لومړۍ 200 کرښې.
"Acara ini mungkin tidak sesuai untuk pemirsa di bawah 15 tahun"
"Kebijaksanaan pemirsa disarankan"
Halo. - Hai.
Kamu terlambat.
"Episode 11"
Kamu akan berangkat kuliah?
Ya. Kamu pasti mau berangkat bekerja.
Ya.
Apa pekerjaannya terlalu berat? Beri tahu aku kalau memang berat.
Aku akan bicara kepada ayahku.
Tidak perlu. Semuanya baik-baik saja.
Bagaimana kuliah? Apakah menyenangkan?
Ya. Aku akan menemui beberapa pria bersama teman-temanku.
Benarkah? - Ya.
Aku sudah terlambat dan harus bergegas. Sampai jumpa.
Tentu, sampai jumpa.
"Surat Penerimaan"
Kamu sedang lihat apa?
Bukan apa-apa.
Apa itu? Sesuatu yang tidak boleh ibu lihat?
Kamu diterima!
Kenapa kamu tidak memberi tahu ibu?
Karena aku tidak akan ke sana.
Kenapa tidak?
Aku bukan peringkat pertama. Aku tidak mendapat beasiswa penuh.
Soo In.
Tidak apa-apa, Bu. Aku akan menabung dan bayar uang kuliahku tahun depan.
Soo In.
Ibu sungguh minta maaf.
Ibu sakit.
Ibu tidak bisa menabung untuk uang kuliahmu.
Sudah kubilang aku tidak apa-apa.
Aku akan menabung dan kuliah tahun depan. Jangan khawatir.
Maafkan ibu, Soo In.
"Dibutuhkan Staf"
Apa ini?
Uang kuliahmu.
Selama ini aku menabung. Ambillah.
Tidak perlu. Aku akan menabung dan berkuliah tahun depan.
Ambil ini dan mendaftarlah tahun ini.
Jangan sia-siakan waktu satu tahun.
Aku tidak mau berutang budi padamu lagi.
Apa maksudmu?
Kenapa kamu berkata begitu? Jangan berpikir begitu.
Aku tidak mau berpikir seperti itu.
Tapi itu kenyataannya.
Selamat pagi, Pak Choi.
Panggil saja aku "Jeong Wook" saat Pak Jung tidak ada.
Aku tidak bisa melakukan itu. Dia bisa muncul kapan saja.
Kenapa kamu tersenyum? - Aku senang.
Aku merindukanmu semalaman.
Kamu sangat konyol.
Halo, Pak.
Halo, Pak.
Pak Choi, masuklah.
Kita punya kontrak dengan Toko Bahan Makanan Incheon. Pergilah.
Aku?
Kenapa kamu terkejut sekali?
Hanya saja, Bapak yang selalu menangani negosiasi
atau kontrak secara langsung.
Benar.
Kenapa Bapak mengirimku?
Aku mengirimmu menangani kontrak
karena aku mengakui kemampuanmu.
Mulai sekarang, kamu bertanggung jawab atas kontrak.
Aku akan berusaha semampuku, Pak.
Pak Jung ingin melihat buku besar penjualan bulan ini.
Baiklah.
Aku harus menemui pelanggan, jadi, tidak bisa ikut makan siang.
Mari makan malam bersama.
Aku tidak bisa hari ini.
Kenapa tidak?
Aku sudah bilang bahwa ayahku akan datang hari ini.
Ternyata hari ini?
Kalau begitu, ayo minum teh setelah bekerja.
Apa kamu bisa?
Ya.
Sampai jumpa.
"Ke Incheon"
Keadaanmu terlihat lebih buruk daripada saat terakhir aku datang.
Apa kamu sakit?
Tidak. Aku terlalu senang sampai tidak tidur beberapa malam.
Kenapa kamu terlihat sangat tidak sehat?
Apa pekerjaanmu terlalu berat?
Tidak.
Aku tidak bisa tidur karena senang akan bertemu denganmu.
Ini.
Apa ini?
Aku mengukirnya untukmu.
Indah sekali.
Terima kasih.
Dong Chul. - Apa?
Saat kamu sampai di rumah dan bertemu Soo In...
Baiklah, kamu sudah sering memberitahuku.
Aku tidak akan marah. Jangan khawatir.
Sudah bertahun-tahun aku tidak berada di rumah.
