لومړۍ 200 کرښې.
Halo, Bu Han.
Siapa kamu?
Anda ingat aku?
Siapa kamu?
Ibu baik-baik saja?
Rasanya kepalaku sakit sekali.
Keadaannya sedang tidak baik.
Kita harus pergi, Jae Bin.
Kamu tidak boleh pergi.
Kamu yang melakukannya.
Kamu mencoba membunuhku.
Hwa Kyung, kamu mendorongku dari tangga.
Dasar jahat.
Ibu.
Ibu, benarkah itu?
Dia sungguh mendorong ibu dari tangga?
Woo Jung, apa maksudmu?
Ibu baru saja bilang
Hwa Kyung mendorongnya.
Setahuku dia mengidap delirium.
Jae Bin.
Kakak sungguh percaya Hwa Kyung melakukan itu?
Kita tidak mempermasalahkan itu sekarang!
- Lalu apa? - Apa kamu memang mau menjenguknya?
Ayo.
Si Licik itu akan mencoba membunuhku lagi!
Kamu harus menangkapnya!
Penjarakan dia sekarang juga!
Dasar licik.
Aku mengerti dia sedang tidak sehat, tapi ini keterlaluan.
Bagaimana bisa dia menuduhku ingin membunuhnya?
Lantas kenapa saat itu kamu pergi?
Seharusnya kamu segera membawanya ke rumah sakit.
Apa kamu tidak sengaja mendorongnya?
Kamu
mencurigaiku?
Kamu pikir aku yang mendorongnya
dan dia tidak tergelincir?
Tega sekali kamu juga berpikir seperti itu.
Kamu tahu dia ingin menyampaikan apa kepadaku di hari itu, bukan?
Kamu mencegah dia agar tidak memberitahuku, bukan?
Katakan. Jangan bohong!
Sedang apa kalian?
Kenapa aku mendengar kalian bertengkar di kantor?
Bertengkarlah di rumah.
Maaf, Paman.
Maaf, Paman.
Hwa Kyung, aku perlu bicara denganmu.
Apa? Han Joo Won tiba-tiba berkata seperti itu?
kudengar dia mengalami delirium,
tapi ini terlalu delusional.
Kamu yakin dia salah?
- Apa? - Kamu tidak melakukannya?
Kamu tidak mendorongnya dari tangga?
- Ayah. - Panggil aku "Paman".
Tolong aku, Paman.
Hentikan program Direktur Yoon agar tidak tayang.
Pimpinan Oh sudah memberikan izin.
Bagaimana aku bisa menghentikannya?
Tolong cari cara.
Ini bukan hanya masalahku.
Program ini akan tayang di Stasiun Miseong.
Tapi begitu dia membahas kasus Han Joo Won,
dia pasti akan membahas aku.
Dan aku yakin dia akan menjebakku sebagai pelaku.
Lantas bagaimana dengan citra Miseong?
Paman harus mengurus ini sebelum Pimpinan Oh tahu.
Aku akan mencari cara.
Hwa Kyung, kamu ada di sini.
Ibu.
Ada yang harus kubahas dengan Paman.
Ada apa?
Kamu berjanji menjenguk Han Joo Won bersama.
Kudengar dia mengalami delirium.
Aku ingin tahu bagaimana wanita angkuh itu
telah berubah.
Lantas, apa Hwa Kyung pelakunya?
Adikmu menggambar ini?
Artinya dia melihat kejadiannya.
Aku yakin Woo Cheol melihatnya.
Ayo segera wawancarai dia.
Woo Cheol tidak seperti orang lain.
Dia mengidap sindrom savant.
Meski dia menyaksikan kejadiannya, tidak banyak yang akan percaya.
Lalu kita harus bagaimana?
Kita harus menemukan lebih banyak bukti kuat.
Kamu bimbang harus memberi tahu Hwa Kyung gambar itu atau tidak?
Kamu juga begitu.
Kamu pintar memihak.
Aku sudah tahu ingin memihak siapa.
Memihak?
Aku juga harus memihak.
Dia terlihat muda,
tapi kualifikasinya lebih baik.
Bagaimanapun, fisiognominya bagus.
- Untuk apa foto ini? - Apa?
