لومړۍ 200 کرښې.
Jangan bergerak.
Balikkan badan.
Buat tanganmu terus melebar.
Kau butuh sesuatu dariku, mister?
Jelas datangnya senyap. Harus memberimu pujian.
Namaku Tate. Menduga itu tak berarti banyak buatmu,
atau yang lain, huh?
Ini Pokey.
Kau berniat menemui seseorang?
Menemui seseorang? Siapa?
Takkan keberatan bila aku begitu.
Takkan peduli siapa dia atau dari mana dia asalnya atau apa pekerjaannya.
Orang harusnya selalu mengurus urusannya sendiri, menurutku.
Kelihatannya kaulah yang lagi menunggu rombongan.
Berapa lama sudah kau di sini?
Sudah mengamati bukit-bukit ini tiga atau empat minggu sekarang.
Tak punya kalender untuk tahu persisnya.
Tak punya apa-apa untuk menunjukkan itu juga.
Bila kau siap bicara sedikit, aku bakal berterima kasih kau mau letakkan pistol itu.
Kau mungkin tersengat lebah atau apa tapi aku akan tepat saat sudah meninggal.
Punya sedikit sarapan, kopinya sudah mendidih.
- Kau mau sedikit? - Tidak.
Eh, tembakau?
Pihak yang kau cari ini...
temanmu?
Dia telah membunuh marshal.
Kansas?
Kau berusaha keras.
Tak ada satu pun sheriff yang bakal melakukan itu.
Aku sudah tak lihat Kansas sejak sebelum perang, makanya aku takkan mengenalimu untuk diperhatikan.
Namaku Tate, seperti kubilang. Jesse Tate.
Howard Kemp.
Kau menduga dia di belakang bukit ini, Mr. Kemp?
Aku kehilangan jejaknya di sebelah sungai ini.
- Kau lihat suatu tanda? - Hmm.
Kebetulan menemukan api unggun padam pada hari itu.
- Di mana? - Belakang sana.
Tak punya peta untuk memberitahumu pastinya.
Sekarang, kau bisa memberitahuku lebih baik dari itu.
Mungkin. Bila kita hendak ke arah yang sama, tapi kita tidak.
Kau punya pekerjaanmu, mister, dan aku punya pekerjaanku.
Membantumu tak memberiku uang sama sekali.
- Aku punya $20 di sini. - $20!
$20. Ini milikmu bila kau memberiku jejak baru.
$20!
$10 sekarang...
$10 sekarang, $10 waktu kita menemukannya.
Dimulai dengan menunjukkanku api unggun padam itu.
Ini orang tahu kau memburunya?
Dia tahu.
Berarti dia kemungkinan bakal menunggu di balik sejumlah batu.
Menunggu kita ke sana di depan senjatanya.
Dia mungkin.
Ini masih hangat kemarin.
Kudanya pergi ke arah sini. Lebih dari satu, untuk pastinya.
Orang ini bawa rombongan?
Bisa jadi bawa kuda tambahan.
Tapi mungkin ada dua, mereka bakal menunggu kita, huh?
Itulah kenapa kau terus pegang pistol di sampingku.
Ayo, jalan. Ayo.
Jejaknya sejelas buatmu sama halnya buatku.
- Api unggun lagi. - Mereka takkan buat banyak sekali.
Pasti ada yang tak beres terhadap ini.
- Kelihatannya kuda terjatuh di sana. - Ya.
Tak ada gunanya menebak-nebak.
- Awas, batu! - Menghindar!
Aku rasa itu akhir dari ini.
Ya, bila itu longsornya alami.
Awas! Awas!
Kau menemukannya.
Ya, dia harus turun sesekali.
Ya, tapi kapan? Sehari, seminggu.
Dan resikonya itu dia diam-diam turun suatu malam untuk membunuh kita.
Kita bakal bergiliran untuk berjaga.
Berada di sini bersama orang ini bukan pekerjaanku, tidak buat $20.
Kau sudah menemukannya, tapi dia menemukanmu juga.
