لومړۍ 200 کرښې.
Sub bY VIU
Resynced == ANANG KASWANDI ==
"Episode 31"
"Direktur Rumah Sakit"
Direktur rumah sakit memintaku
menjadi kepala Pusat Psikiatri Medis yang baru.
Aku bilang padanya akan memikirkannya, tapi...
Jangan bilang kamu akan menolaknya.
Aku akan menolaknya.
Kenapa?
Aku sudah lama memikirkannya.
Kurasa kepala pusat tidak seharusnya orang tua sepertiku.
Si Joon, kamu harus melakukannya.
Itu omong kosong.
Aku tidak bisa menjadi kepala pusat baru.
Aku tidak bisa. Tidak mungkin. Tidak, terima kasih.
Jangan bilang "tidak"
dan pikirkan baik-baik.
Pikirkan apa yang tepat untuk pasien.
Untuk menyembuhkan dunia gila yang hanya makin gila,
kita harus menangani penyakit secara berbeda
dibandingkan dengan masa lalu.
Untuk itu, kita harus melangkah maju
dan melihat dari berbagai sudut.
Itulah impianmu.
Astaga, aku tidak bisa.
Setidaknya pikirkanlah.
Aku ingin memberi saran.
Kamu bilang
banyak orang di negara kita yang terluka,
tapi tidak cukup orang yang diobati untuk luka mereka.
Itu sebabnya kamu memutuskan membangun Pusat Psikiatri Medis.
Aku yakin dokter Lee akan memimpin
persis seperti yang kamu impikan.
Harus kuakui, aku terkejut.
Kamu juga tahu
dokter Lee tidak seperti dokter lainnya.
Itu sebabnya aku sangat ragu.
Secara pribadi, menurutku kamu juga
membuat keputusan berbeda dalam hidup dibandingkan orang lain.
Benarkah?
Kamu menjadi murid pra-med
meskipun orang tuamu menentangnya.
Kamu memutuskan mengelola rumah sakit ini
berharap bisa membangun rumah sakit yang bagus.
Semua itu keputusan yang berani.
Sama seperti kamu memikirkan banyak hal
sebelum membuat keputusan,
Dokter Lee juga sangat merawat pasiennya.
Itu bukan hanya berdasarkan kepribadiannya yang aneh.
Metode yang dia pakai untuk merawat pasiennya
adalah hasil kerja kerasnya yang tidak berujung.
Dokter Lee tidak pernah berhenti melakukan penelitian
sejak dia menjadi dokter residen.
Saat aku menjalani wajib militer...
Saat masih menjadi dokter residen,
dia hampir seperti tinggal dengan pasien di bangsal.
Aku pergi ke taman hiburan dengan pacarku...
Aku tidak pernah melihat dokter seperti dia
yang memikirkan pasiennya siang dan malam.
Aku mengakui
metode pengobatan dokter Lee terkenal.
Bukankah kamu bilang
perawatan pasien
adalah alasan kita membuka pusat baru?
Kalau begitu, apa masalahnya?
Siapa yang peduli metode apa yang dia pakai?
Bu Direktur.
Jangan serahkan Pusat Psikiatri baru kepadaku atau dokter Oh,
tapi kepada orang yang lebih muda
yang tidak takut berubah atau bereksperimen.
Aku tidak akan pernah lelah
mendampinginya.
"Pusat Medis Eun Kang"
Ya, Direktur.
Kalian semua bekerja keras.
Halo.
Ruanganku agak sesak,
jadi, aku minta bertemu di sini.
Ini juga hari yang indah.
Ya.
Silakan duduk.
Apa pusat baru sudah siap untuk pembukaannya?
Tentu saja. Aku bekerja keras untuk itu.
Kamu hanya perlu membuat keputusan akhir
yang kamu tunda.
Jadi, baru saja,
aku membuat keputusan penting.
Kuharap kamu tidak membantahku.
Apa aku pernah tidak setuju denganmu?
Aku selalu menghormatimu. - Benar.
Tapi kamu mungkin tidak setuju kali ini.
Untuk apa?
Tidak akan.
Kepala Pusat Psikiatri baru
adalah dokter Lee Si Joon.
Siapa? - Dokter Lee Si Joon.
Ini tidak terduga, bukan?
Kamu sangat terkejut?
Bu Direktur. Ini salah.
Apa? - Bahkan bukan Park Dae Ha,
tapi Lee Si Joon?
Kamu akan menjadikannya kepala pusat?
