لومړۍ 200 کرښې.
Tutupi, tutupi!
Cepat tutupi aku!
Sebelah sana!
Tidak!
Cepat.
Singkirkan pisaunya.
Jangan tertawa lagi.
Berhenti tertawa!
Aku akan berhenti.
Aku takkan tertawa.
Li Chengyin, berhentilah tertawa!
Singkirkan pisaunya.
Aku-
Aku akan membiarkanmu tertawa, membiarkanmu tertawa.
Jangan menyakiti Putra Mahkota.
Yongniang, minggir. Minggir!
Ah Du, seret Yongniang pergi!
Ah Du, jangan seret aku!
Akan kubiarkan kau tertawa! / Jangan tarik aku!
Putri Mahkota, jangan menyakiti Putra Mahkota! Hati-hati! / Kau tidak boleh tertawa!
Ah Du, biarkan aku masuk!
Tertawa lagi? Kau tak boleh tertawa!
Jika masih tertawa, akan kusuruh Ah Du ke sini dan membunuhmu!
Jangan sentuh aku, jangan sentuh aku!
Ah Du! Li Chengyin! / Kau tidak bisa meraihnya!
Kembalikan padaku!
Ayo. Jika kau bisa meraihnya, akan kuberikan padamu.
Kembalikan padaku! / Kau tak bisa meraihnya!
Kau tak bisa meraihnya! / Kembalikan padaku!
Jika kau bisa meraihnya, akan kuberikan padamu.
Kembalikan padaku! / Kau tak bisa meraihnya!
Apa yang kaulakukan? / Kembalikan padaku!
Ah Du, selamatkan aku!
Ah Du!
Ah Du, kau tak boleh masuk. Keduanya melakukan sesuatu yang seharusnya dilakukan suami dan istri.
Li Chengyin, akan kukeluarkan semua kekuatanku!
Ah Du!
Ah Du, jika kau memaksa masuk, bunuh kami dulu.
Hubungan asmara hari ini harus dirahasiakan.
Hubungan asmara apa yang tak boleh dikatakan?
Cium aku.
Kenapa aku harus menciummu?
Jika kau menciumku, maka aku takkan memberitahu siapa pun. Ayo.
Jika aku tak takut kedua negara akan berperang, orang akan jatuh ke dalam kesengsaraan,
darah akan mengalir seperti sungai,
dan tulang akan seperti gunung. Aku akan menanggung ini.
Ada apa denganmu?
Kau boleh pergi sekarang.
Aku boleh pergi?
Ya.
Yongniang, aku tak bisa hidup lagi.
Putri Mahkota
Putri Mahkota, kau tidak memakai sepatu. Putri Mahkota.
Putri Mahkota! / Putri Mahkota!
Putri Mahkota, jangan lari lagi! Kau tidak memakai sepatu!
Putri Mahkota! / Putri Mahkota! / Pelan-pelan!
Putri Mahkota!
Putri Mahkota! / Putri Mahkota, pakai sepatumu!
Putri Mahkota!
Apa yang terjadi? / Apa yang terjadi dengan Putri Mahkota?
Putri Mahkota!
Lapor. Putra Mahkota telah mengirim seseorang untuk mengirim sesuatu.
Mengirim sesuatu?
Yang Mulia bilang dia sesaat tidak sabar dan merobek sabuk Putri Mahkota.
Dia merasa sangat menyesal.
Jadi dia secara khusus menebusnya dengan pita sutra bebek mandarin.
Yang Mulia juga bilang bahwa dia awalnya akan memberikan sendiri hadiah ini pada Putri Mahkota,
tapi dia terlalu lelah dan berkeringat.
Dia takut masuk angin, jadi dia tidak datang.
Yang Mulia juga bilang tidak akan memberi tahu siapa pun soal kejadian itu.
Putri Mahkota, jangan khawatir.
Aku-
Terima kasih, Yang Mulia.
