لومړۍ 200 کرښې.
MOTEL CALIFORNIA
EPISODE 5
Kau mengagetkanku.
Es krim? Kau kan tidak makan es krim.
Aku ingin beli untuk seseorang.
Wah, kau ketahuan.
Siapa?
Kalau begitu, belikan aku juga.
Aku juga suka es krim.
Baiklah.
Asyik, es krim.
Halo.
- Halo. - Halo.
Wah, kelihatan enak.
Kau mau yang mana, Dokter Cheon?
Aku mau yang ini satu, ukuran keluarga.
Baik.
Yang ini?
Wah!
Rasa yang menantang!
Kenapa kau ini?
Aku pilih yang mana, ya?
Astaga, benar-benar.
Kau orangnya?
Hiduplah dengan benar!
Lepaskan ini! Siapa Anda? Siapa kau?
Istri dari pria yang masuk motel ini denganmu! Kau mau apa?
Kau mati, kau juga mati!
- Lepaskan. - Astaga!
- Apa-apaan ini? - Hei, lepaskan ini!
Mencintai seseorang itu bukan suatu dosa!
Bicara apa sialan ini?
- Tolong hentikan. - Dasar sialan!
Gang-hee, kau mau makan es krim?
Aku boleh makan dobel?
Tidak, kau boleh makan dobel dobel.
Kalau begitu, aku mau yang shooting star.
Aku mau yang coklat mint chip.
Yang satunya...
Coklat?
Walnut? Aku tidak bisa pilih satu.
Kalau begitu ayo kita pilih empat yang kau suka.
Kau kan harus makan coklat mint.
Tidak apa-apa.
Dasar bodoh.
Tidak apa-apa.
Aku mau walnut.
Kau mau yang mana?
Aku mau dua coklat mint.
Kau...
Jangan makan es krim dengan orang lain.
Tapi aku selalu makan es krim dengan anak-anak setelah main sepak bola.
Bukan begitu. Kau hanya boleh makan Berry Scoop dengan aku.
Kalau begitu, kau juga tidak boleh.
Kau dulu janji.
Tidak mau. Pasti kau hanya menyuruhku saja.
Cepatlah.
Cepat!
Astaga...
Kau sudah janji.
Aku mau yang itu.
Aku mau yang cokelat.
Baik.
Saya bantu pembayaran dulu.
Aku mau dibungkus.
Baik.
Dasar laki-laki jahat.
Dasar laki-laki jahat.
Baiklah.
Ke depannya, mau itu es krim biasa, ataupun Berry Scoop,
aku hanya akan makan denganmu, Gang-hee.
Oke.
Cukup seperti itu, 'kan?
Ya.
Omong-omong, kau main sepak bola?
Iya. Anak-anak menyuruhku jadi penjaga gawang.
Bagus, 'kan?
Iya.
Dasar laki-laki jahat.
Siapa yang sejahat itu padamu?
Dia pasti melihat orang lain dengan mata itu…
Dia pasti memanggil orang lain dengan suara itu…
Di dalam hatinya…
Pasti ada orang lain.
Gang-hee, kenapa kau menangis?
Katanya kau berubah…
Kau sudah berubah…
Gang-hee.
Jangan ikuti aku.
Aku tahu kau ada di situ.
Padahal kau sudah lihat…
Padahal kau lihat aku menangis.
Kubilang jangan ikuti aku,
dan kau benar-benar tidak mengikuti aku?
Dasar beruang.
Gang-hee…
Hei, Ji Gang-hee…
Kalau kau pergi sekarang, aku tidak akan menunggumu lagi.
Itulah yang aku mau.
Cinta pertama kita, sudah sampai di sini saja.
Selesai.
Kau bicara jujur?
Terima kasih sudah menyukai aku selama ini.
"Cinta pertama, Selesai."
Setelah sombong bilang begitu, lihatlah kau sekarang, Ji Gang-hee.
Kau yang mengakhiri, kenapa kau yang menangis?
Sudah kubilang jangan ikuti aku. Pergilah.
Kubilang ini mahal, edisi terbatas.
Kau harus kembalikan.