Kecuali ada jalan lain ke atas sana.
Kau gila! Kau tak bisa naik ke sana!
Ikuti jejaknya, cari tempat berlindung, lakukan penembakan sesekali waktu,
untuk buat dia berpikir kita tetap di sini.
Bukankah kita begitu?
Ayo.
Berhenti!
- Apa masalahnya? - Turun.
- Aku dengar tembakan lalu datang untuk melihatnya. - Kau siapa?
Oh, ini seperti ini?
Letnan Roy Anderson, Kavaleri keenam.
Pejuang Indiannya luar biasa.
Kau jauh sekali dari pos tentara, letnan.
Aku berhenti sebagai prajurit minggu kemarin.
Mari lihat surat pemberhentianmu.
Aku lagi jalan ke timur, dari Benteng Ellis. Apa yang salah dengan itu?
Tak ada, selain jalan Bozeman menuju timur dari Ellis.
Kenapa kau sejauh ini perginya?
Kalian tahu, ada sejumlah Indian yang gampang marah di sepanjang jalan Bozeman dan...
sepertinya putri kepala ini terlibat masalah dengan letnan muda tampan angkatan darat, dan...
Kalian tahu bagaimana itu.
KARAKTER.
Tidak memuaskan. Secara moral tidak stabil Perwira ini diberhentikan dengan tidak hormat
Angkatan darat tak pernah benar memahamiku.
Ya.
- Hey, bagaimana dengan ini? - Baiklah, kembalikan pistolnya.
Ayo.
Oh, kalian belum pernah memberitahu soal apa penembakan tadi itu.
Aku bahkan tak tahu dengan siapa aku bicara.
Ini Mr. Kemp. Namaku Tate, Jesse Tate.
Benarkah?
Kami ada pembunuh buronan di atas sana mulai melongsorkan batu tiap kali kami perlihatkan diri kami.
Pembunuh buronan menjatuhkan batu?
- Itu kesannya benar-benar sudah putus asa. - Ayo.
- Ayo. - Tunjukkan gambarnya, Mr. Kemp.
Ayo, tunjukkan padaku.
Kalian mengikuti dia jauh-jauh dari Kansas?
Dia. Aku gabung dengannya pagi ini. Semacam perbantuan. Seperti deputi.
Kelihatannya kau mendapati dirimu masalah menarik soal taktik, sheriff.
Ya. Ayo ikuti jejaknya.
Gila, kan, Pokey, apa yang bakal orang lakukan untuk menangkap yang lainnya?
Sekarang, bila itu emas di atas sana, alih-alih buronan ini,
aku akan taruh karkasku untuk menaiki tebing itu dan tak pernah berpikir dua kali.
Hey, ayo.
Kupikir kau tadi bilang kau hendak pergi ke suatu tempat?
Oh, jangan pedulikanku, aku takkan menghalang-halangi.
Aku akan tepat di sini di belakangmu, sheriff, takutnya orang jahat itu menjulurkan kepalanya.
Bertanya-tanya apa aku bisa sampai.
- Sekarang, apa maumu di sini? - Hanya menawarkan bantuanku.
- Kenapa? - Kenapa kau menolaknya?
Bila aku melukai parah tanganku, aku bakal biarkanmu mencobanya lagi.
Sekarang, siap siagalah dengan pistolmu. Aku sudah lakukan juga untukmu.
Sekarang, bukankah ini seperti ini?
Orang bersiap buat masalah yang menanti, kemudian itu diam-diam naik ke atas di belakangnya setiap waktu.
Itulah hidup.
Berdiri.
Buka sabuk pistolmu lalu biarkan itu terjatuh.
Tak perlu repot-repot, prajurit.
Aku sudah kehabisan peluru sejak Abilene.
Kau bisa lihat.
Sekarang kenapa kau tak tinggal lakukan yang kubilang?
Hey, kalian berdua! Sudah berakhir!
Tangkap dia, Ben!
Baiklah, Ben. Ikat dia!
