لومړۍ 200 کرښې.
Apa itu?
"Episode 79"
"Untuk putra ibu"
"Putra ibu"?
Untuk putra ibu tersayang.
Saat putra gemuk ibu yang sedang tidur di samping ibu
sudah cukup besar untuk membaca surat ini,
kamu pasti sudah menjadi pria tampan berusia 20-an.
Ibu dan ayahmu menikah
tanpa restu dari kakekmu.
Nama kakekmu adalah Oh Sang Pil,
pimpinan Grup Miseong.
Hari ini adalah ulang tahunmu yang ketiga,
tapi kami bahkan tidak memberi tahu kakekmu
bahwa kamu sudah lahir.
Ayahmu sudah tahu betapa sulitnya
tumbuh sebagai penerus sebuah grup.
Kami tidak ingin kamu melalui hal yang sama
sejak masih kecil.
Kini kamu sudah berusia 20 tahun.
Kamu tahu bahwa dirimu adalah bagian dari keluarga Miseong.
Kamu bisa memutuskan arah hidupmu.
Ibu menyayangimu kini, nanti, dan selamanya, Nak.
5 Desember 1991,
di hari ulang tahun putra ibu yang ketiga, dari ibu.
5 Desember 1991?
Tiap kukenakan mantel bulu ini, aku merasa dunia menjadi milikku.
Aku senang sekali karena merasa hidupku yang sulit
akhirnya membuahkan hasil.
Maafkan aku, Bu.
Jangan minta maaf. Aku tidak butuh maaf darimu.
Aku hendak pamer kepada temanku
dan mengatakan aku punya putra dan menantu
yang kaya,
tapi kamu mengacaukannya. Woo Jung, kamu mengacaukan semuanya.
Jadi, ibunya Geon, ibunya Chang Gon, dan ibunya Ji Seon tidak datang?
Mana mungkin aku meminta mereka datang?
Suasana hatiku sudah buruk. Aku tidak bisa menerima tamu.
Kamu tahu mereka bilang apa?
Aku dikatai berbohong soal mantel bulu dari menantuku.
Astaga, ini memalukan.
Ibu amat menyukai mantel bulunya?
Maka akan kubelikan yang lain.
Kamu tahu berapa harganya?
Untuk apa kamu membelikan ini?
Seharusnya orang yang merusaknyalah yang membeli.
Ibu, jangan terlalu sedih.
Aku akan meminta pasaraya memperbaikinya
dan jika tidak bisa menggunakan garansi, akan kubelikan yang baru.
Sungguh?
- Hwa Kyung, sudahlah. - Apa?
Kamu yang membuat dia makin sombong.
Berhenti memberikan barang mahal dan mewah.
Hidup dengan memiliki lebih dari yang seharusnya,
hanya membawa masalah.
Seharusnya kamu menghiburku,
bukan membuatku makin marah.
Yang harus kamu lakukan adalah menyingkirkan keluarga Woo Jung.
Bu, aku sungguh minta maaf.
Aku akan membersihkannya.
Aku, Ibu, dan Woo Cheol juga akan pergi beberapa hari lagi.
Woo Jung.
Kurasa kami tidak boleh merepotkan lagi.
Tapi kamu tidak bisa pergi tanpa rencana.
Yong Sim.
Ibu, kita tidak bisa mengusir mereka hanya karena insiden sebuah mantel.
Apa?
Hati ibumu yang terluka hanya sebuah insiden bagimu?
Tolong lapangkan dada Ibu dan pahami situasi mereka.
Ya, Yong Sim.
Woo Jung, jangan pergi tanpa rencana. Paham?
Pertama, kamu harus membuat rencana.
Baik.
Tapi Ibu bilang Woo Jung menumpahkan sup kepiting, bukan?
Ya, betapa cerobohnya dia.
Tidak, mungkin dia sengaja.
Sengaja?
Do Bin, tutup mulutmu.
Makin kamu membelanya, makin ibu membencinya.
Siapa tahu? Mungkin ada yang membuatnya tersandung.
Ibu, bagaimana jika diperbarui?
Diperbarui? Apa itu?
Aku yakin ada sesuatu.
Hwa Kyung pasti melakukan sesuatu.
Kamu sadar betapa kekanak-kanakannya itu?
Kamu pikir aku tidak sadar?
Bisa-bisanya kamu membuatku tersandung.
Kamu ingin ibunya Do Bin makin membenciku?
Lumayan juga.
Kamu akhirnya tahu yang kupikirkan.
Sudah kubilang.
Jika tidak mau aku tinggal di sini, bicara dengan ibumu dahulu.
Aku tidak suka kamu mengencani Do Bin.
