لومړۍ 200 کرښې.
Halo?
Halo?
Siapa ini?
Siapa ini?
TV, kulkas, ponsel, lampu, komputer.
Bagus.
Tepuk tangan.
Bukan cuma itu.
Pesawat, kereta api, ATM.
Semuanya di sekitar kita butuh energi.
Energi yang ada di sekitar kita.
Itu juga ada di dalam diri kita.
Di dalam diri kita... / Ada energi.
Di dalam diri kita... / Ada energi.
Ucapkan dengan penuh enerjik.
Ada energi. / Ya.
Boleh aku bertanya?
Apa yang harus kita lakukan jika semua yang barusan kalian sebutkan
mati suatu saat nanti?
Aku akan menelepon PLN.
Akan kuperiksa tetangga apa mereka mengalaminya.
Bukan cuma peralatan di rumah kita.
Bagaimana jika semua peralatan di dunia mati
suatu saat nanti?
Telepon, komputer, semuanya. Dalam sekejap.
Mati!
Apa itu mungkin?
Benar.
Itu sudah terjadi.
Bertahun-tahun lalu.
Pada tahun 1851.
Para ilmuwan menyebutnya Efek Harrington.
Apa? Efek Harrington.
Ya.
Permisi.
Disini.
Halo!
Dimana perkemahannya? / Ikut aku.
Apa sdr orang tua?
Tidak! Aku belum menikah.
Aku adalah koordinatornya. / Oh!
Ayo, lewat sini. / Oke.
Apa yang kita pelajari hari ini?
Apa yang ada di sekeliling kita? / Energi.
Apa yang ada di sekeliling kita? / Energi.
Energi tak bisa dibuat... / Atau dihancurkan.
Energi cuma bisa dipindahkan
dari satu bentuk ke bentuk... / Yang lainnya.
Ya. Sampai jumpa minggu depan.
Bisa stress kalau begitu.
Belajar dan nikmati hidup.
Ya!
Pak. / Oke, terima kasih.
Kau bisa kerjakan semua ini!
Aku tak pernah bertani
saat aku masih bertugas.
Pernah dengar guru pertanian jadi petani?
Orang-orang sepertimu-lah yang sering baca buku
mengulas masalah ini.
Jangan pedulikan aku.
Tracy sudah kembali dari Shimla?
Ya, dia mungkin langsung
ke Andaman.
Kau tak pergi ke sana?
Ke Andaman? Untuk apa? Mau melihat laut?
Ada pantai di sini juga.
Rumput tetangga selalu lebih hijau.
Yang benar saja!
Semua orang tahu kau takut naik pesawat.
Kata siapa?
Siapa?
Kau pergilah. Ayo.
Memang aku takut.
Ada apa?
Siapa kau?
Paman, aku Anthony.
Aku adalah anak Xavier.
Kami tinggal di dekat sini.
Apa kau memberitahu ayahmu
yang baru kau sampaikan?
Tidak. / Begitu lebih baik
Atau dia akan memasungmu.
Kaulah orang yang bilang
energi tak bisa dihancurkan.
Jadi?
Energi dalam diri kita tak bisa dihancurkan.
Tapi berubah jadi roh setelah kematian.
Saat kau ragu, tanyakan pada dirimu sendiri.
Kenapa?
Memang benar setelah kematian
energi dalam diri kita tak mati.
Setelah mati, energi akan berubah ke bentuk lain.
Jika tubuh dikuburkan, berubah menjadi energi kimia.
Jika tubuh dibakar, berubah menjadi energi panas.
Bisa jadi pupuk buat tanah dan makanan buat cacing.
Bukannya berjalan-jalan
mengenakan kain putih dan bernyanyi.
Aku tahu dia akan membicarakannya.
Lalu kenapa kau datang?
Karena kaulah yang paling cerdas yang kukenal.
Kau sudah pelajari semua yang perlu dipelajari
dalam fisika dan sains, bukan?
Tuhan!
Aku terinspiratif . Aku merinding.
Dari apa yang kau katakan sejauh ini,
cuma ada dua kemungkinan.
