لومړۍ 200 کرښې.
Juara Dunia NBA 1981
Kau menonton ini?
Ya, aku sedang menontonnya.
Celtics memenangkan gelar Juara Dunia NBA ke-14 mereka...
Dan meski Boston berwarna hijau...
Pria yang identik dengan semua kemenangan itu...
Adalah Red.
Aku sangat bangga pada mereka!
Inilah hasil kerja keras, tekad, dan kerja sama tim.
Dia tak mungkin menang tanpa pemain fenomenalnya...
Menjadi juara di tahun keduanya sebagai pemain profesional.
Meskipun Paskah mungkin telah berlalu bagi pendukung Boston...
Mereka bisa merayakan Kedatangan Kedua dalam basket.
Selamat datang di French Lick, Indiana
Hoosier punya banyak harapan untuk musim '73-'74 mereka.
Kau bicara tentang tim...
Yang sudah mencatat 23 menang dan lima kali kalah dalam semusim...
Dan memenangkan sebagian turnamen 10 Besar...
Seri dengan Michigan.
Hei, Ayah.
Apa yang kau lakukan di sini?
Bukankah kau ada latihan?
Libur akhir pekan.
Baiklah.
Mari kita minum bir.
Tidak usah, terima kasih.
Terserah kau saja.
Bagaimana kabar ibumu? Sudah mampir?
Belum.
Aku akan mampir nanti.
Jika dia menyuruhmu ke sini, itu berarti aku terlambat.
Aku sudah memberi tahu penegak hukum.
Dia tak menyuruhku.
Aku memang ingin bertemu dengan Ayah.
Kenapa ingin?
Kalian lebih baik tanpaku.
Jangan bilang begitu.
Itu kenyataannya.
Satu-satunya hal benar yang pernah kulakukan adalah kau.
Anakku yang masuk kuliah.
Aku berhenti kuliah.
Apa katamu?
Kuliah bukan untukku.
Aku tak merasa nyaman di sana. Aku tak seperti yang lain.
Tuhan memberimu peluang yang lebih baik...
Tapi kau terlalu takut mengambilnya.
Bukan begitu.
Selama aku di IU...
Aku selalu memikirkan tempat ini.
Karena kau berpikiran sempit.
Mau lihat masa depanmu di sini?
Kau sedang melihatnya.
Kukira kau ingin mengubah hal itu.
Aku tak mau kembali ke sana.
Kau sudah besar.
Kau bisa lakukan yang kau mau.
Bird Mencuri Perhatian
Kalian tak hanya asal melempar.
Biarkan bola bergulir dari ujung jari.
Mudah sekali.
Jika mudah, kenapa kau tak begitu saat melawan Houston?
- Apa? - Ya.
Itu salah satu lemparan terburuk yang pernah kulihat dalam hidupku.
Dan aku sudah cukup lama hidup.
- Hei, dengar... - Kalah dalam pertandingan itu...
Tersingkir seluruh musim.
- Memalukan. - Ya.
- Larry Bird pasti bisa masukkan. - Tentu saja.
Dia juga pekerja keras.
Itu sebabnya dia memenangkan kejuaraan...
Dan kau di sini mengajar anak-anak.
Andai aku di Boston, bukan di Lansing yang payah.
Andai aku Larry Bird.
Kau pasti juga mau jadi dia.
Kenapa orang tuaku membuang uang untuk perkemahan ini?
- Ya, kau berengsek. - Larry Bird pasti bisa masukkan.
Larry Bird yang terbaik.
Hei! Tunjukkan rasa hormat!
Earvin?
Suruh mereka berlatih tembakan melayang.
Baik. Segera.
Ayo, Anak-Anak. Tembakan melayang itu penting.
Ayo, cepat! Lemparkan bolanya!
- Aku kosong! - Setengah-setengah.
Di sini.
Lempar ke sini!
Kau baik-baik saja?
Ya, aku baik-baik saja.
Hei, Coop.
Tahun lalu, saat mereka memberimu perpanjangan kontrak...
Kau tak meminta apa-apa?
Ya. Aku juga terkejut.
Itu sangat tak terduga, bukan?
Bayangkanlah. Sesaat, gajiku sebanyak ini...
Kemudian berikutnya, aku dibayar sepuluh kali lebih banyak...
Untuk melakukan hal yang sama?
Aku tidak percaya.
Aku selalu mengira mereka membenciku.
Pak West dan Pak Sharman.
Sejujurnya, kukira mereka akan menyingkirkanku.
Tapi tidak, mereka pasti menyukaiku.
Aku ingin menjadi pemain Lakers seumur hidupku.
Ya.
Selamat, Coop.
Apa yang salah?
