Facing Windows (La finestra di fronte)

Facing Windows (La finestra di fronte) (La finestra di fronte)

د Indonesian ژباړه ډاونلوډ کړئ

د خپرونې معلومات

Facing Windows aka La finesta di fronte 2003 All Bluray 1080p 720px264 Ganool
د لخوا تبصره tiyo46
IDFL™ SubsCrew

تګونه

BluRay
x264
720p
720
1080
ganool
په خپور شو: 2015-05-03
ډاونلوډونه: 49
د اوریدلو معیوبیت: No

د Indonesian سرليکونو مخکتنه

لومړۍ 200 کرښې.

Diterjemahkan Oleh : ~~~tiyo46~~~

Movie, West-Series, K-Drama, Anime, Music, Software, Subtitle and Many More

Kau terlihat aneh sejak dari pasar, Ada apa? / Masa sih?

Tidak juga! Memangnya kenapa?

Kita sudah di luar satu jam lebih, kau tak berkata sepatahpun!

Kita juga sudah ke grosir di pusat kota, dan kau cuma diam!

Jika kau marah padaku, katakan saja. Berhentilah memasang wajah cemberut.

Aku tidak cemberut, kau saja yang marah tak jelas.

Kita ke arah sana.

Jika aku marah dan banyak bicara, kau pasti tidak akan tahan!

Oh iya aku lupa, kau kan selalu benar.

Aku juga tak selalu benar.

Ah, ayolah jika kau mau bertengkar.

Bisakah kau sedikit sabar sedikit saja!

Kau ribut karena dia memotong antrian,

...padahal dia ada di depan kita! / Saat aku ingin minta maaf,

...dia melompat padaku seperti orang gila, dan kau diam saja!

Apa yang harus kulakukan?

Kau juga diam saja saat, aku beradu mulut dengannya.

Kau ternyata sama saja. / Apa yang kau bicarakan?

Kau yang teriak. Bahkan kasir, bilang itu kesalahanmu.

Apa kau tak lihat bagaimana, dia mengarahkan pensil itu padaku.

Ya, tapi kau tak perlu kasar seperti itu.

Baiklah, mungkin aku terlalu jauh. Karena dia bilang pada si Rumania itu,

...kalau dia punya uang buat bayar. Rasis sekali!

Dengar, masukkan kembali uang itu. Banyak orang berlalu lalang,

Dia hilang ingatan. Namanya sendiri dia tak ingat.

Mungkin dia punya identitas.

Kau punya kartu identitas? Bukan, bukan uang...identitas.

...mungkin di dalam kantong? / Apakah harus di geledah?

Aku sangat bingung,

Aku tidak ingat apa-apa.

Masukkan kembali uangnya di sakumu.

Sebentar lagi kau pasti ingat.

Kita tak bisa tinggalkan dia! / Apa yang akan kita lakukan padanya?

Dia mengikuti kita!

Dia tak mengikuti kita. / Ya, dia mengikuti kita.

Jangan khawatir.

Kami akan membawamu ke kantor Polisi, dekat rumah kami.

Mereka mengerti yang harus dilakukan.

Kau tahu berapa banyak orang tersesat? Banyak sekali, kan?

Ada pertandingan di TV malam ini.

Tim mana yang kau suka?

Baik, jadi kau suka sepak bola? / Hentikan.

Martina, bisa kau bantu?

Tidak usah, kau di mobil saja. Biar aku saja.

Ibu, Martina merusak game-boy ku. / Bukan, Mikrobolah yang melakukannya.

Cepat ya, jangan lama-lama. / Hai, anak-anak.

Biar kubantu Bu, berikan padaku. / Kalian harus mematuhi Martina.

Siapa laki-laki itu? / Aku tidak tahu, dia hilang ingatan.

Kau tahu Filippo, dan bagaimana dia membuat kesulitan.

Di mana kau menemukannya? / Pusat kota.

Apa yang kau butuhkan. / Tunggu, jangan tarik aku.

Mikrobo, berhentilah berteriak di tangga!

Di mana Ayah? / Pergilah nonton tv bersama mereka.

Siapa sebenarnya dia? / Ibu sedang tidak tahu, pergilah.

Aku tak ingin nonton tv.

Detergen sebelah kanan, semua botol semprot di sebelah kiri.

