لومړۍ 200 کرښې.
Ada apa ini? Yang benar saja.
Terima kasih.
Astaga! Sial!
Alaska sialan.
- Tiarap! - Baik. Ya.
- Tiarap! - Baik, ya.
- Sial! - Ayolah, Puteri.
Aku kooperatif. Mengerti?
Aman!
Tertangkap kau.
Hei, Winston. Dari mana saja kau?
Apa?
Aku Madolyn Harris, Marshal AS. Kau sulit dilacak.
Kesepakatan! Aku ingin buat kesepakatan. Mari buat kesepakatan.
Sebentar!
Ini mi ayam.
Lempar dia ke ranjang.
Jangan yang pakai bed cover. Itu berkerak.
Berkerak sekali.
Winston, kau ingin buat kesepakatan? Bersaksilah melawan Moretti.
Baik.
Tapi aku ingin imunitas penuh
dan banyak perlindungan.
Baik. Biar aku melapor pada rantai komando.
Baik.
Ini Harris. Ya. Penangkapan lancar.
Dengar, dia ingin buat kesepakatan.
Baik. Terus kabari aku.
Apa kata mereka?
Santai saja dulu. Ini bisa memakan waktu beberapa hari.
Aku tak ingin menjadi orang itu, tapi
aku harus memakai fasilitas itu.
Ayolah, jangan melihatku seperti itu.
Orang-orang ini membuatku takut.
Apa yang kau harapkan?
Boleh minta privasi?
Kau mungkin kabur.
Baik.
Tapi jika kau tak melepas borgol ini,
kaulah yang harus mengurus surat-surat.
Hei, Bob, Jeff.
Ya, Bu.
Aku punya pekerjaan untukmu.
- Masuklah. - Apa ini?
Pesawat carteran, Winston. Masuk.
Baik.
Maksudmu, "Kita menyewa pesawat pribadi."
Aku memikirkan Gulfstream, Learjet.
Omong kosong setingkat Jay-Z.
Kupikir kita akan membuka botol bergelembung.
Bukan obat antimabuk.
Itu jet. Aku tak pernah mengatakan jet.
Kubilang ada pesawat pribadi, dan beginilah adanya.
Tidak. Ini bukan pesawat. Tapi layang-layang bersabuk pengaman.
Jujur, aku lebih suka naik Spirit Airlines.
Baik, Winston, apa yang kau ingin aku katakan?
Lain kali, bersembunyi di Miami, mungkin kau bisa mendapatkan jet.
Kau penuh rahasia padaku,
menarikku keluar ke Alaska yang bersalju,
pilihan kita menjadi agak terbatas.
Aku ragu kau bahkan bisa mendaratkan jet di sini.
Ya, agak sulit bersembunyi di Miami.
Ya. Banyak manfaat yang kau dapatkan.
Kalian duluan. Aku menyusul sebentar lagi.
- Van Sant. - Ini Madolyn.
Aku mulai khawatir.
Jangan. Kami baru mau berangkat.
- Apa dia kooperatif? - Jika tidak, boleh kusetrum dia?
- Tentu. - Aku di sini, aku bisa dengar.
Tiga hari di Hotel Payah. Dia belum pernah diam sekali pun.
Yang benar saja. Kau menyukai setiap menitnya.
Jangan bilang kau rindu di belakang meja.
Tidak. Serius, Caroline.
Terima kasih sudah menugaskanku di lapangan lagi.
Aku tahu kau berkeberatan.
Jangan berterima kasih dulu. Hakim Martin mengundurkan diri.
Kau boleh tebak tiga kali siapa calon penggantinya.
Pramugari, apa ada makanan di sini atau sekadar makanan ringan?
- Diam, Winston. - Ya, baik. Camilan saja.
- Kau di situ? - Ya. Diganti oleh siapa?
- Hakim keras kepala itu. - Falco?
Ya, aku tahu. Bisa ditebak dia tak biarkan kita
menggeser tanggal persidangan lagi.
- Kau bercanda. - Semua akan baik-baik saja.
Tim siap menunggumu di Anchorage.
Baik. Kami akan tiba di sana sekitar...
Kami akan sampai di sana sekitar 90 menit lagi.
- Ke mana dia? - Bagus.
Pengacara Moretti coba melawan kita, tapi aku sudah berhitung.
Kita masih bisa tiba di New York pagi.
- Jalan saja. - Ya.
Baik. Telepon aku dari Anchorage.
Patuhi peraturan. Jangan mempermalukan kami. Kututup.
Jadi, ada hiburan dalam penerbangan atau kau tahu trik-trik pesta?
Deputi Harris? Daryl Booth.
Semoga kau suka terbang. Hari yang indah.
Harus kukatakan, biasanya tak kubiarkan penumpangku naik duluan.
Ini demi keselamatanmu sendiri.
