Sea of the Woman

Sea of the Woman (그 여자의 바다)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

A Sea of Her Own E087-088
A Sea of Her Own E090
A Sea of Her Own E091
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

other
په خپور شو: 2017-07-07
ډاونلوډونه: 15
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"

"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"

"Tepung Chungil"

"Episode 87"

Nenek.

Apakah ada

yang mau kamu katakan? - "Nenek"?

Ya. Ada yang mau kutanyakan kepada Nenek.

Entah apa itu, namun nenek sangat lelah.

Kalau tidak terlalu mendesak, mari bicara di rumah.

Baiklah. Sampai bertemu di rumah.

Baiklah.

Nyonya Lee.

Apakah Nyonya sangat terkejut?

Maaf.

Kalau begitu,

apakah Pak Kim anakku?

Apakah dia sungguh anakku?

Ya.

Benar.

Bagaimana ini mungkin?

Kalau begitu,

kenapa kamu berbohong kepadaku sampai sekarang? Kenapa?

Aku tidak punya pilihan.

Bagaimana dengan suamiku?

Kudengar Pak Kim hanya punya nenek.

Suamiku...

Apakah dia sungguh sudah meninggal?

Ya. Saat Pak Kim berusia delapan tahun,

dia kehilangan ayahnya.

Kukira seluruh keluargaku tewas dalam perang.

Bagaimana ini mungkin?

Nyonya Lee, Anda harus berpikir baik-baik.

Pak Kim tumbuh besar menganggap Nyonya sudah tewas.

Aku juga merasa sama. Aku sudah mengubur anakku di dalam hatiku.

Anak yang kukira sudah meninggal masih hidup dan kini aku tahu itu.

Aku baru mengetahuinya.

Ada masalah lain selain itu.

Apa?

Pikirkan yang akan terjadi saat Pak Kim mengetahui semua ini.

Ibu yang dikiranya sudah meninggal ternyata masih hidup

dan Nyonya adalah ibu wanita yang dicintainya.

Menurut Nyonya, dia akan merasa bagaimana?

Kalau begitu,

apa yang harus kulakukan sekarang?

Aku tahu betapa terkejut dan bingungnya Nyonya,

namun sekaranglah saatnya Nyonya harus berpikir jernih.

Pak Kim dan Soo In sedang melalui

banyak masalah saat ini untuk bisa

menerima kebenaran ini.

Pak Kim sangat mencintai Soo In.

Kalau khawatir Pak Kim akan seterkejut apa,

maka Nyonya harus memikirkan apa yang terbaik

bagi semua orang dan bagaimana harus bertindak.

Nyonya harus berpikir dengan saksama.

Ini CEO Tepung Chungil. Mereka pemasok kami.

Dia induk semangku.

Halo, apa kabar?

Apakah kamu ibu Soo In?

Aku mencintai Soo In.

Apa?

Aku mau menikahinya.

Aku mau Ibu membantuku.

Ini.

Tidak perlu kuhitung, bukan?

Kamu membawa klisenya?

Ini.

Apakah kamu membuat cetakan lebih?

Jangan begitu.

Aku tidak selicik itu.

Kuharap kita tidak pernah bertemu lagi.

Entahlah.

Kami para reporter mulai menyelidiki setiap mengendus sesuatu.

Kamu tidak pernah tahu apakah dan bagaimana kita akan bertemu.

Sebaiknya kamu tidak kelewatan.

Aku hanya bersikap baik sekali.

Ingatlah itu.

Kamu membuatku takut.

Aku mengerti. Jangan khawatir.

Nona Oh.

Apa kita makan malam saja? Kamu mau apa?

Lupakan soal makan malam.

Ada yang mau kukatakan.

Benarkah? Tidak bisakah kita bicarakan sambil makan malam?

Itu bukan bahan obrolan makan malam yang bagus.

Apa itu? Apa yang terjadi?

Kakakmu datang tadi.

Apa? Kakakku ke sini?

Bagaimana dia mengetahuinya?

Entahlah.

Apa yang dikatakannya kepadamu?

Apa yang dikatakannya?

Aku tidak bisa memberitahumu.

Kurasa kita sebaiknya putus saja.

Ini tidak akan berhasil.

Apa yang terjadi?

Apakah dia menyuruhmu untuk putus denganku?

Aku sudah mengatakan yang mau kukatakan. Sudah berakhir.

Nona Oh.

Menyebalkan sekali.

Apakah Ibu sudah ke kafenya?

Ya.

Ibu bilang apa kepadanya?

Tentu saja ibu menyuruhnya memutuskan hubungan.

Ibu rasa dia bukan orang yang mudah mengalah.

Kenapa? Apakah dia menolak putus?

