لومړۍ 166 کرښې.
(Studio Hagure, Sedang Bekerja, Dilarang Masuk)
Padahal tidak perlu ada yang mati kalau Yuru datang sendirian.
Kalian berdua Penjaga Ilahi Sayuu, kan? Tsugai milik Yuru?
Kok musuh alami Kai dan Fuu malah jadi Tsugai-nya si kembar?
Terutama Hidari.
Kamu dan Fuu sangat tidak cocok.
Selama ada kamu, mungkin Fuu tidak akan mau kontrak dengan Yuru.
Maka dari itu...
Kamu adalah pengganggu, enyahlah.
Kamu diajak duel, Hidari.
Aku terima.
Dipikir-pikir, pengguna katana nyaris tidak ada di zaman ini.
Padahal 400 tahun lalu ada banyak.
Dia berbeda dari katana pada umumnya.
Sepertinya begitu.
Makanya, akan langsung kupatahkan!
Hidari!
Tenang saja.
Nanti bawa aku ke toko peralatan.
Toko peralatan? Buat apa?
Di sana ada lem perekat buat batu, kan?
Eh, bisa pakai itu?
Kami terbuat dari batu.
Meski butuh waktu untuk pulih,
tangan dan kaki putus tidak bikin kami mati.
Ngawur.
Ah, merepotkan.
Harus apa biar kalian mati?
Yang merepotkan itu Tsugai-mu!
Dipatahkan malah tumbuh lagi.
Hidari.
Katana itu
bau darahnya sangat pekat.
Wajar.
Lihat saja mayat-mayat...
Kamu telah membunuh banyak sekali orang, ya.
Yah, itulah pekerjaanku.
Asalkan dibayar,
Aku siap menebas manusia maupun Tsugai.
Baunya masih baru.
Ini bau darah orang di belakangnya dan darah warga Desa Higashi.
Selain itu, ada yang tercium lagi.
Kami kenal betul aroma itu.
Aroma darah orang tua Yuru, Mine dan Nagisa!
Bagaimana, Yuru?
Mau mencoba mati sekali?
Kamu mau membunuhku?
Kupikir akan lebih elok kalau kamu yang memilih sendiri.
Ini perintah Kepala Klan Kagemori?
Tidak, Ayah dan aku berbeda pendapat.
Metode mereka terlalu lembek.
Orang ini adalah Shingo.
Kakak dari ibuku.
Kamu sudah tidak bisa pulang kampung, kan?
Orang tuamu kabur dari desa, adikmu juga.
Bahkan dia sempat dibunuh pihak Desa Higashi.
Nyawamu juga sering diincar.
Desa Higashi sudah bukan lagi tempatmu.
Sini, gabung Klan Shingo saja.
Kami tidak akan jahat padamu.
Habis menyandera anak desa dan berharap aku mati, masih minta dipercaya?
Kami butuh sandera biar kamu tidak berontak!
Jangan khawatir.
Asa palsu dan anak desa itu memang diawasi.
Tapi kami tidak menyakiti mereka.
Aku memang ingin kamu mati.
Tapi tetap saja...
Paman, jaga bahasamu.
Kami butuh persetujuanmu, oke?
Oke gundulmu!
Oh, iya, kamu kenal dukun gemuk itu, kan?
Maksudmu, Yama?
Kadang dia ke desa dan mengobati warga.
Dialah yang mengirim para bandit untuk membunuhmu.
Tadera yang jadi walimu pun sering mampir ke tokonya.
Sulit dipercaya, kan?
Orang dewasa di Desa Higashi merahasiakan soal Fuu
sambil diam-diam mengincar nyawamu.
Percuma peduli sama mereka.
Tinggalkan saja semuanya!
Kamu tidak butuh desa itu!
Jangan bilang begitu, Paman.
Tidak ada yang percuma di dunia ini.
"Dunia tidak membutuhkanmu."
Betul, Kai dan Fuu memang dihasilkan Desa Higashi.
Dan harus tetap begitu.