Yang benar?
Apa itu, pistol Glock atau...
Kami agak terburu-buru, Tn. Booth.
Ya, Bu.
Kau yakin tidak ingin di belakang bersama dia?
Tentu tidak.
Ya, sulit menahan ketegangan seksual.
Maksudku, bukankah seharusnya ada yang mengawasinya?
Dia diikat, Tn. Booth. Takkan ke mana-mana. Percayalah.
Baik. Kau bosnya. Aku hanya...
Aku belum pernah menerbangkan buronan.
- Saksi. - Apa?
Diam, Winston.
Aku saksi pemerintah yang kooperatif, bukan buronan.
Winston.
Hanya mau bilang, secara teknis, kita sekutu.
Jangan bicara lagi.
Baik, kita menghadapi awan sedang dan angin ringan.
Aku hargai jika kau tak bicara dengan tahanan.
Baik, Bu.
Maaf, aku juga belum pernah menerbangkan Marshal AS.
Tapi aku pernah menerbangkan Marshall Faulk. Menyenangkan sekali.
Bak. Pusat Anchorage, November 208, uniform, uniform.
Siap berangkat di Crooked Creek, landasan pacu 34.
Dimengerti. November 208, uniform, uniform.
Aman tinggal landas, landasan pacu 34.
- Siap berangkat? - Ya.
Oui.
Selalu berguncang begini?
Kau tak suka musiknya?
Ya, aku tahu. Tapi di ketinggian, kau harus mendengarkan musik
untuk menyingkirkan angin dan serigala.
Ya, 'kan? Dia paham.
Selalu ada turbulensi di ketinggian ini.
Tak ada lagi begitu kita mencapai 3000 kaki.
Jika kau merasa mual, jangan khawatir.
Kau tau berapa penumpang yang muntah di ketinggian ini?
- Halo? - Aku bisa buka bar camilan.
Halo? Halo?
Kalian bisa mendengarku?
Bagaimana kalau aku mau kencing?
Kau merokok?
- Sudah berhenti. - Aku mau.
Tidak sama, ya?
Kenapa lehermu?
Ada luka gores.
Perawatan. Risiko pekerjaan.
Ayo.
Ayolah.
- Kenapa dia dirantai? - Sudahlah!
Katanya dia saksi. Kenapa dia dirantai?
Karena dia berisiko kabur.
Kukira dia bilang kalian di pihak yang sama.
Dia bohong.
Apa yang telah dia lakukan?
Baik. Aku lupa bertanya.
Pahamilah, aku biasanya mengangkut para pemancing yang doyan mabuk
atau sekelompok pebisnis yang ingin menikmati alam.
Aku hanya orang desa yang menjadi pilot.
Aku belum pernah melihat wanita secantik kau dari kota besar.
Jam terbangmu lama?
Ya, ayahku menerbangkan pesawat penyemprot tanaman di Texas.
Di darahku mengalir DDT.
Terima kasih. Aku sangat tegang karena mengendalikan...
Aku ingin menjalin hubungan denganmu sehingga aku bisa mengendalikan...
Itu akan berpengaruh baik buatku.
Jika kita sepupu, kita sudah menikah.
Aku ke sini mengelola carteran musim panas 15 tahun lalu.
Sampai sekarang.
Aku meracau. Maaf.
Mantanku bilang aku banyak bicara. Maafkan aku.
Indah, 'kan?
Ya.
Ya, kau akan terbiasa.
TAK ADA SINYAL.
Sialan.
- Semua baik-baik saja? - Ya.
Tak ada yang perlu dicemaskan. Alat ini mengadat terus.
Tak ada GPS?
Tak masalah. Ini terjadi dua kali seminggu.
Serius. Aku sering menjalani rute ini.
75 menit dari sekarang, kita akan mendarat
dan kau beserta temanmu yang saksi itu dalam perjalanan ke Seattle, janji.
Kita tak perlu putar balik?
Tidak. Maksudku, itu keputusanmu.
Ke arah mana pun aku dibayar.
Cuaca buruk masuk dari utara.
Kalau kita kembali, mungkin kita harus di darat selama beberapa jam.
75 menit.
Aku tahu jalannya. Akan kuantar kau ke sana.
Sudah berapa lama kau menjadi Marshal?
Tujuh, hampir delapan tahun.
- Kau suka? - Ada saatnya.
Apa itu?
Kita tak apa-apa.
- Maaf. - Tak apa.
Burung menabrak pesawat. Tak masalah.
Kecuali kalau burung itu kau.
Ya. Sebaiknya kunaikkan saja kalau-kalau ada burung lagi.
Tak bisa terlalu tinggi, aku bisa pingsan.
- Kau tak apa-apa? - Apa pesawat ini...
Pesawatnya tak apa-apa.
No comments yet. Be the first to leave one.