Tadinya aku mau bilang begitu, tapi malah cocok kau pakai.
Ah, padahal sulit sekali bisa lebih keren dari aku.
Buatmu saja, Gang-hee.
- Kau bisa lihat dengan baik? - Tidak.
Tunggu aku.
Apa-apaan, kau bisa lihat dengan baik.
Jangan ikuti aku.
Tolong berikan ini hanya untuk Gang-hee.
Kkam-hee, dulu hanya aku yang bisa menghibur Gang-hee.
Tapi sekarang tidak lagi.
Gang-hee... Kenapa dia menangis?
Kau tanya aku sudah tanya pada dia?
Katanya aku berubah, dan aku berubah.
Padahal aku masih sama.
Apa yang dia maksud aku berubah?
Loh, Cheon-Yeon-su, kau ada di kamar?
Pakai ini dan ikut aku ke atap.
Apa ini?
Tidak tahu.
Paman menyuruh untuk membagi lalu pakai ini dan berkumpul di atap.
Hari ini aku agak kurang semangat...
Tapi ini pesta penyambutan Gang-hee, kau tidak mau ikut?
Kau tahu 'kan paman suka pesta semacam penyambutan atau penobatan seperti ini.
Dia mengeluhkan, memangnya kita tidak mengadakan penyambutan keluarga,
langsung disambut oleh Ah-reum dengan buat seragam ini.
Jadi, sudah terlanjur begini, kita ikuti saja.
Kau tahu, 'kan?
Astaga, padahal kau yang akan paling semangat nanti.
Naiklah.
Bagaimana dengan karpetnya?
Karpet apa?
Karpet merah.
Kenapa kau tidak tanya?
Aku boleh tanya?
Tapi tidak kujamin akan kujawab.
Tidak, aku harus dengar jawabanmu. Karena ini sangat penting bagiku.
Apa?
Mulai hari ini kita...
Tidak perlu cari penginapan lagi, 'kan?
Kita menginap di Motel California saja.
Itu yang mau kau tanyakan?
Iya, kenapa?
Mana mungkin aku tanya,
"Kenapa kau menangis?"
"Kenapa kau tidak bilang kalau Motel California adalah rumahmu?"
"Kenapa kau bilang ayahmu sudah meninggal padahal dia masih sehat."
"Kenapa kau panggil dia Bapak Chunpil?"
Kau pikir aku akan tanya yang seperti itu?
Aku sudah tahu kau benci semua itu. Kenapa aku harus tanya?
Aku tinggal cari tahu sendiri saja.
Setelah kau tahu, hubungan kita akan semakin jauh.
Karena aku paling benci pria yang tahu masa laluku.
Oh, iya.
Aku lupa itu.
Kenapa kau datang?
Tidak ada kejadian apa-apa.
Di mana dia?
Hei, Ji Gang-hee!
Kau sudah datang dari lama, tapi baru kelihatan wajahmu.
Itu Ji Gang-hee!
Ji Gang-hee, tetap di belakangku.
Hari ini Ji Gang-hee harus istirahat karena kerja berlebih.
Nanti saja.
Nanti saja kalian datang lagi.
Kerja berlebihan apanya?
Hei!
Kau yang teriak-teriak di kantor polisi, 'kan?
Kau benar pewaris hotel Elitree?
Bisa-bisanya aku bertemu pria Seoul yang menemani pembantu konstruksi!
Kenalkanlah pacarmu ke kita!
Dia bukan pembantu, tapi penanggung jawab!
Kita mulai sesi tanya jawab satu-persatu.
Mulai dari saya.
Apa itu Kkang-Fam?
Kenapa teman-teman Gang-hee dipanggil seperti panggilan preman?
Terima kasih.
Masuklah.
Aku kembali.
Gang-hee.
Semuanya menunggumu.
Menungguku?
Siapa?
Birnya ada banyak sekali.
Hei.
Mau kubantu?
Ayo kita siap-siap.
Kuharap Gang-hee suka.
Ah-reum dan Seung-eon berdiri di situ.
Kau ke sana.
Hei, bukankah kita juga harusnya panggil si pria itu?
Atau tidak perlu?
No comments yet. Be the first to leave one.