لومړۍ 200 کرښې.
Syncing by Fariba، Bahar، Sareh_M
Alih bahasa oleh Hafsah Nurbait
Okju!
Ayo Pergi
Simpan tasnya di kursi belakang
Ayah! Apakah rumah kakek besar?
Tentu saja, rumah kakek lebih besar dari rumah kita
Kalian pasti senang kan bisa bertemu kakek?
Aku sih biasa saja
Ayah sudah bilang pada kakek bahwa kita akan datang?
Tentu saja sudah
Aku sangat merindukan tempat itu
Tempat di mana orang-orang kesayanganku tinggal
Tempat itu sangat jauh
Hatiku sangat merindukan tempat itu
Sepanjang aku berjalan di jalan yang asing ini
Aku selalu memikirkan kerinduan itu
Hatiku menangis, karena merindukanmu
Dongju, Ayo turun!
Ayo sini
Sekarang kakek sedang di rumah sakit, Karena terkena heatstroke.
Aku akan menjemputnya sekarang Kalian masuk saja ke rumah duluan.
- Kakek tidak apa-apa? - Ya, penyakitnya tidak terlalu serius.
Ayo cepat masuk!
Hei!
Cepat ke sini!
Siap!
Hei!
Dongju, Ayah dan kakek pulang!
Hati-hati.
Saat ini cuaca sangat panas, Kamu harus membiarkan pintu ini terbuka
Halo kakek.
Halo.
Jadi, Ayah ...
Dia namanya Okju.
Dan ini Dongju. Mereka sudah sangat besar kan?
- Beri salam pada kakek. - Halo, Kakek.
Nyalakan kipas anginnya.
Dari mana kalian mendapatkan kursi ini?
Dari lantai atas.
Pintar.
Ayo makan ini dengan Dongju.
Silakan makan, Ayah.
Makanlah dengan nyaman. Jangan malu-malu.
Aku tidak malu-malu.
Ayo makan.
Ayah.
Setidaknya ayah juga harus makan sesuatu.
Iya.
Setidaknya ayah harus makan supnya.
Jadi begini,
Aku dan anak-anak rencananya akan tinggal di sini, setidaknya hingga liburan musim panas.
Selain itu, Aku juga khawatir karena Ayah tinggal di sini sendirian.
Tidak apa-apa kan?
Iya, tidak apa-apa.
Oh iya,
Ayah sangat senang sekal dengan makanan manis.
- Sedikit saja. - Baiklah.
Sudah lama kita tidak makan ini, enak sekali.
- Benar kan?- ا - Ya.
- Rasanya semakin enak karena kita bisa makan bersama Kakek kan? - Ya.
Ayo cepat makan.
- Hei!. - Kenapa?
Matikan lampu dan tidurlah di tempat lain.
Tapi aku ngantu banget.
Sana keluar.
Aku juga ingin tidur di kelambu.
Ini kamarku. Kamu tidur di kamar lain sana.
Tidak mau.
- Pergi! -Enggak mau.
Ini kan kamarku.
Aku tidak mau.
Di sana tempatnya sempit.
Di sini juga sempit.
Kakak mau tidur, cepat pergi sana.
Aku tidak punya tempat untuk pergi.
Seorang kakak kok kelakuaknnya begini?
Baiklah, tidur nyenyak sana!
Hei!
Ayo berbaring dan tidurlah.
Aku tidak punya kamar, aku harus tidur di mana?
Tidur di sebelah ayah saja.
Atau tidur di sebelah kakakmu sana.
Kakak selalu menyebut kamar itu sebagai kamarnya, Padahal bukan.
Kenapa kamar itu menjadi miliknya?
Bilang pada kakak untuk berbagi kamar.
Ayah, Aku ingin tidur di kamar itu.
Ya, boleh terserahmu saja.
Baiklah.
- Tidurlah. - Ya, Selamat malam.
Ayah!
- Halo! - Oh, halo.
Ayah, apakah kepalamu masih sakit?
Tidak apa-apa?
Ayah membuatku kaget.
Apakah ayah sudah diperiksa CT Scan?
Ya, sudah.
Kau tahu kan, akhir-akhir ini cuaca sangat panas.