Bu Kang pemilik salon
terus memintaku melihat ini meski aku sudah menolaknya.
Jadi, kamu ingin mengaturkan kencan buta Do Bin dengan mereka?
Bukan seperti itu.
Apa kamu baru akan sadar setelah aku menceraikanmu?
Cerai?
Do Bin akan menikahi wanita pilihannya. Biarkan saja.
Jangan mengkhianati seseorang padahal orang itu dalam kesulitan.
Aku tidak ingin Do Bin menjadi pria seperti itu.
Ini bukan berkhianat.
Lagi pula Do Bin bukan suaminya dan tidak tinggal dengannya.
Jika kita tidak bersiap,
Woo Jung akan mengambil putra berharga kita.
Aku sangat frustrasi.
Hentikan sekarang juga.
Jangan campuri kehidupan Do Bin.
Jika membawa pulang hal seperti itu lagi...
Lantas apa? Kamu akan menceraikanku?
Ya! Kita akan langsung berpisah.
Kamu pikir aku takut?
Baiklah. Ayo bercerai secepatnya.
Ada apa?
Kamu merasa tidak nyaman?
Haruskah aku merasa nyaman?
Masuklah lebih dahulu. Aku ingin ke toilet.
Apa yang ingin kamu pastikan?
Betapa Joo Won menjadi sangat menderita?
Betapa suamiku sangat mengasihaninya?
Jangan goyah.
Han Joo Won dan Woo Jung
hanya jelata.
Dahulu aku pewarta terkenal?
Kenapa aku tidak mengingat itu?
Myung Joon.
Kamu mengenaliku?
Bagaimana tidak?
Itu konyol.
Myung Joon, mendekatlah.
Kenapa kulitmu sangat kasar?
Ada apa?
Kamu terlihat tua.
Joo Won.
Kamu sedang kesulitan?
Maafkan aku.
Joo Won, sadarlah.
Anda sedang apa?
Ingatan ibumu terhenti di saat kami masih berpacaran.
Itu akibat deliriumnya.
Mohon pergi.
Keluar sekarang juga.
Nona.
Kenapa menyuruh Myung Joon-ku pergi?
Berani sekali.
Ibu.
Myung Joon, nona itu terus memanggilku "Ibu".
Sedang apa kamu?
Aku bisa menjelaskannya...
Anda siapa?
Anda cantik sekali.
Kamu mengenalnya?
Joo Won, lepaskan tanganku.
Tidak mau. Aku sangat merindukanmu.
Kenapa kamu terus bersikap seperti orang asing?
Ibu, tolonglah.
Ibu aneh.
Ibu sedang sakit.
Lepaskan dia.
Ada apa, Bu?
Kenapa melihat kami dengan tatapan menyeramkan?
Kubilang, lepaskan dia sekarang juga.
Myung Joon adalah suamiku.
Apa maksudmu?
Myung Joon suamimu?
Myung Joon, benarkah itu?
Kenapa kamu sudah menikah?
Kenapa kamu menikahi orang lain?
Itu salah, bukan? Kamu tidak melakukannya, bukan?
Tolong aku.
Kenapa?
Kenapa aku harus menolongmu?
Tolong aku.
Seharusnya kamu memintaku membunuhmu.
Mungkin aku akan menolongmu.
Aku meminta pertolonganmu.
Aku memintamu menyelamatkan aku. Tapi kamu meninggalkanku di sana.
Kamu ingin aku mati, bukan?
- Lepaskan. - Ibu.
Ibu, tolong hentikan.
Kalian berdua harus pergi.
Yeon Hee.
Joo Won sedang tidak sehat.
Aku paham kamu merasa tersinggung...
Apa? Kamu bilang kamu paham?
Apa sekarang aku harus melawan masa lalumu dengan Joo Won juga?
Dia sakit. Kamu harus membiarkannya.
Apa? Dia sakit? Aku harus membiarkannya?
Apa lagi yang harus kuhadapi?
Saat waras, dia keterlaluan.
Sekarang, dia mendekatimu
dan berlagak sebagai pacarmu.
Bukankah dia memanfaatkan rasa sakitnya
untuk menggodamu?
Dan kamu menikmatinya?
Kamu melantur.
No comments yet. Be the first to leave one.