Kamu tidak tahu dia seperti apa?
Aku tahu. Itu sebabnya aku memberinya pekerjaan itu.
Park Dae Ha merencanakan ini, bukan?
Kamu tidak bisa melakukan ini, Direktur.
Aku tidak akan menerima ini.
Lee Si Joon sebagai kepala pusat?
Pak Wakil Direktur. Kamu sudah keterlaluan.
Sebesar itulah ini!
Tidak!
Dokter Lee tidak bisa menjadi kepala pusat!
Kenapa menunjuknya seolah-olah tidak ada orang lain?
"Direktur Rumah Sakit"
"Dokter Park Dae Ha"
Tidak, aku mendengarnya.
Wakil direktur marah
dan mengatakan bahwa dokter Lee
tidak akan pernah bisa menjadi kepala pusat.
Itu artinya dia belum menjadi kepala.
Tidak, dia kepala, karena itu dokter Oh pasti menolak.
Bukankah itu berita bagus? - Ini sungguh tidak terduga.
Kukira dokter Oh. - Nomor yang Anda tuju...
Dokter Lee tidak menjawab.
Dia tidak akan menolak tawaran itu, bukan?
Kurasa dia akan menolak.
Ada tiga pendekatan untuk terapi panggung.
Pertama, partisipannya menggunakan tubuh mereka
dan indra untuk mengekspresikan diri.
Kedua
disebut proyeksi, di mana para peserta
menggunakan berbagai benda atau alat.
Hari ini, kita akan mempelajari
cara mengekspresikan perasaanmu memakai kain-kain ini.
Apa artinya ini?
Ini batu loncatan.
Aku sedang menyeberangi sungai di batu loncatan ini.
Lantainya adalah air.
Aku
berdiri di sekitar sini.
Arus tiba-tiba muncul,
dan aku menunggu arus melambat.
Selagi aku menunggu,
aku melakukan latihan ringan.
Itu indah.
Mari beri Woo Joo tepuk tangan hangat.
Ada acara apa?
Bisa luangkan waktu untukku hari ini?
Apa ada masalah?
Aku punya kekhawatiran,
dan kurasa aku akan dapat jawabannya jika bersamamu.
Apa aku seseorang yang memberimu jawaban?
Kamu tidak tahu itu? - Tidak.
Aku agak sibuk,
tapi aku akan menghabiskan waktu bersamamu.
Apa yang kamu lakukan?
Sampai kapan kamu akan menyembunyikannya dariku?
Sekitar setahun? - Apa?
Lantas, aku akan mengejutkanmu. - Setahun? Selama itu?
Bisakah kita melakukan keinginanku hari ini?
Aku lebih cepat. - Apa?
Dokter Lee. - Ya?
Yang kalah membeli es krim.
Setuju.
Mana yang harus kumakan?
Yang ini.
Apa yang kamu dengarkan?
Apa? - Apa yang kamu dengarkan?
Ini lagu yang diaransemen Ji Sun. Kamu mau mendengarnya?
Bu Gong adalah komponis berbakat.
Benar, bukan? Aku sangat terkejut.
Aku menulis lirik baru untuk lagu ini. Kamu mau mendengarkannya?
Dokter In. Kamu di sini.
Kamu sudah dengar soal kepala pusat?
Ya.
Direktur kita sudah gila, bukan?
Park Dae Ha merencanakan semuanya.
Apa yang harus kita lakukan?
Kamu lebih muda dan pintar dariku.
Pikirkan sesuatu.
Tentang apa? - Bagaimana menurutmu?
Si Joon belum menerima tawaran itu.
Kita harus mencegahnya menerimanya.
Dari yang kudengar, dia tidak menjawab telepon.
Dia juga tidak menginginkan pekerjaan itu.
Cari tahu soal itu.
Tidak.
Katakan kepadanya dia tidak bisa menerima tawaran itu.
Dokter In.
Kamu kesal soal tempo hari? - Tidak, Pak.
Apa kamu tahu bahwa dokter Park
yang mencurigaimu mengonsumsi narkoba, bukan aku?
Apa maksudmu, Pak?
Aku bilang sejak awal kamu tidak meminum apa pun,
tapi dokter Park bilang itu meragukan
dan dia tidak akan menulis surat rekomendasimu
ke Johns Hopkins.
Pak Wakil Direktur.
Kamu pasti lelah dan stres hari ini.
No comments yet. Be the first to leave one.