itu sudah menjadi tugasmu selama bertahun-tahun.

- Apa? - Kau di ujung, dia memukul.

- Lalu, kau melakukan bowl. - Kapil, bantu aku.

Prem, waspadalah. Inilah lemparan Lallu!

Rita, tangkap bolanya!

Aku mati!

- Jangan katakan itu. - Punggungku cedera!

- Maaf, Bibi! - Apa? Maaf!

- Apa yang kau lakukan di sini? - Dia datang untuk belajar kriket.

Kriket. Permainan apa ini! Sungguh menyusahkan!

- Anak-anak akan bermain. - Diam!

Berkatilah aku, Bibi.

Hei, Lallu!

Seberapa sering aku katakan kepadamu untuk tidak memanggilku "bibi"?

Sungguh menyebalkan! Di rumah ini, semua orang dimanjakan!

Apa yang kau lihat? Ikutlah bersamaku.

- Mati aku! - Paman, mengapa Bibi terburu-buru?

Dia datang untuk berbicara dengan pamanmu.

Membawa gadis untuk saudaramu, Rajesh.

Aku tidak berbohong ketika mengatakan...

...Rajesh patut dipuji, tentu saja.

Dunia setuju. Bukan tugas yang mudah untuk mempertahankan bisnis ini.

- Bagaimana menurutmu? - Benar.

Sekarang pikirkan tentang pernikahannya.

- Beri tahu jika sudah ada gadis... - Aku sudah menemukannya.

- Benarkah? - Kau pernah bertemu ayah Rita?

Ya.

Maksudku adalah kakak Rita, Sweety.

Dia tinggal bersama mereka dan Rita selalu tinggal denganku.

Sweety adalah gadis sangat cantik, penurut, dan cerdas.

- Bukankah begitu, Sayang? - Ya.

Meskipun tidak sarjana, dia sangat modern.

Dia juga telah memutuskan beberapa pertunangan, 'kan?

Lalu? Lihatlah rumah dan gaya hidup mereka.

Mereka memiliki bisnis lakh. Pernikahannya akan sangat indah!

Dia akan membawa banyak mahar.

Kau takkan mengerti hal seperti itu! Kau hanyalah seorang profesor!

Aku akan memberi tahu saudaraku jika kau setuju.

Rita, ini saatnya pesta kucing kita. Ayo cepat pergi!

- Kami akan pergi. - Terima kasih.

- Apa? - Tidak ada.

- Selamat siang! - Selamat siang!

Ayo, kau selalu saja menyusahkan.

Saudaraku, dia dibutakan oleh kekayaan.

Kami akan membawakan gadis manis dan sederhana,...

...bukan putri kaya saudaranya.

Gadis yang akan menghiasi rumah ini dengan cinta dan kasih sayang.

Rumah ini yang telah kau asuh dengan cinta seperti itu.

Rajeshwar dan Prem masih sangat kecil...

...ketika kakakmu dan suaminya meninggal.

Kau meninggalkan kuliahmu untuk mengasuh mereka.

Dimulai dengan pekerjaan kecil. Tujuanmu adalah berjuang untuk mereka.

Kau tidak pernah menikah.

Kau telah merawat anak-anak itu dengan baik.

Itu sebabnya Rajesh dihormati.

Tahun ini, Prem meraih gelar MBA terbaik.

Saudaraku, aku telah menemukan seorang gadis untuk Rajesh.

Beberapa hari yang lalu, aku pergi ke Pune untuk konferensi.

Aku bertemu Profesor Choudhary di sana.

- Profesor Siddharth Choudhary? - Apakah kau mengenalnya?

Kami kuliah bersama. Kami juga berteman baik.

Fantastis!

Aku bertemu putri sulungnya di sana. Saat melihatnya, hatiku terpesona.

Aku sangat menyukainya sehingga aku membawa fotonya.

Namanya Pooja. Dia baru saja lulus. Dia gadis yang sangat baik.

- Mereka akan menjadi pasangan serasi. - Aku setuju.

Saat ini, keluarga mereka sedang ke Ramtekri untuk berziarah.

Kita akan ke sana jika mereka sudah pulang.

Hanya empat jam perjalanan dari sini.

- Biarkan mereka bertemu sekali. - Itu satu-satunya masalah.

Setiap kali kita membahas pernikahan dengan Rajesh, dia membatalkannya.

- Bagaimana membuat mereka bertemu? - Aku punya ide. Ayo ke Ramtekri.

Kita akan melihat gadis itu dan pergi berziarah!

- Ide yang bagus! - Namun, kakak tidak boleh tahu.

Waspada, Semuanya. Itu rahasia besar.

