لومړۍ 200 کرښې.
I'm a Pet at Dali Temple
~ Episode 6 ~
Tidak apa-apa,
pakaianku kotor, tidak masalah. Bukan sesuatu yang penting.
Kamu pikir aku benar-benar peduli bajumu kotor atau tidak?
Pegang dia.
Kamu!
Aku dengar,
kamu seorang yatim piatu tanpa ayah dan ibu.
Benar.
Seorang rakyat biasa,
yang bahkan entah siapa orang tuanya,
masih berani,
datang ke pesta bunga plum kerajaan,
dan bahkan duduk di samping Putra Mahkota.
Jangan berpikir,
karena kakak dan Kak Mo Yan baik padamu, lalu mereka menyukaimu.
Mereka hanya kasihan padamu,
sehingga memberimu makanan.
Putri,
apa kau cemburu padaku?
Kamu pikir kamu itu cantik?
Cantik?
Kamu...
Lihat baik-baik,
disana...
tempat seharusnya kamu berada.
- Sana pergi. - Lepaskan aku.
- Jangan bergerak. - Lepaskan aku.
- Diam. - Lepaskan aku.
Kamu!
Ada sesuatu.
Ada apa?
Putri dan Nona itu sedang bertengkar di luar.
Hentikan.
Kak Mo Yan.
Kamu benar-benar tidak tahu bagaimana caranya membuat orang lain tidak khawatir.
Tidak usah peduli padaku.
Ikut aku.
Kak Mo Yan.
Apa yang kamu lihat. Ayo pergi!
Baik.
Aku...
Aku...
Aku tidak akan berkelahi dengan Putri Liu Yang lagi.
Aku tidak akan berani lagi.
Apa kamu terluka?
Tidak.
Sakit.
Aku akan lihat mulai sekarang apa kamu berani berkelahi lagi.
Putri Liu Yang yang lebih dulu menyerangku.
Jika ada anjing menggigitmu,
kamu akan balik menggigitnya?
Seharusnya...
seharusnya iya.
Aiya.
Baiklah.
Aku tidak akan menggigit balik.
Berhenti menatapku dengan tatapan menakutkan seperti itu.
Aku takut.
Apa kamu tahu?
Putri Liu Yang adalah anak angkat Permaisuri.
Putra Mahkota,
adalah putra dari Permaisuri.
Hari ini kamu berkelahi dengan Putri Liu Yang,
itu berarti kamu menyinggung seluruh keluarga kekaisaran.
Kalau begitu,
apa aku akan dipenggal?
Sekarang baru kamu takut?
Aku hewan peliharaanmu,
kamu adalah tuanku.
Kamu,
akan melindungiku, kan?
Setelah membuat masalah, kamu sebut dirimu hewan peliharaan.
Aku akan minta mereka menyiapkan air dan handuk untukmu.
Bersihkan dirimu.
Tidak perlu.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Kamu tidak perlu repot-repot.
Jangan bilang kamu juga takut air seperti kucing?
Tidak.
Aku tidak takut.
Aku saja, biar aku saja.
Ini...
Kemari.
Kemari.
Kamu mau bersihkan yang di mana lagi?
Biar aku saja yang melakukannya.
Apa yang kamu lakukan?
Kamu mau melamar?
Tangan.
Tangan.
Kalian orang-orang masa lampau,
bukankah ini berlawanan dengan norma jika seorang wanita dan pria bersentuhan?
Apa yang kamu lakukan?
Apa kamu mau aku melihatmu menghadiri acara seperti ini?
Tangan yang satu.
Lepas sepatumu.
Wah.
Lepas sepatumu?
Kamu keluar saja.
Aku bisa melakukannya sendiri.
Keluar.
Wah.
Hari ini lepas sepatu,
lalu besok-besok aku harus lepas bajuku?
Dasar sakit.
Ini tehmu, Putri.
Bagaimana aku bisa minum panas begini?
Maafkan aku.
Tolong ampuni aku, Putri.
Yang Mulia Kakak.
Yang Mulia Kakak, kamu harus menuntut ini untukku.
- Kamu boleh pergi. - Baik.
Kamu tidak terluka, kan?
Ru Xiao Lan itu,
aku tidak tahu apa yang dia makan,
sehingga bisa berani begitu melawanku.
Jika ibu Permaisuri tahu,
dia tidak akan melepaskan wanita itu.
Kalau kamu baik-baik saja,
maka aku pikir kamu tidak perlu membuat Kaisar dan Permaisuri tahu tentang ini.
Kenapa tidak?
Aku tidak akan pernah membiarkannya.
Ru Xiao Lan adalah seseorang yang penting untukku.
Jika ada yang berani menyentuhnya,
maka akan sangat sulit bagiku.
Sudah.
Jangan biarkan masalah kecil begini mengacaukan pesta bunga plum.
Sebelum berakhir hari ini,
kamu tinggal saja di sini.
Aku akan memberi tahu yang lain,
bahwa Putri sedang tidak enak badan,
jadi dia sedang beristirahat di kamarnya.
Di mana batu lima warnaku?
Oh tidak.
Aku pasti menghilangkannya waktu berkelahi tadi.
Ru Xiao Lan,
apa hebatnya kamu?
Kalau aku melihatmu lagi,
aku tidak akan membiarkanmu.
Min Er.
Kenapa mata Putri terlihat aneh?
Mungkinkah,
itu sihir hypnotis yang kakek pernah cerita?
Batu lima warna.
Apa kamu tidak apa-apa, Ru Xiao Lan?
Hati-hati.
Hentikan.
Zhang Hen,
bagaimana keadaan Tuan?
Pendarahannya sudah berhenti.
Saat ini,
lukanya sudah tidak apa-apa.
Hanya, takut keadaanya akan memburuk.
Nona Ru, kamu harus menjaga dan menemani Tuan.
Aku akan ke ruang obat, untuk membuatkan obat untuk Tuan.
Kenapa kamu begitu bodoh?
Mengorbankan dirimu untukku.
Orang yang terluka itu seharusnya aku.
Melindungi hewan peliharaan itu tugasku.
Itu tidak dapat diubah.
Kamu sudah bangun.
Maafkan aku.
Aku lihat ada yang aneh pada tatapan Putri Liu Yang.
Tapi aku tidak sempat memberi tahumu,
dan membuatmu terluka.
Ini gara-gara aku.
Bukan karena kamu.
Kamu kenapa?
Jangan bergerak, aku akan memanggil Zhang Hen.
Aku baik-baik saja.
Tenanglah dan tetap di sampingku.
Tapi lukamu,
lebih baik aku memanggilnya.
Baik...
aku tidak akan pergi.
~
~ h
~ ha
~ hac
~ hach
~ hachi
~ hachiK
~ hachiKo
~ hachiKo ~
Nona Ru.
Ini sudah tengah malam.
Apa yang dilakukan seorang wanita muda sepertimu di sini?
Ini,
Zhang Hen memberi tahuku untuk di sini dan menjaganya.
Tapi,
udara malam sangat gampang menyebabkan masuk angin.
Aku akan pergi mengambil kayu bakar.
Tidak perlu.
Kondisi Tuan sudah membaik.
Aku,
sebentar lagi akan kembali.
Nona Ru, kamu salah paham.
Aku tidak khawatir padamu,
No comments yet. Be the first to leave one.