لومړۍ 200 کرښې.
"Episode 26"
Ini Pink Lady.
Ini tampak cantik, tapi rasanya cukup kuat.
Minumlah perlahan.
Ini Margarita.
Ini juga koktail yang cukup romantis.
Pembuatnya
menamai minuman ini dari nama wanita yang dia cintai.
- Ini... - Bisakah kamu diam?
Ini membuatku gila.
Tidak ada yang berjalan sesuai keinginanku.
Semua malah makin rumit.
Aku melihat kejadian di pasaraya itu.
Kamu sedang bermasalah dengan orang tuamu?
Ini semua karena Han Woo Jung.
Apa?
Apa yang dia perbuat?
Kamu menyukaiku, bukan?
Tentu saja.
Kalau begitu, bantu aku.
Apa yang bisa kubantu?
Aku tidak suka dan sangat membenci Han Joo Won.
Apa kamu bisa
menyingkirkan mereka dari hidupku?
Apa maksudmu?
Kamu ingin aku menyingkirkan mereka dari hidupmu?
Aku membutuhkan seseorang yang benar-benar mendukungku.
Jae Bin, kamu bisa melakukannya?
Sulit kupercaya kita berpapasan dengan mereka seperti itu.
Bagaimana jika mereka sungguh bercerai?
Itu urusan mereka, bukan urusan kita.
Tapi Ibu, aku sungguh tidak mengerti.
Kita hanya berpapasan dengannya.
Kenapa ibunya Hwa Kyung begitu marah karena itu?
Semua yang terjadi juga seperti hari ini, bukan?
Kebanyakan hanya kesalahpahaman.
Hwa Kyung akan berpikir hubungan orang tuanya memburuk
karena Ibu dan aku lagi.
Anda sudah makan, Pimpinan Oh?
Kenapa kamu di sini?
Aku menyuruhmu datang ke pengadilan besok.
Apa-apaan ini?
Kenapa kamu berlutut?
Aku meminta maaf dengan tulus di hadapan kamu dan Pimpinan Oh.
Minta maaf? Untuk apa?
Karena menemui Han Joo Won di vila tanpa sepengetahuanmu.
Atas kesalahpahaman yang timbul karena hal itu.
Karena merahasiakan masa laluku dengan Han Joo Won.
Serta karena memintamu bercerai denganku meski aku tidak ingin.
Kamu berbohong?
Maafkan aku, Pimpinan Oh.
Kenapa kamu melakukan itu?
Kenapa memintaku bercerai denganmu padahal tidak ingin?
Kukira itu satu-satunya cara mendapatkan hatimu kembali.
Kukira itu satu-satunya cara agar aku bisa kembali.
Kamu berani mendapatkan hatiku dengan kebohongan?
Ya, aku tidak berpikir jernih. Maafkan aku.
Ayah, bangunlah. Ayah bisa duduk dan bicara.
Kamu masuk saja. Ini urusan orang tua.
Ibu, tolong maafkan Ayah.
Tega sekali Ibu membiarkan dia melakukan ini di depan putrinya.
Kakek, tolong hentikan Ibu. Kumohon.
Hwa Kyung, naiklah!
Kamu tidak ada urusan di sini.
Seperti inikah rasanya melindungi milikku?
Aku harus merendahkan diriku seperti Ayah?
Ini satu-satunya cara agar aku bisa bertahan?
Kenapa semua kebetulan yang ada malah merumitkan masalah?
Pimpinan Oh, maafkan aku. Tolong jangan marah.
Sudah kubilang, bukan?
Jika Yeon Hee enggan menemuimu, aku juga tidak mau.
Selesaikan urusan ini.
Sayang, maafkan aku.
Kamu berbohong.
- Apa? - Kamu masih berbohong
agar aku tidak menceraikanmu.
Sayang.
Seseorang sepertimu berlutut.
Memaafkanmu? Kamu berharap aku percaya?
Aku bisa apa lagi?
Ya.
Seperti permintaanmu, aku berlutut.
Aku harus melakukan apa lagi?
Kamu harus melakukan apa lagi?
Tetap seperti itu selama berhari-hari.
Siapa tahu?
Mungkin aku akan memaafkanmu karena kasihan.
Akan kulakukan jika itu yang kamu inginkan.
Kamu usai berkencan?
Ya.
Bu Han baik-baik saja?
Dia banyak pikiran.
Tidak mau keluar kamar.
Aku keluar karena frustrasi.
Kenapa kamu tampak sedih?
Ayo minum bir di restoran kami.
Aku akan menghubungi Kak Do Bin.
Kenapa wanita begitu rumit?
Tadi kamu senang usai berkencan.
Kurasa dia menyukaiku, tapi juga memanfaatkanku.
Aku tidak mengerti.
Kamu terlalu menyukainya.
