د خپرونې معلومات

Sisters-in-law E065-068 Webrip
د لخوا تبصره indri danti22
credit to VIU

تګونه

webrip
web
BRip
په خپور شو: 2017-09-14
ډاونلوډونه: 16
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Kalian akan tinggal bersama orang tuamu?

Min Ho bukan putra Ibu lagi.

Dia akan tinggal bersama ibuku.

Apa katamu?

Astaga.

Min Ho adalah suamiku

dan putra menantu kesayangan orang tuaku,

jadi, tolong jangan berbicara kasar dengannya.

Hai.

Kita akan mengambil kasur ini, meja rias,

rak buku, dan meja tulis.

Baik. - Baik.

Yang benar saja.

Lalu balik namakan semua properti atas nama Min Ho

menjadi namaku.

Apa? Pajak balik nama?

Jika aku harus membayar terlalu banyak, tunda dahulu.

Sayang. - Kita bicarakan lagi nanti.

Kenapa kamu tampak frustrasi lagi?

Min Ho akan pindah ke rumah mertuanya.

Dia akan tinggal bersama mereka.

Astaga, dasar bodoh.

Dia bersungguh-sungguh.

Geum Byul membawa semua mebelnya.

Apa?

Ayo.

Bibi, bisa tolong bantu aku memindahkan perabotan kami?

Anda sungguh akan pergi dari rumah ini?

Ya. Terima kasih atas segalanya.

Tolong jaga ayah dan ibuku.

Sadarkah kamu dengan perbuatanmu?

Untuk apa Min Ho pindah ke rumah orang tuamu?

Maafkan aku, Ayah.

Karena tidak mendapatkan bantuan dari Ayah,

kami terpaksa pindah ke rumah orang tuaku.

Ini hanya sementara, sampai kami punya tempat tinggal sendiri.

Putraku, bersama orang tuamu? Jangan bermimpi.

Kamu dan ibumu pasti membujuk Min Ho.

Ini keputusan Min Ho.

Aku tidak bisa membiarkan dia tinggal bersama mertuanya.

Dia putra satu-satunya selama tiga generasi.

Beraninya kamu membuat dia tinggal bersama keluargamu.

Ibu bilang, kami bisa mencoba tinggal di gubuk atau tenda

dan melakukan apa pun yang kami mau.

Itulah alasan kami memutuskan tinggal bersama orang tuaku.

Ibu lebih sudi kalian tinggal di tenda.

Ibu tidak bisa membiarkannya tinggal bersama orang tuamu.

Kenapa rumah orang tuaku

lebih buruk daripada gubuk atau tenda?

Ayah bilang tidak. Beraninya kamu membantah.

Di mana Min Ho?

Dia sedang mengemas perabotan kantornya.

Apa? - Apa?

Tolong kirimkan sisa perabotannya.

Akan kukirimkan alamatnya.

Pak, kenapa Anda melakukan ini?

Aku tidak mendengar kabar apa pun.

Terima kasih atas semua kontribusimu.

Kinerjamu sangat hebat dalam membantu pria ini

yang telah dipercayakan bekerja di kantor ini, lalu naik jabatan

hanya karena dia putra pimpinan.

Pak...

Tolong bantu aku satu hal lagi.

Tolong bantu adikku saat dia menjabat.

Kamu sungguh akan melawan ayah?

Aku tidak punya niat melakukan itu.

Yang kamu lakukan saat ini adalah melawan ayah.

Aku bukan siapa-siapa.

Bagaimana mungkin aku melawan Ayah?

Aku tidak bisa menang melawan Ayah

dan tidak ingin menang.

Dasar bodoh.

Maaf karena aku bodoh.

Aku mungkin memang bodoh,

tapi aku tetap manusia sebelum menjadi putra Ayah.

Aku ingin mencari tahu apa yang bisa kulakukan sendiri

sebagai manusia.

Kamu akan sangat menderita, itulah yang akan kamu rasakan.

Aku sudah siap untuk itu.

Jika tidak bisa melakukan apa pun sendirian,

pasti aku akan merangkak kembali ke bayangan Ayah sekali lagi.

Jika aku kembali... - Meski kamu kembali,

siapa bilang ayah akan menerimamu?

Dasar bodoh.

Astaga, Pak Park.

Jaga kesehatan, Pak Han.

Terima kasih atas semua kontribusi Anda.

Tapi Pak Park...

Ada apa dengan Pak Park?

Dia baru saja mengundurkan diri.

Apa?

Kak, kumohon angkat teleponnya.

Kakak tidak boleh pindah ke sana. Bagaimana dengan Ibu dan Ayah?

Aku akan dipekerjakan di sana karena Kakak.

Pesan Anda telah disimpan.

Dia tidak mengangkat telepon.

Meski Ibu menuntut Kak Geum Byul,

itu akan sia-sia, kecuali mereka setuju bercerai.

Ibu melihatnya saat dia bilang mereka akan pindah.

Ibu seharusnya tidak memojokkan mereka seperti itu.

