لومړۍ 200 کرښې.
Ini kisahku.
Benar.
BERDASARKAN KISAH NYATA
"Aku bertemu banyak orang sepanjang hidupku... dan aku bahagia akan hal itu" - Neil Baldwin -
Tn. Capello?
Tn. Capello, bayaranku kurang.
Oh, kau juga kurang tinggi, jadi itu sesuai untukmu.
Aku seharusnya dapat 25 pound, ini kurang dari 25 pound.
- Kau menuntut aku? - Seharusnya 25 pound dan ini kurang.
Jika tidak suka, kau boleh pergi. kita lihat apa Zippo mau membayarmu lebih.
Sekarang, berhentilah merengek. Kita akan tampil.
Ok, bagaimana kalau... memasak?
Memasak? Tentu saja tak boleh.
Apa, tak boleh memasak?
Aku sudah bilang padamu!
Tak boleh memasak, bahkan dengan wajan?
Aku sudah bilang, tak boleh memasak!
Ok, sepakat. Tak boleh memasak.
Ok, sekarang pergilah.
Nello, hadirin sekalian!
Ada yang bisa kubantu?
Ya, aku teman Uskup.
Dan... Uskup yang mana?
Uskup Keele. Ushup Lichfield.
Dan Uskup Kepala di Canterbury juga teman baikku.
Bisakah kau beri aku tumpangan?
Tentu saja. Kau mau ke mana?
Stoke-on-Trent.
Oh, itu cukup jauh!
Ya, memang. Terima kasih.
- Aku tidak katakan aku akan... - Kau sudah sarapan?
- Sudah, tentu saja. - Oh. Aku belum.
Terima kasih sudah menawarkan.
Benar.
Ya.
Ok.
Ok, terima kasih.
Aku bisa mengantarmu sampai ke Dumfries,
ibumu sudah meminta tolong seorang pendeta untuk menjemputmu di sana.
Bagus.
Kau punya alat gandengan bukan?
Gandengan?
Buat apa aku butuh gandengan?
Apa rotinya masih ada?
Apa dia harus bepergian dengan caravannya ini?
Jelas dia memiliki kebutuhan khusus.
Rasanya dia tidak kesulitan untuk mencari pertolongan.
Malah seperti menjadi berkah baginya.
Apa dia biasa melakukan ini?
Dia memandang gereja sebagai perwujudan ajaran Alkitab.
Oh.
Dia bilang dia teman baik Uskup Lichfield.
Ya, memang benar.
Juga Uskup Kepala Canterbury.
Jika Neil bilang dia kenal seseorang, memang begitu kenyataannya.
Bagaimana dia bisa mengenal mereka?
Dengan menjadi seorang Neil.
Terima kasih!
Oh, senang bisa membantu.
Sebelum kau pergi, bisakah kau tandatangani ini?
Injil?
Kau yakin? Ini agak di luar kebiasaan.
Terima kasih.
Tidak, jangan di halaman depan.
Itu untuk Uskup dan Uskup Kepala.
Ada halaman untuk pendeta biasa.
Ok.
Jadi di sini.
Aku sudah dapatkan banyak tanda tangan.
Desmond Tutu, Terry Waite...
Rowan Williams, Jimmy Greenhoff...
Aku tidak tahu kalau Jimmy Greenhoff sudah ditahbiskan menjadi Pendeta!
Tidak, dia belum.
Dia mencetak 76 gol dalam 274 pertandingan bagi Stoke City.
- Dia sangat menakjubkan. - Ok, ok...
Ini Injilmu.
Terima kasih.
Ibumu akan senang bertemu denganmu.
Kurasa begitu. Aku juga senang akan bertemu dengannya.
Dia agak kurang sehat akhir-akhir ini.
Benar.
Dan aku tahu, berat untuk memikirkan masalah ini
dan ibumu tidak bertambah muda.
Tidak. Dia tak akan bertambah muda.
Tak ada seorangpun dari kita.
Itulah kehidupan.
Jadi kita harus hadapi itu semua.
Hai, Bu.
Oh, senang bisa melihatmu.
Biar kutatap dulu wajahmu.
Jadi bagaimana kondisimu setelah aku pergi?
Aku sehat. Sangat sehat.
Itu robin.
Oh, dia kembali, bukan begitu?
Dia datang ke sini minggu lalu.
Kurasa dia merindukanmu.
Kurasa begitu.
Itulah sebabnya dia kembali.
Neil, sayang.
Saat kuijinkan kau bergabung dengan sirkus, kau katakan mereka akan merawatmu.
Mereka merawatku dengan baik.
Hanya satu orang saja yang tidak menyukaiku.
Itu hanya satu kali saja.
Aku baik pada orang-orang dan mereka juga baik padaku.
Dan jika mereka tak baik padaku, berarti mereka tidak menyukaiku.