Jika memikirkan caramu
mencari perhatian Ayah dan Ibu agar bisa menikahinya,
aku jadi muak.
Aku yang seharusnya marah, frustrasi, dan murka, bukan kamu.
Lantas kenapa kamu tidak memberitahunya
bahwa supnya tumpah karena aku membuatmu tersandung?
Aku tidak melakukan hal kekanak-kanakan begitu.
Aku tidak sepertimu, yang berbuat jahat
saat aku tahu orang akan menderita dan terluka.
Aku akan mengungkap semua perbuatan jahatmu
dengan cara adil, terhormat, dan bijaksana.
Sudah kuduga.
Jae Hee, sedang apa kamu di sini?
Astaga.
Jika mau masuk, masuklah. Tampaknya kamu menguping.
- Memang. - Apa?
Kemarilah.
Aku benar.
Supnya tumpah karena Hwa Kyung membuat dia tersandung.
Tidak mungkin. Hwa Kyung tidak sekekanak-kanakan itu.
Kakak yakin kamu salah dengar.
Hwa Kyung terkadang melakukan hal konyol.
Kamu serius?
Semua orang akan segera mengetahui sifatmu yang sebenarnya.
Betapa licik dan jahatnya dirimu.
Kamu juga berusaha melukai ibuku.
Kamu ingin membuatku menjadi pembunuh?
Tidak mungkin. Kamu tidak bisa melakukan apa pun.
Kamu tidak akan bisa menyentuh bahkan sehelai rambutku.
Bagaimana jika begini?
Bagaimana jika kuberi tahu Pak Yoon bahwa kamu mencoba membunuh ibuku?
Apa?
Apa maksudmu?
Tampaknya Pak Yoon tidak begitu menyukaimu seperti Bu Heo.
Jika mendengar soal itu, dia akan sangat takut kepadamu.
Bukan hanya kamu yang bisa bersikap kekanak-kanakan.
Aku berusaha keras membiarkanmu lolos.
Ingat itu.
Membiarkanku lolos?
Kamu membiarkanmu lolos?
Kenapa ini bisa terjadi?
"Ayah"
Joo Won.
Kamu mengenalku?
Tentu saja. Di masa lalu.
Di masa lalu?
Kamu baik-baik saja?
Aku baik-baik saja.
Astaga, Myung Joon.
Kenapa kamu di sini?
Joo Won.
Kamu bahkan tidak menghubungi. Kamu ke sini untuk menemuiku?
Ya.
Astaga, kamu bau alkohol.
Sudah kubilang, jangan minum terlalu banyak.
Aku akan membuatkan teh madu. Masuklah.
Ke mana?
Ke mana lagi? Ke rumahku.
Rumahku jelek, ya?
Kenapa kamu minum banyak sekali?
Kamu mengenaliku?
Kamu pasti mabuk berat.
Mana mungkin aku tidak mengenalimu?
Kamu orang yang paling kucintai di dunia ini.
Ya.
Dahulu aku orang yang paling kamu cintai di dunia ini.
Kenapa kamu tampak begitu lesu?
Kamu sakit?
Aku berandai-andai bisa kembali ke masa lalu
dan harapan itu menjadi kenyataan.
Sulit kupercaya harapan pria sepertiku menjadi kenyataan.
Joo Won, jangan sakit.
Aku tidak sakit.
Tampaknya keadaanmu sedang tidak baik.
Aku baik-baik saja, Joo Won.
Senangnya.
Aku suka caramu menatapku.
Suaramu juga terdengar manis dan hangat.
Aku mencintaimu, Myung Joon.
Apa?
Kamu begitu tersentuh?
Kamu tampak seperti bayi saat seperti ini.
Mau kuucapkan lagi?
Aku mencintaimu.
Ayo berkencan besok.
Kita pergi ke tempat bagus, makan, dan berjalan-jalan.
Ya?
Aku ingin membuat pengakuan.
Aku
mencintai suamiku.
Tidak.
Aku sangat membencinya.
Tiap kali
memikirkan suamiku
yang bersenang-senang
bersama mantan kekasihnya dan putri mereka,
aku ingin membunuh mereka bertiga.
Jika berpikir membunuh seseorang adalah dosa,
sudah pasti aku pendosa.
Tapi
jika aku tidak membayangkan hal seperti itu,
aku rasanya bisa gila
karena menderita dan kesepian.
Kamu membuat Woo Jung tersandung?
Kamu sengaja membuat dia menumpahkan supnya?
Kenapa kamu melakukannya?
Kamu menjadi istri cucu Miseong seperti keinginanmu.
No comments yet. Be the first to leave one.