Putri Mahkota, lihat.
Yongniang, kau masih tersenyum?
Apa semua orang di Istana Timur tahu kalau aku keluar dari kamar tidur Li Chengyin dengan pakaian berantakan?
Ya, Putri Mahkota. / Aku—
Ini semua salahmu, kau yang ingin aku pergi kemarin.
Putri Mahkota, kau lelah dari semalam. Akan kusuruh seseorang membuatkan sup ginseng untukmu.
Ini konspirasi. Konspirasi!
Yang mulia selama ini pasti telah dipengaruhi.
Si Zhao ini pasti telah menyihir Yang Mulia.
Lihat! Setelah Zhao dikurung, Putri Mahkota dan Putra Mahkota bisa rukun.
Ya. Putri Mahkota kita sangat cantik.
Dewa melarang jika dia tidak dilirik Putra Mahkota.
Benar. Kau tidak melihat ekspresi Putri Mahkota ketika dia melihat pita sutra bebek mandarin.
Wajahnya merah, dan dia juga malu.
Jika itu aku, aku juga akan malu.
Rupanya, di siang bolong, Putra Mahkota akan menyuruh seseorang mengirimkan barang ini.
Benar. Aku juga melihatnya.
Bukan seperti itu kejadiannya!
Wajahku merah karena aku marah. Pakaian kami berantakan karena saling bertarung!
Bukan seperti yang kalian pikirkan!
Putri Mahkota, maafkan kami. Aku pantas mati!
Putri Mahkota.
Hal-hal yang kuketahui.
Putri Mahkota sudah mendapatkan keinginannya.
Dia bilang ke mana-mana kalau ini bukan keinginannya.
Benarkah? / Tentu tidak.
Menurutku dia pasti melihatmu kalah dan Putra mahkota sedang sakit,
jadi dia menyihir Putra Mahkota.
Yang Mulia. Kau bisa melupakanku dalam waktu singkat.
Nona Muda. Yang Mulia sakit karenamu.
Ketika Putra Mahkota sembuh, dia pasti akan menemukan cara untuk mengeluarkanmu.
Kita lihat nanti apakah Putri Mahkota bisa melakukan apa saja.
Seorang wanita harus memiliki empat perilaku: Satu adalah kebajikan wanita,
yang kedua adalah cara bicara wanita, ketiga adalah penampilan wanita,
Keempat, pekerjaan wanita.
Mandi secara teratur agar tubuh bersih.
Dengan kebajikan yang burang dan penampilan yang tidak terawat, kau kurang disiplin.
Putri Mahkota, kau mengerti?
Kau adalah Putri Mahkota, istri sah dan istri pertama Istana Timur.
Kau adalah teladan negara ini. Putra mahkota muda dan gegabah.
Kau seharusnya menjunjung diri sendiri bukannya ikut-ikutan dengannya membuat keributan.
Bukan hanya keluarga kerajaan, bahkan istri dari keluarga biasa...
... harus memahami pengendalian diri.
Bukannya aku tidak menahan diri, Li Chengyinlah yang-
Putra Mahkota masih sakit.
Mengapa kau tak mengerti bagaimana cara menolak?
Jika dia kurang istirahat dan menderita penyakit yang lebih serius, bagaimana kita bisa mengatasinya?
Kau akan menjadi Permaisuri di masa depan.
Kau seharusnya jadi panutan saat kau mengurus istana dalam.
Bagaimana kau membuat orang percaya padamu di masa depan?
Kami tidak melakukan itu.
Kau boleh berdiri.
Yang kulakukan ini untuk kebaikanmu. Jika ini diketahui secara umum, akan terdengar mengerikan.
Dataran Tengah tidak seperti Negara Xi,
sembrono berkata bisa seperti belati, terutama di istana.
Rumor dan kata-kata fitnah ini bisa membunuh orang.
Menyebalkan sekali.
