لومړۍ 200 کرښې.
Adik Ke-4, untuk menemukan kandang domba,
kami semua mengandalkanmu.
Ya, adik Ke-4. Untuk orang sepertimu,
mereka tak akan ragu lagi.
Bagaimana dengan kita?
Tak bertindak.
Perlahan saja.
SI MATA SATU V 4 HARIMAU PERANG
t r a n s l a t e d b y m a h s u n m a x
Adik, kau tahu dimana aku bisa minum?
Terima kasih.
Kudengar "Si 4 Setan" sedang di kota.
Apa yang harus kita lakukan?
Mungkin mereka datang berjudi disini.
Ada kasino dekat sini.
Bernama Birdcage.
Mereka bertiga, Eagle, tertua. Kedua Monkey,
dan ketiga, Boar, sudah muncul.
Tapi ada yang termuda, adik keempat
cukup misterius.
Tak seorang pun pernah melihatnya.
Ada rumor
dia cukup aneh dan misterius.
Mungkin dia menyembunyikan dirinya di kandang domba.
Tak seorang pun bisa katakan.
Kau bicara omong kosong.
Menurutku mereka berempat selalu membawa 10 orang untuk mengacau.
Kita bukan tandingan mereka, tapi kita tidak perlu takut dengan mereka.
Kita harus mengubah gaya hidup kita,
Benar. Cepat atau lambat,
mereka akan segera kemari.
Kenapa kita tidak pergi sekarang?
Setelah mereka mengambi alih tempat ini, kita bisa menukarnya untuk uang.
Jangan buang waktu. Ayo.
Kau!
Sobat. / Sudahlah, hati-hati dengan araknya. Tumpah semua.
Ada masalah dengan mataku sejak muda. Mataku tidak begitu baik.
Dasar kau ini! / Sudahlah.
Baiklah. / Duduklah.
Jangan marah begitu, ayo minum.
Bagus!
Permainan yang bagus!
Ayo. Minum lagi.
Ayo. / Kembalilah. / Ayo.
Ayo pergi. / Ayo.
Nona
Kudengar permainanmu tadi,
dan aku sangat menyukainya.
Bisakah kau memberitahuku namamu?
Mm... Namaku Wang Zhujun.
Apakah ini memuaskanmu?
Nona Wang.
Aku meninggalkan rumah ketika masih kecil.
Pertama aku masih bisa melihat burung di langit,
tapi segera aku tidak akan bisa melihat cahaya.
Kita mungkin bukan Boya dan Ziqi,
Aku sangat tersentuh.
Tuan, kau rupanya ahli musik.
Aku tidak berani menerimanya sebutan terhormat itu.
Aku sangat senang malam ini.
Dan kudoakan kau masa depan yang cerah.
Tunggu.
Bisakah kau memberitahuku namamu? / Aku tidak punya nama,
tapi kau bisa memanggilku Voraiya.
Zhujun, kau bicara dengan siapa?
Aku tadi di luar dan mendengar suaramu.
Omong kosong.
Kupikir kau terlalu lama di luar untuk menjadi setia denganku.
Aku istrimu, bagaimana kau bisa mencurigaiku?
Dimana tip malam ini? Berikan padaku.
Cepatlah!
Tidak terlalu banyak, juga tidak sedikit. Kau ingin apa?
Jangan banyak bicara. Aku suamimu. Berikan padaku.
Untuk berjudi, kan?
Aku kalah terakhir kali,
dan aku akan memenangkan mereka kembali.
Kecil...
Aduh.
Yang besar!
Ayo!
Pasang taruhanmu. / Kecil...
Buka! / Ayolah! Kecil!
Ayo. / Singkirkan tanganmu.
Besar. / Ayo!
Singkirkan tangan! Buka!
Besar!
Jangan takut kalah. / Lanjutkan untuk menang.
Kecil!
Buka!
Besar!
Terus! Ayo!
Kecil!
Bagaimana aku memanggilmu?
Panggil aku Zhang He.
Apakah ini ada hubungannya
untuk bermain disini?
Kulihat kau sering datang kemari.
Boleh kutantang kau dengan taruhan?
Satu untuk semuanya.
Uangku disini.
Baiklah. Mari kita mulai.
Giliranmu.
Kau duluan.
Enam ganda. / Enam tripel.
Empat enam.
Lima enam.
Enam enam.
Lima.
Kau membiarkanku menang. / Jangan pernah menyesalinya.
Kau menang, tuan.
Uang yang sangat banyak.
Aku akan mengambilnya.
Tuan.
