لومړۍ 200 کرښې.
EPISODE 2
Apa yang kau lakukan sehingga tak tidur sampai larut malam?
Lampu kamarmu terus menyala.
Aku hanya membaca sesuatu
karena tak bisa tidur.
Biarkan yang masih tunas dan cabut yang berdaun lebar saja.
Baik.
Namun, Nenek tidak cocok berada di kebun rumah.
Nenek tidak pernah mencoba mengurus rumah sebelumnya,
tetapi rupanya, hal itu menyenangkan.
Dahulu, di tempat itu ada kolam.
Ada patungnya juga, 'kan?
Bagaimana kau bisa tahu?
Apa?
Sepertinya aku pernah dengar dari Ibu.
- Nenek. - Ya?
Apa Nenek pernah ikut gerakan mengumpulkan emas?
Aku mempelajari soal krisis IMF di sekolah.
Rupanya sekarang hal itu sudah masuk ke buku pelajaran.
Tentu saja nenek ikut.
Apa Nenek menjual barang-barang seserahan
seperti cincin kawin?
Nenek menjual semuanya selain cincin kawin.
Apa? Nenek tidak menjualnya?
Walau sekarang terlihat norak,
itu model yang paling modern dahulu.
Tidak norak. Sangat keren.
Nenek akan pergi ke toserba.
Bersiaplah jika mau ikut.
Baik.
IBU
Kau tidak pulang? Mau terus tinggal di sana?
Nenek tidak menjual cincinnya. Seharusnya Ibu cari tahu lebih dahulu.
Percuma aku mengasihani Ibu semalam.
Aku sedang melihat cincin kawin Nenek.
Jangan hiraukan aku.
Apa? Bukankah cincin itu sudah dijual?
Memuakkan sekali, Nyonya Shin Jae-kyung.
Seharusnya Ibu bilang jika tak menjualnya.
Aku jadi merasa bersalah sekarang.
- Ayo berangkat. - Ayo, Nek.
Aku bukan balerina lagi, jadi, belikan aku kola, Nek.
TAHUN 1998
Back Yi-jin!
Back Yi-jin!
Aku pindah sekolah hari ini!
Aku pindah ke SMA Tae Yang!
Aku bisa terus beranggar!
Apa ini? Kau sudah pergi?
Kau tidak dengar?
Namun, tidak apa!
Aku bisa memaafkan segalanya hari ini.
Karena aku sangat bahagia sekarang!
Selamat.
Kau berteriak kepada siapa?
Apa? Bukan siapa-siapa.
Ibu sudah mau berangkat kerja?
Ibu akan mengantarkanmu karena ini hari pertamamu di sekolah baru.
Ke sekolah? Tak usah. Aku bisa sendiri.
Apa yang bisa kau lakukan sendiri? Pergi ke kelab?
Tunggu.
Kenapa patungnya menjadi begitu?
Itu perbuatanmu?
Untuk apa aku menyentuhnya? Itu gila.
Ibu membelinya untuk menyimbangkan energi kurang baik rumah ini.
Sekarang, yin-yang -nya timpang.
Ibu itu pembaca berita. Kenapa percaya hal begitu?
Ibu hanya membicarakannya di rumah, bukan di TV.
Ayo berangkat.
Astaga.
Aku bisa ke sekolah sendirian!
TIDAK TERIMA KORAN
- Ibu dengar? - Cepat!
Kau lebih cantik daripada di TV.
Terkadang aku merasa kecewa karena di TV terlihat gemuk.
- Astaga. Suaramu bagus sekali. - Tidak.
Aku tahu kau sibuk, jadi, kupikir Hee-do akan datang sendiri.
Ini hari pertama putriku pindah sekolah. Tentu saja aku harus datang ke sini.
Anakku masih harus banyak belajar.
Mohon bantuannya, Pak, Bu.
Astaga. Siapa ini? Halo, Ibu Shin Jae-kyung.
Aku kepala sekolah SMA Tae Yang.
Salam kenal, Pak. Aku Shin Jae-kyung.
Tentu saja aku tahu itu.
Karena orang penting sepertimu datang, jangan duduk di sini,
dan ikutlah aku ke ruanganku.
- Baik. - Ya.
Tunggu.
Aku mau ke toilet.
Mari, Pak.
Kau tahu dirimu dijuluki "Bocah Tampan" oleh para siswi senior?
Rupanya sudah tersebar.
Kau juga tahu aku sudah memperhatikanmu sejak lama, 'kan?
Serasa Ibu saja yang pindah sekolah.
Sebentar lagi aku harus ikut ujian masuk perguruan tinggi,
tetapi tidak bisa fokus karenamu.
Berkencanlah denganku. Aku akan jadi pacar yang baik.
Kak, aku puas dengan hidupku sekarang.
Apa kau menolakku karena Ji Seung-wan?
Sebenarnya apa hubunganmu dengan Ji Seung-wan?
