لومړۍ 200 کرښې.
Dulu ada 4 orang...
yang kabur dari penjara dengan alasan yang berbeda...
Apa pun rintangannya, mereka akan berusaha melewatinya.
Dengan disertai tekad, mereka berhasil.
Yang pertama mendonorkan ginjalnya...
dan menyelamatkan nyawa ibunya.
Yang kedua melihat putrinya menikah..
dan rukun kembali dengan istri dan putrinya.
Ada lagi yang ikut dengannya...
tapi dia sangat menyebalkan.
Jadi dia cuma bisa melewati satu gerbang.
Yang terakhir, dia tidak kabur...
tapi dia dalang dari semuanya.
Jadi hukumannya juga akan ditambah.
Kami berempat dijebloskan ke penjara...
tapi kami berhasil keluar sekali.
Jadi semua orang terkesan.
Sekarang, mereka menjuluki kami berempat...
"Saudara pelarian".
Tambahkan dan campurkan ini.
Kau sudah boleh melukis.
Kita lupakan soal pelarian.
Mau menghabiskan waktuku agar berguna.
- "Chen Ho Ching," - Belajar, jadi aku bisa cerdas.
- "Hukuman: Segera dibebaskan." - Belajar, agar aku bisa cerdas.
Aku lupa beri tahu kalian, aku akan segera bebas.
Tin, gimana cara bacanya?
Terbalik.
Kau bercanda, kan? Balikkan.
Benar. / Oke.
"Mak Kin Tin" - Jangan salah paham, aku tak bisa jadi bos.
Jangan salah paham, aku tak bisa jadi seorang bos.
"5 tahun" / Jangan salah paham, aku tak bisa jadi bos.
Penjara sedang direnovasi...
dan aku tahu sedikit tentang arsitektur...
jadi Kepala Sipir menunjukku untuk...
memperbaiki ruang bermain.
Bos yang sebenarnya, masih orang yang sama.
Meski aku masih bos...
Aku cuma mau belajar agar makin terampil.
"Penggilas Besar, 30 tahun" / Jadi aku bisa membantu di rumah saat aku dibebaskan.
Aku tak mau terlibat lagi perkelahian dan...
untungnya penjara agak tenang saat ini.
Lempar!
Masih ingat Kepala Sipir Tang?
Karena pelarian kami...
membuatnya sangat lalai...
dan kesempatan dia untuk dipromosikan sudah hilang.
Jadi dia masih Kepala Sipir disini.
Terjebak di sini bersama kami.
Kau baru saja menyerang seorang petugas.
Hukumanmu ditambah sebulan.
Habislah kita, bicara soal lain saja.
Kenapa kau tak lempar?
Kenapa kau tak oper bolanya padaku?
Chan Ho Ching,
ada orang baru masuk.
Dia disini selama 3 bulan menunggu persidangan.
Kau harus membimbingnya sebagai konselor,
mengajarinya soal aturan.
Aku tak mau dia terlibat masalah.
Namanya Ho Chun.
Ya, pak.
Dia benar2 gila, mana mau aku jadi babysitter.
Aku juga tak kenal siapa orang itu.
Ini kesepatan bagus.
Hei, ini Ho Chun.
Dia pimpinan beberapa perusahaan cabang,
salah satu pengusaha termuda yang sukses.
Kau begitu memujinya.
tapi bisnisnya semuanya kotor.
Melibatkan para triad.
Orang kaya makin menjadi-jadi dibanding triad.
Aku bisa mati jika aku bilang sesuatu yang dia tidak sukai.
Jangan khawatir. Dia baru datang,
awasi saja dan dia harus berterima kasih.
Pikirkan sisi positifnya, jika dia menyukaimu...
kau bisa bekerja untuknya setelah kau bebas.
Kurasa itu bagus.
Aku tak mau buang-buang waktu dengan kalian.
Aku mandi dulu dan rapikan rambut.
Ayo.
Tn. Ho, kau boleh mengenakan kembali pakaianmu.
Aku Chan Ho Ching, guru pembimbingmu.
Halo, bos Ho.
Halo, Saudara Chun
Halo, Saudara Ho.
Aku harus memanggilmu apa?
Bagaimana aku bisa berlatih jika kau tidak balas?
- Tapi... - Tapi apa?
Kau meremehkanku karena kau tampan?
- Hei, kapan aku... - Jadi apa?