Meski satu klan, kalian tidak sepemikiran?
Desa Higashi dan Klan Kagemori saja tidak semuanya sejalan,
Klan Shingo juga sama saja.
Bisa bahaya kalau semuanya sependapat.
"Pemilik kekuatan istimewa harus mengerahkan kemampuannya di bawah pihak yang tepat".
Klan Shingo sepakat di gagasan itu.
Kalau mau bergabung, sebisa mungkin akan kukabulkan semua keinginanmu.
Mau uang atau apa pun tinggal bilang.
Belum ada yang berubah sejak di wisma Kagemori.
Aku cuma ingin hidup normal.
Berburu, bercocok tanam, dan membuat arang.
Hidup seperti biasanya.
Aku ingin segera menemukan Ayah dan Ibu.
Asa juga...
Asa juga
ingin kubebaskan dari hidup yang bagaikan dalam sangkar.
Aku cuma ingin hidup damai sekeluarga.
Kamu membunuh orang tua Yuru, ya?
Entah pelakunya kamu atau pemilik terdahulu Tsugai itu.
Intinya darah Mine dan Nagisa tercium dari situ.
Tidak ingat, korbanku kebanyakan, sih.
Jawab yang benar!
Tanya saja Tsugai-ku.
Dera, carilah Yuru.
Mereka akan kami tangkap hidup-hidup.
Sebagai hadiah buat Yuru.
Baiklah.
Asal banget...
Dadah, si cabul di tengah malam!
Sialan!
Setelah memancing ke tempat silau malah mematikan lampu.
Penjaga Ilahi Sayuu bisa melihat dalam gelap lewat penciumannya.
Ah, merepotkan.
Meski setuju buat mencari Yuru,
aku harus cari ke mana?
Bahkan belum tentu dia di area ini.
Tadera, ya?
Oh, kamu si Bandit?
Enggak mati?
Enggak! Tapi bandit yang lain mati.
Kamu bertemu pengguna Tsugai katana?
Iya, dia kuat banget.
Kenapa kamu ada di sini?
Seharusnya kamu tidak tahu soal ini.
Si Penggali Kubur bilang-bilang, ya?
Eh, Hana? Dia kenapa?
Salah satu bandit telah memberitahuku.
Sayangnya dia mati di gudang.
Sial, mulutnya ember banget, sih!
Mayat tidak bisa klarifikasi.
Yuru juga datang untuk menolong Asa palsu dan anak desa.
Tapi dia diculik Tsugai yang mirip gagak.
Dicul—
Kamu sinting, ya? Kenapa Yuru dibawa?
Semua pihak ingin Yuru mati.
Yuru juga mati-matian mencari hal yang bisa percaya.
Dia juga sudah tahu soal kalian para bandit
yang mengincar nyawanya.
Kamu juga pihak kami, Tadera!
Sekarang malah mau memihak Yuru?
Iya.
Setelah merahasiakan ini itu darinya,
Yuru pasti tidak akan memercayaiku sepenuhnya.
Tapi, ceritanya panjang.
Meski awalnya mematuhi tugas,
sekarang aku berubah pikiran.
Kamu mengkhianati Desa Higashi?
Bukan begitu.
Selama kalian tidak mengusik Yuru,
aku akan tetap duduk manis.
Sudah 400 tahun kita menunggu!
Kalau ada Kai dan Fuu, Desa Higashi bisa menaklukkan dunia!
Aku tidak mau jadi pria tua yang mengorbankan nyawa dua bocah demi kekuasaan, tahu!
Kita lanjut nanti saja, ayo cari Yuru dulu.
Sebelum kemari, kami menelusuri pemilik gudang ini.
Lalu bagaimana?
Pemiliknya TT Logistik, anak perusahaan Shingo Kargo.
Klan Kagemori masih kerabatnya Klan Shingo.
Dari jalur ibunya putra kedua, Asuma.
Kami punya semua daftar properti atas nama Shingo.
No comments yet. Be the first to leave one.