Anak ini terlihat lebih obsesif, ketimbang kau.

Hidup itu harus praktis, tidak membuang-buang waktu.

Kaulah satu-satunya yang membuang-buang waktu,

...pergilah nonton tv!

Martina, kau dengar Ibu?

Sudah kubilang, Aku tak ingin nonton tv.

Ada dia sudah lahir seperti itu? Atau ada sesuatu tumbuh di dalamnya?

Aku tidak tahu.

Giovanna, dia telanjang! / Menjauhlah dari sana!

Dia nyaris telanjang! Kemarilah, sebelum dia menutup tirai.

Bisakah kau hentikan itu?

Baik, cukup sudah!

Buka Vittorio! Biarkan Luciana sendiri!

Aku akan menghubungi Polisi!

Buka pintunya!

Pengacau!

Sudah kubilang, aku tak mau dengar ocehanmu! Pergilah!

Urus saja urusanmu sendiri, jalang! Atau aku akan panggil Polisi!

Akan kuberitahu kalau kau imigran gelap, biar kau di tangkap.

Pergilah dari sini!

Mereka cuma bercanda.

Giambo!

Giambo! Keluarlah sebentar. / Ada apa?

Vittorio memanggilku jalang!

Dia menyebutmu si negro kotor! / Aku akan mengurusnya.

Dia tak bilang begitu! / Biar dia yang urus! Kau diam saja!

Buka pintunya, bajingan!

Cepatlah makan jangan buang waktu! / Permainan baru di mulai, kan?

Ayah pulang! / Hai, Ayah!

Kau akan ikut makan bersama kami?

Selamat malam.

Filippo! / Aku akan bawa setelah pertandingan.

Aku tidak percaya! Kau membawa dia kembali?

Sangat ramai di sana, sudah sejam kami menunggu!

Mereka ingin tahu, bagaimana kita menemukannya.

Mereka cuma minta keterangan! / Apa yang si dungu ini...

Makanlah.

Kau mau nambah? / Terima kasih.

Mama? / Kenapa kau bangun?

Mungkin Simone sudah mati.

Simone? / Orang tua yang di sana!

Dari mana kau tahu namanya? / Dia sendiri yang bilang.

Ingatannya sudah kembali.

Dia memberitahu putirmu, namanya Simone.

Dia tertidur karena kelelahan.

Apa dia memberitahumu atau, kau bertanya padanya?

Kenapa kau berbisik? / Aku tak mau membangunkannya,

Kalau dia sudah bangun, kau akan membawanya dari sini, kan?

Tuan? Simone?

Kau harus bangun. Kita akan pergi, bangunlah!

Tidak, Filippo! Kau takkan membiarkannya di sini!

Bisa saja dia gila! / Kau terlalu berlebihan, Giovanna.

Dia akan tidur dekat anak-anak? Kau lebih gila darinya!

Hentikan teriakanmu.

Aku akan teriak kalau aku mau! Lihat bagaimana cara membangunkannya!

Bagus, dia membuat nyaman dirinya.

Kau bisa mengatasi situasi ini! / Lihat! Ibu membuatnya menangis!

Hentikan nada seperti itu atau, Ibu akan memukulmu!

Aku akan laporkan Ibu ke Polisi!

Apa kau akan tidur?

Dia sudah tidur. Aku menaruh selimut Mama padanya.

Matikan lampunya, aku segera menyusul.

Tidurlah! / Aku maunya tidur,

...tapi yang "ini" bangun! / Aku sedang tak ingin begituan.

Kita tidur bersama seminggu sekali, dan kau tak punya keinginan untuk itu?

Jangan, biarkan saja terbuka. Aku tidak percaya orang tua itu.

Jangan, dia akan mendengar kita. / Kita akan lakukan dengan diam-diam.

Aku benar-benar tak ingin melakukanya. / Ayolah, tentu saja kau menginginkan juga!

Selamat pagi, Ibu!

Kenapa kalian tak membangunkan Ibu? / Kau tidur nyenyak sekali.

Lihat Ibu, Simone membuat sarapan.

Di mana dia sekarang? / Di sana.

Dia membuat telurnya berantakan, kau yakin dia baik-baik saja?

Aku mau krispi.

Tidak, aku tidak ingin apapun. / Aku yang membantunya, kau tidak!