Ibu harus berlagak jual mahal dengan mereka.

Ibu tidak menyangka Min Ho akan meninggalkan kita.

Apa orang tuanya lebih buruk daripada bedebah itu?

Kakak marah. Tidak heran dia berbicara seperti itu.

Itu sebabnya Ibu harus lebih menghargai hidupnya.

Kalian berdua yang tidak pernah menghargai hidup kami.

Tidak kusangka, Myung Ja dan putrinya.

Mereka memanipulasi putra ibu.

Ibu, ayolah. - Lepaskan.

Ibu akan menghancurkan segalanya jika melakukan ini karena emosi.

Ibu harus tenang.

Ibu harus mencuri hati Kakak.

Bagaimana ibu bisa tenang saat ini?

Ini sangat membuat ibu frustrasi.

Ayo ikut ibu. - Ke mana?

Bercerai?

Mereka tidak akan terpisahkan.

Jika kamu memisahkan mereka,

hidup mereka akan lebih baik.

Akankah dia pulang?

Dia akan pulang bersama putri menantumu.

Mari kita lihat apakah dia bisa pulang sendiri.

Dia bisa pulang sendiri

atau tidak?

Jika pulang sendiri, dia akan pulang dalam keadaan mati.

Astaga,

ini sangat menyedihkan.

Apanya?

Dia akan bersama mertuanya, bukan? - Ya.

Jika tinggal bersama orang tuanya,

dia akan hidup nyaman dan hidup mewah.

Dia akan hidup seperti pengemis bersama mertuanya.

Pengemis? - Pengemis?

Astaga.

Mereka akan sangat tidak ramah.

Dia akan merasa tidak nyaman setiap harinya.

Astaga, adakah jalan keluarnya?

Ayah tidak pernah bilang kamu boleh tinggal di sini.

Kenapa kamu tidak memikirkan ini baik-baik?

Kamu harus memohon maaf,

jangan mencoba melawan mereka.

Ayah Min Ho mengajukan surat perceraian untuk kami.

Apa? - Apa?

Itulah sebabnya dia memutuskan pergi.

Kalian memilih aku bercerai,

atau tinggal di sini bersama Min Ho?

Tentu, kami memilih kalian berdua tinggal bersama kami.

Di mana Min Ho?

Di kantor, sedang mengemas perabotannya.

Kamu di mana? - Aku baru saja pergi.

Sekretaris Jung dan Ayah akan melatih siapa pun penggantiku.

Aku akan pulang.

Kemasi barang-barang Eun Byul.

Dia tidak akan kembali kemari.

Setengah akan menjadi lemariku dan sisanya ruang kerja Min Ho.

Eun Byul akan datang jika kita menyuruhnya mengemas perabotan?

Ibu sudah meneleponnya? - Belum, sejak hari itu.

Entah Han Joo bilang apa,

tapi ibunya menatap ibu layaknya serangga saat kami bertemu.

Ibu merasa begitu bersalah dan frustrasi.

Han Joo memang aneh.

Keluarganya menganggap ibu aneh dan tidak peka.

Ibu rasa Eun Byul bersungguh-sungguh kali ini.

Kenapa? Dia mengatakan sesuatu?

Dia menyalahkan segalanya kepada Ibu.

Seakan-akan Ibu mendiskriminasi kalian berdua dengan sangat jahat.

Katanya

dia akan menganggap ibu mertuanya sebagai ibu kandungnya.

Ibu mertuanya adalah ibu kandungnya?

Dia sudah gila.

Dia sedang delusi atau apa?

Itu pasti mebelmu.

Nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif.

Dia tidak akan mengangkat telepon. - Tinggalkan pesan...

Halo? - Rupanya kamu yang menjawab.

Ini Geum Byul. - Hai.

Eun Byul tidak mengangkat telepon.

Jika kamu bersamanya,

suruh dia pulang dan mengambil perabotannya.

Kami akan membuang semuanya jika dia tidak menginginkan apa pun.

Apa maksudmu?

Kami sedang mengosongkan kamar dia.

Kamu gemar membuat ibuku terlihat seperti penjahat?

Dia tidak pernah menginginkan kalian berdua bercerai.

Itu ide Jun Young.

Siapa itu?

Geum Byul. Apa maksudnya

mereka sedang mengosongkan kamarmu dan menyuruhmu mengambil perabot?

Mereka sedang mengosongkan kamarku?

Apa ini karena kamu

bilang akan memutuskan hubungan dengan mereka?

Kalau begitu, ayo kita ambil barang-barangku.

Jika itu benar, tidakkah ini keterlaluan?

Aku tidak peduli.

Kasurnya memenuhi seisi kamar.

So Hee bilang apa saat kamu bilang Min Ho akan pindah?

Dia lebih sudi kami tinggal di gubuk atau tenda.

Ayah juga marah.

Mereka kehilangan putra mereka satu-satunya.

Min Ho sungguh akan mengundurkan diri dari kantornya?

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left