لومړۍ 200 کرښې.
Aku bersulang untuk kalian hari ini.
Lin juga bilang,
ini harapan terakhir kita.
Kalian 20 orang yang paling berani di daerah ini.
Apa kalian bisa keluar dari pengepungan?
Demi menyelesaikan masalah binatang kuno.
Harapan rakyat negeri ini....
akan diserahkan kepada kalian.
Mohon bantuan semuanya.
Waktunya sudah tiba.
Bukalah peti matinya.
Kalian semua tidak mengenalku, kan?
Aku...
LUWU UTARA | YOYONG MASAMBA
Kau yakin ini pengadilan daerah?
Apa yang terjadi dengan orang pertama yang memerintah?
Tiga hari.
Baru datang tiga hari.
Belum duduk di kursi jabatan....
dia sudah tergeletak di pinggiran kota.
Saat mayat Tuan itu ditemukan,....
Ketua.
Ketua.
...sangat mengerikan.
Tuan.
Ketua, pelan-pelan.
Tuan.
Pelan-pelan, Tuan.
Tuan.
Upacara ritual di daerah kami selama 3 tahun,
berjalan lancar.
Tua Lin.
Berkat Jiji...
Binatang kuno tak melukai lagi orang.
Jika kau berhenti,
siapa yang bertanggung jawab jika terjadi sesuatu?
Jelaskan padaku.
Gu Ling yang pertama mati. Yang kedua matinya gimana?
Kenapa kalian berdua datang? / sudah kubilang biar aku saja.
Kami datang ke sini...
Shen Mo, Feng.
Aku bertanya padamu.
Tujuh hari.
Kepala desa kedua lebih lama...
daripada yang pertama.
Tapi tak terlalu lama juga.
Saat datang... juga sama seperti dirimu....
gak percaya pada binatang kuno.
Tidak percaya binatang kuno?
Itu namanya pejabat yang pikirannya jernih.
Tidak, sadar.
Dia sudah gila.
Lao Lin, sudah seperti ini,
untuk apa kau masih mengkhawatirkan hal ini?
Aku bisa pergi sendiri.
Tidak, ya.
Lao Lin, untuk apa kau datang?
Tuan.
Tuan.
Dia sudah mengacaukan upacara sembahyang.
Ini luar biasa.
Menurut hamba,
lebih baik segera cari cara untuk menebus upacara itu.
Kau bilang ada kepala kota ketiga.
Yang ketiga...
sama sekali tidak datang.
Begitu kepala kabupaten mendengar dia datang ke kabupaten kami,
Kepala Suku, silakan duduk.
Langsung mengundurkan diri dan pulang ke rumah.
Itu berarti...
dia tidak pernah menemui gubernur selama tiga tahun.
Tidak ada lagi.
Hari ini mengganggu upacara sembahyang,
sudah membuat binatang kuno marah.
Jika binatang kuno melukai orang,
aku mau lihat caramu mengatasinya.
Ketua,
Perkataanmu tidak masuk akal.
Tuan Gao yang memerintahkan,
aku baru membawanya ke gua sembahyang.
Meskipun monster itu menyalahkannya,
itu juga tidak bisa salahkan aku.
Tuan, binatang kuno itu...
Kau sangat menyebalkan.
Aku selalu mengabaikanmu.
Kau sama sekali tidak mengerti.
Masih terus mengomel.
Binatang kuno yang mengomel. Aku tidak mengerti.
Kenapa binatang kuno makan makanan?
Makanan yang ditanam rakyat,
kenapa harus diberikan? Membunuh orang jika tak diberi.
Logika apa ini?
Aku cuma dengar yang namanya binatang makan daging....
atau rumput.
Gak pernah kudengar hewan makan nasi mantou.
Mie.
Aduh, membuatku marah.
Bisakah kalian gunakan otak?
Pikirkan baik-baik.
Ini bukan perbuatan baik.
Ini perbuatan manusia.
Tuan.