Kalian harus merawat dan mengawasi Putri Mahkota dengan benar. Putra Mahkota masih sakit,
dan Putri Mahkota masih muda dan punya banyak urusan untuk dihadiri.
Jangan izinkan dia menyajikan sup dan obat-obatan untuk Putra Mahkota.
Mintalah Putri Mahkota menyalin Pelajaran untuk Wanita sepuluh kali.
Menyalin Pelajaran untuk Wanita lagi? Apakah ada hal lain yang baru?
Kau menginginkan sesuatu yang baru? Kalau begitu salin dua puluh kali.
Siapkan kertas dan tinta.
Baik.
Aku sangat marah, sekarang aku tahu. Ini perangkap Li Chengyin untukku.
Pita sutra bebek mandarin apa? Ini sih pita sutra putih (melambangkan kematian)!
Menyuruhku menyalin Pelajaran untuk Wanita sepuluh kali, bukankah sama dengan ingin aku mati?
Putri Mahkota, jangan marah. Putra Mahkota masih sakit, mungkin dia belum memikirkannya secara seksama.
Kau harus menyalin sekarang. Kalau tidak, takkan bisa beres membuat sepuluh salinan.
Oh... dua puluh salinan.
Aula Qingluan
Yang Mulia, Sesuai perintah Permaisuri.
Aku tahu. Kau tak perlu khawatir.
Kirim sup dan nasi segar ini.
Yang Mulia, aku selalu memastikan untuk membawa makanan petani tepat waktu.
Permaisuri yang memerintahkanku.
Ini istana timurku...
Yang Mulia, silakan pergi.
Putra Mahkota secara pribadi merawatmu...
... dan mengirim beberapa hidangan.
Antarkan makanannya.
Yang Mulia datang?
Kudengar Yang Mulia jatuh sakit. Dia sudah sembuh sekarang?
Aku harus mengunjunginya!
Rakyat biasa harus mengetahui posisi mereka.
Seorang petani sepertimu mungkin harus tinggal di sini dan menjalani hukuman dengan damai.
Nona Muda! Nona Muda...
Nona Muda...
Nona Muda...
Nona Muda.
Nona Muda.
Ayo.
Cepat!
Jenderal Pei.
Putri Mahkota. Baru-baru ini, ada banyak acara di istana.
Putri Mahkota seharusnya tidak keluar istana.
Siapa bilang aku akan meninggalkan istana?
Aku hanya tidak bisa tidur, jadi aku berjalan-jalan sebentar.
Jenderal Pei, kau juga tahu.
Permaisuri menyuruhku menyalin buku sepanjang hari dan tidak membiarkanku menemui Li Chengye.
Aku bosan setangah mati.
Jika aku tidak pergi sebentar, aku bisa gila!
Biarkan aku pergi sebentar, ya?
Putri Mahkota dapat perin-
Li Chengyin masih sakit. Dia tidak akan tahu!
Jika kau masih khawatir, ikut denganku.
Aku belum makan siang.
Mi Luo!
Aku merasa kau akan datang pagi ini. Aku sudah menunggumu sampai sore.
Mengapa baru datang sekarang?
Kuberi tahu, aku merasa lebih hidup sekarang karena telah melihatmu.
Di mana Gu Jian?
Dia... Aku tak tahu apa yang terjadi,
tapi dia muncul seperti dewa dan menghilang seperti hantu.
Aku menyiapkan dua botol anggur yang baik untukmu.
Makanan enak, bir enak, bawa semuanya!
Baik!
Daging!
Kau yang bermain!
Kenapa aku menyuruhmu bermain? Bantu aku memberikannya kepada orang lain.
Dia juga bisa memainkan Hichiriki.
Jam berapa sekarang?
Sudah pagi. Yang Mulia, sudah fajar.
Aku akan mencari Putri Mahkota.
Baik.
Jenderal Pei, kau bisa memainkan Hichiriki juga.
No comments yet. Be the first to leave one.