لومړۍ 200 کرښې.
Ya.
Pelan-pelan.
Miringkan sedikit.
Sedikit lagi.
Rekam.
Arah yang sama?
Ya.
Pelan-pelan saja.
Sedikit saja.
Sedikit lagi.
Ya.
Belum berhasil.
Ulangi lagi.
Agak kecil lagi, sayang. / Oke.
Mungkin...
aku bisa bantu temukan ide.
Duduk.
Jadi, apa idemu.
Karena kau kerja sama Ayahmu,
bekerja demi ayah. / Ya. Rumahku belum selesai.
Sudah 10 tahun belum rampung.
Aku selalu mengembangkan diri,
dan mencoba apa saja.
Ya. / Tapi aku di bayar...
untuk memproduksi musik.
Hei. Dia baru keluar dari guanya.
Ella, lihat dirimu.
Ini salah satu yang kami kerjakan tahun lalu.
Klien itu memang menyebalkan.
Ini produk baru?
Yang ini baru,
dan ini juga.
- Bagusnya. - Makasih, sayang.
Mau minum?
Tidak, terima kasih.
Apa yang kau...?
Apa yang kau lakukan?
Aku harus pergi.
Sudah waktunya.
Ayolah. Aku harus dirumah sebelum dia bangun.
Aku merasa dipermainkan.
Tidak.
Tidak, tunggu. Tidak, tinggallah.
Lepaskan. Aku ada kerjaan.
Tidak.
Kapan filmmu selesai?
Bukan filmku tapi Ibuku.
Dia memang seorang legenda.
Tangannya makin parah.
Aku janji film terakhir ini akan kuselesaikan.
Jadi dia otaknya, dan aku tangannya.
Memang begitu jalan ceritanya.
Kau tak berencana buat filmmu sendiri?
Mencoba dengan caramu sendiri.
Aku tak percaya diri.
Sayang!
Sayang!
Bangun, sayang!
Saatnya kerja.
Capek, sayang?
Apa kau kesal pagi ini?
Tidak, aku tak apa.
Ibu cuma mau selesaikan film ini...
sebelum aku mati.
Apa itu membebanimu?
Ke kiri 2mm.
- Apa? - Kepalanya ke kiri 2mm.
Kepalanya ke kiri 2mm!
Rekam.
Kiri, 1/2mm.
Kau kenapa?
1/2 mili...
milimeter.
Biarkan saja.
Tetap ditempatmu.
Taruh tanganmu di bonekanya.
Begitu.
Jangan coba-coba bergerak!
Jangan gerak.
Jangan berkedip.
Jangan coba-coba...
gerak!
Jangan gerak sedikitpun!
Ibu.
Ibu.
Ibu.
Jangan pindah.
Ibu.
Tak ada reaksinya sama sekali.
Larikan ke ICU dan lakukan CT scan.
Dia dalam kondisi koma.
Apa dia pernah kenak stroke?
Ella, Ibumu pernah terkenak stroke?
Ibuku punya penyakit radang sendi di tangannya dan....
dia seperti bukan dirinya.
Ella.
Tinggallah semaumu di sini. Oke?
Jangan kembali ke rumah itu.
Ella.
Ella, kau tak apa?
Aku harus selesaikan film itu.
Ini tempatnya.
Sudah banyak yang pindah.
Rumahnya sedang kami rombak, jadi dikosongkan sementara.
Semuanya sama saja.
Boleh lihat yang ini?
Maksudku, studio ini bagus.
Kau bisa gunakan ini untuk ruangannya.
Kau bisa pulang malam hari.
Tom.
Baiklah.
Aku akan tinggal bersamamu.
Kau cuma akan mengangguku.
Tidak akan.
Aku mau kerja dulu.
Aku takkan menghalangimu.
Oke.
Sampai ketemu lagi.
Nanti kubelikan makan malam.
Aku akan menjagamu.
Semoga filmnya berhasil.
Permisi.
Tunggu!
Itu apa?
Aku lagi buat film.
Film kartun?
Namanya animasi gerak-henti.
Boleh lihat?
Hei!
Itu bukan mainan.
Tak apa. Cuma mudah rusak.
Kutunjukkan caranya.
Jadi, ini Ny. Cyclops, dan di dalam tubuhnya ada armatur.
Kursi lengan?
Armatur.
Seperti tulang belulangnya.
- Armatur. - Ini.
Jadi, itu di dalam tubuhnya.
Lihat, kugerakkan dia sedikit begini.
Lalu kurekam dengan kamera ini.
Klik.
Kugerakkan dia lagi.
Klik, seterusnya, klik.
Saat kau putar ulang,
tampak seperti dia bergerak.
- Betul. - Ya, itulah kartun.
Pasti butuh waktu lama.
Benar.
Buat apa?
Karena aku suka,
dan jago soal itu.
Dan...
Serasa kau menghidupkan sesuatu.
Ini tentang Cyclops.
Dia tukar satu matanya dengan dewa untuk melihat takdirnya.
Malah dia melihat kematiannya.
Bagaimana?
Gimana?
Agak ngebosenin.
Belum selesai juga, dan tak bakal membosankan.
Gimana menurutmu agar bisa lebih bagus lagi?
Serius. Bagaimana caranya?
Buat lagi yang baru.
- Yang baru? - Ya.
Aku tahu cerita yang lebih bagus.
Mau dengar?
Baiklah.
Ada seorang gadis di hutan, dan ketakutan.
Kenapa dia takut?
Karena tersesat.
Apanya yang menakutkan?
Ada seseorang yang datang.
Siapa yang datang?
Apa itu?
Lilin Pemulas Mayat.
Untuk memperbaiki wajah mayat...
saat keluarga mau melihatnya.
Kau pasti buat gadis boneka itu dari ini.
- Benar. - Pastinya.
Aku mau pergi sekarang, jadi...
Kau punya apa lagi di sini?
Senang berkenalan.
Berapa lama rencanamu tinggal?
Entahlah.
Ada yang sibuk.
Ella.
Ulurkan tanganmu.
Kita pulang kerumahku saja. Kau harus istirahat.
Kau akan membaik setelah makan.
Aku gak lapar.
Lihatlah.
Ada yang datang.
Hai.
Nyari siapa, Tom?
Dia tak ada di sini.
Sebenarnya aku mau menemuimu.
Tom cerita soal Ibumu.
Aku cuma...
Aku cuma mau tahu kau baik saja.
Baik saja. Makasih.
No comments yet. Be the first to leave one.