The Tragedy of Macbeth

The Tragedy of Macbeth

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

ㅡThe Tragedy of Macbeth ATV-RT-01:45:08
د لخوا تبصره DD_Movie
ATV RETAIL | t.me/ddmoviechannel

تګونه

other
په خپور شو: 2022-02-12
ډاونلوډونه: 45
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kapan akan bertemu kembali kita bertiga?

Di kala petir, kilat, atau hujan?

Ketika usai hiruk pikuk peperangan.

Ketika satu pihak ada yang kalah dan ada yang menang.

Di mana kita bertemu?

Di ladang tandus.

Kita bertemu Macbeth di sana. Kita bertemu Macbeth di sana.

Baik itu buruk, dan buruk itu baik.

Mari terbang melalui kabut dan udara dekil.

Salam, Kawan.

Laporkanlah kepada Raja tentang keadaan peperangan saat kautinggalkan.

Sementara waktu, tampak meragukan.

Ibarat dua perenang keletihan yang tersedak dan saling berpegangan.

Macdonwald yang kejam,

bersama dewi fortuna, tersenyum atas tujuan terkutuknya,

ibarat dewi fortuna adalah selirnya.

Namun semua itu tak cukup.

Karena Macbeth yang pemberani, dia layak mendapat julukan itu,

mengolok dewi fortuna, mengayunkan pedang, menghabisi siapa saja yang menghalanginya,

bagai pelayan keberanian yang memahat jalannya hingga menghadapi budak itu. bagai pelayan keberanian yang memahat jalannya hingga menghadapi budak itu.

Yang tak berjabat tangan, maupun berpamitan,

hingga dia membelahnya dari pusar hingga tulang rahangnya

dan menancapkan kepalanya di tembok istana.

Sepupuku yang gagah berani. Pria yang mulia.

Segera setelah keadilan bersama pasukan kita

membuat prajurit Irlandia kabur tunggang langgang,

tetapi raja Norwegia, melihat peluangnya, dengan senjata berkilauan

dan prajurit baru, memulai penyerangan.

Bukankah ini menggentarkan kapten kita, Macbeth dan Banquo?

Ya.

Seperti gagak terhadap elang, atau kelinci terhadap singa.

Maka, mereka menggandakan serangan terhadap lawan.

Entahlah.

Lukaku meratap minta bantuan.

Hidup raja.

Dari mana asalmu, Thane yang baik?

Dari Fife, Paduka Raja,

tempat bendera Norwegia berkibar menjajah negeri kami, menggentarkan rakyat kami. tempat bendera Norwegia berkibar menjajah negeri kami, menggentarkan rakyat kami.

Norwegia, dengan pasukan berjumlah besar, dibantu pengkhianat paling tak setia,

Thane Cawdor, memulai pertempuran berdarah.

Hingga Macbeth dan Banquo, dengan zirah perang yang kuat,

melawannya dengan kekuatan setara.

Besi beradu besi, lengan beradu lengan, melumpuhkan semangatnya.

Sampai akhirnya,

kemenangan jatuh ke tangan kita.

Sangat menyenangkan.

Thane Cawdor tak akan lagi mengkhianati kita.

- Tidak. - Umumkan hukuman matinya.

Segera kulaksanakan.

Dan gelarnya sebelumnya,

berikan kepada Macbeth.

Dari mana kau, Saudari?

Membunuh babi.

Saudariku, di mana kau?

Lihat yang kudapat.

Tunjukkan kepadaku!

Ini, ada ibu jari pelaut, karam seperti niatnya untuk pulang.

Ada genderang!

Macbeth akan datang.

Ya.

Aku akan berlayar ke sana dalam saringan.

Kuubah diri jadi tikus tanpa ekor, akan kulakukan hal-hal kepadanya.

Bagai jerami, akan kukeringkan jiwanya. Bagai jerami, akan kukeringkan jiwanya.

Dia tak akan tidur malam maupun siang...

...kelopak matanya terus terbuka.

Dia akan hidup bagai orang yang terkutuk jiwanya.

Selama sembilan kali sembilan pekan

dia akan makin kurus, lemah, dan menderita.

Para saudari aneh, bergandengan tangan.

Menjelajah di lautan dan di daratan.