Salah satunya adalah
kau gila.
Hei! Tidak!
Kau tak tampak gila.
Atau bisa jadi dia.
Gadis itu. Boleh aku tahu, kau siapanya?
Akan kuberikan semua detilnya.
Dengarkan aku dan putuskan.
Kami kuliah di kampus yang sama.
Dia mitra bisnisku sekarang.
Tejaswini.
Safia! Selamat pagi. / Pagi.
Ada berita apa?
Kau tak baca koran. Kenapa emangnya?
Itu berita kemarin. Ini hari ini. / Benar.
Dimana kau? Kau ingat program hari ini, kan?
Aku baru mau pergi. / Kau cepatlah!
Rapatnya jam 9.
Dokter sangat tepat waktu.
Kau sudah sampai? / Aku tak mau datang.
Dia cuma bicara bahasa Inggris.
Kau akan mengurusnya lebih baik dariku.
Oke, baiklah. Akan kuurus.
Oke. / Selamat pagi.
Selamat pagi. - Kenapa dia tiba begitu cepat?
Bukankah kau ikut rapat itu?
Basheer! / Ya.
Apa posisimu di sini?
Kenapa pertanyakan ini sekarang? Aku sopirmu,
penjaga keamanan dan serba bisa.
Kau ingat, bukan? Lalu laksanakan tugas itu.
Kau tak perlu ikut campur dalam urusan lain.
Tunggu dan lihat.
Bos, Tuan tidak pergi rapat hari ini.
Ya.
Bagaimana jika kita pasang kamera di kantornya?
Tidak perlu saat aku di sini. Baiklah.
Oke, bos.
Oh! Selamat pagi, dokter. / Pagi.
Kau terlambat. / Maaf, terjebak macet.
Aku mau operasi dulu. Pasienku sudah menunggu.
Oke, dokter. Aku juga.
Maksudku, kutunggu sampai kau kembali.
Gaun ini cocok sekali denganmu.
Terima kasih.
Kau bilang apa sama ayah?
Aku tak bilang apa-apa. / Jujurlah.
Aku tak bilang apa-apa sama dia.
Kau kira aku bohong. / Ada apa?
Dia ceritakan semuanya sama ayah yang terjadi di sini.
Aku baru saja memarahinya.
Apa maksudmu?
Apa maksudmu, pak? Dia ayahmu.
Itu tidak baik.
Basheer! / Basheer, pergilah.
Tinggalkan dia.
Pria malang! Kenapa kau menghukumnya?
Pria malang? Dia seperti cacing.
Dan sikapnya.
Apa yang salah dengan sikapnya? / Sikapnya...
kau harus hadiri rapat tepat waktu.
Macet. Persimpangan Uloor ditutup.
Aku harus tahu semuanya.
Hidup akan terekspos di media sosial.
Apa yang terjadi saat pertemuan itu?
Berapa?
Lima kamera? / Lima lantai.
12 kelas atas. Rs. 24,000,00!
Ayo, kita pasang sekarang.
Bawa Basheer juga. Aku tak mau menghadapinya.
Dia seorang bajingan dan sombong.
Tunjukan juga kesombonganmu.
Lalu foto selfie dan posting
dengan judul "Termotivasi dengan klien baru".
Pasti banyak yang "Like".
Kau begitu tahu kekuranganku.
Ayo, kita pergi.
'Perayaan tahunan tahun ini'
'sedang berlangsung.'
'Program mendatang"
'...disponsori...'
Beritahu presiden membeli peralatan baru untuk kuil.
Aku sudah memberitahunya berkali-kali. Dia tak hiraukan.
Girish!
Ada apa? / Dokumen kredit sudah siap.
Aku akan ke bank besok pagi.
Akan lebih baik jika kau kesana sore hari.
Ada tambahan lagi.
Bukankah mereka belum putuskan?
Bagaimana tinggal di ibukota?
Baik-baik saja seperti pemerintahan saat ini.
Ada perayaan di kuil malam hari. Datanglah...
melihatnya. / Pasti datang.
Aku pinjam ini. / Oke.
No comments yet. Be the first to leave one.