لومړۍ 200 کرښې.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
POLISI
DUA HARI SEBELUMNYA
Halo?
Hei, Nathalie.
Hei.
Ada masalah? Tadi aku tak bisa menghubungimu.
Ada kabar buruk.
Aku harus siap-siap?
Tidak. Kau tak dalam bahaya.
Mungkin tak akan ada kabar dariku untuk sementara.
Kenapa? Apa yang terjadi?
Ceritanya panjang.
Akan kujelaskan suatu hari. Aku ingin kau dengar ini dariku.
Ada yang bisa kubantu?
Tidak.
Terus lakukan yang kau lakukan.
Pekerjaanmu bagus.
Nick akan memberi instruksi untukmu.
Akankah kita bertemu lagi?
Kuharap begitu.
- Nathalie, aku harus akhiri. - Baik.
Kita bicara nanti.
- Maaf. - Hati-hati.
Tentu.
Aku mendengarkan.
Mungkin kau harus merekam ini.
Baik.
Aku berbohong soal JP.
Dia hanya sepakat bertransaksi...
karena aku menjanjikan dia bisa dapatkan Victor Bilzarian.
Astaga, Bob.
Kuculik Bilzarian dari hotelnya.
Agar tak kehilangan kendali.
Kusekap dia di pondok di Ardennes. Tadi malam dia kabur.
Dengan mobilku.
Bilzarian bukan masalah terbesar kita.
Ada hal lain.
Soal Ferry dan rekaman itu.
Saat John mengenalimu, kami sepenuhnya buntu.
Saat itu, Kim mendapati Danielle jatuh cinta kepadanya.
Kuminta Kim memanfaatkannya.
Kim terpaksa bertindak sangat jauh.
Kami mengacaukan pikiran wanita itu.
Sementara itu, aku harus mengurus transaksi,
tetapi John tahu kami polisi.
Dia memasang penyadap di mantelku.
Dia menemuiku.
Di pelabuhan.
Itu pembelaan diri, Nick.
Dia menyerangku dengan pisau, dan kami terjatuh ke air.
Dia tak pernah timbul lagi.
Lalu, Henk Swaab menemukan Polly.
Dia beri Polly telepon yang Ferry pakai untuk hubungi aku.
Setelah itu, dia menguasaiku.
Kuberi tahu dia soal Kim dan Danielle.
Pengacaranya akan gunakan itu untuk membebaskannya.
Itu saja?
Ini berisi rekaman penuhnya.
Ponselmu.
Kau tetap di sini sampai aku tahu rencana kami untukmu.
Sedang apa di sini?
Ayolah, Berengsek.
Baik, ini tak seburuk dugaan kita.
Dia tak akan bisa memakai ini.
Marc... Rekaman ini bukan masalahnya.
Aku tahu, tetapi kini, hanya kita yang tahu pengakuan Bob.
Kau tak mau menutupi masalah ini, bukan?
Tidak, tetapi kita harus berfokus pada tujuan kita.
- Kita tak bisa biarkan Bouman bebas. - Polisi yang korupsi sama buruknya.
Aku paham kau marah. Aku juga, percayalah.
Bob tak akan lolos dari ini.
Namun, kita harus realistis, dan melihat masalah dengan benar.
Jadi, ya, kau mau menutupi masalah ini.
JP PANGGILAN MASUK
Kau menghubungi kotak suara nol...
Bagaimana?
Kami lakukan latihan untuk merangsang peredaran darahnya.
- Kau lihat peningkatan? - Astaga...
Tidak juga.
- Kopi? - Ya.
Terima kasih.
Biasanya tatapan kosong, tetapi...
sesekali kulihat di matanya...
Bahwa kakakku ada di sana.
Terkadang dia responsif, tetapi...
Kita tak tahu apa yang dia pikirkan atau apakah dia mampu memahami.
Jujur saja... Aku tak akan berharap banyak.
JP menelepon. Bisa tanya dia apa maunya?
Hidupkan pelantangnya.
Apa pun maunya, kau tak boleh pergi.
Silakan. Aku akan hangatkan makananku.
Halo, Steve.
Kau menelepon. Aku sedang rapat.
Kabar baik. Pengiriman sudah tiba. Kita bisa bertemu untuk tuntaskan.
Baik, bagus. Enrico akan puas.
Aku tak yakin bisa datang, tetapi semua sudah diatur, jadi...
Tidak, jika kau tak datang, kubatalkan transaksi ini.
Aku tak suka perubahan mendadak.
JP, aku paham itu, tetapi aku harus bersama Ruud di Prancis.
Itu masalahmu, bukan masalahku. Aku punya masalah sendiri.
Tak berarti aku tak menghormati perjanjianku.
Jangan buat aku meragukanmu, Steve.
Guillaume.
Lalu, bagaimana?
Senjata ada di desa.
Begitu kita tahu lokasinya, transaksi bisa dibatalkan.
