لومړۍ 200 کرښې.
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu
masa lalu maupun masa depanmu
penderitaanmu maupun kegembiraanmu segalanya
aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati
saat mereka sudah lebih dewasa
namun diriku masih tak berubah dari saat kecil
karena aku masih ingin melindungimu
selagi diriku terbangun dari kegelapan
cakrawala yang luas di depan menantiku
kota yang menyembunyikan kita berdua
tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun
di dalam lubuk hatiku ini dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir
yang biasa membuatmu tersenyum di dalam dunia ini
akan kurebut kembali nyanyian yang membuatmu tersenyum
SD MIKOTO UPACARA KELULUSAN KE 21
Selamat atas kelulusan kalian!
Kehidupan asliku, 1988.
Kayo, Hiromi, dan Aya Nakanishi telah menghilang,
dan tubuh mereka telah ditemukan.
Aku menyalahkan diriku karena tak bisa menyelamatkan mereka.
Aku berusaha keras untuk melupakan semua itu.
Dan yang tersisa, hanyalah lubang besar di hatiku.
Ada banyak hal yang menyenangkan, menyedihkan, keberhasilan, dan kegagalan.
Hari ini, kalian lulus dari SD ini,
tapi masih ada banyak hal kurang dari kalian.
Itu juga berarti bagi bapak.
Tapi, kupikir kita harus mengisi kekurangan itu ...
... itulah yang disebut kehidupan!
Halo.
Siapa kau?
Aku adalah Satoru Fujinuma, anak kelas 5 dari SD Mikoto.
Aku Kenya Kobayashi.
Aku Hiromi Sugita.
Apa kita pernah bertemu sebelumnya?
Kau adalah Aya Nakanishi, 'kan?
Aku dengar kau sangat pandai bermain piano.
Ya, aku cukup pandai.
Apa kita pernah bertemu di kelas piano?
Tidak, bukan itu.
Hei, apa yang sedang kaubaca?
Oh, yang ini?
RAJA LEAR SHAKESPEARE
Shakespeare.
Raja Lear!
Aku hanya membaca Romeo dan Juliet!
Orang tuaku menyarankan, bila ingin mendalami piano, aku harus membaca karya Shakespeare.
Apa yang mereka bicarakan?
Apa kau mau sedikit mendekat?
Sepertinya aku pernah melihatmu sebelumnya!
Kau adalah anak yang selalu menyelinap ke dalam bangunan di seberang sungai, ya!
Tempat persembunyian.
Jadi terlihat jelas dari sini, ya.
Persembunyian?
Dasar kekanak-kanakkan.
Ka-Ka-Kau ....
Jangan berkata kekanak-kanakkan!
Anak laki-laki itu
selalu menyelinap ke dalam sebuah bangunan lalu menganggapnya sebagai tempat persembunyian.
Kalian pasti sedang bermain pahlawan-pahlawanan, 'kan?
Ja-Jangan mengejek para pahlawan!
Satoru!
Yah, aku harus pergi.
Selamat tinggal!
Tunggu!
Kazu?
Lo?
A-Apa yang kauinginkan?
Persembunyian ...
... adalah semangat petualangan para laki-laki!
Jika kau sedang luang, mampirlah ke tempat persembunyian kami!
Kalau kau melakukannya, kau pasti mengerti!
Kalian semua aneh!
Kekanak-kanakkan.
Kemarin itu menyenangkan, ya?
Ternyata semua ada di sini, ya.
Apa seorang gadis dapat memahami tentang semangat petualangan laki-laki?
Sarung tangan yang kutinggalkan dan kulupakan di sini 18 tahun yang lalu.
Sepertinya tidak.
Aku tidak suka menaikkan level.
Itulah yang membuatnya menyenangkan.
Hei, Satoru, kurasa sudah waktunya saat Nakanishi pergi ke taman.
Tidak apa-apa.
Aku bisa melihatnya dari sini.
Begitu, ya.
Kemarin adalah kegagalan.
Tapi, bagaimana caranya agar aku bisa mendekatinya?
Aku punya waktu luang, jadi aku datang untuk melihat tempat persembunyian kalian.
