لومړۍ 200 کرښې.
Wahai saudara hantu,
ini uang saku yang kubakar untukmu.
Ambil dan belanjakan sesuka hatimu.
Aku sudah melihat banyak orang,
tapi aku belum pernah melihat pria...
...yang bersikap seperti wanita tua.
Apa maksudmu, seperti wanita tua?
Hari ini pertengahan bulan ketujuh;
makanya kubakar uang kertas untuk arwah.
Hidup miskin saja sudah cukup buruk.
Apa tidak lebih buruk miskin saat jadi hantu?
Satu lembar ini sudah 50 juta.
Total keseluruhannya bahkan lebih besar,
daripada kekayaan Wang Yong-qing!
Hantu jauh lebih enak, aku ingin mati saja!
Sabar. Giliranmu akan segera tiba.
Kami diperintah menyelidiki kasus di Hang Hau.
Gerbang dibuka,
dan kuda-kuda berpacu berdampingan.
No. 3 Hercules memimpin...
...selisih setengah kepala saja.
Hercules memimpin sepanjang jalan.
Ayo, lebih cepat!
Kali ini pasti menang!
Ayo! Aku pasti menang kali ini!
Di posisi ke-3, No. 6 Naga Terbang Macan Lompat.
Hercules turun ke posisi ke-4.
Sial! Kuda ini tak punya stamina.
Lebih baik aku lompat dari gedung saja.
Kau selalu bilang begitu.
Kenapa kau belum mati juga?
Tak ada apa-apa di sini. Ayo pergi.
Menurut pengarahan sersan,
tak ada apa-apa bukan berarti tak ada masalah.
Diamlah, paham?
Cepatlah. Putriku menungguku makan malam.
Sudahlah. Kau mau menemui pacarmu.
Apa urusannya denganmu?
Kalau kau tak mau, aku yang pergi. Jalan kaki saja sana.
Hanya beberapa jalan lagi.
Ada apa ini?
Polisi! Jangan bergerak!
Jangan bergerak!
Kau mau lari?
Kau takkan bisa lolos!
Jangan bergerak!
Bergerak lagi sedikit saja,
aku akan meledakkan kepalamu!
Kau berani juga!
Sialan kau, orang tua!
Kau bau!
Itu namanya "punya wibawa".
Sebelum melihatku, kau sudah mencium aromaku.
Lanjutkan saja.
Baik.
Bagaimana jika ada bukti di gudang itu?
Apa dia bisa menanganinya sendiri?
Lebih baik aku kembali dan melihatnya.
Ah Biao...
Zhang Biao.
Ceausescu.
Marcos.
Apa aku sudah mati?
Polisi Penjudi Tak Bisa Bayar Utang...
...Melakukan Bunuh Diri.
Ini tidak benar.
Aku tewas saat menyelidiki sindikat narkoba.
Kau tahu siapa yang membunuhmu?
Aku tak melihat wajahnya.
Kalau begitu, kau mau mengaku bunuh diri?
Tidak.
Berarti penyebab kematian tetap "Tidak Diketahui".
Yang Mulia,
bisakah kau izinkan aku kembali menyelidiki?
Ini bukan hotel. Kau tak bisa keluar masuk sesuka hati!
Yang Mulia, kita sama-sama pelayan publik.
Bisa beri aku keringanan?
Keringanan? Tergantung kau paham aturannya.
Aturan?
Apa ini cukup?
Ini sangat cukup.
Aku pergi kalau begitu.
Tunggu. Ada dua hal yang harus kau ingat.
Siapa pun yang punya tanda lahir itu adalah penyelamatmu,
tapi jika seperti ini, dia pembawa petakamu.
Ada juga hadiah pribadi dariku.
Untuk apa ini?
Ini berisi jimat dan mantra yang berguna.
Mantra? Bagaimana aku menemukan penyelamatku?
Tebak, kantor polisi tempat polisi mencari.
Kantor polisi?
Tenang. Ruangan mana?
No. 1.
No. 1.
No. 2.
No. 3.
Mari bermain.
Berikan kartunya.
Jika kau menebak dengan benar, kau menang.
Perhatikan baik-baik.
Mari coba lagi.
Instruktur pelatih sudah datang.
Kau hebat.
Tapi takkan berguna. Aku yang bagi kartu.
No. 1.
No. 2.
No. 3.
Masuklah, jangan takut.
Ke sana.
Lepas celanamu.
Cepat.
Tunggu.
Apa yang kau lakukan?
Berlindung.
Apa ini akan berhasil?
Tentu...
Aku bisa melihat.
Tapi mereka tidak.
Berbalik.
Bungkukkan badan.
Anak sialan ini penyelamatku.
Bungkukkan badan.
Untuk apa?
Pemeriksaan mendalam. Bungkukkan badan.
Pemeriksaan mendalam.
- Cepat. - Hei... Tidak...
Bungkukkan badan.
Penyelamatku. Tuhan tahu siapa menyelamatkan siapa?
Tidak!
Kubilang bungkukkan badan! Pemeriksaan mendalam!
Bungkukkan badan!
Nona, sebaiknya kau bekerja sama.
Bukankah aku sudah bekerja sama?
Siapa yang menyuruhmu naik ke meja?
Apa maksudmu, petugas?
Jangan pura-pura bodoh, jalang!
Siapa yang pura-pura bodoh?
Kau yang menyuruhku duduk di sini.
Kau berani melawan?
Aku tidak berani melawan.
Itu namanya melawan!
Kau sakit? Kau satu-satunya yang berani melawan!
Aku benar-benar tidak berani melawan.
Selamat pagi.
Pak.
Pak, hai!
Maaf mengganggu. Apa kabar?
Ada orang di rumah?
Maaf.
Kau ini?
Aku.
Siapa kau?
Petugas 1997, melapor untuk tugas.
Kenapa markas mengirim orang seperti ini?
Apa yang kau lakukan?
Ayahmu memanggilmu.
Itu ayahmu.
Dia tak bisa bayar utang judi ke rentenir,
lalu dia bunuh diri. Itu ayahmu.
Maaf, aku minta maaf.
Hentikan omong kosong itu dan ikut aku.
Apa yang kita lakukan di sini?
Menurutmu?
Bagus.
Mau kencing, petugas?
Tebakan bagus.
Angkat kakimu. Angkat!
Kenapa?
Gerakkan kakimu.
Apa yang kau lakukan, Bu?
Ini toilet pria! Apa yang kau lakukan di sini?
Kau tanya apa yang kulakukan di sini?
Aku sudah mengepel lantai ini belasan tahun.
Kau pikir aku di sini untuk melihat pemandangan?
Lagipula, bentuk apa yang belum pernah kulihat?
Sayang sekali.
Kau menghinaku?
Jangan macam-macam dengannya, petugas.
Jika dia marah, kau akan dalam masalah.
Memangnya dia siapa?
Perawan seribu tahun satu-satunya di bumi.
Jika kau membuatnya kesal,
seluruh kantor takkan bisa menenangkannya.
Kau sanggup?
324, 325, 326, 32...
327, 328, 329, 330, 33...
Kecantikan Agung!
300... berapa hitunganku tadi?
Terima kasih.
Bukan urusanmu, tutup pintunya!
Apa yang kalian berdua lakukan di sini?
Tidak ada. Kami membawanya mengambil senjata.
Kemari.
Nomormu?
Tanda tangan di sini.
Kau baru di sini,
jadi kuberi tugas sederhana.
Aku sudah mengirim 2 petugas wanita...
...untuk menyamar di panti pijat.
Pergi dan hubungi mereka.
No comments yet. Be the first to leave one.