لومړۍ 200 کرښې.
Apa itu?
Apa kau melihatnya?
Tidak.
Aku agak takut.
Jangan... jangan takut.
Aura gaibnya kuat sekali.
Kenapa aku melayang?
Untuk apa kalian mengangkatku?
Aku cuma keluar untuk menangkap peri.
Kalian mengangkatku begini
apa karena mengagumiku?
Tetaplah di atas sana dan diam.
Kalian mau apa?
Jangan lempar aku.
Mau ke mana?
Kau sedang apa?
Banyak peri yang penuh dengan aura gaib.
Bicara omong kosong saja.
Sstt!
Jalan.
Malam ini akan terjadi insiden besar.
Ini baru suasana Festival Lampion.
Lakukan dengan baik.
Aku punya hadiah jika pertunjukannya bagus.
Panen lancar dan rakyat hidup damai.
Aku He Xiuqin yang mati secara tak adil.
Aku dendam!
Kepala Tim, apa itu suara burung?
Kayaknya bukan.
Apa terjadi sesuatu?
Ayo.
Nona kecil.
Kau Tuan Hakim Daerah?
Kau mengenaliku?
Aku dicelakai oleh perampok.
Aku dendam.
Dendam di mana?
Coba kusentuh di mana dendamnya.
Big Talk, God Catcher
Pertimbangan Tajam dan Tanpa Memihak
Ini panggung pertunjukan.
Ini hantu wanita.
Ini aku.
"Cang, cang, cang".
Hantu wanita itu datang ke hadapanku.
Aku terjatuh.
Seperti apa penampilan hantunya?
Mulutnya besar seperti binatang buas.
Xu, kau itu Letnan Daerah.
Cepat pergi tangkap hantunya.
Ini sudah "cang, cang, cang".
Mulutnya besar seperti binatang buas.
Tangkap hantu, harus ditangkap hantunya.
Tangkap hantu.
Dia bilang namanya He Xiuqin.
Siapa yang bernama He Xiuqin?
He Xiuqin yang janda itu.
Guo Huan, coba katakan.
Tepat sebulan lalu
Janda He Xiuqin entah karena apa
pergi sendirian ke lereng utara yang jaraknya dua mil di luar kota.
Kemudian, dia diserang perampok di sana.
Setelah dia mati,
jasadnya juga dibakar dengan api.
Api itu membakar dalam sekejap.
Apinya berkobar.
Turun kau.
Sakit...
Turun.
Xu.
Kasus He Xiuqin...
Sudah selesai dari dulu.
Perampok berbuat jahat, rakyat terkena musibah.
Tak ada gunanya menangkap hantu.
Perampoknya yang harus ditangkap.
Siapa yang berani tangkap perampok?
Aku berani.
Biar kuhajar dia.
Dengan kemampuanmu?
Menangkap perampok?
Hanya dengan kemampuanmu?
Semuanya pergi tangkap hantu!
Pertimbangan Tajam dan Tanpa Memihak
Angin,
api,
petir.
listrik,
semua peri berikan aku anugerah.
Kekuatan alami hidup menyucikan segalanya.
Membuat dunia penuh dengan
penuh dengan cinta.
Xu.
Semewah ini harus bayar berapa?
Pendeta Besar menangkap hantu
dibagi menjadi 36 Roh Surgawi
dan 72 Iblis Duniawi.
Khusus menangani semua jenis setan dan hantu.
Berapa harganya?
Roh Surgawi lebih mahal.
300 koin sekali dilakukan.
Dia sangatlah ganas.
Langsung bisa membunuh hantu itu.
Yang murah saja.
Iblis Duniawi, yang itu murah.
Iblis Duniawi 150 koin.
Pokoknya dihabisi saja,
tetapi tak bisa membunuh yang dendamnya terlalu kuat.
Paling setengah mati.
Dia masih punya napas.
Mungkin mengeluarkan asap hijau.
He Xiuqin termasuk yang dendamnya kuat.
Baiklah.
Kalau begitu, pakai yang Roh Surgawi.
Wu.
Kau sudah dua tahun menangkap hantu di tempat kami, kan?
Sudahkah kau membayar biaya umum?
Cepat hitung.
Setahun ada 12 bulan.
12 bulan...
Kenapa jadi begini? Begini saja.
Kuberikan Roh Surgawi lengkap.
200.
150.
190.
150.
180, menghilangkan bencana bagi rakyat.
Baik.
Ini.
Kalian patungan saja.
Apa?
180 koin? Kalian mau merampok?
Hei, apa para pendeta seperti kalian begitu cinta uang?
Aku bukan biksu.
Rambutku rontok secara alami.
Nama penyakitnya Alopecia areata.
Kau begitu tidak tahu malu
berani minta uang 180 koin?
180 koin itu dua kati daging kambing.
Ditambah dua ekor ayam betina tua yang gemuk.
Atas dasar apa?
Apa dia sudah lapar?
Aku...
Aku yang pendeta atau kau?
Coba kita bandingkan.
Mari kita bandingkan.
Kucekik kau sampai mati.
Aku juga bisa tangkap hantu.
Siapa yang tidak bisa? Barang murahan itu.
Kami juga bisa tangkap hantu sendiri.
Istriku akan segera melahirkan.
Aku mau jadi sipir penjara begitu menangkap hantu.
Lalu kemudian...
apa kita dapat imbalan setelah menangkap hantu?
Tak diberi uang, aku juga tak mau.
Turun.
Kau sedang apa?
Benar, Kepala Tim.
Kau sedang apa?
Bukan, menangkap hantu seharusnya...
Cepat lari.
Cepat lari.
Cepat.
Minggir.
Semuanya minggir.
Minggir.
Turun kau.
Kusuruh kau turun.
Berani?
Tuan Muda Zhang.
Berhenti di sana.
Pergi.
Letnan Xu.
Aduh, astaga.
Kau baik-baik saja, kan?
Ini salah paham.
Siapa yang kutabrak, berikan dia uang.
Baik.
Uangmu banyak, ya?
Ini salah paham.
Turun kau.
Kepala Tim, menurutmu aku begitu berusaha keras.
Kenapa Letnan Xu tidak mengizinkanku?
Kenapa dia tak pernah mengizinkanku...
Bangun.
Tuan muda dari Kediaman Zhang ini
benar-benar...
Tuan Muda Kediaman Zhang benar-benar sombong.
Tetapi, siapa suruh ayahnya
adalah Jenderal Besar Zhang Ji?
Mengabaikan hukum, luar biasa sombong.
Tetapi, niat baiknya sudah datang.
Coba kulihat sebesar apa niat baiknya.
Aduh, astaga. Niat baiknya besar juga.
Imbalan menangkap hantu sudah ada.
Lumayan juga ini.
Tidak boleh berjudi, paham?
Tidak boleh.
Ini...
ini lumayan juga.
Omong-omong,
No comments yet. Be the first to leave one.