Aku tak akan ada di sini selamanya.
Jangan bicara seperti itu.
Semua orang akan meninggal, Neil.
hingga Dia kembali
dan membangkitkan umatNya dari kematian
dan menganugrahi keabadian bagi pengikut setiaNya.
Ya begitulah.
Yesus 1, Mary Baldwin 0.
Aku ingin tahu apakah kau bisa merawat dirimu sendiri
saat aku tak di sini lagi.
Jangan membebani orang lain.
- Carilah pekerjaan. - Aku sudah dapat pekerjaan.
- Kau sudah dipecat. - Pekerjaan baru.
Di universitas.
Oh, bagus.
Kapan mereka tawarkan itu?
Besok.
PANDUAN NEIL BALDWIN UNTUK: MENEMBUS UNIVERSITAS
Saat pertama kali datang ke Keele, apakah kau merasa gugup?
Aku tak pernah merasa gugup.
Halo. Aku Neil Baldwin.
- Selamat datang di Universitas Keele. - Halo.
Aku Neil Baldwin.
- Selamat datang di Universitas Keele. - Ok?
Halo. Aku Neil Baldwin.
- Selamat datang di Universitas Keele. - Hai.
Halo. Aku Neil Baldwin. Selamat datang d Universitas Keele.
Hai. Namaku Malcolm. Kau penggemar Stoke City?
Ya. Penggemar berat.
- Kau penggemar juga? - Ya.
Ya, aku juga.
Jadi kau bekerja di sini?
Ya, kurasa begitu.
...penjelasan atas kesalahan persepsi.
Contohnya, Phantom Limb, menyanggah kuat pendapat yang menyatakan bahwa...
persepsi kita dan kenyataan yang sesungguhnya adalah satu dan sama...
Apa itu burung chaffinch?
Sebenarnya apa yang kau lakukan di sana, Neil?
Di universitas?
Itu burung chaffinch. Ada garis di sayapnya.
Neil Baldwin.
Walaupun aku sangat menyukai burung, jangan kau alihkan pembicaraannya.
Apa yang kau lakukan di sana, di Universitas Keele?
Banyak hal.
Apa bayaran yang kau dapat dari 'banyak hal' itu?
Lihat burung-burung di langit.
Mereka tidak menanam, tidak menuai, tidak mengumpulkan hasil panen di lumbung.
Namun Tuhan memberi mereka makanan.
Neil dan BURSA KERJA
Saat aku mulai bekerja, aku membaca Injil di saat istirahat.
Dan mereka mengolok-olok aku.
Mereka memanggilku Si Suci Mary.
Aku bisa jadi pendeta, lalu akan menjadi Si Suci Neil.
Itukah sebabnya kau tak mau pekerjaan normal?
Karena kau khawatir mereka akan melecehkanmu?
Aku menyukai Church of England.
Aku suka tampil.
Aku percaya pada Tuhan.
Itu sebabnya kau selalu masuk kandidat tiga besar di setiap gereja yang kudatangi.
Tapi ada hal lain yang kau butuhkan, Neil.
Mata bifocal.
Aku pikir kualifikasi.
- Kau baik-baik saja, Nello? - Hai, Steve.
Pertandingan lawan Wigan Sabtu ini!
Siapa itu?
Steve. Dia teman baikku.
Kau tak pernah cerita tentang dia sebelumnya.
Oh... aku baru kenal dia kemarin.
Kabar baiknya, Susie Cooper membutuhkan pembuat keramik.
Aku pernah bekerja di tempat Susie Cooper.
Aku mendapat banyak pujian karena mataku sangat peka soal warna.
Kurasa Neil juga punya bakat yang sama.
Terima kasih tapi itu bukan pekerjaan yang aku cari.
Lalu apa yang kau cari?
Pekerjaan apa yang kau inginkan, Neil?
Aku ingin jadi manajer Stoke City.
Atau jadi pendeta. Dua-duanya bagus. Aku fleksibel.
Ok. Dan... pengalaman apa yang kau punya?
Aku membantu mahasiswa di Keele. Aku juga badut terdaftar.
Benarkah?
Apa yang sudah kau lakukan untuk itu?
Ini Nello.
Kau yang membuat ini?
Lihat hasil lukisannya!
Ini tidak jauh berbeda dengan keramik.
Benar, dia sangat ahli.
Ini sebutir telur, yang sudah dirias, dan ini terdaftar.
Kau bisa menuntut siapapun yang mencuri hasil riasanmu.
Kurasa Elaine tak ingin mendengar soal itu.
Apakah ada pembukaan sirkus saat ini?
Tidak ada, saat ini.
Charlie Cairoli adalah teman baikku.
Aku punya nomor teleponnya, jika kau mau.
Bilang saja Neil yang menyuruhmu.
- Maksudku pekerjaan untukmu. - 0272...
No comments yet. Be the first to leave one.