Kakak! - Astaga.

Apa yang Kakak katakan kepada Seol Hee?

Apakah dia datang kepadamu dan mengadukan tentang kakak?

Apa yang Kakak katakan kepadanya?

Kakak bilang kepadanya untuk tahu diri.

Apa? Kenapa Kakak melakukan itu?

Apa yang membuat Kakak berhak mengatakan itu?

Paman.

Sadarlah. Apa yang dilakukannya sehingga kamu sangat dikuasainya?

Kamu kehilangan akal sehat dan logika.

Jaga mulut Kakak. Dia wanita yang kucintai.

Kalau Kakak berbicara kepadanya seperti itu lagi,

aku tidak akan menerimanya. - Man Pyo!

Apa pun yang terjadi, dengan cara apa pun,

akan kunikahi Seol Hee, jadi, jangan perlakukan dia dengan buruk

dan jangan membuatnya sedih, mengerti?

Man Pyo!

Astaga. Ada apa dengannya?

Dae Bong, makanlah ini juga.

Kamu sudah makan siang?

Makanlah bersamaku kalau belum.

Jam makan siang yang ramai sudah lewat.

Aku akan makan nanti bersama Young Sun.

Makanlah.

Apakah ibumu pulang dengan selamat?

Ya, dia pulang dengan selamat.

Kenapa kamu memberitahunya itu?

Karena aku tidak tahan melihatmu menderita.

Namun tetap saja, kamu seharusnya tidak berbohong kepadanya.

Sekarang dia sedih.

Itu tidak bisa dihindari. Aku tidak punya pilihan.

Itu untuk yang terbaik. Ibuku akan segera menyerah.

Kini kamu tidak harus menderita.

Aku merasa sangat bersalah atas semuanya.

Kita bisa menebusnya dengan memperlakukan dia sebaik-baiknya.

Terima kasih. Aku juga minta maaf.

Jangan merasa begitu.

Terima kasih makannya. Aku harus bekerja lagi. Sampai nanti di rumah.

Sampai jumpa.

Kamu sudah kembali. Bagaimana perjalananmu ke Seoul?

Baik.

Untuk apa kamu ke Seoul?

Apakah kamu sudah bertemu dengan mertuamu?

Hai, Kakak.

Kita harus bicara.

Kamu sebaiknya

memberitahuku yang sebenarnya. Jangan berbohong.

Kamu bertemu siapa hari ini?

Kudengar ibu mertuamu masih hidup.

Apakah kamu baru saja bertemu keluargamu yang sebelumnya?

Sayang.

Ada apa?

Aku harus apa sekarang?

Apa yang harus kulakukan?

Kenapa kamu menangis? Ada apa?

Sayang...

Apa yang terjadi?

Berhentilah menangis dan bicaralah kepadaku.

Nyonya, kenapa kita tidak beri tahu Pak Kim semuanya saja?

Beri tahu dia kalau Nyonya Lee, ibunya, masih hidup,

dan bahwa dia adalah ibu Soo In.

Kamu sudah pulang. - Ya.

Kamu mau membicarakan apa tadi?

Mengenai ibuku.

Ibumu?

Aku tidak sengaja mendengar Nenek dan Pak Jang membicarakan dia.

Aku selalu ingin mengetahuinya.

Kenapa Nenek sangat tidak menyukai mendiang ibuku?

Kenapa Nenek sangat membencinya?

Nenek tidak membencinya.

Tidak bisakah Nenek memberitahuku yang sebenarnya?

Nenek menyembunyikan sesuatu dariku, bukan?

Tidak. Tidak ada rahasia.

Nenek.

Nenek tidak tahu apa maksudmu.

Dan nenek sebaiknya tidak bicarakan orang yang sudah lama meninggal.

Nenek lelah. Kamu bisa ke kamarmu.

Apa yang disembunyikannya?

Apa rahasia mengenai mendiang ibuku?

Kalau khawatir Pak Kim akan seterkejut apa,

maka Nyonya harus memikirkan apa yang terbaik

bagi semua orang dan bagaimana harus bertindak.

Nyonya harus berpikir dengan saksama.

"Tepung Chungil"

Apa?

Apa maksudmu dia tahu semuanya?

Bagaimana dia mengetahuinya?

Dia datang ke perusahaan kemarin

dan melihat Nyonya dengan Pak Kim.

Dia menarik kesimpulan.

Apakah dia mau Seon Woo mengetahuinya?

Apa dia akan memberi tahu Seon Woo kalau dia ibunya?

Kita tidak bisa membiarkan dia menemui Seon Woo.

Dia berpikir ibunya sudah meninggal.

Sea of the Woman subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Sea of the Woman

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left