Men on a Mission

Men on a Mission (아는 형님)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

Specials

د خپرونې معلومات

아형---Knowing---Brothers---E250 NEXT VIU
د لخوا تبصره KURIRMALAM
Subtitle by VIU

تګونه

other
په خپور شو: 2020-10-12
ډاونلوډونه: 57
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

- Dengan sebanyak ini... - Hei.

Kamu tidak apa-apa?

Di hari seperti ini,

kita pasti ingin makan nasi dengan sup daun lobak kering.

Semangkuk nasi dengan acar daun lobak buatan rumah.

- Apa? - Kamu bisa memakannya?

Belakangan ini selera makanku berubah.

Aku makan yang dahulu tidak kumakan.

- Jadi, sebelumnya tidak kamu makan? - Kamu tahu daun lobak?

- Tentu saja. - Bagian atas lobak.

Apa bedanya daun lobak dan daun kubis?

Apa itu daun lobak kering dan daun luar kubis?

Daun lobak itu daun yang keluar dari lobak putih.

- Benar. - Bagian atas lobak.

Daun luar kubis itu maksudnya bagian luarnya.

Apa?

Itu saja?

- Hanya itu yang kutahu. - Jadi, apa itu daun kubis?

Daun kubis bagian luar

- terbentuk secara keseluruhan. - Itulah kemampuan "Problem Child".

Terbentuk secara keseluruhan?

Kupikir kamu tahu betul apa yang kamu katakan.

Yeong Cheol, coba beri tahu kami.

Aku yakin mereka akan menjelaskannya lewat takarir.

Karena sedang kita bicarakan,

kita pasti pernah benci satu makanan, tapi kemudian menyukainya.

- Aku banyak sekali. - Kalau aku, semur ikan pollack.

Kamu dahulu membencinya?

Saat aku masih kecil,

aku membenci bau amisnya.

- Karena kamu pemilih makanan. - Ya, dahulu aku benci aroma itu,

tapi sekarang aku sangat menyukainya.

Bagaimana denganmu, Jang Hoon? Pasti ada banyak.

Saat kecil, aku benci daun bawang.

- Semua anak membenci daun bawang. - Benar.

Aku juga saat kecil.

Ada tipe berbeda. Ada lokio, ada juga daun bawang.

Sekarang aku sangat menyukai daun bawang.

- Aku masukkan semuanya. - Ya, daun bawang dan bawang putih.

Semua makanan lebih nikmat jika ditambahkan minyak daun bawang.

Kamu benar. Itu hal mendasar.

Saat membuat ramyeon pun,

kalau kamu membuat minyak daun bawang dahulu, lalu memasak mi...

- Sedikit saja. - Itu yang terbaik.

- Bagaimana dengan Yeong Cheol? - Benar.

Pasti kamu memakan semuanya saat kecil.

Aku tidak pemilih, tapi aku benci akar teratai.

- Mengingatkanku pada hidung babi. - Sampai sekarang pun aku benci.

- Kamu memakan akarnya. - Selalu teringat itu saat melihat.

Pasti akar teratai pun terkejut saat melihatmu.

Seolah Ho Dong menatapku.

Aku juga tidak yakin tentang rasanya.

- Aku juga seperti itu. - Karena kini tahu itu berkhasiat,

menurutku rasanya enak jika disemur.

- Teksturnya bagus. - Teksturnya renyah.

Aku penasaran kenapa saat kecil tidak memakannya.

- Akar baik bagi kesehatanmu. - Ya, kini aku suka akar teratai.

Ulsan juga terkenal dengan makanan enaknya.

- Kenapa kamu baik padaku? - Ada banyak tempat enak di Ulsan.

Setiap kali kita membahas makanan, dia berubah jadi baik.

Ulsan terkenal dengan rumput lautnya.

- Kamu benar, mereka terkenal. - Ya, rumput laut Ulsan terkenal.

Ada sashimi luar biasa juga di Bangeojin.

Kalau aku, perubahan terbesar dalam selera makanku

adalah dahulu aku menyukai rasa kuat.

Rasa kuat seperti terlalu pedas

- atau terlalu asin. - Asin dan pedas.

Tapi saat makin tua,

aku juga merasa rasa lebih lembut pun nikmat.

Aku menyukai rasa yang lebih lembut.

- Benar, bukan? - Maaf, Ho Dong.

Kupikir kamu akan bilang, "Dahulu aku menyukai rasa kuat,

tapi sekarang aku menghindarinya." Tapi ternyata

kamu hanya menambahkan sajian dengan rasa lebih lembut dalam preferensi.

- Aku suka pedas, asin, dan lembut. - Begitu rupanya.

- Sekarang kamu menyukai semuanya. - Seleraku meluas.

- Aku menyukai nasi hambar. - Benar.

Sekarang semuanya lezat.

Makanan pedas, makanan asin,

- makanan hambar, semuanya enak. - Semuanya.

Aku selalu merasa sajian daging yang ternikmat,

Apa?

- tapi kini aku suka ikan kering. - Siapa itu?

- Kenapa mereka ribut sekali? - Buka pintunya.

- Buka pintunya. - Buka pintunya!

Im Chang Jung.

Im Chang Jun datang.

- Apa ini? - Itu apa? Manusia merah?

- Dia seperti penyihir. - Selamat datang.

- Jessi. - Pakaian macam apa itu?

Astaga.

- Grup macam apa ini? - Tunggu.