Kita bisa tangkap Berger Bersaudara tanpa Bob.
Caranya? Kita tak punya nomor telepon untuk disadap.
Kita punya orang dalam lain.
Kau akan gantungkan seluruh kasus ini kepada pelayan bar?
Tanpa dia, kita tak punya apa-apa.
Kita hanya perlu mengakses telepon JP untuk bertransaksi.
Dia selalu bersama mereka.
Nathalie bisa lakukan ini.
Dan Bilzarian? Akankah dia menggagalkan rencana kita?
Kurasa tidak.
Mobil Bob ditemukan di Doornik.
Dia kabur ke luar negeri.
Dia cerdas. Tak akan halangi rencana kita. Kita menyingkirkan saingannya.
Kuharap begitu, demi kau.
Tadinya aku tak mau Bob di kasus ini, tetapi katamu semua terkendali.
Jika ini gagal, bukan hanya Bob yang tanggung akibatnya.
Patrick, jangan munafik.
Kau tak pernah peduli dengan kasus ini, hanya ingin berprestasi.
Kini, keadaan makin sulit, kau coba selamatkan diri.
Aku akan bereskan ini dengan caraku. Persetan kau.
Ibu akan antar belanjaan ke rumah Nenek. Tetap di mobil.
Kapan aku bertemu ayahku?
Setelah dia membaik, Sayang.
Nathalie, dia bergerak.
Apakah Jackson ikut?
- Aku di sini. - Ya, tetapi kami tak lama.
Aku hanya antarkan ini. Kami akan pergi.
- Namun, dia boleh menyapa? - Ya.
Baiklah, tetapi hanya sebentar.
Roti kami tak dipotong di toko.
- Halo, ini Nathalie. - Nathalie, ini Nick.
Kita harus bertemu. Penting.
- Halo? - Ini aku.
Kami akan selesai setengah jam lagi.
Bagus. Vinnie akan urus pembayarannya...
setelah kau selesai.
Bagus.
Kukis ini enak, Nenek.
Apa katamu soal Laurent?
Dia mulai bergerak. Jari-jarinya.
- Sungguh? - Ya. Aku beri tahu dokter.
Dia kaget.
Katanya, "Ini berita luar biasa. Sepenuhnya tak terduga."
Nathalie, ada apa? Ini berita baik, bukan?
Ya, ini berita luar biasa.
Kepalaku bisa lepas jika tak menempel.
Toko meneleponku bahwa dompetku tertinggal.
Aku akan mengambilnya.
- Setelah itu kami ke kebun binatang. - Kau harus pergi?
- Ya. Ayo, letakkan itu. - Aku ingin tetap di sini.
Sayang, ayolah.
Dia belum bertemu ayahnya sejak kecelakaan itu.
Yvette... Aku tak yakin baik baginya melihat Laurent seperti ini.
Jangan perlakukan dia seperti anak kecil.
Jika kau besarkan dia seperti penakut, nantinya dia akan begitu.
Dia sudah besar, bukan?
Ayah sakit, dan harus berjuang untuk sembuh. Namun, dia akan membaik.
Kau tahu apa yang membuatnya bahagia?
Melihat wajahmu.
Nenek yakin sepenuhnya.
Aku ingin bertemu Ayah.
Kau ambil saja dompetmu.
Kita temui Ayah bersama, ya?
- Baik. - Baiklah, Ibu akan segera kembali.
Sampai jumpa.
- Hei. - Ada apa? Apa yang terjadi kepada Bob?
"Bob"?
Dia menelepon tadi malam. Dia baik?
Kukeluarkan Steve dari kasus ini.
Kenapa?
Itu antara dia dan kami.
Apa lagi yang dia beri tahukan?
Hanya nama depannya. Aku menanyakannya karena aku panik.
Itu kesalahanku. Jangan marah kepadanya.
Dengar, Nathalie. Senjata Berger ada di desa.
Setelah kami tahu lokasi penyimpanannya, kami bisa tangkap mereka.
Namun, kami butuh bantuanmu untuk itu.
Apa yang harus kulakukan?
Kami butuh telepon yang JP pakai untuk berbisnis. Untuk kami lacak.
- Aku tahu telepon yang mana. - Kau punya nomornya?
Tidak, tetapi dia berbahasa Rusia. Aku tahu bentuknya.
Kami butuh nomor teleponnya, atau nomor seri kartu SIM-nya.
Dan setelah itu, selesai?
Ya.
Hei, sekarang dua jari? Bagus, Bung.
Kau tampak lebih sadar, Kak.
Ada apa, Kawan?
Kau terlalu memaksanya.
Tidak, kurasa dia ingin katakan sesuatu. Kau ingin katakan sesuatu?
Ya? Dia ingin katakan sesuatu.
Ada apa? Kau kesakitan?
Berkedip dua kali untuk "tidak".
No comments yet. Be the first to leave one.