Dia teman masa kecilku.
Bisakah perempuan dan lelaki berteman?
Masa?
Kalau begitu, dia bukan temanku, tetapi aku memujanya.
- Hei, Moon Ji-woong. - Kak.
Aku tidak butuh pacar, tetapi hanya butuh penggemar.
Lagi pula, aku tak berkencan dengan penggemarku.
Sekolah campuran sangat seru.
Anak-anak, ada murid baru yang akan jadi teman sekelas kalian. Namanya Na Hee-do.
Dia tak akan sering ke kelas karena pelatihan anggar,
tetapi bertemanlah dengan baik.
- Ya, Bu. - Ya, Bu.
Perkenalkan dirimu.
Halo. Namaku Na Hee-do.
Duduklah di kursi kosong itu.
- Ketua Kelas, ajak dia keliling sekolah. - Baik.
- Siapa yang piket hari ini? - Aku.
- Ambil kertas ujian di meja ibu nanti. - Ya.
Belajar dengan baik.
- Ya, Bu. - Ya, Bu.
Halo, Anak Baru.
Kau ketua kelas?
Aku anak keren.
Apa tugasnya anak keren?
Seperti ini. Mengajak mengobrol anak baru.
Lalu, apa lagi? Merundung dan memalak?
Apa maksudmu? Kita harus akrab karena kau masih baru.
Jika kau anggota klub anggar, apa kau berteman dengan Ko Yu-rim?
Aku baru saja pindah.
Kau tak berencana menjadi temannya?
Karena aku menyukai Yu-rim.
Aku yang lebih menyukai Yu-rim daripadamu.
Apa alasanmu menyukai dia?
Teknik, kecepatan,
atau kekuatan mental?
Aku suka sosoknya.
Benar. Sosoknya yang cantik.
Benar.
Dia sangat sempurna.
Moon Ji-woong, kembali ke kursimu.
Baik.
Ayo kita berkeliling sekolah.
Kau ketua kelasnya?
Ya. Namaku Ji Seung-wan. Senang berkenalan denganmu.
Rupanya kau teman masa kecilnya.
Kenapa kau jadi ketua kelas?
Aku tak mau.
Biasanya yang jadi ketua kelas adalah murid yang tak mau.
Kau tak mau, tetapi ditunjuk?
Teman-temanku iseng dan memilih yang tak mau.
Sedihnya, ketua kelas dipilih dengan mengambil suara.
Mereka menunjuk anak yang tak mau demi kesenangan sementara
dan menyiksanya selama setahun?
Lalu, kenapa?
Bukankah tak apa tersiksa setahun asal senang sementara?
Apa ini? Rupanya kau sangat penyabar.
Kita ke mana lebih dahulu?
Kau tak perlu tahu lokasi lab dan ruang seni karena akan sering absen.
Apa hanya perlu tahu lokasi UKS dan toilet?
Toilet pasti ada di ujung koridor
dan UKS pasti ada di lantai satu.
Yang aku ingin ketahui ada di gimnasium.
Jadi, aku pergi lebih dahulu. Terima kasih.
Kau tak menanyakan hal terpenting, Na Hee-do.
Kantin ada di sebelah kiri saat mengarah ke gimnasium.
Ko Yu-rim, rupanya ini duniamu.
Lalu kini, ini juga jadi duniaku.
Sudah dengar kemarin, 'kan?
Mulai hari ini, dia…
Di mana Ko Yu-rim?
Dia mendadak dipanggil oleh Federasi.
Sebentar lagi datang.
Seorang bintang pasti sibuk.
Kalau begitu, perkenalan diri. Kau yang pertama, Ye-ji.
Baik. Aku Lee Ye-ji dari kelas satu.
Aku Park Han-sol dari kelas satu.
Aku Lee Da-seul, kelas tiga.
Aku Kang Ji-soo, kelas tiga juga.
Halo?
Giliranmu.
Benar.
Halo. Aku pindahan dari SMA Putri Seon Jung.
Namaku Na Hee-do, dan aku kelas dua.
Maaf karena aku terlambat.
Tak apa. Karena terlambat, kau saja yang berlatih bertanding.
Pelatihan bertanding apa?
Bertandinglah dengan dia. Kita harus tahu kemampuannya.
Aku bahkan tak tahu namanya. Kenapa bertanding?
Aku Hee-do.
Namaku…
Na Hee-do.
Aku hanya belum berkenalan denganmu.
Sudah, 'kan?
Kini bisa bertanding karena sudah kenal.
Na Hee-do. Aku beri waktu tiga hari untuk beradaptasi.
Jika kau menang saat bertanding melawan Yu-rim tiga hari lagi,
aku akan kembalikan ini.
Kau memakai sepatu itu?
Sepatu ini bermerek.
MEMBINA YANG TERKUAT
No comments yet. Be the first to leave one.