Berdansa, berputaran.

Tiga kali untukmu, dan tiga kali untukku.

Dan tiga kali lagi agar menjadi, eh...

Sembilan.

Cukup.

Mantranya siap.

Ah, belum pernah kulihat hari menyenangkan dan mengerikan terjadi bersamaan.

Seberapa jauh jarak ke Forres?

Makhluk apa ini? Begitu kurus mereka dan aneh busana mereka,

mereka tak seperti makhluk bumi, padahal mereka ada di sini.

Kalian makhluk hidup? Bisakah menjawab pertanyaanku?

Bicaralah, jika bisa. Makhluk apa kalian?

Salam, Macbeth.

Salam kepadamu, Thane Glamis.

Salam, Macbeth. Salam kepadamu, Thane Cawdor!

Salam, Macbeth.

Sang calon raja.

Apakah kalian khayalan? Atau kalian memang manusia? Apakah kalian khayalan? Atau kalian memang manusia?

Jika bisa melihat dalam benih waktu

dan menyatakan benih mana yang tumbuh dan mana yang tidak,

katakanlah kepadaku, aku tak mau bantuanmu dan tak takut akan kebencianmu.

Kau kurang hebat dari Macbeth, tetapi juga lebih hebat.

Tak terlalu bahagia, tetapi jauh lebih bahagia.

Keturunanmu kelak akan menjadi raja, walau kau tak akan menjadi raja.

Jadi, salam, Macbeth dan Banquo.

Banquo dan Macbeth.

Salam.

Tunggu, para pembicara tak sempurna. Katakan lagi.

Aku tahu aku Thane Glamis, tetapi bagaimana dengan Cawdor?

Thane Cawdor masih hidup, pria yang sejahtera.

Dan untuk menjadi raja, itu tak bisa kupercaya.

Katakanlah, dari mana kalian mengetahui hal aneh ini?

Atau, mengapa kalian menghentikan kami di padang gersang dengan sapa ramalan ini?

Bumi memiliki gelembung, seperti halnya air.

Mereka pasti berasal dari sana. Ke mana mereka lenyap?

Tubuh mereka meleleh lenyap bagai napas dalam angin.

Andai mereka tetap di sini.

Apakah makhluk yang kita bicarakan ini sungguh nyata?

Ataukah kita makan akar gila yang memenjarakan akal kita?

Anak-anakmu kelak menjadi raja.

Kau akan menjadi raja.

Dan Thane Cawdor juga. Bukankah begitu kata mereka?

Begitulah tutur mereka. Begitulah tutur mereka.

Siapa itu?

Raja merasa senang, Macbeth, mendengar keberhasilanmu.

Ketika dia mendengar kisah pertarunganmu melawan para pemberontak,

begitu kagum dan penuh pujian hingga dia merenung yang mana untukmu dan untuknya.

Kami diutus menyampaikan terima kasih dari raja kami.

Untuk mengantarmu menemuinya, bukan untuk memberimu imbalan.

Dan, untuk memberimu hadiah kecil,

Raja memintaku untuk menyebutmu Thane Cawdor.

Maka dengan ini, salam, Thane yang mulia. Maka dengan ini, salam, Thane yang mulia.

Sebab gelar ini milikmu.

Apa, bisakah iblis berkata jujur?

Thane Cawdor masih hidup. Mengapa aku diberikan gelarnya?

Thane itu memang masih hidup,

tetapi telah dijatuhi hukuman berat atas nyawanya yang layak dihilangkan.

Baik dia bertarung untuk pihak Norwegia,

atau diam-diam membantu pihak pemberontak,

atau mungkin dia membantu keduanya demi kehancuran negaranya, entahlah.

Tetapi pengkhianatan besarnya, yang telah diakui dan dibuktikan,

telah menggulingkannya.

Terima kasih atas kabar darimu.

Glamis dan Thane Cawdor.

Kabar terbaiknya masih menyusul. Kabar terbaiknya masih menyusul.

Tidakkah kau berharap anak-anakmu kelak menjadi raja?

Saat penyihir yang meramalkan gelar Cawdor untukku menjanjikan tak kurang?

Jika kau memercayainya, mungkin kau akan sungguh bertakhta,

seperti gelar Thane Cawdor.