Brengsek.
Hei,
itu milikku.
Kawan.
Kak 'Penggilas Besar', kau gambar apa?
Lagi gambar komik anak-anak yang mendidik.
Tapi kau belum punya cucu.
Emang harus dikerjakan secepat itu?
Akan selesai jika aku sering menggambar.
Ranjangmu No. 3, sebelah sana.
Tn. Ho, aku guru pembimbingmu, Chan Ho Ching.
Kau bisa tanyakan apa saja...
Aturan tempat ini sangat rumit...
tapi sebenarnya tak begitu sulit.
Tpi aku butuh waktu.
Langsung saja ke intinya.
Baiklah...
Termasuk tiga kali makan.
Kau digaji jika kau bekerja.
Kita juga bisa bermain sepak bola...
dan menonton TV, bukankah itu luar biasa?
Jika kau ada masalah.
- Temuilah saudara 'Si Penggilas Besar". - Hei,
kau!
Anak baru, temui bos.
Ya, sapalah kakak 'Penggilas Besar'.
- Aku tak mau. - Kau bilang apa?
Katakan lagi!
Tn. Ho, kan?
Reputasiku sudah terkenal.
Aku si Penggilas Besar,
senang bertemu denganmu.
Hentikan... hentikan.
Anak muda.
Mendekam di penjara tidaklah sesulit itu...
terkadang membosankan.
Tapi selama kau ikuti aturan...
kita bisa hidup bersama...
dan waktu berlalu.
Ada dua tipe orang di dunia ini...
yang mengikuti aturan dan yang menerapkannya.
Aku tipe orang yang tidak mengikuti aturan.
Paham.
jadi apa maksudmu?
Mulai sekarang, kau dan anak buahmu.
Mengikuti aturan, dan arahanku.
Baiklah,
akan kupikirkan.
Kau juga boleh meminta pendapat mereka.
Waktumu 48 jam untuk mempertimbangkannya.
Kau benar, orang ini pemarah.
Kau bisa mati.
Bubar!
Tak ada apa-apa disini.
Tuan Ho,
Aku yang urus semuanya di sini, besar atau kecil...
Jika kau ada permintaan atau keluhan, beri tahu aku.
Ada pertanyaan?
Kau di sini selama tiga bulan, menunggu persidangan.
Kau cukup terkenal.
Aku sarankan tinggallah di sel yang terpisah.
Agar kau tidak diganggu.
Aku tidak butuh perlakuan khusus.
Kepala Sipir Tang tak memperlakukanmu secara khusus,
dia cuma peduli keselamatanmu...
jika terjadi yang tak dinginkan.
Kurasa aku bisa tinggal dengan narapidana lain.
Jadi aku tak butuh perlakuan khusus.
Baiklah.
Aku akan mencatatnya...
kalau kau sendiri tak mau sel yang terpisah.
Mereka menyajikan ayam setiap hari Rabu.
Tapi sisi mananya yang kau anggap sebagai keberuntungan?
Lihat? Itu cuma setengah pantat ayam.
Terima kasih.
Terima kasih.
Lihat, tinggal sayap ayam.
Jadi kau orang baru Ho Chun.
Layani Tn. Ho dengan baik.
Bosku titip salam.
Jangan pergi sampai kau selesai.
Brengsek, cari masalah denganku?
Aku dengar kau berusaha...
merekrut "Penggilas Besar" saat kau pertama kali masuk.
Mengesankan.
Tapi...
Kenapa kau tak mau merekrutku?
Apa aku tidak selevel?
Tindakanmu itu...
mempermalukanku dihadapan anak buahku.
Sialan...
bajingan si Bekas Luka ini.
- "Si Bekas Luka, dijatuhi hukuman seumur hidup" - Setelah upayanya yang gagal di penjara...
"Bekas Luka, dihukum seumur hidup" dia dipindahkan ke ruang dapur...
yang kerjanya cuma makan.
Tiap hari makin gemuk.
Hei brengsek... kau mau apa?
Penggilas Besar lagi mandi,
datanglah sebentar lagi.
Apa yang kau lakukan?
Mau dihajar?
Biarkan dia masuk.
Silahkan.
Si Bekas Luka orangnya sangat angkuh.
Jangan permalukan dia,
dan bersabarlah.
Agar seseorang bisa bertahan hidup,
kau harus menyerang duluan.
No comments yet. Be the first to leave one.