لومړۍ 192 کرښې.
Sun Oleh WETV
Menulis nyanyian
Dengan namaku
Setiap goresan
Terukir tidak biasa
Sungai menjadi lautan
Langit terbuka
Angin kencang dan api yang dahsyat
Anggap candaan
Hancurkan penilaian arogan
Dunia ini luas, jalan di depan juga lebar
Memahami hidup dan mati
Menunjukkan ketidaksudian
Satu pikiran dapat mengatasi ribuan rintangan
Akulah satu-satunya orang yang akan sewenang-wenang selamanya
Kesepian melawan takdir
Tidak takut melawan arus dalam situasi putus asa
Membalas penderitaan
Hancurkan situasi yang selalu berubah
Biarkan peraturan berubah untukku
Melihat waktu menguatkan hati
Meninggalkan jawaban yang legendaris
Melawan kekuatan Langit dengan kegigihan
Membangun monumen dengan darah dan air mata
Melatih tubuh
Tidak kenal takut
Menghancurkan bintang dengan tekad
Menghancurkan kebuntuan dengan keberuntungan
Semuanya hanya demi
Menuliskan jawaban yang kuinginkan
Mereobos Pengepungan
Animasi ini diadaptasi dari novel Chen Dong "Dunia Sempurna"
Episode 206
Episode sebelumnya
Tidak kusangka kalian bahkan ingin membunuh seorang pemuda.
Serahkan Huang.
Liu Shen!
Kalau begitu, maka hentikanlah dengan darah.
Shi Hao adalah muridku.
siapa yang menindasnya, berarti menyatakan perang padaku.
Tepi Wilayah Kosong
Begitu memasuki Gerbang Purba, tidak ada yang bisa kembali lagi.
Aku bukan tubuh asli.
Waktu keberadaanku terbatas.
Kalau kau punya pertanyaan dalam berlatih, aku bisa menjawabmu malam ini.
Liu Shen.
Sebenarnya Anda pergi ke dunia seperti apa?
Tidak bisa kudeskripsikan.
Perjalanan sangat panjang, tidak tahu seberapa jauh.
Aku hanya tahu setelah melewati Gerbang Purba itu, mungkin bisa sampai.
Dunia yang kukenal sudah tiada.
Tanah tempat tinggalku telah hangus.
Orang yang kukenal sudah meninggal.
Pertarungan itu terlalu brutal.
Aku sedang mencari penyebab semua ini.
Sebenarnya sejak zaman dahulu kala, selalu ada orang yang sedang menjelajah.
Namun, tidak ada orang yang bisa mencapai tujuan akhir.
Aku hanya sedang mencari.
Mungkin tubuh asliku telah berubah menjadi genangan darah.
Apakah Anda pergi membalas dendam?
Bukan membalas dendam.
Hanya berharap bisa menghilangkan bencana.
Pada era Kuno Abadi, ada dewa yang bertahan di dunia ini,
tapi tidak bisa lolos dari takdir.
Anda yang membimbingku sampai sekarang.
Tentu saja, aku harus pergi bersamamu dan bertempur bersama.
Master kuat sebelumnya tidak bisa menyelamatkan.
Biarpun kau bisa mencapai ketinggian itu, juga tidak bisa mengubah apa pun.
Berikan aku waktu untuk menjadi kuat.
Sampai bisa mengalahkan semua musuh di dunia.
Aku pasti memenuhi syarat untuk ikut pertarungan.
Biarpun bisa meratakan semuanya,
juga hanya bisa menjadi penguasa di dunia bobrok ini.
Kalau begitu, aku akan menjadi lebih kuat lagi.
Hingga bisa membalikkan semua situasi tempur sendirian.
Tidak terkalahkan.
Mengalahkan semua musuh dari zaman dulu sampai sekarang.
Dalam waktu yang panjang, mungkin akan ada orang seperti itu.
Hidup sendirian dan mengenang waktu yang berlalu, menemani ortodoks sendirian.
Namun, aku tidak ingin kau mengambil jalan ini.
Karena akan kehilangan banyak hal.
Tidak peduli bagaimanapun, aku akan berusaha.
Seandainya suatu hari langit runtuh, dunia terbalik, hanya sisa kau sendirian,
biarpun kau tidak terkalahkan, tapi pada akhirnya hanya bisa mengenang.
Melihat orang yang dikasihi menua dan dikuburkan.
Melihat teman lama meninggal, tidur di pemakaman.
Tiba saat itu, apakah kau masih akan merasa keinginanmu itu sepadan?
Tekadku sangat kuat.
Aku akan maju dengan berani.
Menciptakan keajaiban, mengubah sejarah, melampaui masa lalu dan sekarang.
Suatu hari nanti, aku akan tiba di sana.