Bahkan anak muda sekarang juga bisa terkena heatstroke.
Ya ampun.
Kapan hasil pemeriksaannya akan keluar?
Kamu tidak perlu terllau khawatir.
Semua karena cuaca yang panas akhir-akhir ini.
Ayah hanya merasa sedikit lelah.
Jika ayah beristirahat dan makan teratur, Dia akan segera pulih.
Ayah, kamu baik-baik saja kan?
Aku akan mengeluarkan mobil dari parkiran dulu,
Bawalah ayah pelan-pelan.
Ayah, ayo berdiri.
Ayo kita pergi, ayah.
Akan kubantu.
Hati-hati.
- Aku ambil mobil dulu ya. -Ya.
Hei, jangan lakukan itu.
Tapi kan seru.
Jangan menyentuh barang apapun ya.
Tombol untuk apa ini?
Kak, Kamu mau ke mana?
Kak, Lihat sini! Aku menemukan bola!
Kakak!
Kakak!
Aku ingin naik sepeda.
Tidak bisa, kakimu terlalu pendek.
Minggir sana.
Hei!
Ayah, hati-hati.
Aku belum sempat membereskan barang pindahan. Jadi, agak berantakan.
Barang pindahanmu banyak?
Tidak begitu banyak.
Aku sudah membuangnya sebagian barang yang tidak diperlukan.
Hati-hati jalannya, ayah.
Dongju!
Okju!
Bibi Mijung datang.
Okju! Dongju!
Sini ke mari, anak-anak!
Wow, kalian sudah semakin besar!
Okju, kamu semakin terlihat dewasa!
Sudah berapa lama kita tidak bertemu?
- Sudah berpaa lama ya? - Aku tidak tahu.
- Sekarang aku sangat tinggi. - Wow!
Hei, turunlah!
Kenapa kamu jadi ssangat tinggi dan berat?
Ayo kita masak sesuatu yang enak.
Bibi mau masak apa?
Apa ya ...
Pokonya makanan yang enak!
Wanginya sangat enak.
Aku mencium aroma saus kecap.
Betul.
Coba cicipi ini.
Ya ampun. Sausnya terkena wajahmu.
Kak Byunggi.
Kapan terakhir kita bertemu?
Saat Hari Chuseok ya?
Tidak.
Saat itu aku masih berada di China.
Oh, iya betul.
Lalu, kapan terakhir kita bertemu?
Sepertinya ...
Saat pernikahan Paman Jinyoung di Suwon.
Oh, iya benar.
Kita pernah bertemu di penikahan paman.
- Oh, iya betul. -Akhirnya aku ingat!
Saat itu keluarga Jinyoung semuanya datang terlambat,
Jadi, Kakaklah yang menyambut para tamu.
Ya, betul.
Jinyoung sangat berterima kasih padaku.
Kalau tidak salah,
Dia berbulan madu di Greece, dan memberiku hadiah yang spesial.
Dia memberiku sabun.
Aku juga mendapat hadiah sabun darinya.
Oh, Ya ampun.
Aku kira hanya aku yang mendapat hadiah sabun!
Ngomong-ngomong,
Kamu sudah memberi tahu suamimu, bahwa kamu akan makan malam di sini?
Untuk apa?
Kenapa aku harus memberi tahu semua hal yang kulakukan.
Terserah aku saja.
Menginap saja di sini, Bibi!
- Menginap? - Ya.
- Baiklah, Bibi akan tidur bersama Dongju. - Hore!
Ayo beli sepatu dnegan harga terbaik!
Ayo dilihat dulu saja!
Silakan dibeli sepatunya!
Kamu boleh tinggal di sini lebih lama.
Tidak, aku harus segera pulang.
Aku sudah berhutang budi banyak padamu.
Tidak apa-apa.
Siapa?
Okju, ini bibi!
- Bibi. - Apa?
Berapa usiamu di foto ini?
Sepertinya ...
Itu saat aku piknik musim semi di kelas 1 SMP.
Ternyata foto itu ada di sini.
Kamu terluhat menggemaskan.
- Aku akan menyimpannya di atas meja ya. - Ya.
Wow.
Ternyata kamu punya tirai anti nyamuk.
No comments yet. Be the first to leave one.