Menang atau kalah itu umum, dan pemenangnyalah yang mengambilnya.
Tuan, kita harus bermain lagi jika ada kesempatan.
Baik.
Sampai jumpa. / Sampai jumpa.
Kak, orang itu dari kandang domba kan?
Dia satu-satunya di kasino yang memakai baju orang penting.
Kita bisa katakan dia dari sana.
Dari kedai arak.
Benar. Menurut pesan adik Ke-4 kemarin, dia melihat kandang domba. Dia pasti dari sana.
Jika kita mengikutinya, kita pasti mendapatkan sesuatu.
Kau hebat. Kita ikuti dia dengan hati-hati.
Adik, ini arak bukan air. Mau mencobanya?
Kutunjukkan sesuatu padamu.
Uangnya sangat banyak. Darimana asalnya? / Aku memenangkannya.
Apa? Tidak senang?
Ini uang haram. Bisa bermasalah.
Ketika aku kalah, kau menyebutku domba hitam. Sekarang aku menang, kau tidak senang. Apa masalahnya?
Dibunuh karena itu?
Zhujun.
Ketika aku punya cukup uang, aku akan membawamu keluar dari sini.
Saat itu kita bisa menetap bukannya berkelana.
Selama kau masih suka berjudi, kau tidak akan pernah membawaku kesana.
Kau pecundang.
Sial!
Ini jebakan. Cepatlah. / Apa yang terjadi?
Kita harus pergi sekarang.
Apa yang terjadi? / Berhenti bertanya.
Kelompok gangster mengikutiku kemari. Cepat kemasi barangmu.
Cepatlah.
Cepat.
Kandang dombanya begitu saja.
Adik ketiga, ini lebih baik daripada tidak ada apa-apanya.
Kurasa adik keempat membuat pilihan yang tepat.
Teman-teman, apa yang kalian cari?
Adik kecil, mau ikut denganku?
Ingat.
Malam ini tidak terjadi apapun.
Bangkai, 36. Kulit, 42.
Kita bisa mendapat banyak uang.
Tidak sekarang. Mana adik Ke-4? Dia baru saja ke sini.
Tapi cepat sekali menghilang. / Benar.
Aku juga tidak bisa menemukannya. / Kakak, ada yang tidak beres.
Ini buruk. / Apanya yang buruk?
Kematian mereka sudah cukup aneh. Luka mereka bekas pedang.
Itu memberitahu kita, itu dilakukan oleh mesin pembunuh.
Mana penjudinya? / Dia sudah lari.
Aku sengaja membiarkannya menang, dan dia pasti pikir aku pencundang.
Dan lari dariku. / Mari kita...
tangkap dia. Bunuh dia.
Tenang saja.
Lagipula uangnya milik kita. Sementara ini biarkan dia.
Mungkin adik Ke-4 sekarang sedang mengikutinya.
mahsunmax
Kenapa kau lambat sekali?
Kita melarikan diri dari mereka. Bagaimana dengan yang lainnya?
Kenapa tidak... Kenapa kita tidak kembali dan melihatnya?
Kau konyol, bagaimana kau masih memikirkan yang lain?
Sudah hentikan, cepat.
Kalian ingin kamar? / Kamar yang mewah.
Juga kalau ada, berikan aku anggur.
Maaf. Kami memang punya
kamar, kalau anggur...
Apa? / Kau tidak tahu. Ada kabar di kota.
Kelompok 4-Setan ada di kota, yang menyebabkan kami tidak nyaman dan mengambil semua barang-barang.
Jadi aku kekurangan makanan dan anggur.
Kalau kau benar-benar ingin minum, kau bisa beli minuman di luar.
Penjahat itu lagi.
Baik. Aku akan pergi.
Kau tunggu di sini. Aku akan segera kembali.
Kita baru saja lepas dari bahaya, sekarang tidak terlalu penting untuk minum.
Tenanglah. Sekarang Karena kita sudah tidak dalam bahaya, kita harus minum.
Nona
Bagaimana keadaanmu?
Tolong jangan diangkat. Aku jelek.
Jangan membuat dirimu takut.
Tuan, kemarin kita baru saja bicara.
Dan sekarang, kita bertemu lagi di sini.
Benar.
Terjadi sesuatu kemarin malam.
Dan banyak orang mati. / Aku tidak mengira kau bisa lolos.
Aku beruntung.
Tidak sepertimu.
Masih ada yang melindungimu.
Kenapa kau belum tidur?
Nyanyianmu membawaku kemari.
Dibandingkan dengan...
Lagumu.
No comments yet. Be the first to leave one.