Liu Shen.
Ini susu hewan kesukaanku.
Enak sekali.
Cobalah.
Kalau begitu, tunggu kau benaran berdiri di ranah yang cukup tinggi.
Tiba saat itu, tidak perlu kukatakan, kau juga akan melihatnya
dan memahami segalanya.
Aku akan menghilang.
Sebelum pergi,
aku akan menunjukkan kepadamu apa yang akan terjadi di masa depan.
Apa yang kau pikirkan, sejauh itulah matamu memandang.
Berkonsentrasi pada pengamatan.
Semuanya ada masuk ke hatimu.
Aku ingin melihat tempat terakhir.
Hasil terakhir.
Melihat segalanya di masa depan.
Di mana orang-orang?
Kenapa hanya sisa aku sendiri?
Tidak akan seperti ini.
Segala sesuatu bisa diubah.
Masa depan akan diubah olehku.
Aku tidak akan membiarkan peristiwa seperti ini terjadi.
Di duniamu, kelak apakah menjadi tidak ada aku, tidak ada yang lain?
Banyak orang tidak akan ada lagi.
Seluruh dunia akan menjadi sunyi.
Semuanya hampa.
Kesedihan dan kesepian bersama.
Tidak.
Aku melihat datangnya dunia besar, dunia makmur.
Semua orang yang kutemui masih ada.
Situasi jaya, dunia bergembira bersama.
Kurasa masa depan cerah, tapi juga sangat hening, 'kan?
Yang kau lihat belum tentu menjadi kenyataan.
Ada banyak variabel.
Selalu ada secercah harapan.
Kalau begitu, aku ingin menjadi variabel itu.
Memperjuangkan secercah cahaya.
Mengubah segalanya.
Selanjutnya, apa yang harus kulakukan?
Lewati perbatasan dulu.
Waktunya telah tiba.
Di daerah perbatasan telah memahami hukum dan aturan dunia ini.
Biarpun kau menguasai banyak ilmu juga tidak bisa menjadi yang terkuat.
Kau harus menemukan jalanmu sendiri.
Liu Shen.
Aku pasti menempuh jalanku sendiri, mengejar jejakmu, tiba di duniamu.
Anak Muda.
Jalan di depan penuh rintangan.
Harus dihadapi dengan tenang.
Senior, terima kasih telah mengambil risiko untuk membantuku.
Guru.
Aku...
Tidak peduli apa yang kau lihat,
kalau kau tidak ingin mengatakannya, tidak perlu dikatakan.
Jangan sampai tekadmu goyah.
Sibuk begitu lama,
aku harus kembali ke Wilayah Kosong untuk mencari Istana Master.
Ini diberikan oleh beberapa pemimpin di Kuno Abadi.
Mereka baik sekali padamu.
Hahaha.
Nak!
Ibu!
Nak.
Biarkan aku melihatnya dengan baik.
Kakak.
Qin Changsheng Master Abadi
Bagaimanapun, Klan Qin adalah tempat kelahiran ibuku.
Dendam masa lalu dibiarkan berlalu saja.
Kalau begitu, aku juga ingin mengubah permusuhan menjadi persahabatan.
Gerbang Klan Qin selalu terbuka untukmu.
Klan Qin sudah cukup ada adikku.
Aku yakin dia akan bangkit.
Ke depannya kalau perlu, aku juga akan membantu.
Nak, kau tidak pulang bersama kami?
Masih ada banyak hal yang perlu kulakukan dan banyak jalan yang harus kutempuh.
Anak sudah dewasa.
Seharusnya punya dunia sendiri.
Seharusnya berjuang sendiri.
Aku yakin pada akhirnya dia akan terbang jauh.
Ada seorang gadis kecil yang sangat menjagaku ketika aku masih kecil.
Dia tidak pernah meninggalkanku.
Seharusnya dia datang ke Dunia Atas bersama dengan kakekku
dan tinggal di Klan Qin.
Aku akan menyuruh orang mencarinya dan dibawa ke sisimu.
Asal dia baik-baik saja.
Man sudah aman.
Aku harus pergi menemui Kakek.
Negara Iblis Tiga Ribu Benua
Daripada mengkhawatirkan masa depan, sebaiknya rileks.
Hadapi kalau sudah bertemu.
Tidak peduli apa yang ingin diubah, intinya harus menjadi kuat dulu.
Kalau tidak, bagaimana membicarakan harapan dan fajar?
Aku percaya matahari akan terbit lagi besok.
Tanah ini tidak akan tenggelam.
Lanjutkan perjalanan.
Siapa yang berkunjung?
Kakek.
Hao?
Itu kau?
Kau benar-benar kembali?
Kakek.
No comments yet. Be the first to leave one.