لومړۍ 151 کرښې.
Sub Oleh WETV
Menulis nyanyian
Dengan namaku
Setiap goresan
Terukir tidak biasa
Sungai menjadi lautan
Langit terbuka
Angin kencang dan api yang dahsyat
Anggap candaan
Hancurkan penilaian arogan
Dunia ini luas, jalan di depan juga lebar
Memahami hidup dan mati
Menunjukkan ketidaksudian
Satu pikiran dapat mengatasi ribuan rintangan
Akulah satu-satunya orang yang akan sewenang-wenang selamanya
Kesepian melawan takdir
Tidak takut melawan arus dalam situasi putus asa
Membalas penderitaan
Hancurkan situasi yang selalu berubah
Biarkan peraturan berubah untukku
Melihat waktu menguatkan hati
Meninggalkan jawaban yang legendaris
Melawan kekuatan Langit dengan kegigihan
Membangun monumen dengan darah dan air mata
Melatih tubuh
Tidak kenal takut
Menghancurkan bintang dengan tekad
Menghancurkan kebuntuan dengan keberuntungan
Semuanya hanya demi
Menuliskan jawaban yang kuinginkan
Konfrontasi Pertama
Animasi ini diadaptasi dari novel Chen Dong "Dunia Sempurna"
Episode 226
Penonton di bawah umur harus didampingi wali
Konten dalam film ini dibuat secara virtual dengan komputer
Jangan ditiru
Sebelumnya
Aku punya Pagoda Pengumpul Jiwa, yang bisa mengikat energi sejati.
Mulai sekarang,
kau adalah pelayanku.
Mo Dao.
Beraninya kau berkhianat!
Semut.
Harus tahu kekuatan waktu.
Merenggut nyawa orang sesuka hati.
Hari ini aku pasti akan menghancurkanmu jadi berkeping-keping.
Peta Sepuluh Alam kehilangan kendali.
Takutnya akan menghancurkan seluruh ruang.
Ini
di mana?
Tubuhku menghilang.
Untung jiwa masih ada.
Apa ini?
Fragmen Waktu
Ruang Harta Spiritual akan runtuh, cepat pergi!
Mo Dao.
Beraninya kau mengkhianati Tuan Immortal.
Saat kami benar-benar tiba,
akan menggulingkan seluruh dunia kalian.
Jalur Platform Abadi Peluang Khusus Peta Sepuluh Alam
Peta Sepuluh Alam diberkati oleh hukum langit dan bumi.
Mungkin ada peluang besar.
Namun, keberuntungan dan kemalangan berdampingan.
Apakah akan merebutnya?
Kalian tentukan sendiri.
Ini ingatanku sebelum aku masuk.
Pantulan Fragmen Waktu
Ini adalah...
Sungai Waktu?
Pantulan Fragmen Waktu
Bagaimana bisa sangkar kegelapan muncul di sini?
Semua ini nyata
atau hanya ilusi?
Tempat apa lagi ini?
Apakah sebuah momen di Sungai Waktu?
Kekuatan kita masih belum cukup.
Gambaran Masa Lalu Pantulan Pertempuran
Lebih baik mati daripada mundur!
Biarpun hancur berkeping-keping, jangan membiarkan mereka terus maju.
Lindungi wilayah kita, sampai akhir hayat.
Sampai akhir hayat.
- Serang mereka! - Lindungi wilayah kita!
Betapa kejamnya.
Ini semua adalah bekas dari Perang Kuno Abadi.
Karena kau sudah sampai di sini,
mari berbincang denganku.
Siapa Senior?
Tidak perlu sungkan.
Roh Pahlawan Dewa Sejati
Aura yang sangat misterius.
Mungkinkah seorang Dewa Sejati?
Dewa Sejati apa?
Hanya seutas obsesi yang gugur di sini.
Dia bisa telepati?
Dia bilang gugur di sini,
sepertinya tempat ini dulunya adalah medan perang.
Sebenarnya apa yang sedang aku alami?
Reinkarnasi.
Kelahiran kembali.
Siapa yang tahu?
Pokoknya kau sudah tidak ada di dunia fana.
Reinkarnasi?
Tidak.
Aku tetaplah aku yang dulu.
Siapa bilang reinkarnasi harus melalui kelahiran kembali?
Namun, bagiku,
ini lebih mirip sebuah perjalanan.
Reinkarnasi tidak diukur dengan waktu.
Dalam sekejap pun bisa terjadi kelahiran kembali.
Mimpi yang singkat,
juga merupakan reinkarnasi.
Kalau begitu, menurutmu,
jika ada seseorang yang duduk termenung,
berkelana dalam kehampaan,
jiwanya tertambat di ortodoksi,
apakah ini juga reinkarnasi?
Ya.
Terima kasih atas pencerahannya.
Itu hanyalah lamunan di tengah keabadian.
Arak Keabadian mengandung prinsip Kuno Abadi
Huh!
Tuang terlalu banyak.
Sudahlah.
Minumlah perlahan.
Hei!
Tidak boleh minum seperti itu!
Seolah ada banyak ortodoksi dan siklus era terkandung dalam cairan arak.
Terus berputar.
Dalam sekejap, langit dan bumi tiba-tiba terbuka.
Ini adalah pencerahan.
Kenapa ada sebuah biji?
Arak ini
mengandung jalan dan hukum Kuno Abadi?
Bisa-bisanya kau mampu menanggung ortodoksi sebesar ini.
Bisakah aku minta satu gelas lagi?
Tidak ada gunanya meminum semuanya.
Setiap tetes arak dalam kendi ini,
sudah kucicipi miliaran kali.
Aku mencoba menemukan cara untuk mengatasi malapetaka penghancur dunia.
Namun, tidak ada apa-apa.
Hanya ada pengulangan tanpa akhir,
dan penantian.
Hukum Kuno Abadi telah terbukti sebagai jalan buntu.
Masa lalu yang gemilang,
pada akhirnya akan menjadi hampa.
Begitu pula dengan hukum Kuno Abadi.
Kau harus berdiri di atas tulang belulang kami,
dan menemukan jalan baru.
Jika kau adalah orang yang menulis ulang semua hukum.
Bagaimana mungkin secangkir dapat membuktikan kebenaran?
Memangnya kenapa kalau perlu menyimpulkannya miliaran kali?
No comments yet. Be the first to leave one.