لومړۍ 200 کرښې.
Aku kenyang sekali.
"Episode 11"
Terima kasih. Makanannya lezat.
Woo Cheol juga berterima kasih.
Aku ingin mengundangmu makan malam secara resmi nanti.
Kamu bersedia?
Silakan hubungi aku. Aku siap makan banyak.
Ada yang menghubungi.
Ya, ini aku.
Aku akan pulang sekarang.
Tidak akan lama. Aku akan segera tiba.
Ibu.
- Hei. - Ada masalah?
Tidak.
Ibu hanya senang akhirnya bisa mengadakan
pesta barbeku dengan kamu dan ayahmu.
Hei, Sayang.
Kamu di tempat parkir? Baiklah aku akan ke sana.
Presdir Shin ingin menemuimu?
Ya.
Kudengar Ibu menolak tawaran untuk menjadi model mereka.
Dia ingin aku membantu.
Jangan temui dia lagi atau menjawab telepon darinya. Mengerti?
Kenapa Ibu begitu membencinya?
Bisakah kamu tidak bertanya
dan turuti saja perkataan ibu?
Ayah lebih suka ayam daripada daging.
Nikmatilah.
Ya, terima kasih.
Kamu akan membuat ibu sedih.
Ini.
Bagaimana?
Matang sempurna.
Maaf.
Aku tidak menyangka kamu akan menghubungi.
Aku tidak berpikir akan menghubungimu.
Ada persoalan apa lagi?
Kenapa kamu terus menemui Woo Jung?
Karena aku ingin.
Sebenarnya,
kupikir jika kami bertemu lagi, aku bisa tahu apa dia putriku.
Aku memperingatkanmu.
Jangan temui Woo Jung lagi.
Aku bisa lakukan apa pun sesukaku.
Apa?
Kenapa reaksimu berlebihan?
Reaksimu tidak akan begini jika dia tidak ada hubungannya denganku.
Silakan sangkal semaumu,
tapi aku malah makin yakin.
Woo Jung
adalah putriku, bukan?
Bukan.
Jika itu benar,
jangan ikut campur aku bertemu dengannya atau tidak.
Dengar, Pak Shin.
Aku tidak bisa mengobrol lama.
Kalau begitu, mari bertemu.
Aku di vilaku di Yangsuri. Akan kuhubungi lagi nanti.
Apa?
Jangan ikut campur dia bertemu dengan Woo Jung atau tidak?
Bagaimana jika kita menginap?
Kamu mau, Hwa Kyung?
Kamu tidak bisa tidur jika bukan di kasurmu sendiri.
Pulanglah dan tidur dengan nyaman.
Ibu, ayo pulang.
Ayah suka memancing sendiri.
Pulanglah lebih awal besok.
Aku akan memasak makanan enak.
Hwa Kyung, bawa ibumu pulang dengan selamat..
Baik, Ayah.
Seandainya saja setiap hari seperti ini.
Ibu suka melihatmu bersama ayahmu.
Sungguh?
Ibu tahu hubungan kalian renggang karena kakekmu.
Itu membuat ibu sangat kesal.
Ibu memahami kakekmu,
tapi juga memahami perasaan ayahmu.
Kamu putri tunggal ayahmu.
Jadi, habiskanlah waktu dengannya untuk mengobrol.
Hai, Sayang.
Kita baru berpisah dan kamu sudah merindukanku?
Tentu saja dalam perjalanan ke Seoul.
Baiklah, sampai jumpa besok.
Dia memang begitu.
Seakan-akan kami masih berkencan.
Ponselku.
Cari lagi.
Aku masih memegangnya saat kita makan malam.
Minta ayahmu membawakannya besok.
Tidak, biar aku yang ke sana dan mengambilnya.
Pak Kim, putar balik.
Baik, Bu.
Ini sudah larut malam.
Anda menemui siapa dan kenapa tempatnya terpencil?
Aku tidak akan lama.
Tunggu di mobil.
Ibu, aku akan masuk sendiri.
Jika lebih jauh, nanti akan sulit putar balik.
Ya, ambillah.
Dia lewat seakan-akan tahu aku akan datang.