Aku tidak berencana membuat masalah.
Aku tidak mau membuat mereka kesulitan karena diriku.
Jangan khawatir.
Cuacanya indah.
Halo. Kamu mau membeli apa?
Aku beli lima ikan itu.
Lima? Ini mahal.
Ini lebih murah. Kenapa tidak membeli ini saja?
Tidak, aku akan membeli yang itu.
Pilihkan ikan segar yang besar.
Baiklah.
Halo.
Aku mau membeli potongan daging yang lezat.
Baiklah.
Apa ini hari istimewa? Kamu akan kedatangan tamu istimewa?
Ini.
Aku datang untuk makan, bukan untuk bekerja.
Aku butuh bantuan karena Young Sun pergi menjemput kakakku.
Bantulah aku di sini.
Kita tinggal seatap. Tetangga harus saling membantu.
Kita hanya bertetangga kalau kamu butuh bantuanku. Meja yang mana?
Yang itu.
Selamat menikmati makanan kalian.
Apa kamu pekerja baru di sini?
Pak, apa yang membuatmu berpikir aku bekerja menyajikan sup?
Aku pemilik Kafe Tiffany di perempatan.
Kafe Tiffany? Aku kenal baik pemiliknya.
Aku mengambil alih kafe itu belum lama ini.
Datanglah kalau kalian sedang senggang.
Selamat menikmati.
Habiskanlah.
Kafe Tiffany.
"Terminal Akhir Bus"
"Incheon"
Soon Ok akan menunggu, jadi, pulanglah langsung.
Bagaimana denganmu?
Aku harus membantu Dal Ja di restoran.
Baiklah.
Sampai nanti. - Sampai jumpa.
Astaga.
Ayah. - Apa?
Bantu aku.
Kalau seperti ini, kamu harus mengulur benangnya.
Kamu lihat itu?
Layang-layangnya terlihat sangat kecil.
Ayah, terbangkan lebih tinggi lagi.
Baiklah. Lebih tinggi lagi.
Kamu lihat setinggi apa layangannya?
Ayah yang terbaik.
Benarkah?
Ayo terbangkan lebih tinggi.
Min Jae.
Ayah di sini.
Min Jae.
Ayah di sini!
Min Jae...
Min Jae!
Lantas? Kamu kembali meski belum ditandatangani?
Maaf, Pak. Aku tidak tahu seseorang membantu Pak Lee si tukang kayu.
Akan kukirimkan pegawaiku ke sana untuk menanganinya.
Kamu sebaiknya fokus soal membeli lahan di Wolmido.
Ya, Pak. Satu hal lagi.
Yoon Dong Chul akan dibebaskan hari ini.
Sungguh?
Baiklah.
Terus!
Terus!
Cukup!
Selamat datang kembali. Apa perjalanannya jauh?
Tepungnya tiba! Ayo kita bawa masuk!
Baiklah.
Halo, Pak.
Terima kasih atas kerja keras kalian.
Ini sama sekali tidak berat.
Pak Kang, bisa kita bicara?
Ya, Pak.
Kunjungilah Pak Lee si tukang kayu sore ini.
Kamu harus membuatnya menyerahkan pabriknya.
Baik.
Kalau dia tidak mau mendengarkan, hajar dia sedikit.
Aku akan mengurus sisanya.
Kamu hanya perlu membuatnya menandatangani kontrak.
Baik, Pak.
Dae Bong, sampai nanti.
Sampai jumpa, Pak.
Selamat datang kembali, Dong Chul.
Soon Ok.
Kamu pasti sudah sangat menderita di sana.
Aku yakin kamu juga begitu.
Aku sama sekali tidak menderita.
Kini semuanya sudah berakhir.
Ya.
Kamu pasti lapar. Tunggulah di dalam.
Aku akan menyiapkan makan siang.
Kenapa kamu menyiapkan banyak makanan?
Rasanya enak. Kamu memang pandai memasak.
Kenapa kamu tidak makan? Makanlah.
Baiklah.
Bagaimana perasaanmu? Lebih baik?
Ya, kini aku tidak apa-apa.
Baguslah, kalau begitu.
Hari ini,
Jung In akan pulang lebih cepat dari sekolah untuk bertemu denganmu.
Soo In bilang akan langsung pulang seusai bekerja.
No comments yet. Be the first to leave one.