Sekarang kau pejabat di Kabupaten Qinjie kami.
Jika ada yang mati lagi,
takutnya kau juga tidak sanggup menanggungnya.
Tuan Gao, gawat.
Gulu membunuh orang lagi.
Aku sudah bilang.
Jelas-jelas tahu upacara hari ini akan terganggu, pasti akan terjadi sesuatu.
Siapa suruh kalian keluar larut malam?
Adikku sangat lapar di rumah.
diam-diam keluar mencari makanan.
Aku tak lihat dia dirumah...
jadi aku keluar mencarinya.
Tidak terpikirkan.
Turut berduka cita.
Tuan Gao, dari awal aku sudah bilang,
jika ada yang mati, kau tidak bisa menanggungnya.
Sekarang baru datang hari pertama sudah mati.
Apa rencana Tuan Gao?
Semuanya dengarkan baik-baik.
Siapkan makanan untuk sembayang bunga besok.
Ikuti aku untuk menyembah upacara.
Jika tidak segera melakukan upacara peringatan,
takutnya binatang kuno akan datang lagi.
Binatang kuno dari mana?
Binatang kuno, ampuni aku.
Binatang kuno, ampuni aku.
Binatang kuno, ampuni aku!
Ampun, binatang kuno.
Binatang kuno, ampuni aku, ampuni aku.
Saat aku pulang dan berkemas besok,
untuk mencatat beras,
bertemu dengan Tuan Gao.
Untuk memahami situasi di Guli.
Dia datang menanyaiku.
Nona, duduklah.
Tuan, silakan duduk.
Di rumah kami sama sekali tak punya kursi.
Duduklah.
Kenapa kau...
Kau seperti ini.
Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana.
Katakan bagaimana adikmu meninggal.
Bilang apa lagi?
Adiknya meninggal.
Dia mati kelaparan.
Makanan keluarga mereka sudah dikorbankan ke binatang kuno selama 3 tahun.
Semua warga desa geram.
Tak ada yang peduli dengan kehidupan orang lain.
Tapi Tuan Gao yang baru datang ...
berbeda dengan istrinya.
Mereka bahkan tak duduk di kursi panas,
terus memikirkan cara untukku.
Apa yang terjadi?
Pikirkan cara untuk rakyat.
Siapa yang menyuruh kalian sembahyang dengan beras?
Itu Lin Tua.
Tapi dia bukan seperti itu.
Apa pria tua berambut panjang itu?
Aku tahu dia bukan orang baik.
Nyonya.
Hari ini kau melihat tiga pria itu,
sebenarnya ketua itu sangat cemas.
Shen Mofeng sangat licik.
Lin selalu membantu.
Bekerja keras saat tidak ada urusan lain.
Apa maksudnya?
Pasti ada sesuatu.
Jangan lihat mereka berdua berisik,
tapi aku yakin mereka berdua....
bisa mengubah nasib daerah miskin ini.
Shen Mo, Feng.
Aku tanya sekali lagi, masuk atau tidak?
Aku tidak mau.
Kemarin kau masih bilang padaku,
dalam tiga tahun ini,
kau yang terus bertahan di pedagang kabupaten.
Kau Tuan Penasihat...
dan juga petugas keamanan, benar tidak?
Benar.
Kalau begitu,
mayatnya pasti ada di sana.
Bukankah kau harus ikuti aku masuk?
Bersama-sama, memeriksa. / Tuan.
Jangan bilang begitu/
Bantu aku pegang ini.
Begini.
Yang hamba katakan kemarin...
semuanya benar.
Hamba memang bekerja tiga kali.
Tapi malangnya,
identitasku hari ini....
sebagai Tuan Penasihat.
Tidak, ini sebuah karya.
Jangan lakukan pekerjaan yang dibuat-buat.
Karena itu Tuan Penasihat,
Kemarin, di lokasi penemuan,
Kenapa tidak ikut denganku?
Aku harus menemani Nyonya.
No comments yet. Be the first to leave one.