Martina, pergilah urusi bukumu.

Baik, dan kau juga Mikrobo!

Ingat, mereka dua hari tak masuk sekolah.

Jam berapa kau kerja? / Jam 7 seperti biasa.

Apa mereka tidak merubah gilirannya? / Tentu saja sudah.

Mereka kembali memberiku shif malam lagi.

Kau selalu saja mudah di perdaya. / Aku orang terakhir yang mereka pekerjakan.

Aku harus bergegas, Aku tak suka melakukan sesuatu buru-buru!

Dia ada di sana.

Dia harus pergi hari ini.

Aku akan mengurusnya.

Hari ini.

Jangan khawatir, aku janji.

Ada apa?

Apa kau melihat Chen Suilan? / Kenapa?

Kau melihatnya? / Tentu, kau tak melihatnya?

Itu bukan dia. / Apa bedanya?

Ada apa dengan Chen Siulan? / Dia mengerjakan 2 pekerjaan,

...saudarinya menggantikannya dan dia belum menyelesaikan dokumennya.

Para pimpinan sudah tahu trik ini, nama samaran untuk keluarga yang datang,

...sudah tak berlaku lagi! / Apa kau seorang petugas?

Mereka memintaku menyelidikinya. / Biar saja mereka, itu bukan pekerjaanmu.

Kau hanya akutansi. Apa maksud mereka?

Kau menghitung pekerja juga? / Bagaimana aku bilang tidak pada mereka?

Dengan mulutmu!

Hai!

Hai Ibu, lihat apa yang kita punya.

Apa semua ini? / Tunggu atau kami akan tabrakan.

Apa yang kau lakukan? / Akan kujelaskan nanti.

Bagaimana kalau sekarang? / Kau suka sekarang?

Tidak, aku sedang bermain game! / Biarkan saja Mikro yang main.

Jangan, dia belum mengerti.

Aku tak membelinya, oke? / Kau ambil uang dari orang itu?

Tidak, dia memberikannya padaku. / Kau tahu itu sebutannya apa?

Memanfaatkan seseorang. / Jangan berteriak, dia bisa mendengarmu!

Dia mendengar?

Kenapa tak jadi kau bawa dia, ke kantor Polisi hari ini?

Sudah, dan sudah kubuat laporan. Aku tak tega meninggalkanya di sana.

Berapa banyak yang kau ambil? / Mereka akan telepon dan beritahu,

Berapa banyak yang kau ambil uangnya? / Kau gila? Dia bersamaku,

...menjemput anak-anak dari sekolah, dan dia mau membelikan hadiah untuk mereka.

Dia bilang ke Martina untuk memilih, kau tahu berapa harganya itu.

Ya, tapi kau melupakan tujuanmu! Aku tak bisa tidur adanya dia di sini.

Akan kubawa dia ke pub dan tinggalkan, dia di stasiun saat pulang.

Tentu! Dengan cara seperti itu, kau membuatku tampak seperti bajingan!

Itu bukan untuk kita, aku akan menjualnya.

Kau pembuat kue? / Cari uang tambahan.

Aku membuatnya 2 kali seminggu untuk, temanku yang punya pub.

Aku senang melakukannya.

Aku memimpikan suatu saat, punya toko kue sendiri.

Kenapa tidak kau lakukan?

Aku tak punya uang.

Kau bisa bekerja di toko kue, jika kau sangat menyukainya.

Tentu saja, dengan umur 29 tahun punya 2 anak lalu aku ikut magang,

...bersama suami yang selalu, saja di pecat dari pekerjaannya.

Aku tahu sulit untuk berhenti namun saat kau memanggang kue,

...kau maaf! Jangan merokok. Kau menggunakan,

...air dari keran bahkan kau tak bisa,

...pastikan itu tak mengandung klorin.

Maafkan. Lain kali aku akan gunakan air mineral untuk itu,

...apa kau punya saran, untuk merk favorit?

Kau akan temukan yang tepat. Cobalah itu dalam keadaan dingin,

...dan ketika itu di panaskan. Air harus selalu jernih,

...tidak berbau dan segar saat di minum,

...dan tentu saja tak mengandung alkalin.

Bagaimana kau bisa tahu semua?

Mungkin aku kenal seseorang,

تبصرې

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left