Tunggu sebentar.

- Apa dia datang bersama istrinya? - Hei.

Benarkah? Serius?

- Itu istrinya? - Pertama-tama, kita mulai...

- Diamlah. - Silakan perkenalkan diri.

- Akan kumulai perkenalan kami. - Tamu kita hari ini luar biasa.

Kami dari SMA Berjuang Mengatasi Kesulitan di Mana Pun

dan Kami Masih Melangkah Kuat.

Karena itulah aku NUNU NANA.

Aku gadis terkeren di sini, Jessi.

Gadis terkeren di sini.

Percaya dirilah, Jessi, ayo.

Jessi jauh lebih manis daripada penampilannya.

- Ayo, Jessi. - Dia sangat manis.

Coba dengan bahasa Inggris.

Baik.

Karena itulah aku NUNU NANA.

Aku gadis terkeren di sini, Jessi.

- Terkeren. - Ada apa?

- Kenapa kamu malu-malu begitu? - Aku tidak bisa.

- Jangan malu. - Karena itulah aku NUNU NANA.

- Ayo, Jessi. - Dia mudah malu.

Dia sangat malu membicarakan popularitasnya.

Dia sangat manis.

- Itu tidak terduga. - Tapi sungguh,

siapa gadis terkeren belakangan ini?

- Jessi orangnya. - Jessi.

"Senang"

Tapi bagaimana dengan orang yang di tengah itu?

Orang di tengah ini...

- Apa dia salah kostum? - Kalian tidak mencium

aroma pedas?

Aroma pedas?

- Begitulah aroma ibuku. - Aroma itu berasal dariku.

- Kamu seperti ibuku. - Aku penyanyi pemula, Capsai Shin.

- Kamu pikir dia ibumu? - Ya.

Suaranya seperti suara ibuku.

"Benarkah ibu Soo Geun datang untuk mengejutkan anaknya di sekolah?"

- Tolong perkenalkan dirimu lagi. - Bu.

- Bu. - Dia yakin dia ibunya.

Tolong perkenalkan dirimu sekali lagi.

Benarkah kamu ibunya?

- Kalian tidak mencium aroma pedas? - Ibu.

Aku penyanyi pemula, Capsai Shin.

Kamu penyanyi pemula?

- Chang Jung, sekarang giliranmu. - Aku tahu

kalian semua sudah mengetahuinya,

tapi aku raja lagu hit,

- Benar. - Banyak hit.

film hit,

"Dia raja lagu dan film hit"

tapi lebih dari apa pun dan yang terpenting,

aku raja anak lelaki.

Aku Im Chang Jung.

"Raja banyak hal, Im Chang Jung"

Kamu memiliki lima putra, bukan?

- Band anak lelaki. - Semuanya anak lelaki.

- Semuanya anak lelaki. - Tidak ada perempuan.

Keluarga Im.

Tapi tunggu sebentar.

Bong Sun.

- Bong Sun, kamu terlihat lesu. - Kamu ketahuan.

Kamu sudah ketahuan.

Bukan begitu, semuanya.

Semua orang yakin

aku adalah orang tertentu,

tapi aku bukan orang tertentu itu.

Kamu hanya mirip dengannya?

Aku hanya Capsai Shin.

Aku vampir berusia 400 tahun dari Rumania.

- 400 tahun? - Bagaimana bisa usiamu 400 tahun?

Si penyanyi baru, Capsai Shin, entah kenapa terlihat aneh.

- Nona Capsai Shin. - Apa-apaan?

Ya?

Aku juga sudah memerankan berbagai tokoh untuk acara ragam selama ini.

- Benar. - Tapi jangan bawa-bawa makanan.

Mungkin terlihat seperti itu bagimu, Ho Dong,

tapi arti namaku sebenarnya seperti ini.

"Cap" berarti "terbaik",

lalu "Shin" berarti "dewa".

Itu berarti aku di antara yang terbaik dan dewa.

Karena itulah namaku Capsai Shin.

- Jadi, itu artinya? - Ya.

Jessi, itulah maksudnya.

Kalau begitu, seharusnya Jessi datang sebagai Eun Bi.

- Tidak begitu. - Jessi sebenarnya Ho Hyun Joo.

Aku Hyun Joo di sini.

Memang apa urusanmu?

Apa kamu salah bicara?

Dia memang yang terkeren.

Jessi disebut Jessi, Hyun Joo, Ho Hyun Joo...

Aku bingung karena punya banyak nama.

Nona Capsai Shin,

tadi katamu kamu dari mana? Rumania?

- Rumania. - Apa ibu kota Rumania?

"Pertanyaan untuk mengecek identitasnya. Apa ibu kota Rumania?"

Aku dari pedesaan.

"Aku dari pedesaan"

Dia berasal dari negara yang tidak dia kenal.

Sebenarnya sudah 376 tahun sejak aku datang ke Korea,

karena itu aku sulit mengingatnya.

Tapi nada suaramu

terdengar cukup adiktif.

Jujur saja, sepertinya aku membuat kesalahan dengan nada suara ini.

- Kenapa? - Kalimatku tadi seharusnya

mengingatkan frasa "Pedas sekali".

Seharusnya nadaku mengingatkanmu saat mulutmu mati rasa karena pedas.

Tapi karena butuh banyak udara, aku jadi kehabisan napas.

More Indonesian subtitles for Men on a Mission

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left