- Dia di sini. - Ayo, Paman!

Kau kembali, Rajesh?

Lama sekali rapatnya. Apa yang dikatakan kolaborator asing?

- Paman! - Semuanya dibahas secara rinci.

Sekarang mereka akan membaca laporan kita dengan teliti.

Paman, jika semuanya berjalan sesuai rencana,...

...pabrik ini tak memiliki pesaing di seluruh negara.

Dengar, Prem? Untuk membantumu dalam bisnis,...

...saudaramu akan membuat pabrik yang sangat besar.

Saudaraku, makan malam sudah siap!

Panekuk manis, gurih, dan puding!

Apa ada yang spesial hari ini, Chameli?

- Sebenarnya, Kakak... - Kami sangat senang hari ini.

Senang?

Kakak, kita akan pergi ke Ramtekri selama liburan.

Ramtekri? Namun, Paman,...

- ...kau mau ke stasiun bukit? - Ram Tekri tempat yang sangat suci.

Adikku dan istrinya pergi ke sana secara teratur setiap tahun.

Dia bahkan terus berpuasa.

Jadi, programnya sudah diperbaiki. Bawa kemeja sutra barumu.

- Untuk apa? - Apa pun bisa terjadi.

- Apa yang dia katakan? - Aku tidak mendengarnya.

Aku tidak pernah menguping. Tambahkan lagi makanannya, Chameli.

Lucu! Tak ada yang mengatakan apa pun.

Kami tak bisa memberitahumu yang akan kita temukan di Ramtekri.

Cepatlah, Ayah. Jika Ibu melihatmu bereksperimen di sini, dia akan marah.

Biarkan saja! Apa aku takut kepadanya?

Begitu dia melihat apa yang kumasak, dia akan berbuka puasa.

Aku mendengarnya.

- Apa itu? - Tidak, Ibu.

Dengan marah dia berkata, "Janaka!"

Shinta gelisah dan orang-orang takut...

- Siapa yang memecahkan stoples? - Apa?

Siapa yang memecahkan stoples?

Pooja sayang, ketika Ramchandra mematahkan busur Dewa Siwa,...

...Parsuram yang marah bertanya siapa yang melanggarnya.

Dengan kerendahan hati dan cinta, Rama menjawab,...

"Tuhan dan Penguasa Alam Semesta,...

...hamba-Mu yang rendah hati ini yang melakukan perbuatan itu."

Miliki sedikit rasa malu. Kita memiliki dua putri.

Apa yang akan mereka pikirkan?

Apa yang akan mereka pikirkan?

Apakah aku mengatakan sesuatu yang salah, Kekasih?

Aku tidak mengatakan sesuatu yang salah, Kekasih, aku hanya....

Aku tidak bisa menang melawanmu.

- Jika ada yang menang melawanmu... - Nisha!

Selamat pagi, Paman!

Bocah nakal! Selalu masuk seperti badai!

Ayah telah mengembalikan buku-buku perpustakaan...

...dan mengucapkan terima kasih.

Saudaraku, tagihanmu.

Pak, ini dia. Beri aku buku-buku itu supaya aku bisa pergi.

Baiklah. Nisha, maukah kau membantuku?

Apakah kau akan memeriksa tagihan ini saat aku kembali dari toko?

Tentu saja!

Terima kasih, tapi jangan dicurangi.

Ayo! Berhentilah memandanginya!

Permisi.

Permisi. Apakah ini Ramnarain Lodge?

Tidak membaca papan di luar?

Perhitunganku kacau. Sampai di mana aku tadi?

Baiklah, 75 ditambah 9...

Hasilnya 84.

- Ada apa? - Bisakah kau memberitahuku...

...di mana ruangan Profesor Choudhary?

- Mengapa? - Itu urusan pribadi.

- Dipahami. - Apa?

Berdiri.

- Apa? - Berdiri!

- Kalian tak belajar sepanjang tahun. - Apa?

Ya! Kau tidak belajar sepanjang tahun.

Kalian bermain, mendapat nilai jelek, dan kini mau meminta tambahan nilai!

Gunakan kacamatamu baik-baik!

Hanya karena kau manajernya, kau tak boleh seenaknya!

- Dengar! - Nisha!

Astaga!

- Nisha! - Aku di sini, Kakak.

Kau duduk di sini!

Ada apa ini, Nisha? Ibu telah menunggumu.

- Apa yang kau lakukan di sini? - Aku...

Silakan masuk.

What Am I to You...! (Hum Aapke Hain Koun...!) subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for What Am I to You...! (Hum Aapke Hain Koun...!)

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left