لومړۍ 200 کرښې.
KARYA FIKSI INI BERDASARKAN DISTOPIA KOREA
SEMUA KARAKTER, ORGANISASI, DAN KEJADIAN ADALAH FIKSI
DONASI TERKUMPUL
Dua tahun!
Semuanya, sudah dua tahun!
Dua tahun mengerikan yang tak ingin kita ingat ini!
Saat pandemi yang tak terduga menyerang negara kita,
banyak perusahaan bangkrut, dan orang yang menjadi gelandangan.
Propaganda pada orang-orang kaya yang tak beralasan
menyebabkan pembakaran, teror,
dan pada akhirnya…
Ya, benar.
Kerusuhan di Gwanghwamun!
Krisis ekonomi
kini sudah berlalu.
Kini, lupakanlah itu semua.
Akan kuubah semua itu!
Pandemi yang memuakkan ini
pada akhirnya berhasil diatasi!
- Pulihkan ekonomi! - Pulihkan ekonomi!
Kami menuntut pemerintah untuk bertanggung jawab!
YAYASAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
DONASI TERKUMPUL
SEO JEONG-HAK, KETUA YAYASAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL
CHA GYEONG-HUI, MENTERI HUKUM
MIN YONG-SIK, KEPALA GRUP MINBO
PARK DU-MAN, PEMIMPIN MEDIA RAKYAT
Lapangan pekerjaan?
Akan kusediakan lagi.
Aku, Heo Joong-se,
pria yang dipilih oleh rakyat yang terhormat,
akan membangkitkan Korea menjadi lebih baik lagi,
dan mengembalikan kejayaannya!
Akan kukorbankan diriku demi itu semua!
Dia selalu berlebihan saat disorot.
Dia belum bisa memperbaiki kebiasaannya, Pak.
Jangan berharap apa-apa kepada seorang mantan badut.
Kita harus perbaiki hukum dan ketertiban dulu agar bisa bangkit.
Reformasi peradilan kuat yang sudah kusetujui akan segera diterapkan.
Pertama kalinya dalam sejarah, seluruh rakyat akan berpartisipasi
dalam persidangan sebagai juri.
Hakim Kang Yo-han, yang dijuluki Hakim Bao Abad ke-21
karena tak kenal ampun kepada para kriminal,
akan perlihatkan persidangan adil yang sesungguhnya
seperti yang diinginkan rakyat.
Dan aku, Heo Joong-se, yang membuat semua ini dapat terwujud!
Ayo ubah Korea secara keseluruhan!
Halo. Aku Kang Yo-han.
Hakim Kang, ada kontroversi tentang Sidang Siaran Langsung. Bagaimana pendapatmu?
Banyak yang berkata itu melanggar HAM dan semua hanya sandiwara.
Masyarakat juga mencemaskan kekejaman dan kurangnya toleransimu
kepada orang lemah.
- Siapa yang disebut orang lemah? - Apa?
Dari semua terdakwa dalam sidangku, siapa yang temasuk orang lemah?
Pertama, ada pelanggar di bawah umur,
seorang tunawisma, dan orang yang kejiwaannya…
Pemerkosa teman sekelas, perampok berantai, dan pembunuh.
Itu disebut "orang lemah"?
- Tapi tetap saja harus ada… - Mereka hanyalah terdakwa.
Aku tak peduli tentang siapa yang lemah maupun kuat.
Lantas, apa kali ini kau bisa beri hukuman yang berat kepada terdakwa juga?
Pemimpin Joo Il-do terkenal memiliki banyak sekali relasi kuat.
Jika pihak yang berwenang memberimu tekanan…
Aku yang punya kewenangan.
Aku, Kang Yo-han, aku!
Aku adalah pemegang kuasa.
Aku akan menggunakan wewenang
yang sudah dipercayakan oleh rakyat kita selaku penguasa berdaulat.
Tak ada yang lebih di atas rakyat.
Rakyat adalah pemegang kuasa.
Sampai jumpa di pengadilan.
Dia hebat.
Benar.
Selamat, Pak Hakim Selebritas.
Maukah kau bersulang?
Bersulang untuk kekuasaan yang seksi.
Aku akan menggunakan wewenang
yang sudah dipercayakan oleh rakyat kita selaku penguasa berdaulat.
Tidak ada yang posisinya di atas rakyat. Rakyat adalah pemegang kuasa.
Tunggu.
Permisi, Pak.
Ada urusan apa ke sini?
Aku ditugaskan di sini mulai hari ini.
Rupanya kau hakim Sidang Siaran Langsung. Masuklah.
Silakan masuk.
Profesor.
Maksudku, Hakim Agung Min.
Aku belum biasa memanggilmu begitu.
Kau tidak perlu memanggilku begitu.
Kau terlihat keren.
Bisa saja.
Tempat ini seperti kuil.
Memang benar kuil.
Kuil keadilan.
Jadi, ini pengadilannya?
Mereka akan menyiarkan sidangnya secara langsung.
Kenapa Hakim Kang Yo-han membuat hal itu menjadi sangat besar?
Hakim Kang? Dia bukan hakim biasa.
Dia orang yang akan memperbaiki sistem peradilan korup ini,
dan secercah harapan bagi Korea yang hampir hancur ini.