Selamat datang di tempat persembunyian kami!
Kelas 5, Ruang 4
Sampai jumpa!
Dah!
Apa kau akan menemui Aya lagi?
Ya, begitulah.
Setelah itu kami akan pergi ke tempat persembunyian.
Kalau begitu, dadah!
Dadah, Pak!
Harusnya, selamat tinggal, 'kan?
Rasanya aneh saat melihat mereka berdua bersama-sama, ya.
Kurasa dengan ini, masalah Aya Nakanishi sudah selesai.
Ya.
Anu, Satoru.
Kenya juga, terima kasih.
Kurasa menyingkirkan rasa kesepian seseorang itu memang hal yang bagus.
Sejak kedua orang tuaku bekerja,
rumahku selalu kosong saat aku pulang, jadi aku sangat mengerti itu.
Aku merasa senang saat kau mau melakukannya untukku, Kayo, dan Aya.
Hei!
Ayo pergi ke tempat persembunyian!
Aku sudah ingin buru-buru ke sana.
Lo, di mana Kazu?
Dia pergi menemui Aya.
Kenapa?
Kenapa?
Aya tahu tempat persembunyiannya, 'kan?
Ya, itu memang benar, tapi ....
Ya, sudahlah!
Ayo kita pergi!
Ah, ya!
Selamat tinggal, Pak!
Cepatlah!
Jangan tergesa-gesa!
Tunggu aku!
Itu benar!
Aya Nakanishi.
Hiromi Sugita.
Dan Kayo Hinazuki.
Penculik itu memang akan membunuh ketiga anak itu,
tapi kali ini, dia pasti takkan bisa menyentuh mereka.
Tapi, tanpa adanya sebuah petunjuk, apa aku bisa menemukan penculik itu?
Lihat?
Dia terlihat seperti anak perempuan, 'kan?
Hebat, 'kan?
Satoru.
Apa ini adalah akhir dari permainan menjadi detektif?
Tentu saja belum.
Tahun 2006, Pak Sawada berkata kalau Ibuku tahu siapa pelaku yang sebenarnya.
Kemungkinan dia adalah orang yang Ibu kenal di tahun 1988.
Ini memang tidak seperti permen milik Pak Guru, tapi setelah kehilangan targetnya,
pelakunya pasti akan mencari target pengganti.
RUANG GURU
Minggir.
Kalau begitu, kami akan menonton pertandingan hoki es.
Apa Hamada akan bermain?
Tentu saja.
Hebat, ya.
Kalau begitu, sampaikan salam semangatku untuknya, ya.
Tentu!
Dadah!
Maaf karena membuatmu menunggu!
Apa kau sadar kalau Yanagihara selalu sendirian akhir-akhir ini?
Misato?
Sepertinya dia selalu menjaga jarak dari orang-orang
sejak kejadian hilangnya uang makan siang itu.
Begitu, ya.
Nanti senin, akan kucoba menyapanya.
Ya.
15 Maret 1988
Selamat makan!
Hari ini aku mungkin akan pulang sedikit terlambat.
Tidak apa-apa, tapi telepon ibu saat kau mau pulang, ya.
Ya, aku berangkat!
Selamat jalan, Satoru!
Sampai jumpa!
Kita boleh naik mobilnya Pak Guru!
Benarkah?
Mari kita tinggalkan seseorang, yuk.
Itu ide bagus!
Bagaimana caranya agar aku bisa menyapanya?
Ayo kita lakukan!
Bus?
Satoru.
Kudengar kali ini Misato yang selalu sendirian.
Ya, itu benar, tapi ....
Mungkin dia sedang menuju ke pusat olah raga, Wakaba.
Benarkah?
Sepertinya Pak Yashiro menyuruhnya untuk menyemangati Hamada.
Oh iya, sepertinya di pertandingan terakhir, dia juga menonton sendirian.
Terima kasih!
Apa kita juga harus pergi?
Tidak, mungkin aku saja sudah cukup.
Aku hanya mau melihat-lihat.
Begitu, ya.
Jika kau masih mau melanjutkan bermain detektifnya, aku meminta laporan penuhmu besok.
No comments yet. Be the first to leave one.