Lepaskan aku, tinggalkan aku sendiri! Tinggalkan aku sendiri!
Kalem, kekasih, kami takkan menggantungmu.
Aku takkan melawanmu lagi, Howie.
- Tidak kalian bertiga, aku tidak. - Siapa dia?
Kau ingat Frank Patch, kan, Howie?
Ini putrinya, Lina.
Aku ingat buronan, bernama Patch, tergeletak tewas di depan bank di Abilene.
Aku tak ingat suatu pembicaraan tentang kerabat.
Dia ayahku.
Apa yang dia lakukan di sini bersamamu?
Aku rasa dia tak tahu siapa-siapa selain aku.
Dan aku tak membayangkan untuk melihat Kansas lagi.
Hingga sekarang aku tidak.
Baiklah, berdiri. Ayo, berdiri!
Ini, Tate.
- Ini melunaskan kita. Aku amat berterima kasih padamu. - Terima kasih.
Hey, Mr. Kemp, sekarang kau punya dua orang untuk ditangani, mungkin kau masih berpikir untuk butuh bantuan.
Ini pekerjaanku, aku yang akan melakukannya.
Mungkin kau merasa lebih baik, sheriff, kau bisa jadikanku deputi, seolah resmi.
Kau takkan biarkan yang lainnya tahu kau itu dulunya sheriff atau apa, kan, Howie?
Tentu dia iya. Iya, kan?
Dia bilang dia ini sheriff.
Aku tak tahu kenapa kau harus lakukan itu.
Tak peduli siapa yang menangkapku, hadiahnya masih ada.
Bagaimana?
Kau tak tunjukkan dia gambarku, Howie?
Aku lihat selembar kertas mengatakan dia dicari, tak ada sama sekali soal hadiah.
Mungkin dia tak punya salinan bagus seperti yang aku punya.
- Ini yang dia tunjukkan padamu? - Berapa?
Dikatakan $5,000. Kau bicaranya seolah kau sudah tahu ini selama ini.
Kenapa lagi orang merobek bagian bawah poster?
Aku akan bawa dia kembali dan aku akan melakukannya sendirian.
Kau tak menangkapnya sendirian.
Kau sudah cari ke mana-mana sampai kau bertemu denganku.
Kau dipekerjakan untuk melaksanakan pekerjaan dan kau sudah dibayar.
Kau takkan membeli klaimku atas ini, tidak buat $20.
Bagaimana dengannya? Dia telah melakukan pendakian, kan?
Bisa jadi telah terbunuh juga.
Beritahu kau apa, aku putuskan sebesar sepertiganya.
Bagaimana denganmu, Jesse? Pembagian secara rata?
Seperti itulah ini.
Kecuali kau punya pikiran membunuh kami semua.
Kelihatannya kau telah mendapati dirimu dua partner, Howie.
Berhentilah bersikap seolah kita ini teman! Kau...
Mungkin kita duduk pada permainan kartu sama sekali, dua kali tapi itu bukan berarti perbuatan tercela bagiku sekarang.
Kau telah menembak orang dari belakang, aku bakal mencidukmu untuk digantung.
Itu bukan Ben yang membunuh orang itu.
Itu dia mereka hendak membayarkan hadiahnya.
- Sekarang, di mana kudamu? - Di belakang di bebatuan.
Kudanya Lina punya penyakit mual. Dia tak bisa bepergian.
Dia tak bisa, huh? Baiklah, ayo, jalan. Ayo.
Tenang, kuda, tenang.
Tenang, kuda.
Baiklah, jaga dia.
Tenang, kuda, tenang.
Dia benar-benar sakit, mister, itulah kenapa kami tinggalkan dia di sini.
Pasti minum air yang buruk di suatu tempat.
Aku menunggangi dia dua hari seperti ini ketika dia harusnya istirahat untuk memulihkannya.
Tenang, kuda. Tenang.
Apa yang hendak kau lakukan, mister?
No comments yet. Be the first to leave one.