Dia memang sangat terkenal.
Monster akan datang di tengah era kekacauan.
Hukum tak masuk akal yang sudah dia lewati
bukan pemikiran orang di bidang hukum, melainkan para politikus.
Kau begitu membencinya,
tapi memasukkan aku ke persidangan ini.
Perlu ada seseorang di dalamnya.
Seseorang yang tak akan tergoyahkan meski di dalam badai kencang.
Di sini tak ada yang bisa melalui badai kencang itu.
Apa kau menyuruhku menjadi Yudas Iskariot?
Mohon bantuanmu.
Kau ingat yang selalu aku katakan di kuliahku, 'kan?
Aku ingat.
Tak ada keadilan yang mudah di dunia ini.
Senang bertemu denganmu.
Ada apa, Pak?
Tak apa-apa. Maafkan aku.
Jadi, namamu Kim Ga-on?
- Ya. Mohon… - Selamat datang
di medan perang.
PASANGAN SUAMI ISTRI PEMILIK RESTORAN TERKENAL
BUNUH DIRI
KIM GA-ON
Mereka mirip.
Lebih daripada yang kuduga.
Hakim Kim Ga-on?
Senang bertemu denganmu. Aku Oh Jin-joo.
- Senang bertemu denganmu, Hakim Oh. - Maaf mejaku berantakan.
Aku datang dari jauh, jadi, barangku banyak.
Tak masalah. Apa kau akan tidur di sini?
Tidak. Mungkin tak setiap hari.
Ini seperti prinsip mendasar pada saat bekerja.
Aku harus mengambil hati atasan dengan bekerja keras di awal.
Baik.
Hakim Kim, penugasan pertamamu di Seoul, 'kan?
Ya.
Setelah jadi hakim, aku selalu ditugaskan di daerah.
Jadi, ini kali pertamaku bekerja di Seoul.
Sesungguhnya, kesempatan seperti ini sangat langka. Benar, 'kan?
Ada apa denganmu? Kau agak pemalu?
Tidak.
Mohon bantuanmu.
Kau terlihat berbeda setelah tersenyum.
Kini aku tahu standar mereka saat memilih hakim.
Apa maksudmu?
Kalau dikatakan secara jujur…
citra depan publik.
Begitu. Tapi, apa hubungannya dengan pekerjaan kita sebagai hakim?
Tentu saja ada.
Coba kau pikirkan.
Kita anggota hakim yang berdiri di depan seluruh rakyat Korea.
Orang-orang biasanya lebih percaya perkataan orang
yang punya pesona, alih-alih perkataan yang benar.
Maksudku, pesonalah yang berkuasa.
- Berkuasa? - Ya.
Jangan anggap serius perkataanku tadi. Perasaanku sedang senang,
jadi, aku bicara asal tanpa berpikir dua kali.
Sejujurnya, aku…
adalah penggemar berat Hakim Kang.
Aku beruntung sekali bisa bekerja di sini.
Kau berhasil, Oh Jin-joo! Ayo bekerja keras.
Sudah pikirkan lagi keputusanmu menghakimi kasus Pemimpin Joo Il-do
- dari Kimia JU sebagai kasus pertama? - Kasusnya paling pas.
Padahal ada banyak kasus yang lebih mudah dan sederhana.
Jangan khawatir, Pak. Kita hanya perlu mengikuti hukum.
Dia pasti akan kerahkan pengacara terbaik di Korea.
Pasti begitu.
Kepercayaan kepada sistem pengadilan turun hingga sepuluh persen. Tahu, 'kan?
Ya.
Lantas, kenapa kau pilih kasus yang putusannya
sepertinya akan berbeda dengan kemauan rakyat untuk disiarkan…
Pak Ketua MA.
Sidang Siaran Langsung bukanlah pengadilan kanguru.
Itu hanya persidangan terbuka yang disaksikan semua rakyat.
Itu cukup bagiku.
Aku pulang lebih dulu.
- Ya. Sampai jumpa besok. - Ya.
Ayo kita menyeberang. Angkat tangan kanan kalian.
Bagus. Ikuti aku lewat sini.
Dasar berengsek!
- Bersiap menembak. - Berjaga di pintu pengadang.
Bus dari jarak 200 meter mengarah ke pintu depan dengan cepat.
Sopirnya tak dikenal. Menunggu perintah.
Ada apa ini? Astaga. Anak-anak, cepat menyeberang.
Kau baik-baik saja?
Pistol diberikan agar kalian bisa menembak.
Maaf, Hakim Kang.
Pak, kau baik-baik saja?
HUKUM PEMIMPIN JOO IL-DO!
Pagi ini, sebuah bus TK
meledak di depan Mahkamah Agung.
Sopir bus marah karena surat penahanan
untuk Pemimpin Joo Il-do telah dibatalkan…
Apa lagi ini?
Jadi, dia begitu karena surat penahanannya dibatalkan?
Itu hanyalah aksi tantangan bagi pihak yang berwenang.
Dengan segala hormat,
menurutku itu bukan tantangan, tapi jerit kemarahan.
Apa maksudmu dengan itu?
Jika dikurung tanpa diberi makanan,
No comments yet. Be the first to leave one.