لومړۍ 191 کرښې.
NASI CUMI HITAM MADURA PAK KRIS spesialis nasi cumi hitam asli madura
nasi cumi hitam madura enak, empuk, ya cuma cumi PAK KRIS ! GOFOOD ,GRABFOOD READY
Penerjemah: EveryAgent a.k.a Dimas Daffa Yanuardi A Member of IDFL™ SubsCrew
Terima kasih kepada para donatur: --- Paksi Agung, Eppo Id, IDLIX, Dzaky Pomed ---
--- Apple-Tree, Tiara Nisa, Ivienk, Buyung Asmara Qondhi, Deynarazy ---
Hari Pertama
Kita punya berita sela.
Ini baru saja terjadi beberapa saat yang lalu.
Informasinya masih sangat minim.
Kita sudah terhubung dengan saksi mata.
Rog.
Apotek
...di tengah alun-alun pukul 8:52.
Dengan minimnya informasi saat ini,...
...kita masih belum tahu jumlah korban di gedung...
Apa yang terjadi?
Bom.
Sepertinya.
Kasihan sekali.
Ada suara kencang... / Rog, aku harus...
Suaranya seperti rudal, bukan pesawat.
Lalu ada ledakan besar dan..
Mau lebih tinggi?
Kau bisa!
Biarkanlah masuk!
Red Sox dua kali base hit.
Babak pertama? / Ketiga.
Ketiga?
Inning ke berapa ini? / Lima.
Ya ampun.
Tangan Ayah.. jijik.
Biar aku saja.
Jijik?
Wah.
Bernapas yang tenang.
Dia tetap mengincar base.
Dia meluncur! Masuk!
Itu sudah inning ke berapa? / Tiga.
Ayo!
Ayo, Henry!
Kau bisa!
Meluncur, meluncur!
Dia keluar!
Bagaimana caramu mengatakan "meluncur"?
Meluncur? / Sulit.
Kita di pemukul ketiga.
Ayo lakukan.
Ayo.
Ayo, Marcus! / Kita mulai. Pukulan tepat. Ayo.
Ball!
Tak apa. Pandangan yang bagus.
Baik, Marcus. Tunggu lemparannya, Kawan.
Dengan keluarnya dua..
Sial.
Sial.
Strike satu!
Tak apa.
Tak apa.
Barang rongsok.
Strike dua!
Ayo. Kita pergi.
Baik, Semua. Permainan berakhir.
Mari kita semua ke mobil masing-masing.
Baik, ayo. / Molly!
Hei./ Hei.
Apa itu? / Entahlah.
Entah apa itu. / Kuantar anak-anak pulang, ya?
Ya. Mobilku di Main Street.
Baik, semuanya masuk. Ayo.
Aku ikut Ayah.
Baik. Langsung pulang. Lee? Lee?
Hei. Kau tak apa? / Ya, baik.
Ada kabar dari saudaramu di pangkalan?
Setahuku tidak. Dia baru menelepon. Biar kutelepon balik.
Baiklah. Kabari aku.
Mobil Ayah di depan.
Jangan cemas.
Tunggu di sini.
Ronnie, ada apa?
Ada unit yang sedang ke sana, medis dan damkar.
Di mana? / Kurasa di peternakan Walker.
Ada apa?
Tak apa, Sayang.
Tak apa, Nak.
Bu?/ Ya.
Apa yang terjadi?
Astaga!
Tak apa. Kita aman.
Itu Ayah! / Mana?
Bu. Bu!
Astaga!
Kau tak apa, Sayang. / Aku tak apa.
Tak apa, Sayang.
Aku tak apa.
Aku tak apa.
Kami di Main Street dan.. Aku tidak..
Kau di sana?
Bu?
Bapa kami yang di surga...
...dikuduskanlah nama-Mu.
Datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu, di bumi seperti di surga.
Berikanlah kami hari ini makanan kami..
Tak apa.
Itu Ayah!
Merunduk.
Ayo.
Penerjemah: EveryAgent a.k.a Dimas Daffa Yanuardi Salam Dari Mahasiswa SASTRA INGGRIS, UBSI Kramat 98
Hari Ke-474
Tunggu di sini.
Aku mau masuk..
Diam di situ.
Lari!
Sayang, Ibu mohon.
Sayang, Ibu mohon.
Jangan. Ibu mohon.
Tak apa, Sayang.
Tak apa.
Tak apa.
Tak apa.
Lari.
Lompat.
Kau tak boleh menetap.
Entah buat apa jauh-jauh ke atas sini, tapi kau tak boleh menetap.
Atas sini?
Tak ada cukup pasokan makanan.. air. Semuanya tidak cukup.
Bagaimana kau tahu kami ke daerah atas?
Tak ada yang bisa kuperbuat. Kau takkan selamat.
Tunjukkan wajahmu.
Aku tak bisa membantumu.
Kumohon, aku tak bisa membantumu.
Emmett?
Emmett?
Kumohon.
Vodka
Atur napasmu, Sayang.
Bagaimana cara kerjanya?
Di atas adalah beton tiga kaki.
Mereka harus persis di atas kita untuk bisa mendengar.
Apa itu? Semacam..
Semacam umpan balik dari mikrofon?
Bekerja begitu saja. Entahlah.
Belum pernah kulihat makhluk yang mati.
Bagaimana keadaannya?
Dia..
Lukanya tidak mengenai tulang.
Tapi perbannya takkan bertahan lama.
Aku turut sedih.
Atas apa? / Anak-anak.
Aku berasumsi.. / Di hari itu.
Dan Nora?
Sebelas pekan yang lalu.
Dia sakit.
Kami menetap selama mungkin di rumah.
Tapi rasa sakitnya..
Saat dia mulai berteriak lah...
...kami terpaksa ke sini.
Itu langkah cerdas.
Masih kurang cukup.
Boleh aku bertanya?
Saat kau melihat apinya...
...malam demi malam...
...kau tahu itu dari Lee?
Ya.
Pernah terpikir olehmu untuk menyelamatkan kami?
Tidak.
Orang-orang yang tersisa...
...diri mereka sekarang..
Kau tak tahu, ya?
Aku tahu.
Mereka bukan tipe orang yang pantas diselamatkan.
Ada apa?
Ada apa?/ Musik!
Itu.. / "Beyond the Sea."
Kau sudah mendengarnya? / Ya.
Tidak. Ayah pasti akan mendengarnya.
Lagu sama yang diputar berulang kali selama empat bulan.
Kau berbohong!
Ayahku menggunakan radionya setiap hari!
Dia bilang apa? / Katanya dia pasti mendengarnya.
Siapa?
Lee.
Karena lembahnya.
Karena lembahnya. Kucoba radio dari rumah kami juga,...
...tapi kami tak pernah mendengar apapun sebelum tiba ke sini.
Mustahil Ayahmu akan mendengarnya.
Kau sama sekali tidak seperti dia!
Ini artinya ada lebih banyak orang?
Entahlah, Sayang. / Tidak!
Tak ada yang tersisa.
Sudah kubilang, tak ada yang tersisa.
Aku ingin kau pergi esok.
No comments yet. Be the first to leave one.