Kakak ingin tahu siapa gadis itu.
Woo Jung, kenapa keluar selarut ini?
Kamu sedang ada pikiran?
Ini soal Bu Han.
Aku kaget sekali saat di pasaraya.
Pasaraya?
Woo Jung dan Bu Han pergi melihat-lihat beberapa merek.
Kami kebetulan berpapasan dengan Presdir Shin di sana.
Tapi secara kebetulan juga,
kami bertemu dengan Wakil Pimpinan Oh dan Hwa Kyung.
Mereka akan salah paham lagi.
Kamu juga tahu?
Bahwa keluarga Hwa Kyung
berpikir ibuku dan Presdir Shin berpacaran.
Aku tidak tahu banyak.
Aku tidak sengaja mendengar Bu Han bertelepon dengan Presdir Shin.
Aku putrinya, tapi yang paling terakhir tahu.
Dia ingin merahasiakannya darimu
karena takut kamu terluka atau merasa sedih.
Aku tahu, tapi aku tetap sedih.
Kebanyakan hanya salah paham
dan terkadang aku ada bersamanya saat itu terjadi,
tapi aku tetap merasa ibuku menyembunyikan sesuatu.
Aku masih ragu.
Setiap merasa ragu, aku selalu melakukan satu hal.
Apa itu?
Memercayai orang itu sepenuhnya.
Itu tidak mudah.
Itu menjadi masalah karena kami tidak bisa melakukannya.
Kakak tahu. Kakak juga kesulitan.
Kakak juga tidak memercayai Woo Jung sepenuhnya.
Maafkan aku.
Aku akan mencoba memercayai sepenuhnya.
Dengan begitu, orang yang kupercaya akan berusaha agar aku tidak kecewa.
Bersulang.
Ibu, hentikan sekarang juga.
Hentikan apa?
Biarkan Ayah pulang.
Dia hanya berpura-pura.
Berpura-pura?
Siapa yang peduli?
Apa?
Yang penting Ayah sudah menyerah lebih dahulu.
Ibu sudah menang.
Ibu tidak akan dikendalikan olehnya lagi.
Ibu bisa mengendalikannya.
Ibu tidak peduli soal memegang kendali.
Masalahnya, ibu tidak lagi memercayai ayahmu.
Ibu.
Bisakah kamu berhenti, Hwa Kyung?
Tidak ada yang berubah untukmu meski kami bercerai.
Kita akan hidup dalam kenyamanan dan kebahagiaan.
Kita tidak akan bahagia.
Jika Ibu menceraikan Ayah.
Ibu kira kamu tidak begitu menyukai ayahmu.
Terkadang, ibu bahkan mengira
kamu menganggapnya saingan untuk mendapatkan hati kakekmu.
Aku hanya cemburu karena Ibu lebih menyayangi Ayah daripada aku.
Aku juga ingin Kakek mengakui kemampuanku.
Ibu, aku juga membutuhkan Ayah.
Ibu lelah. Ibu mau tidur.
Minumlah.
Ayah akan berlutut semalaman?
Jika harus.
Ibu berpikir Ayah berpura-pura.
Berpura-pura?
Maka akan kutunjukkan sandiwara sebenarnya.
Sampai kapan Ayah akan melakukan ini?
Kamu ingin melihat aku bertindak sejauh apa
atau kamu takut harus bertindak jauh?
Aku tidak tahu harus melakukan apa.
Aku tidak tahu bagaimana caranya membujuk Ibu.
Pikirkan lagi.
Kamu dan aku saling membutuhkan.
Bisakah Ibu tetap di rumah?
Ya, ibu hanya perlu ke sana satu jam sebelum acaranya tayang.
Woo Cheol harus bersiap pergi ke sekolah.
- Biar kakak bantu. - Tidak, aku bisa sendiri.
Tidak apa-apa?
Dia ingin melakukan sesuatu. Kita beri semangat saja.
Kurasa ini berkat Jae Hee.
Apa?
Tiba-tiba aku ingat perkataan seseorang.
"Kita hanya manusia, pasti merasa ragu."
"Terkadang aku pun ragu kepada diriku sendiri."
"Tapi setiap merasa ragu, aku hanya punya satu pilihan."
"Yaitu memercayai sepenuhnya."
Kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?
Ibu.
Meski aku ragu, kuharap Ibu mengerti.
Serta tolong jangan marah meski terkadang aku tidak percaya.
Aku akan menjanjikan satu hal.
Aku akan berusaha memercayai Ibu sepenuhnya.
Terima kasih.
Kurasa keluarga Hwa Kyung kesulitan karena mereka
tidak saling memercayai.
Aku ingin membantu mereka meluruskan kesalahpahaman.
Tapi takut hanya akan memperburuk keadaan.
No comments yet. Be the first to leave one.