لومړۍ 185 کرښې.
Sub Oleh WETV
Cahaya dari jendela menembus malam.
Perjalanan di jalur abadi panjang.
Delapan tikungan dan sembilan belokan gunung sudah sepi.
Makhluk hidup mempertanyakan penderitaan dunia duniawi di atas sebotol anggur.
Tulis tentang Nirwana dan kelahiran kembali.
Aku akan menembus gelombang biru dengan tubuhku.
Langit luas dan perkasa, jadi apa jika aku lahir biasa?
Kapan prinsip ketidakpedulian berubah menjadi kekerasan?
Badai melanda di kedalaman tebing.
Gunakan pikiranmu pada hidup dan mati dalam mimpimu.
Tarik pedang, tanyakan bintang-bintang abadi.
Dunia duniawi mengalami banyak perubahan.
Dunia dan alam semesta akan memberikan kebenaran yang menusuk.
Ambil dunia, telan segalanya di bawah langit.
Rasakan semua liku-liku kehidupan dalam sekejap.
Aku menantang cahaya, melayang ke langit.
Teruslah menulis bab baru untuk semua makhluk dari tiga dunia.
Kematian dan kultivasi abadi hanya dipisahkan oleh kehendak.
Lepaskan tubuh yang tidak berarti ini untuk menjadi bersinar.
Pasir dari laut melampaui batas terjauh.
Hati muda ditempa oleh cobaan dan kesulitan.
Dengan tegas aku menjadi abadi, mengapa aku ragu untuk melawan Langit?
Pemberontak Abadi
Penonton di bawah umur dimohon untuk menonton setelah mendapat izin dari orang tua atau wali. Seluruh konten dalam film ini dibuat melalui produksi virtual komputer. Tolong jangan meniru adegan-adegan dalam kehidupan nyata.
Diadaptasi dari novel Pemberontak Abadi karya Ergen, penulis situs Qidian dari Yuewen
m 10 650 l 3830 650 3830 790 10 790
SEBELUMNYA
Gulungan lukisan ini agak familier.
Mengapa dia memiliki Gambar Monster Jimat Peninggalan Dewa?
Akhirnya aku kembali!
Sekarang aku mau bantu kau ambil jiwamu dari Kristal Bintang Kultivasi.
Mau berperang atau berdamai,
aku perlu sebuah jawaban.
Hancurlah.
Makam Zhuque sudah terbuka.
Semuanya, permainan dimulai!
Ini adalah metode pemecahan yang kusegel.
Ini bisa membawamu pergi dengan selamat.
Tatapan ini
familier.
Kita
sudah sangat lama tidak bertemu.
Episode 99
Seribu Ilusi
Makam Zhuque Wilayah Luar
Makam Zhuque tidak luas, dibagi menjadi wilayah dalam dan luar.
Begitu dipindai dengan kesadaran,
kau akan menemukan sebuah altar.
Masuk ke wilayah dalam dari sana.
Di bagian pusat wilayah dalam ada sebuah gunung spiritual.
Di sana adalah makam Ye Wuyou.
Temani aku
bermain.
Siluman?
Ini sepertinya Roh Api yang terbentuk dari Kekuatan Spiritual panas
di dalam tanah hangus.
Benar saja, selama tanah hangus di permukaan tanah tidak hilang,
makhluk ini bisa terbentuk ulang.
Bermainlah
denganku.
Hancurlah.
Ini
jiwa?
Setiap partikel di dalam tanah hangus ini adalah sebuah jiwa?
Semua jiwa ini lemah, seharusnya milik manusia fana.
Situ bilang jiwa ada di bagian dalam Makam Zhuque,
mengapa bisa muncul di sini?
Mungkinkah jiwaku
juga ada di dalam tubuh makhluk seperti ini?
Tiga Hari Kemudian
Sudah tiga hari,
mengapa aku belum menemukan jejak altarnya?
Senior!
Senior, selamatkan aku!
Kalau Senior bisa membantuku,
aku bisa beri tahu Senior
cara memasuki bagian dalam Makam Zhuque.
Aku Murong Yun, terima kasih atas pertolongan Senior.
Mo Yunhai Ranah Transformasi Tubuh Awal
Aku Mo Yunhai.
