لومړۍ 200 کرښې.
Diterjemahkan oleh : faridusman IDFL™ SubsCrew
Oh Se Ho.
Tempat ini terlarang bagi siswa.
Ini sudah lama sekali...
...karena kita bertiga ada di sini.
Di sini hidupku hancur.
Karena kebohongan yang kau katakan.
Aku tidak berbohong.
Aku juga tidak./ Jangan ngelantur!
Memangnya kapan aku pernah mendorongmu?
Kau ke sini untuk bunuh diri.
Di satu titik, aku penasaran...
...apa arti omong kosongmu itu.
Tapi sekarang tidak lagi.
Alasan dirimu ingin mati...
...sudah bukan urusanku lagi.
Ini menyakitkan.
Kau kejam, Kang Bok Su.
Hei, Son Soo Jeong. Kau sungguh berpikir...
...aku ini mendorong dia?
Aku dengar.
Se Ho memohon padamu untuk menyelamatkannya.
Kang Bok Su.
Tolong selamatkan aku!
Harusnya kau percaya padaku meski orang lain tak percaya.
Bagaimana aku bisa percaya padamu?
Hentikan saja.
Apa perasaanku padamu...
...tidak berarti apa-apa bagimu?
Bagaimana jika aku tidak bisa kuliah?
Aku minta kau cari guru matematika lain.
Ketua Kelas.
Ya?
Kau rangking satu lagi?
Ya.
Kau menyewa guru privat mahal? Berapa harganya?
Ya, berapa?
Wali kelas memintaku datang ke kantor.
Aku akan kembali.
Dasar.
Berapa banyak dia membayar guru privatnya?
Dia berlagak layaknya orang kaya di sini.
Mungkin orang tuanya dosen.
Tidak, pekerjaan ortunya komisaris sekolah.
Itu sebabnya dia embat semua beasiswa sekolah.
Menyebalkan sekali dia./ Kenapa...
Hei, duduklah.
Kau takkan menang melawan gadis.
Kenapa dia bicara seperti itu?
Kang Bok Su. Kenapa mengikutiku?
Mengikuti?
Aku mengantarmu pulang.
Jangan hiraukan aku. Teruslah belajar.
Tidak, aku akan pulang sendiri.
Aku tidak suka berjalan pulang sama seseorang.
Jangan ikuti aku.
Ini dia.
Ketua Kelas, rumahmu besar juga.
Kau boleh pulang./ Aku akan melihatmu masuk duluan.
Kau duluan.
Rasanya kita seperti berkencan.
Kenapa kau tidak pulang sekarang?
Baiklah, aku akan pulang.
Dah.
Ya, dah.
Sampai jumpa besok. Dah. Selamat malam.
Cepat pulanglah.
Siapa?
Oh, iya.
Siapa?/ Maaf, saya salah rumah.
Ya./ Maaf.
Ketua Kelas.
Berhenti mengikutiku.
Aku tidak mengikutimu.
Aku cuma mengantarmu pulang.
Aku tidak pernah berbohong.
Aku cuma biarkan mereka percaya apa yang mereka ingin percaya.
Mengatakan kebohongan seperti itu...
...aku tak pernah.
Aku tahu.
Di mana pun kau tinggal,...
...kau...
...tetaplah Son Soo Jeong.
Ya?
Di sini.
Ini rumah asliku.
Begitu.
Sekarang aku tahu rumahmu,...
...setiap hari aku akan mengantarmu pulang.
Apaan? Pulanglah ke rumah.
Aku akan melihatmu masuk duluan.
Aku akan.../ Tidak, tunggu.
Ya...
Dah./ Dah.
Benar.
Aku tidak malu.
Apa yang salah menjadi miskin?
Astaga, siapa yang melakukan ini pada gerbangku?
Siapa pun itu,...
...dia pekerjannya bagus.
Astaga.
Pintu terbuka dengan mudah.
Dia bagus.
Aku ingin tahu siapa yang melakukan ini.
Astaga.
Bukankah gerbangnya secantik dirimu sekarang?
Sampai jumpa lagi.
Bok Su, kau konyol.
Aku jauh lebih cantik.
Son Soo Jeong. Jangan masuk sekarang.
Apa?/ Kau akan terluka saat kau masuk.
