لومړۍ 132 کرښې.
Kami…
Harus melakukan ini.
Pilihan kami…
Cuma melakukan ini.
HARI SEBELUM FESTIVAL YAGIBUSHI
Pikirkan… Pikirkan…
Pikirkan sesuatu…
HAL YANG BISA KAMI LAKUKAN BESOK
Pikirkan sesuatu yang akan membuat Nakamura tertawa lagi…
BESOK! KAMI BISA APA?
APA ITU MESUM SEJATI? APA YANG MEMBUAT NAKAMURA SENANG?
Nakamura!
Nanako…
Menyerahkan diri ke polisi.
Apa?
Ini salahmu.
Mengambil baju olahraganya,
mengacak-acak ruang kelas, mencuri celana dalam, semuanya ulahmu!
- Bukan… - Apa?
Aku tahu semuanya! Termasuk bentengmu di tepi sungai!
Aku akan memberi tahu semuanya!
Kau pantas masuk neraka!
Wah.
Halo, Takao.
Pas sekali.
Kebakaran di tepi sungai…
Waktu itu kau di sana, 'kan?
Ya.
- Ada apa? - Kenapa kau di sana?
Apa kau tahu sesuatu?
Tidak.
Aku kebetulan melihatnya saat pulang dari toko buku.
Kalau begitu…
Kau tahu tentang buku catatan ini?
Tidak tahu.
Baiklah.
Masalahnya…
Ada namamu dan Sawa Nakamura dalam buku catatan ini.
Meskipun begitu…
Apa kau punya bukti bahwa aku menulisnya?
- Takao… - Kubilang aku tak tahu apa-apa!
Apa-apaan ini?
Maaf soal itu.
Jika kau teringat sesuatu, hubungi kami kapan saja.
Baiklah, terima kasih. Kami pamit.
THE FLOWERS OF EVIL
Ternyata semuanya rencana Nakamura.
Benar juga, itu masuk akal.
EPISODE 7
Kasuga bertindak mengikuti arahan Nakamura.
- Tapi itu cuma gosip. - Ya.
Aku penasaran, apa dia diperas Nakamura?
Jadi, semua pencurian itu rencana Nakamura?
Nakamura bahkan memaksanya memakai baju olahraganya.
- Serius? - Benarkah?
Fetis Nakamura aneh!
Ada yang bilang Nakamura juga yang membakarnya.
Ya, Nanako tak mungkin begitu.
- Benar, 'kan? Dia memang gila! - Seram sekali.
- Ya, menjijikkan. - Kenapa dia begitu?
- Aku tak paham. - Menyeramkan sekali!
KANTOR KEPALA SEKOLAH
Langsung intinya saja.
Kasus baju olahraga,
ruang kelas,
dan… celana dalam para siswi…
Apakah kau pelakunya?
Kenapa kau melakukan hal seperti itu?
Kenapa?
Itu…
Tak bisa kujelaskan dengan kata-kata.
Takao,
kau harus jelaskan semuanya dengan jelas.
Kutu tahi.
Apa?
Kota ini,
diriku sendiri,
kita semua kutu tahi. Itu sebabnya.
Karena kita semua sampah yang hampa.
Tetap saja,
aku ingin berbuat sesuatu.
Aku ingin mencari sesuatu yang berharga untuk diriku sendiri.
Jadi, aku harus melakukan ini.
Maklum, dia masih anak-anak.
Nakamura, ya?
Nakamura yang menyuruhmu, 'kan?
Apa?
Kenapa sembarangan memutuskan begitu?
Itu yang paling dibenci Nakamura!
Kenapa tidak paham?
Takao! Maaf, Pak.
Masuk.
Itu Nakamura.
Coba kita tanya dia.
Maaf.
Dia melawan dan lepas kendali…
Aku tak bisa membawa Sawa ke sini.
Aku tahu dia pasti akan membuat masalah.
Dia pembuat onar…
Persis seperti ibunya.
Takao,
kita akan pindah saat libur musim panas nanti.
Apa?
Kenapa?
Di kota seperti ini,
gosip cepat menyebar.
Keluarga Nakamura juga akan pindah.
Kita tak bisa tinggal di kota ini lagi.
Aku tak mau pindah.
Masih ada yang harus kulakukan di kota ini.
Kami sudah memutuskan.
Itu pilihan terbaik bagimu juga.
Kenapa…
Kenapa Ayah cuma peduli pendapat orang?
Ayah yang membuatku membaca Bunga-Bunga Iblis.
Ayah yang mengajariku kenyataan yang tak dipahami orang bodoh!
Hei, Ayah.
Kenapa Ayah menikahi Ibu?
Karena yang penting menikah?
Maka Ayah juga kutu tahi!
Sudah cukup!
Tolong pikirkan perasaan kami sesekali!
Apa-apaan ini…
Apa yang mau kau lakukan?
Sudah cukup…
Renungkan perbuatanmu baik-baik.
Hari ini kau dihukum.
MATI - RUMAH PENJAHAT JALANG MESUM - PEMBAKAR
PERGI - MONSTER - TERKUTUK
Aku…
Aku melakukan semua itu demi apa?
Saeki…
No comments yet. Be the first to leave one.