Kau
hebat sekali.
Anak Muda,
tadi kau bilang
kau tahu cara memasuki bagian dalam Makam Zhuque.
Senior Mo,
saat aku datang ke sini, aku kebetulan melihat Qian Feng
dan beberapa Penyihir Teknik dari Klan Peninggalan Dewa
memasuki bagian dalam Makam Zhuque.
Kalau bukan karena kultivasiku tidak cukup tinggi,
sekarang aku pasti juga sudah masuk.
Mereka masuk dari mana?
Dari sebuah altar.
Namun,
altar itu sangat terpencil.
Di pintu masuknya, ada penghalang yang rumit
dan di sekitarnya ada benda-benda aneh.
Aku tidak bisa menghancurkannya.
Kalau Senior setuju,
aku bisa bawa Senior masuk bersama.
Kalau begitu, aku bimbing jalannya untuk kalian berdua.
Saudara,
kalau kita bekerja sama, seharusnya tidak ada masalah besar.
Bagaimana menurutmu?
Di sinilah tempatnya.
Ini altar
yang kau katakan itu?
Bagian tengah itu adalah
pintu masuknya.
Teknik pemeriksaan jiwa.
Dia tidak berbohong.
Namun,
hanya orang pertama yang bisa berhasil masuk.
Memang di sini.
Saudara,
aku pergi dahulu.
Kau cukup pintar.
Bagaimana kau bisa menyadarinya?
Aku bisa memberitahumu,
tetapi kau juga harus menjawab beberapa pertanyaanku.
Menarik.
Kau jawab aku dahulu.
Bajumu sudah terlalu tua,
bukan baju kultivator zaman sekarang.
Hanya berdasarkan ini?
Tentu saja ada alasan lain.
Sekarang aku ingin tahu
kau itu apa?
Aku terbentuk dari jiwa.
Mengapa kau ada di sini?
Setelah tempat ini hancur,
jiwa akan tersebar dari sini.
Mungkin saja jiwamu
ada di sekitar sini.
Apa tujuanmu?
Aku tidak punya tujuan apa pun, hanya tidak ingin kalian berhasil.
Sekarang giliranmu untuk menjawab.
Ada alasan apa lagi?
Kekuatan Spiritual yang terkandung di dalam petir itu
bisa membunuhmu dengan mudah,
tetapi malah terus mengikuti dengan jarak yang pas.
Sandiwaramu yang pura-pura kasihan terlalu palsu.
Katakanlah,
di mana altar yang sebenarnya?
Jangan harap bisa mengetahui apa pun.
Segel.
Bahkan kalau kau bunuh semua jiwa ini,
yang mati adalah orang-orang di Bintang Zhuque,
sedangkan aku
bisa terus menyerap jiwa baru untuk terlahir kembali.
Kau tidak bisa membunuhku.
Aku tidak membunuhmu,
tetapi aku bisa menyegelmu
dan memutus semua hubunganmu dengan dunia luar.
Setelah usia pemilik jiwa di dalam tubuhmu habis,
kau
juga akan mati.
Aku beri tahu kau di mana altarnya,
biarkan aku keluar.
Katakanlah.
Di sebelah timur tempat ini,
ada lembah dalam yang terbentuk dari sembilan puncak gunung.
Yang ada di sana bukanlah kabut hitam,
melainkan kabut putih.
Altarnya ada di dasar lembah itu.
Dasar pembohong!
Setelah semakin banyak kultivator
menemukan rahasia keabadian makhluk spiritual,
mereka mulai terus membantai makhluk spiritual
untuk menunggu jiwa terbentuk kembali,
menggunakan metode kejam mengorbankan nyawa orang lain
untuk mencari jiwa sendiri.
Hal ini juga menyebabkan situasi di Makam Zhuque yang sudah hancur
menjadi semakin kacau.
Seharusnya ia sudah pulih.
Pancing ia keluar.
Masih tidak ada jiwaku.
Meledaklah.
Dia...
Dia sudah mati?
Seharusnya jiwanya dihancurkan oleh orang lain.
Pergi lagi.
Tunggu jiwaku di sini saja.
Kalau tidak muncul,
No comments yet. Be the first to leave one.