Jangan ikut campur kamu bertemu dengan Woo Jung atau tidak?
Bisa-bisanya kamu bicara begitu.
Apa hakmu?
Apa aku sungguh tidak berhak?
Apa?
Aku bertanya apa aku sungguh bukan ayahnya Woo Jung.
Harus berapa kali kukatakan bukan?
Lantas kenapa kamu begitu marah?
Kenapa orang yang begitu hati-hati seperti kamu datang kemari?
Aku ingin Woo Jung menjauh dari kamu
dan Hwa Kyung.
Bicaramu seolah-olah kami membahayakan dia.
Hwa Kyung mirip denganmu.
Aku tahu dia bukan putrimu,
dan sungguh mengerikan kalian begitu mirip.
Aku takut kamu dan Hwa Kyung akan melukai Woo Jung.
Tidak.
Kamu takut Woo Jung tahu aku ayahnya.
Itu tidak benar.
Tatap mataku dan katakan.
Woo Jung.
Dia putriku.
Benar, bukan?
Kenapa tidak bisa jujur? Kenapa?
Bodoh.
Kamu menderita sendirian.
Kenapa tidak mengatakan betapa menderitanya dirimu? Kenapa?
Lepaskan aku!
Sudah cukup lama aku bertahan.
Kenapa sekarang kamu mengganggu hidupku?
Kenapa?
Aku menemukan ponselku.
Ayah?
Lampunya masih menyala, tapi kurasa dia keluar.
Mungkin sedang memancing.
Kenapa Hwa Kyung di sini?
Tolong katakan yang sebenarnya.
Bisakah kamu menerima kebenarannya?
Memangnya kenapa jika Woo Jung putrimu?
Hubungan kita berakhir 20 tahun lalu
dan kamu takut istri dan ayah mertuamu tahu.
Bagaimana jika mereka tahu ternyata kamu sudah punya anak?
Kamu hanya memedulikan keamanan dan ketamakanmu.
Bayangkan yang mungkin kamu lakukan kepada anak harammu...
Cukup.
Kamu benar.
Aku akan melakukan sesuatu.
Jika dunia tahu aku punya seorang putri,
aku akan kehilangan segalanya.
Aku tidak boleh kehilangan semua yang sudah kubangun.
Tidak usah tahu kebenarannya.
Kamu
tidak berhak menjadi ayah.
Apa serunya memancing?
Mau ke sana?
Tidak, ibu tidak mau mengganggunya.
Sebaiknya kita menginap saja.
Besok hari pertamaku bekerja.
Benar. Ayo jalan.
Bu Han?
Bu Han?
Apa?
Boleh aku tahu Anda menemui siapa?
Kenapa kamu ingin tahu?
Aku ingin tahu
karena Anda tidak biasanya tampak seperti itu.
Anda tampak begitu serius.
Aku lelah.
"Sup Ikan Buntal Dongrae"
Ada apa?
Kamu sungguh sedang jatuh cinta?
Kira-kira apa?
Ini membuatku gila.
Indra keenamku mengatakan mereka berselingkuh.
Siapa wanita
yang membuatmu begitu gelisah?
Dia wanita luar biasa.
Dia cantik, elegan,
dan pandai mengendalikan diri.
Dia tampak sangat muda, hampir sepuluh...
Tidak, 20 tahun lebih muda daripada usia sebenarnya.
Dia lebih tua darimu?
Berapa tahun?
Tunggu, lebih dari sepuluh tahun?
Bukan begitu.
Lantas apa?
Apa yang sangat mengganggumu sampai kamu tidak bisa tidur?
Biasanya kamu langsung tidur saat berbaring di kasur.
Apa yang akan Kakak lakukan?
Kakak mengetahui rahasia seseorang.
Jika terungkap,
mereka akan terkena masalah besar
dan menciptakan skandal besar yang bisa menghancurkan mereka.
Jika seserius itu,
bukankah kamu harus memberi tahu mereka?
Menurut Kakak mereka akan dengar?
Jika enggan mendengarkan, kamu harus memberi tahu keluarga mereka.
- Keluarga mereka? - Itu rahasia siapa?
Apa?
Aku tidak tahu apa pun.
No comments yet. Be the first to leave one.