Dimulai dengan pemimpinnya.
- Itu kau, bukan? - Benar.
Tapi kenyataan bahwa kau harus menanyakan itu...
Cukup membuktikan maksudku.
Hierarkinya tidak jelas.
Tahun lalu, posisiku dilemahkan oleh manajemen.
Yang kubutuhkan untuk melakukan pekerjaan yang kau tugaskan...
Adalah wewenang yang lebih besar.
Kau memberinya terlalu banyak wewenang.
Dia membatalkan kesepakatan David Thompson...
Hanya untuk membuktikan maksudnya, dan itu merugikan kita.
Profesor gila itu bisa hancurkan seluruh tim ini.
- Tanya saja yang lain. - Aku bertanya padamu.
- Aku? - Ya.
Apa Paul dihormati semua pemain?
Paul pria yang cerdas.
Mereka menghormatinya.
Jadi, siapa masalahnya?
Pemain kesayanganmu, Magic.
Kau tahu aku kecewa dengan jawaban itu, Norman.
Aku membaca semua artikel omong kosong itu...
Dan berharap mereka hanya memelintir kata-katamu.
- Kukira kau berjiwa besar. - Aku?
Doktor Buss, bukan aku yang gagal melakukan lemparan itu.
Dia melihat ada empat pemain yang kosong.
Aku, Kapten, Coop, Silk.
Mungkin Chick Hearn juga.
Tapi tidak, dia ingin jadi pahlawan.
Semua orang mungkin terlalu takut untuk mengatakannya padamu.
Masalah di tim ini adalah Magic Johnson.
Kau pikir Earvin jadi terlalu angkuh?
Magic menghubungi kita melalui perwakilannya.
Dia meminta perpanjangan kontrak di luar kesepakatannya saat ini.
Perpanjangan kontrak?
Kita mengontraknya selama lima tahun.
Tapi dia meminta lebih. Jaminan untuk jangka panjang.
Pertanyaannya, kenapa?
Apa yang dia tahu, tapi kita tidak?
Semua dokter dan ibunya sudah memeriksa lututnya, Jerry.
Mungkin performanya akan kembali musim depan.
Tapi jika tidak, kontrak lima tahun itu...
Akan terasa sangat lama.
Jika dia ingin lebih banyak uang dan kau memberikannya...
Itu akan membuat semua pemain lain berpikir...
Kau lebih pentingkan dia daripada yang lain.
Kami menghargai pertimbanganmu, Doktor Buss.
Biarkan kami mengurus masalah yang mendesak.
Ikat Kareem dan yang lainnya dengan kontrak.
Jika masih ada uang yang tersisa...
Barulah kau bisa memutuskan tentang Magic.
Apa yang harus kulakukan sampai saat itu?
Bersabarlah.
Sial, aku akan terlambat.
Kau libur malam ini?
Keluargaku akan main Monopoli.
Kukira ayahmu lebih suka main Twister.
Jika aku bisa meyakinkannya untuk bayar lebih kepada Martina...
Kurasa kita punya kesempatan untuk menangkan semuanya.
Apa?
Aku senang mengetahui kau tak hanya memikirkan bisnis.
Mari kita lakukan.
Wujudkan.
Impian menjadi kenyataan.
Maaf aku terlambat.
Aku terjebak macet di Sepulveda.
Boleh kusiapkan papannya?
Jean Bean, kami sudah mulai bermain.
Maaf, kau tak boleh main kali ini.
Kau ingat Honey?
Ya.
Hai.
Dahulu kau sering memakai sepatu hak tinggiku.
Kulihat kini kau punya sepatu sendiri.
- Ya. Sudah dewasa. - Ya.
Honey mengambil bidakmu, jadi...
Tidak.
Sial, tak ada yang memberitahuku.
- Maaf. - Ambil kursi, Sayang. Ayo.
Sudah kubilang dia tak akan keberatan.
Tidak apa-apa. Saat kita mulai...
Terkadang aku jadi kuda poni, bukan?
Tidak apa-apa. Kami yang menyuruhmu memilih apa pun yang kau mau.
Ya. Ambil kursi, Jean Bean.
Ayah, aku tak tahu...
Seberapa cermat Ayah mengikuti klasemen...
Tapi prestasi Strings sangat baik.
Hebat.
Ya, servis pertama Anna yang terbaik di seluruh liga.
Sial, aku masuk penjara.
Baiklah.
Tapi kita bisa lebih baik untuk babak playoff...
San Diego gagal...
Jadi, mereka ingin membeli Martina Navratilova.
Aku perlu sedikit uang tambahan untuk gajinya.
- Jadi, aku berpikir jika kita... - Tidak, Sayang.
No comments yet. Be the first to leave one.