Apa maksudmu?
Kurasa...
...Bok Su mengatakan sesuatu yang tidak boleh ia ucapkan.
Ketua Kelas ada di sini.
Ayo.
Aku bisa urus diriku.
Apa yang terjadi.../ Hei, Ketua Kelas.
Kudengar kau hidup di balik kupon makanan.
Bagaimana bisa kau menipu kami seperti itu?
Kau pasti menertawakan kami saat kami menanyakan tentang guru privatmu.
Iya, kan?
Aku tak berniat menipu kalian.
Hei, kami semua mengira dirimu berasal dari keluarga kaya.
Kau tertawa setiap kali kami bertanya tentang guru privatmu.
Kenapa kau berbohong?
Aku tidak pernah berbohong.
Dia licik juga.
Dia pasti mengira kami ini tidak ada apa-apanya.
Kau cuma berpikir semaumu sendiri.
Kenapa tidak memberi kami nasihat?
Aku juga manusia.
Itu bukan sesuatu yang bisa dibanggakan.
Aku tak pernah...
...berbohong.
Kenapa kau bersembunyi, Son Soo Jeong?
Ini saja yang kau dapatkan?
Kendalikan dirimu...
...dan hadapi mereka.
Menyedihkan sekali.
Aku tak percaya dirinya ternyata seperti itu.
Hei, kau mungkin akan menyinggung gadis malang itu.
Bok Su sangat peduli. Hobinya itu membantu orang.
Tidak heran dia sangat baik pada Ketua Kelas.
Kukira dia merasa kasihan padanya.
Kau tidak apa-apa?
Oh Se Ho.
Ini yang kau maksud saat kau bilang Bok Su mengatakan sesuatu yang tak diucapkannya?
Dia tidak pernah melakukan hal seperti itu.
Dia itu tidak bermaksud membahayakanmu.
Dia hanya merasa kasihan padamu. Sebab itulah...
...dia bahkan mengecat gerbang rumahmu.
Apa yang kau tahu tentang kepercayaan?
Karenamu,...
...aku tidak percaya pada siapa pun lagi.
Benar.
Aku tidak akan lagi bertanya pada kalian...
...kenapa kalian melakukan itu kepadaku.
Aku akan kembalikan...
...sebanyak yang telah aku terima.
Setelah kalian berdua menghancurkan hidupku dengan kesalahpahaman dan kebohongan,...
...satu menjadi guru, dan satunya menjadi ketua.
Tak satu pun dari kalian layak menjalani kehidupan seperti ini.
Kalian berdua akan menyesal...
...karena membawaku kembali ke sekolah.
Bu.
Bu./ Ya?
Ya.
Hari ini, kita akan belajar tentang novel untuk memulai ini.
Kita mulai dengan membaca paragraf pertama.
Oh Young Min, baca dengan keras.
Ibu memintamu membaca dengan keras.
Pergi saja jika kau mengganggu mengajarnya.
"Aku juga khawatir seseorang mungkin mendengar kami."
"Jadi aku melihat pada orang yang kelihatannya mencurigakan..."
Chae Min, kau sedang apa?
Sepertinya dia tidak berkonsentrasi.
Kau harus pergi jika terus seperti ini.
Kubilang aku tidak akan pergi.
Aku tidak akan pergi. Aku akan tetap di sini.
Young Min.
Minumlah sebelum dingin.
Kau tadi tampak terkejut.
Katamu kau tak percaya siapa pun.
Itu benar?
Aku harap setidaknya kau memercayaiku.
Sama seperti yang kau lakukan...
...di masa lalu.
Masa lalu?
Setidaknya sesekali aku mau membicarakan insiden itu.
Saat itu aku tak di pihakmu.
Aku cuma memberikan kesaksian dari apa yang kulihat.
Meski begitu, aku merasa sangat bersyukur.
Rasanya seolah-olah aku berjuang sendirian melawan Kang Bok Su luar biasa.
Tapi kau bersaksi.
Dan aku bersyukur untuk itu.
Bok Su sepertinya tidak berubah sama sekali, 'kan?
Lucu sekali dia niatnya membalas dendam.
Aduh, panas.
Kau tak apa?
No comments yet. Be the first to leave one.