Tetapi ini aneh.

Seringnya, untuk memancing kita menuju kehancuran,

pesuruh iblis akan mengatakan kebenaran,

meyakinkan kita dengan kebenaran kecil, mengkhianati kita dengan akibat terdalam.

Godaan gaib ini tak bisa buruk, tak bisa baik.

Jika buruk, mengapa aku dijanjikan keberhasilan, yang menjadi kenyataan?

Aku Thane Cawdor.

Jika baik, mengapa aku memikirkan gambaran seram hingga rambutku malang melintang

dan membuat jantungku berdebar menghantam rusukku secara tak wajar?

Pemikiran burukku lebih menakutkan daripada situasi bahaya saat ini.

Walau membunuh hanya dalam khayalan,

membuatku tak mengenali diriku, menguasai kemampuanku untuk bertindak,

dan yang bermakna, hanya yang tiada.

Jika takdir ingin aku jadi raja, mungkin aku bertakhta tanpa perlu lakukan apa-apa.

Apa pun yang terjadi.

Waktu dan jam tetap berjalan melalui hari terburuk.

"Mereka menemuiku pada hari kemenanganku.

Dan sejak itu aku mengetahui,

mereka memiliki pengetahuan melebihi manusia.

Ketika aku sangat ingin lebih lanjut bertanya,

mereka berubah menjadi udara, dan lenyap begitu saja.

Ketika aku diam terpukau tentangnya,

datanglah pembawa pesan dari raja, yang menyebutku 'Thane Cawdor',

gelar, yang sebelumnya, disebutkan para saudari aneh kepadaku

dan merujukku sebelum memanggilku 'Salam, calon raja.' dan merujukku sebelum memanggilku 'Salam, calon raja.'

Kupikir aku harus memberimu kabar ini, pasangan tersayangku dalam kehebatan,

agar kau mungkin tak melewatkan rasa kebahagiaan

karena tak tahu kehebatan yang dijanjikan untuk kita.

Simpanlah rahasia ini dalam hati, dan sampai jumpa."

Kini kau Glamis, dan Cawdor.

Dan kau akan menjadi seperti yang dijanjikan.

Namun aku takut akan sifatmu.

Kau terlalu dipenuhi susu kebaikan manusia untuk bersikap ganas pada peluang pertama.

Kau ingin menjadi hebat.

Kau bukan tanpa ambisi, tetapi tak punya kekejian yang diperlukan.

Hal yang paling kauinginkan, ingin kaudapatkan dengan mulia.

Kau tak mau bertindak licik, namun ingin menang dengan curang.

Cepatlah pulang,

agar aku bisa mencurahkan bujukanku di telingamu.

Dan mengendalikan dengan kekuatan lidahku

semua hal yang mencegahmu mencapai takhtamu.

Apakah eksekusi sudah dilakukan terhadap Cawdor?

Baginda.

Aku sudah berbicara dengan seseorang yang melihat kematiannya,

yang melaporkan bahwa dia terus terang mengakui pengkhianatannya,

memohon ampun dari Baginda dan sangat menyesali perbuatannya.

Dia tak pernah melakukan apa pun semulia caranya berpulang.

Dia mati ibarat seseorang yang telah berlatih dalam kematiannya

cara mengabaikan jabatannya yang paling berharga, seolah-olah hanya sampah. cara mengabaikan jabatannya yang paling berharga, seolah-olah hanya sampah.

Tak ada cara untuk bisa membaca pikiran manusia hanya dengan menatap wajahnya.

Dia seorang pria baik yang dahulu aku sangat memercayainya.

Oh, sepupuku yang hebat.

Aku sangat terbebani oleh utang budiku kepadamu.

Aku hanya bisa mengatakan, imbalan apa pun tak cukup untuk membalas jasamu.

Kesempatan untuk melayani Anda sudah berupa hadiah bagiku.

Kau disambut di sini.

Dengan menjadikanmu Thane, aku akan menjadikan kariermu cemerlang.

Tuan Banquo, kau pun pantas mendapat penghargaan seperti Macbeth,

dan semua orang harus mengetahuinya,

mendekatlah kepadaku dan akan kuberikan cinta dan niat baikku.

Jika aku berjaya, itu berkat Anda.

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left